Biaya KPA apa saja yang harus diperhatikan saat membeli apartemen ? Salah satu rekan Finansialku akan membahasnya dalam artikel ini. Saat beli apartemen dengan KPA jangan lupakan 9 biaya ini ya.

 

Artikel ini dipersembahkan oleh

Halomoney Indonesia Logo

 

Mau Membeli Apartemen ?

Apabila harga rumah sudah mahal selangit, kemana-mana jauh, apa solusi hunian yang paling tepat? Jawabannya adalah Apartemen. Jika Anda tinggal di kota-kota besar, apartemen bukanlah hal yang aneh, karena masyarakat butuh hunian yang terjangkau dan dekat dengan tempat beraktivitas.

9 Biaya KPA yang Harus Diketahui Saat Beli Apartemen - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: 5 Biaya KPR yang Sering Terlupakan oleh Pemula]

 

Beberapa keuntungan jika Anda membeli apartemen dibanding membeli rumah, antara lain kemudahan akses (apartemen biasanya di dekat pusat kota), fasilitas hunian yang mewah (kolam renang, tempat parkir, minimarket, gym, keamanan, kebersihan, jaringan tv kabel, internet dan lainnya). Harus diakui apartemen juga memiliki kekurangan, seperti wilayah privasi, kemudahan untuk dijadikan agunan dan lain sebagainya.

 

[Baca Juga: Apa Keuntungan Membeli Rumah dengan KPR?]

 

Managing Director dari situs pembanding produk keuangan paling populer di Indonesia HaloMoney.co.id, Jay Broekman, menyatakan bahwa banyak orang yang tidak menyadari bahwa biaya saat membeli apartemen tidak hanya harga jual yang tercantum di brosur apartemen.

“Jika Anda kira cukup hanya menabung untuk harga jual yang tertera di brosur apartemen, Anda melakukan kekeliruan. Anda juga harus memperhatikan biaya-biaya lainnya selain biaya pembelian apartemen” kata Jay.

 

Anda dapat memanfaatkan fasilitas kredit dari bank untuk membeli apartemen. Fasilitas tersebut dikenal dengan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA). Nah apa saja biaya-biaya yang harus Anda perhatikan saat mengajukan KPA?

 

9 Biaya yang Harus Diperhatikan Saat Mengajukan KPA

Berikut ini biaya-biaya yang harus Anda perhatikan saat mengajukan KPA:

 

#1 Biaya Pembelian Apartemen (Biaya Perolehan)

Biaya perolehan apartemen adalah biaya yang tercantum dalam brosur apartemen. Pada umumnya pihak pengembang akan mencantumkan nilai jual serta syarat uang muka. Setidaknya Anda perlu menyiapkan uang muka untuk membeli apartemen dan sisanya Anda dapat mengajukan KPA.

[Baca Juga: 5 Tahun Kerja Bisa Membeli Rumah]

 

#2 Biaya Provisi

Jika Anda menggunakan fasilitas KPA (Kredit Pemilikan Apartemen), Anda akan dikenakan biaya provisi. Besarnya biaya ini sangat bervariasi, sesuai dengan penawaran bank. Biasayanya biaya provisi berada di kisaran 1% dari utang.

 

#3 Pajak Pertambahan Nilai

Jika Anda membeli apartemen dengan menggunakan KPA atau tidak, Anda harus membayar pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10%. 

 

#4 Bea Perolehan Harga Tanah dan Bangunan (BPHTB)

Anda juga harus membayar Bea Perolehan Harga Tanah & Bangunan (BPHTB). Besaran BPHTB adalah 5% dari harga apartemen setelah dikurangi Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP). Besar NJOPTKP ini berbeda-beda sesuai daerah.

 

#5 Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM)

Beberapa apartemen juga termasuk dalam barang mewah yang dikenai Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM). Besarnya tarif PPnBM adalah 20% dari harga jual apartemen.

[Baca Juga: Mengapa Kita Perlu Membeli Asuransi Jiwa jika Mengajukan KPR?]

 

#6 Biaya Akta Jual Beli (AJB), Pertelaan dan Bea Balik Naa (BBN)

Anda juga perlu membayar biaya Akta Jual-Beli (AJB), Pertelaan, dan Bea Balik Nama (BBN). Biasanya ketiga biaya itu dihitung dalam satu paket dengan besaran sekitar 1% dari harga jual apartemen.

 

#7 Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Setiap tahunnya Anda perlu membayar Pajak Bumi & Bangunan (PBB). Biasanya tagihan akan diberikan setiap bulan Maret melalui Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT). PBB harus dibayarkan paling lambat 6 bulan sejak SPPT diterbitkan. 

 

#8 Biaya Pemeliharaan

Jika Anda membeli apartemen, Anda perlu membayar biaya servis dan pemeliharaan (service charge). Biaya teserbut mencakup biaya pemeliharaan gedung, biaya kebersihan, keamananan, perawatan gedung dan berbagai fasilitasnya. Biaya ini biasanya diatur oleh pihak pengembang apartemen.

 

#9 Biaya Utilitas dan Parkir

Selain itu Anda juga perlu membayar biaya utilitas, seperti listrik, air, TV kabel, dan internet (jika menggunakannya). Jangan heran jika biaya listrik di apartemen umumnya lebih mahal 20%-30% jika dibandingkan dengan tarif perumahan biasa. Hal ini disebabkan karena PLN mengubah pasokan listrik tegangan rendah menjadi menengah untuk apartemen. Jika Anda memiliki kendaraan pribadi, Anda dikenakan biaya sewa lahan parkir. 

 

Ketahui Biaya-Biayanya di Awal, agar Tidak Menyesal

Kami sangat menyarankan agar Anda mengetahui besaran biaya-biaya yang harus Anda bayarkan, jika membeli apartemen. Selain biaya untuk membeli, Anda juga perlu tahu biaya bulanan atau tahunan yang harus Anda bayarkan.

 

Apakah Anda pernah kesulitan mengajukan kredit pemilikan apartemen (KPA)?

 

  • Apartment – http://goo.gl/FdFPYL

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Download Sekarang