Apa saja yang menyebabkan premi asuransi jiwa dan kesehatan jadi mahal? Ternyata ada beberapa kondisi yang menyebabkan premi asuransi jiwa dan kesehatan seseorang menjadi lebih mahal.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Secure

 

5 Faktor Penyebab Premi Asuransi Jiwa dan Kesehatan jadi Mahal

Tahukah Anda angka utilisasi (penggunaan) asuransi di Indonesia masih sangat rendah sekali. Menurut Edy Setiadi, Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (INKB) I Otoritas Jasa Keuangan hanya 11,8% yang terproteksi oleh produk asuransi.

5-faktor-penyebab-premi-asuransi-jiwa-dan-kesehatan-jadi-mahal-finansialku

[Baca Juga: Kenapa Perlu Memiliki Asuransi Kesehatan Sejak Usia Muda?]

 

Asuransi adalah salah satu cara untuk memindahkan atau mentransfer risiko, dari kita kepada perusahaan asuransi. Ide dasarnya premi asuransi akan dihitung atau disesuaikan dengan tingkat risiko yang ditanggung oleh perusahaan asuransi. Semakin tinggi risiko kita, maka premi asuransi jiwa dan kesehatan yang dibebankan menjadi semakin mahal. Berikut ini 5 faktor yang menyebabkan premi asuransi jiwa dan kesehatan menjadi mahal:

 

#1 Kebiasaan Merokok – Perokok Aktif

Kebiasaan merokok ternyata selain berpengaruh pada kesehatan, ternyata juga berpengaruh pada premi asuransi jiwa dan kesehatan. Perusahaan asuransi jiwa dan kesehatan, menilai orang yang memiliki kebiasaan merokok (perokok aktif) memiliki risiko lebih tinggi. Jadi jika Anda mengurangi kebiasaan merokok, Anda dapat lebih sehat dan bisa jadi premi asuransi lebih murah. Pertanyaannya adalah, bagaimana dengan premi orang yang dulunya perokok?

 

#2 Kelebihan Berat Badan (Over weight)

Orang yang gemuk melambangkan kemakmuran dalam keuangan. Namun perusahaan asuransi menilai kegemukan atau obesitas memiliki risiko yang tinggi. Oleh sebab itu biaya premi yang harus dibayarkan menjadi lebih mahal.

biar-klaim-tidak-ditolak-teliti-baca-polis-pertanggungan-asuransi-finansialku

[Baca Juga: Biar Klaim Asuransi Tidak Ditolak Baca Polis Pertanggungan Asuransi]

 

#3 Risiko Pekerjaan

Apakah Anda memiliki pekerjaan atau profesi yang berisiko tinggi, seperti bekerja di tambang batu bara, emas, bekerja di pengeboran minyak lepas pantai, bekerja sebagai supir, nahkoda, pilot, awak penerbangan, bekerja di bidang keamanan : satpam, polisi, tentara dan pekerjaan-pekerjaan berisiko tinggi? Perusahaan asuransi jiwa akan mengenakan biaya premi jiwa yang lebih tinggi, jika pekerjaan Anda dinilai berisiko.

 

#4 Penyakit Bawaan dan Catatan Medis

Berikut ini beberapa daftar penyakit bawaan dan catatan medis yang menyebabkan biaya premi asuransi jiwa dan kesehatan menjadi lebih mahal:

  • Penyakit Kardiovaskular : penyakit-penyakit yang berhubungan dengan darah tinggi dan penyakit yang berhubungan dengan jantung dan dapat menyebabkan kematian diri.
  • Kanker : perusahaan akan memberikan penilaian risiko tinggi, jika calon nasabah sudah pernah terkena atau menderikta kanker. Biasanya ada catatan tambahan, seperti ada jangka waktu minimum 5 – 7 tahun, sebelum calon nasabah dapat membeli asuransi jiwa atau mengajukan klaim untuk penyakit kankernya.
  • Depresi : calon nasabah yang terindikasi penyakit depresi dinilai berisiko dan biasanya dikenai premi asuransi kesehatan yang lebih mahal.
  • Kolesterol Tinggi : apakah Anda suka makan, makanan berlemak tinggi? Hati-hati, karena premi asuransi Anda akan menjadi lebih mahal, jika Anda tergolong memiliki kolesterol tinggi.
  • Riwayat Penyalahgunaan NAPZA : NAPZA (narkotika dan zat akdiktif lainnya) adalah salah satu faktor yang menyebabkan premi asuransi menjadi lebih mahal.
  • Diabetes atau Penyakit Gula : Orang yang memiliki penyakit diabetes akan dianggap lebih berisiko, sehingga premi asuransi jiwa dan kesehatan menjadi lebih mahal.
  • Asma : penyakit asma adalah penyakit bawaan yang dapat menyebabkan premi asuransi menjadi lebih mahal.
  • Riwayat Keluarga : riwayat kesehatan keluarga juga berdampak pada harga premi asuransi jiwa dan kesehatan.

 tidak-punya-asuransi-terpaksa-jual-asset-untuk-bayar-biaya-kesehatan-finansialku

[Baca Juga: Tidak Punya Asuransi, Terpaksa Harus Jual Asset untuk Biaya Berobat]

 

#5 Hobi atau Kegiatan Ekstrem

Faktor lain yang dapat menyebabkan premi asuransi jiwa dan kesehatan menjadi mahal adalah hobi yang berbahaya atau berisiko tinggi, seperti panjat tebing, balap motor, terjun payung, scuba diving atau sky diving. Jika Anda memiliki kegaiatan ekstrem ini, pastikan Anda baca syarat dan ketentuan yang berlaku.

 

Kurangi Risiko Anda, untuk Mengurangi Premi Asuransi Jiwa dan Kesehatan

Pada dasarnya perusahaan asuransi menetapkan premi asuransi jiwa dan kesehatan yang dibayar, sesuai dengan tingkat risiko yang ditanggung dan juga keuntungan. Semakin Anda berisiko, maka semakin mahal pula premi asuransi jiwa dan kesehatan yang harus dibayarkan. Cara yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi premi asuransi jiwa dan kesehatan adalah kurangi risiko (menjalani gaya hidup sehat) dan selektif membandingkan penawaran dari perusahaan asuransi.

 

Sebelum Anda membeli asuransi jiwa dan kesehatan, apakah Anda pernah mengecek atau membandingkan premi ? Share atau bagikan pengalaman Anda pada kolom komentar berikut.

 

Referensi :

  • Tendi Mahadi. 24 Oktober 2016. Utilisasi Asuransi Rendah. Harian Bisnis dan Keuangan Kontan.

 

Sumber Gambar

  • Azer Koçulu. Indonesia. Unsplash.com – https://goo.gl/XKfwLG

 

Download Ebook Perencanaan Keuangan

dan ayo mulai menetapkan tujuan keuangan Anda!

Ebook Perencanaan Keuangan (Menetapkan Tujuan dan Mewujudkannya)

Download Sekarang