Apa itu mental Breakdown? Temukan jawabannya di sini. Dalam artikel Finansialku. Karena Finansialku selalu ada bagi semua Sobat Finansialku.

Selamat membaca ya Sobat…

 

Apa Itu Mental Breakdown?

Secara esensi, tubuh manusia terdiri dari jiwa dan raga. Keduanya harus dijaga dengan seimbang agar tetap sehat.

Beruntungnya, beberapa waktu belakangan kesadaran mengenai kesehatan mental mulai diperhatikan.

Dari mulai penggunaan istilah yang lebih santun untuk pengidap gangguan jiwa, banyaknya layanan psikis, dan kesadaran tiap orang untuk saling menghormati kondisi mental masing-masing.

Salah satu kondisi yang ketap dibicarakan adalah mental breakdown.

[Baca juga: Jangan Lupa 4 Poin Penting Ini saat Membicarakan Penyakit Mental]

 

Di media sosial Twitter banyak cuitan trigger warning yang mengangkat isu ini dan mendapat perhatian serius.

Lantas, apa sih, mental breakdown itu?

Mental breakdown merupakan kondisi di mana seseorang mengalami stres berat yang membuatnya kesulitan atau bahkan tidak bisa beraktivitas seperti biasa.

Mereka yang mengalami hal ini akan mengalami perubahan bioritme, seperti pola makan dan tidur.

Meski istilah ini sudah tidak digunakan di dunia medis karena kurang spesifik, masyarakat masih menggunakannya hingga sekarang.

[Baca juga: Ketahui Gejala Sakit Mental dan Tips Menjaga Kesehatan Mental Segera!]

 

Penyebab Mental Breakdown

Mental breakdown merupakan kondisi yang tidak bisa dibiarkan.

Anda harus konsultasi ke psikiater atau psikolog untuk mendapat penanganan yang tepat.

Berikut adalah penyebab mental breakdown yang kerap dijumpai di lapangan:

 

Kondisi Depresi

Mental breakdown kerap ditemukan pada mereka yang sebelumnya memiliki masalah yang tidak terdiagnosis, tidak mendasari, dan tidak diobati.

Gangguan kecemasan dan depresi berat bisa memicu mental breakdown.

Depresi merupakan kondisi di mana seseorang terus-menerus merasa sedih, putus asa, lelah, dan tidak tertarik lagi dengan aktivitas yang sebelumnya dinikmati.

Beberapa orang bahkan kesulitan menjalani aktivitas.

Sobat Finansialku bisa baca juga artikel berikut, yang tidak kalah pentingnya untuk kita ketahui juga, Cara Mengatasi Emosi dan Kesehatan Mental Setelah Sembuh dari Covid-19

 

Tekanan Pekerjaan

Mental breakdown bisa diakibatkan oleh banyak hal, tetapi alasan paling umum adalah karena tekanan pekerjaan.

Beberapa ahli menyebut mental breakdown yang berhubungan dengan pekerjaan disebut sindrom kelelahan.

Ciri-ciri sindrom ini yaitu:

  1. Kelelahan ekstrem. Hal ini biasa terjadi pada orang yang menghabiskan waktu berjam-jam, seperti merawat manula, dan perawat rumah sakit.
  2. Kinerja yang buruk karena merasa lemah.
  3. Merasa depersonalisasi sehingga menyebabkan sikap sinis terhadap pekerjaan.

[Baca juga: Cemas Berlebih? Cari Tahu Ciri Gangguan Kecemasan di Sini]

 

Gejala Psikotik

Psikotik kerap dikaitkan dengan penyakit mental yang lebih serius, yaitu skizofrenia.

Namun, bisa juga terjadi karena kondisi ini. Psikotik menyebabkan seseorang merasa terlepas.

Mereka merasa bukan bagian dari sesuatu, seperti saat bekerja atau ketika berkumpul dengan keluarga.

Di kondisi lain, seseorang merasa tidak menjadi dirinya sendiri dan memunculkan kecurigaan yang tidak rasional kepada keluarga, teman, dan orang lain.

 

Serangan Panik

Mental breakdown dapat teridentifikasi dari gejala serangan panik.

Beberapa gejala serangan panik yang dimaksud meliputi:

  1. Ketakutan akan hal buruk yang berlebihan
  2. Takut hilang kendali atau mati
  3. Depersonalisasi
  4. Berkeringat
  5. Gemetar
  6. Detak jantung cepat
  7. Hot flashes dan atau menggigil
  8. Sakit perut
  9. Mual
  10. Sesak napas
  11. Mati rasa atau kesemutan di tangan atau kaki
  12. Sakit kepala
  13. Sakit dada

 

Ciri-ciri Mental Breakdown

Seseorang perlu berkonsultasi untuk mengetahui dia mengalami mental breakdown atau tidak.

Self diagnose sangat tidak direkomendasikan.

Berikut adalah ciri-ciri umum yang biasanya ditemui pada orang yang mengalami mental breakdown:

  1. Penderita mental breakdown mengalami gangguan kecemasan dan depresi.

Mereka bisa menangis tanpa alasan jelas, lalu berhenti dengan tiba-tiba.

Kondisi ini akan mengkhawatirkan karena terjadi indikasi masalah fungi otak dalam mengatur emosi dan rasa takut.

  1. Sulit fokus dan hilang konsentrasi.

Seseorang yang mengalami mental breakdown cenderung seperti orang linglung dan sulit fokus.

Dalam kondisi yang serius, mereka bisa terkena disorientasi hingga amnesia sementara.

  1. Jam tidur tidak teratur. Saat mengalami stres berat, pola tidur seseorang akan berubah.

Hal ini terjadi karena mereka terus-menerus memikirkan masalah yang dihadapi tetapi tidak menemukan solusi.

  1. Jantung berdebar-debar.

Saat mengerjakan sesuatu atau menemui sesuatu yang sedikit sulit, detak jantung seseorang tidak beraturan.

Sebaiknya Anda periksa ke dokter jika mengalami gejala ini.

  1. Nafsu makan berubah.

Pikiran yang kalut akan menyebabkan hilangnya nafsu makan dan bisa berujung pada gangguan makan.

Hal ini umumnya terjadi pada mereka yang depresi berat.

  1. Sering merasa lelah. Lelah yang dimaksud bukan lelah fisik seperti setelah berolahraga.

Melainkan kondisi berat yang membuat seseorang enggan atau tidak bisa beraktivitas.

  1. Beberapa penderita mental breakdown mengalami sakit kepala dan sakit perut.

Kedua gejala ini muncul begitu saja tanpa diketahui penyebabnya.

  1. Tidak punya waktu istirahat. Hal ini dilakukan dengan alasan mendistraksi diri dari pemicu stres.
  2. Mati rasa. Beberapa orang mengalami mati rasa sehingga kesulitan atau tidak dapat merasakan emosi apa pun.

Mereka hanya merasakan kehampaan.

Imbasnya, mereka tidak peduli pada penampilan, minat, hingga sesuatu yang bisanya disukai.

 

Menangani Mental Breakdown

Kesehatan fisik bisa dijaga, begitu pun dengan kesehatan mental.

Jika dibiarkan, maka masalah akan bertambah serius dan mengarah ke gangguan yang lebih parah.

Kondisi mental breakdown bisa dicegah dengan melakukan aktivitas yang menunjang kesehatan pikiran.

Mental Breakdown 1

Mental Breakdown 1. Sumber: Bridgestorecovery.com – https://bit.ly/3v0c8oP

 

Mencegah Mental Breakdown

Berikut adalah beberapa aktivitas yang dapat Anda lakukan untuk mencegah mental breakdown:

  1. Berolahraga 3 kali seminggu. Misalnya jalan kaki, lari, atau bersepeda 30 menit tiap sesi.
  2. Melakukan relaksasi melalui meditasi.
  3. Menghabiskan waktu dengan orang terdekat, termasuk berbagi cerita.
  4. Menerapkan work-life balance.
  5. Jika perlu, lakukan konseling dengan psikolog untuk mengelola stres.
  6. Menjauhi kafein, alkohol, zat aditif, dan bahan lain yang memberikan efek buruk.
  7. Memperbaiki pola makan.
  8. Tidur teratur antara 6-8 jam semalam
  9. Menghindari multitasking terlalu sering karena mengganggu pikiran. Lebih baik menyelesaikannya satu per satu.

 

Cara Mengatasi Mental Breakdown

Berikut adalah langkah yang dapat Anda ikuti untuk mengatasi mental breakdown:

  1. Melakukan terapi dengan teratur. Bertemu dengan ahli akan membantu Anda mengendalikan stres, mempelajari manajemen emosi, dan membantu mengubah lifestyle.
  2. Jika Anda mendatangi psikiater, mereka akan memberi resep obat. Maka, pengobatan adalah cara yang bisa Anda tempuh. Pastikan meminum sesuai anjuran dokter.
  3. Mengubah gaya hidup. Sebaiknya Anda membuka hidup baru. Bisa jadi, hal ini termasuk lingkungan baru, pekerjaan baru, mengakhiri hubungan, atau mengurangi tanggung jawab.
  4. Keluarga adalah salah satu support system yang vital. Bahkan, Journal of Orhomolecular Medicine mengatakan bahwa sistem pendukung yang baik merupakan bagian yang penting dalam pemulihan.
  5. Hal paling umum yang bisa Anda ikuti adalah kelas yoga, meditasi, atau olahraga kardio.

Baiklah, kita perlu menjaga mental kita tetap sehat.

Namun jangan lupa untuk menjaga keuangan pribadi kita agar tetap sehat, dengan literasi keuangan yang benar bersama Finansialku.

Atau belajar dari audiobook berikut ini yuk, selamat mendengarkan… 

banneraudiobook_millennials_ini_loh_pentingnya_merencanakan_dan_mengatur

 

Jaga Kesehatan Mental Diri Sendiri dan Orang Lain

Itulah ulasan mengenai mental breakdown dan ciri-cirinya. Seperti fisik, mental juga perlu dijaga kesehatannya.

Bahkan, jika Anda serius, cara untuk membuatnya tetap sehat totally free.

Jaga selalu mental health Anda.

Jangan segan berkonsultasi dengan ahli jika merasa berat. Tidak ada yang salah dengan itu.

 

Jadi Sobat Finansialku, itulah penjelasan mengenai mental breakdown. Sekarang Anda sudah mengerti ya….

Yuk kita jaga jiwa raga kita, kalau bukan kita yang menjaga siapa lagi? Jangan lupa bagikan juga artikel ini kepada rekan sahabat dan keluarga kita masing-masing ya…

Komentar dan saran kami terima, silakan tulis pada kolom di bawah ini. Terima kasih.

 

Editor: Rincani Sinaga

Sumber Referensi:

  • Defara Millenia. 04 Juni 2021. Jangan Anggap Remeh, Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Mental Breakdown yang Sering Terjadi. Orami.co.id – https://bit.ly/3i5g7uX
  • Nina Hertiwi Putri. 27 Februari 2020. 7 Ciri Mental Breakdown, Stres Paling Berat yang Bisa Dialami Seseorang. Sehatq.com – https://bit.ly/39wYhfM
  • Shafa Nurnafisa. Hati-hati, Ini 9 Ciri Mental Breakdown atau Stres Berat yang Berkepanjangan. Id.theasiaparent.com – https://bit.ly/3lU4Ej8

Sumber Gambar:

  • Cover – https://bit.ly/3AmTpoG