Bagaimana prospek saham BBTN sebagai bank utama program kebutuhan hunian dan KPR? Bagaimana prospek KPR tersebut di tengah pandemi?

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Analisa Fundamental

Mengambil kesempatan di 2020 untuk bertransformasi dengan layanan internal serta eksternal, BBTN akan fokus dengan penghimpunan tabungan nasabah, dan menjadikan bank utama (top of mind) terkait program untuk kebutuhan hunian dan KPR.

BTN menggenjot KPR/KPA tetap jalan ditengah pertumbuhan ekonomi domestik dan internasional yang melambat, yang porsi besar penyaluran ini juga didukung dan diberi kepercayaan oleh pemerintah, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Tunda Spin Off Unit Usaha Syariah, Bagaimana Kinerja BBTN_ 01

[Baca Juga: Analisa Saham BBRI: Prospek BRI Di Tengah Pandemi]

 

Ketidakpastian perekonomian global, hingga dunia perbankan yang berusaha tidak terdisrupsi akibat Pandemi Covid-19. Pandemi memukul perolehan laba bersih industri perbankan dan sektor lainnya, tidak terkecuali sektor properti.

Pengembangan aplikasi guna kenyamanan user dalam memudahkan untuk melihat hunian pada BTN properti juga dilakukan.

Dengan segala tantangan sektor properti (real estate) pada kuartal-II 2020 diketahui masih menyumbang positif dengan faktor ini BBTN mencatatkan pertumbuhan KPR Subsidi yang cukup prima.

 

Kinerja Keuangan Bank Tabungan Negara

Jika dilihat dari kinerja Bank BTN, fundamentalnya menunjukkan nilai yang cukup baik atas revenue dan net profitnya terus bertumbuh. Di 2020 ini juga terdampak oleh pandemi covid-19, mereka mengalami penurunan laba.

Untuk melihat apakah saham ini tergolong mahal/murah, kita bisa melihat valuasi Price Book Value (PBV) nya yang ada di 0,79x per Juni 2020, yang tergolong undervalue dibanding rata PBV mereka selama 5 tahun.

Untuk Price to Earning Ration BBTN ada di 17,58x per Juni 2020, turun tipis dari 19,77x periode yang sama di tahun 2019.

Income Statement BBTN

Income Statement BBTN (RTI Business)

 

Jika melihat aset yang masih bertumbuh, rasio ROA ada di 0,76% yang akan lebih baik jika terlebih tinggi lagi.

Net profit pun tumbuh naik dari tahun 2015-2019, porsi dana murah (current account savings account/CASA) Bank BTN juga terpantau naik.

Kenaikan dana murah tersebut sejalan dengan target bisnis BTN untuk menggenjot tabungan sesuai dengan hakikat awal perseroan sebagai Bank Tabungan.

Manajemen secara bertahap akan terus meningkatkan porsi dana murah dengan memangkas porsi dana mahal.

Balance Sheet BBTN

Balance Sheet BBTN (RTI Business)

 

Jika melihat Liabilitas, wajar mengalami peningkatan karena dana pihak ketiga yang ada di bisnis perbankan.

Meski di kondisi sulit laba BBTN mengalami penurunan, Bank Tabungan Negara masih mampu menumbuhkan aset hingga 10% yoy yang dipengaruhi juga simpanan masyarakat yang tumbuh di masa pandemi.

Di kutip dari tim research Indopremier Sekuritas, PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BBTN) mencatat pertumbuhan DPK sebesar 18,17% year-on year (yoy) dan pada kuartal III-2020.

Menurut manajemen, selain ditopang oleh berbagai inovasi yang telah dilakukan, adanya quantitative easing (QE) turut menyumbang pergerakan positif DPK.

Melihat laporan keuangan konsolidasi per Desember 2019, analisa Capital Adequancy Ratio (CAR), salah satu indikator penting untuk industri perbankan, KPMM BBTN ada di 17,32% YoY, walau turun dari tahun sebelumnya, ini cukup bagus ditengah pandemi saat ini.

Semakin besar nilai KPMM akan semakin baik karena menunjukkan seberapa kuat modal suatu bank. Jika turun secara signifikan, maka bisa diprediksi bank berisiko bangkrut karena tidak mampu membayar kewajibannya pada nasabahnya.

Dari ketetapan yang diberikan Bank Indonesia minimal 8% untuk nilai CAR sebuah Bank.

Laporan Rasio Keuangan BBTN

Laporan Rasio Keuangan BBTN (www.idx.co.id)

 

Jika melihat poin nomor 2, aset bermasalah ada di 4,34% ini artinya kredit BTN tidak lancar, batas maksimal untuk nilai tersebut 3%. Jadi, akan lebih baik jika nilainya rendah yang artinya kredit dari BBTN cukup lancar.

Untuk Aset Produktif bermasalah juga masih aman untuk industri perbankan. Terkait CKPN (dana yang harus dicadangkan) sebesar 2,21% ini cukup baik karena melebihi batas idealnya di 1%.

Untuk NPL (pinjaman yang tidak perfom/menimbulkan kerugian), untuk NPL Gross ada di kategori penyaluran kredit bermasalah, 4,78% yang dinilai dari total Kredit yang diberikan.

Sedangkan NPL Nett (Kredit macet) ada di 2,96% per September 2020 yang berarti BTN bermasalah dengan penyaluran kredit. Idealnya suatu bank NPL harus kecil, untuk NPL Gross <2% dan NPL Net <1%.

Laporan Rasio Keuangan BBTN 2

Laporan Rasio Keuangan BBTN (www.idx.co.id)

 

Untuk ROA ada di 0,13% cukup bagus, karena idealnya ada di 1,50%, namun ROE Bank Tabungan Negara ada di 1.00% per Des 2019, namun meningkat 4,48% per semester I-2020.

Idealnya ROE di 15% atau lebih, ini artinya Bank Tabungan Negara tidak menguntungkan, labanya terlalu kecil jika dibanding bank lainnya.

Untuk NIM ada kemungkinan tidak mampu memperoleh DPK yang baik, ada di 3,32%, semakin tinggi akan semakin bagus untuk sebuah bank.

Untuk BOPO terlihat ada di 98,12%, ini artinya BTN memiliki beban lebih tinggi daripada labanya, akan semakin baik jika nilainya kecil dan bagus karena semakin efisien, idealnya ada di 80%. Jika diatas 100% ini artinya bank merugi.

Untuk LDR – Loan to Deposit Ratio (perbandingan kredit yang diberikan dengan dana pihak ketiga yang diterima oleh bank) ada di bawah 95%, sekitar 93,26% per September 2020, karena efek masyarakat cenderung memilih untuk menyimpan dananya di bank serta melambatnya penyaluran kredit di tengah pandemi.

Idealnya LDR di rentang 90% – <100%. ini artinya cukup berisiko karena pinjaman yang diberikan lebih besar dari dana pihak ketiga yang diterima.

PT Bank Tabungan Negara Tbk. adalah salah satu perbankan yang juga rutin membagikan dividen dalam 5 tahun terakhir ini.

Dividen BBTN

Dividen BBTN (yahoo finance)

 

Analisa Teknikal Saham Bank Tabungan Negara

Hingga penutupan market Sesi I-23 Oktober 2020, saham PT Bank BTN terlihat meneruskan tren Bullish.

Untuk analisa teknikal jangka panjang terhadap emiten ini, dalam grafik kerangka waktu Weekly. Sejak Maret 2020 tren mengalami naik walau tidak besar, terlihat potensi bullish masih ada.

Saat tulisan ini ditulis (23/10), BBTN diperdagangkan pada harga Rp 1.435/unit. Secara analisa teknikal yang dibuat dengan menggunakan Chartnexus maka terlihat ada uptrend setelah rebound di Mei 2020. Kemungkinan akan ada uptrend selanjutnya.

Indikator MACD, berada dibawah nol (negatif), diprediksi akan menyentuh diatas nol menandakan sinyal untuk buy.

Indikator Stochastic menggunakan kerangka waktu Daily akan menunjukkan sinyal buy saat %K memotong %D dari bawah ke atas, sebaliknya sinyal sell jika %K memotong %D dari atas ke bawah.

Untuk menentukan Open Position indikator EMA (20), EMA (50) dan EMA (100) menunjukkan sinyal uptrend.

Bisa Hold jika mencapai tempat terdekat dari resistance-nya di 1367, jika mampu naik lagi bisa mencapai target price di area resistance 1611 dan cut loss jika melewati garis support-nya di 1123.

Analisis Teknikal BBTN. Source_ Chartnexus.com

Analisis Teknikal BBTN (chartnexus)

 

Kesimpulan

Pandemi saat ini membuat sektor keuangan terpukul, BTN menyebut posisi likuiditas terkuat ditopang pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK).

Berbagai strategi dan langkah yang diambil Bank Tabungan Negara hingga memperkuat layanan dan mengembangkan fitur untuk mendorong peningkatan penyerapan KPR subsidi, per kuartal III 2020 emiten ini masih melanjutkan tren positif.

BBTN juga meraih berbagai sertifikasi sejalan dengan komitmen perseroan mengedepankan Good Corporate Governance (GCG).

Dikutip dari Mirae Asset Sekuritas, BTN akan bekerja sama dengan Repower Asia Indonesia guna targetkan peningkatan layanan kepada konsumen yang melakukan akad kredit dengan bank BTN.

Soal Rumah Sitaan BTN yang Dilelang, Ini Cara Ikut Prosesnya 01 - Finansialku

[Baca Juga: Belajar Investasi Saham Step by Step Di Webinar Saham]

 

Kerja sama ini nantinya meliputi pemberian subsidi angsuran pokok dan bunga selama dua tahun pertama sebagai wujud kepedulian perusahaan membantu meringankan beban masyarakat dalam situasi ekonomi yang sulit.

BBTN berusaha menggarap potensi bisnis yang terbuka lebar.

Meskipun kinerja operasional dinilai sudah baik, namun patut dipertimbangkan dari berbagai strategi ke depan yang akan diambil oleh Bank BTN.

Faktor tumbuhnya sektor properti setelah pandemi menurun. Keadaan new normal juga mempengaruhi kinerja Bank BTN.

Masih ada peluang oleh BBTN jika akhir tahun atau awal tahun nanti properti lebih membaik lagi dan meningkatnya keinginan para milenial dengan program KPR.

Untuk para investor yang ingin take profit short-term, momentum open/close position yang terpenting.

 

Disclaimer: Penyebutan nama saham tidak bermaksud memberikan opsi buy/sell atau pun rekomendasi untuk saham tertentu. Artikel menunjukkan fakta dan analisa dari penulis. Berdasar laporan keuangan dan diambil dari sumber dianggap terpercaya. Data dapat berubah tergantung kondisi. Seluruh tulisan dan tanggapan adalah opini pribadi.

 

Itulah analisa saham BBRI dan prospeknya ke depan yang bisa membantu pertimbangan investasi Anda. Punya pertanyaan? Anda bisa tanyakan dalam kolom komentar.

Anda juga bisa bergabung dalam grup komunitas belajar saham Finansialku untuk info terbaru dan diskusi mengenai saham dengan praktisi dan pakarnya.

 

Ebook GRATIS, Panduan BERINVESTASI SAHAM Untuk PEMULA

9 Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

 

Sumber Referensi:

  • Aplikasi IPOTGO
  • Annual Report Bank BTN. 2019 (www.idx.co.id)
  • co.id
  • miraeasset.co.id

 

Sumber Gambar:

  • Aplikasi ChartNexus
  • Financial Report Bank BTN
  • Consolidated Financial Statements Bank BTN, June 2020
  • RTI Business