Mengenal Risiko Investasi Reksadana dan Paper Asset

Mengenal Risiko Investasi Reksadana dan Paper Asset. Perencana keuangan independen Finansialku akan membahas 8 potensi risiko investasi reksa dana dan paper asset.

 

rubrik Finansialku:

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Apa itu Paper Asset?

Sebagai seorang calon investor, kita memiliki banyak pilihan untuk berinvestasi. Biar lebih mudah kita golongkan menjadi 3 jenis investasi, yaitu: Real Asset, Paper Asset dan Business.

 

  • Real asset adalah asset yang dapat Anda lihat, seperti investasi logam mulia, membeli tanah, ruko, rumah dan lainnya.
  • Paper asset adalah asset yang bentuknya kertas, seperti saham, reksadana, deposito, ORI dan lainnya.
  • Business asset adalah asset yang bentuknya adalah sebuah sistem, contoh waralaba makanan, laundry dan lainnya.

 

Info Selengkapnya

 

8 Potensi Risiko Investasi Reksadana dan Paper Asset 

Finansialku menyoroti paper asset, karena pada dasarnya investasi di paper asset tidak memerlukan modal yang besar. Investor dapat memulai dari jumlah yang kecil dan menambah jumlah investasi secara berkala.

 

Salah satunya contoh paper asset adalah reksadana. Reksadana umum disebut sebagai sebuah portofolio, yang pada dasarnya telah terdiversifikasi dengan baik. Berikut ini 8 potensi risiko investasi reksadana dan paper asset:

 

[/fusion_builder_column]

 

Keuntungan Tidak Dijamin

Manajer Investasi manapun tidak ada yang menjamin keuntungan calon investor. Kalau Anda deposito jelas bunga 6% setahun, maka keuntungan Anda dijamin (maksimum 2M dijamin oleh LPS). Sebagai Investor, Anda harus sadar ketika Anda memilih berinvestasi di reksadana atau paper asset lainnya, keuntungan Anda (pembagian dividen, kenaikan modal investasi) tidak dijamin.

Jika ada tenaga penjual atau agen menawarkan produk reksadana kepada Anda, mereka umumnya akan memperlihatkan fund fact sheet atau kinerja masa lalu. Kinerja yang baik dimasa lalu bukan jaminan akan menghasilkan return yang sama dimasa yang akan datang. Kinerja yang baik dimasa lalu bisa menjadi salah satu pertimbangan untuk memilih reksadana.

Risiko Likuiditas

Likuiditas  artinya seberapa mudah sebuah paper asset dapat dijual pada atau mendekati nilai wajarnya. Kecenderungannya paper asset bersifat likuid, tetapi bukan berarti semua paper asset likuid. Hal ini bergantung pada volume yang diperdagangkan di bursa.

Risiko Inflasi

Risiko tingkat inflasi adalah risiko potensi kerugian terjadinya kenaikan rata-rata harga Misal return investasi reksadana Anda 15% dan inflasi saat ini 6%, maka keuntungan sebenarnya adalah 15%-6% = 9%.

Risiko Umum Pasar Modal

Produk-produk paper asset tergolong dalam produk pasar modal. Setiap pembelian reksadana akan melibatkan beberapa unsur risiko pasar. Reksadana rentan terhadap perubahan kondisi pasar yang merupakan hasil dari:

  1. Perkembangan ekonomi (global, regional dan/atau nasional),
  2. Kebijakan pemerintah atau kondisi politik.
  3. Pergerakan suku bunga secara umum.
  4. Sentimen investor yang luas.
  5. Gangguan eksternal (misalnya: bencana alam , perang dan lain-lain)

Risiko Efek

Potensi risiko efek adalah risiko yang terjadi sebuah reksadana. Contoh risiko efek adalah default perusahaan penerbit pada pembayaran kupon dan/atau pokok obligasi, dan implikasi dari peringkat kredit perusahaan yang di downgrade.

Risiko Pembiayaan Pinjaman

Nah jika Anda berinvestasi dengan menggunakan uang pinjaman, maka Anda akan terkena risiko karena pembiyaan pinjaman.

  1. Pinjaman atau utang sifatnya adalah pengungkit (leverage). Utang dapat meningkatakan keuntungan atau kerugian.
  2. Beberapa investasi mengharuskan Anda memiliki jumlah dana Jika Anda tidak memiliki dana tersebut, Anda akan diminta untuk melakukan top up atau menyetorkan tambahan modal.
  3. Berapa besar biaya pinjaman? Besar biaya pinjaman bervariasi tergantung perubahan suku bunga.

Risiko Ketidakpatuhan

Risiko terhadap Reksa Dana dan keuntungan investor yang dapat timbul karena  adanya kecurangan investor atau oknum tertentu. Contoh tindak kecurangan: ketidak-sesuaian terhadap hukum, aturan, peraturan, etika dan kebijakan dan prosedur internal dari Manajer Investasi.

Risiko Manajer Investasi

Ketika investor membeli reksadana artinya investor membeli sebuah portofolio. Isi portofolio tergantung jenis reksadananya. Sama-sama reksadana saham, kenapa manajer investasi returnnya lebih besar daripada manajer investasi lain?

Perbedaan tersebut bergantung pada, pengalaman, pengetahuan, keahlian, dan teknik atau proses investasi yang dijalankan oleh Manajer Investasi.

 

Kesimpulan

Jadi 8 potensi risiko investasi reksadana dan paper asset adalah:

  1. Keuntungan Tidak Dijamin
  2. Risiko Likuiditas
  3. Risiko Inflasi
  4. Risiko Umum Pasar Modal
  5. Risiko Efek
  6. Risiko Pembiayaan Pinjaman
  7. Risiko Ketidakpatuhan
  8. Risiko Manajer Investasi

Penjelasan risiko di atas sebagai bahan pertimbangan dan pembelajaran. Masing-masing produk investasi memiliki return dan risikonya masing-masing. Satu hal yang perlu dimengerti risiko tidak dapat dihilangkan, tetapi risiko dapat dikelola.

 

Silahkan hubungi perencana keuangan independen Finansialku, untuk mulai merencanakan keuangan keluarga Anda!

Hubungi Finansialku

 

Sumber :

  1. CIMB Principal Asset Management. Resiko Yang Umum Dalam Berinvestasi di Reksa Dana. Website Resmi CIMB Principal Asset Management: http://goo.gl/m1Zxm3 (link diperpendek).
  2. Reksadana. Website Resmi IDX: http://goo.gl/WRAeu4 (link diperpendek).
  3. Gambar Risk vs Return, BlogCdn: http://goo.gl/yK37mi.

 

Download Slide Kecerdasan Keuangan Keluarga

Slide Kecerdasan Keuangan Keluarga - Perencana Keuangan Independen Finansialku

Download Sekarang

 

Baca E-Magazines #IndonesianDreams

Edisi Maret 2015

Baca E Magazine Sekarang!

 

 

About the Author:

Finansialku
Finansialku adalah perusahaan perencana keuangan independen yang berkompeten, berpengalaman dan tersertifikasi professional. Finansialku menyediakan layanan konsultasi perencanaan keuangan (financial planning) individu dan keluarga, seminar dan pelatihan terkait perencanaan keuangan.

Leave A Comment