Apakah Anda pernah mendengar efek beragunan aset (EBA) syariah? Apa itu beragunan aset (EBA) syariah?

Dalam rangka mendorong perkembangan industri pasar modal syariah di Indonesia, maka dibentuklah efek beragunan aset syariah yang bertujuan untuk menaikkan pasar syariah di Indonesia.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Efek Beragunan Aset (EBA) Syariah

Tidak dapat dipungkiri bahwa produk keuangan syariah semakin diminati oleh masyarakat Indonesia.

Dengan kehadiran perbankan syariah yang menjadi angin segar di Indonesia ini membuat para ekonom syariah membuat produk-produk syariah lainnya.

Sekarang pun dapat kita jumpai saham, reksadana syariah yang ada di pasaran dan tentu saja sekarang juga sudah tersedia asuransi syariah.

Selain saham, reksadana dan asuransi, terdapat juga obligasi syariah yang tentunya sesuai dengan syariat Islam.

Selain itu juga, produk syariah pun bertambah dengan adanya efek beragunan aset (EBA) syariah. Apakah itu efek beragunan aset (EBA) syariah?

Efek beragunan aset (EBA) syariah ini merupakan surat berharga (efek) yang diterbitkan oleh penerbit yang terdiri dari sekumpulan aset syariah dan mekanismenya tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

Efek Beragunan Aset Syariah 02 Aset Syariah 2 - Finansialku

[Baca Juga: Bagaimana Keuangan Ekonomi Syariah Dapat Menciptakan Iklim Usaha Berkeadilan?]

 

Efek beragunan aset (EBA) syariah ini berbentuk surat partisipasi (EBAS-SP) merupakan efek beragunan aset (EBA) syariah yang diterbitkan oleh penerbit yang akad dan portofolionya berupa pembiayaan pemilikan rumah dan tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

Selain itu juga, aset syariah berbentuk bukan dan (ASBBD) merupakan bukti kepemilikan secara proporsional yang dimiliki bersama oleh sekumpulan pemegang EBAS-SP.

Aset syariah berbentuk dan (ASDB) merupakan sebuah aset yang timbul dari jual beli (bai), pinjaman (qardh), dan sewa (piutang ujrah).

Sedangkan yang dimaksud dengan aset syariah berbentuk bukan dan (ASBBD) adalah aset yang timbul dari pembiayaan atau transaksi yang berdasarkan akad mudharabah, musyarakah atau akad-akad lain yang kedudukan kepemilikan aset masih berapa pada originator.

 

Fatwa-fatwa yang terkait akad efek beragunan aset syariah ini terdapat enam fatwa, antara lain, fatwa induk payung akad jual beli atau murabahah, ijaroh, syirkah dan mudarabah.

Lalu, terdapat tujuh fatwa terkait produk, antara lain, terkait uang elektronik syariah, layanan pembayaran terkait teknologi informasi, pedoman penjamin simpanan nasabah bank berbasis syariah, pembiayaan ultramikro berdasarkan prinsip syariah, sekuritisasi berbentuk efek bangunan aset (EBA) berdasarkan prinsip syariah, serta efek beragunan aset berbentuk surat partisipasi (EBA-SP) berdasarkan prinsip syariah.

Selain fatwa yang sudah ada ini, diterbitkan kembali dua fatwa mengenai efek beragunan aset (EBA) berbasis syariah yang diterbitkan oleh Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI).

Fatwa-fatwa yang ditambahkan adalah Fatwa Dewan Syariah Nasional No 121/DSN-MUI/II/2018, tentang Efek Beragunan Aset Berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) berdasarkan prinsip syariah.

Efek Beragunan Aset Syariah 04 Aset Syariah 4 - Finansialku

[Baca Juga: Bagaimana Trading Forex Online Syariah di Indonesia?]

 

Fatwa kedua adalah Fatwa Dewan Syariah Nasional No. 120/DSN-MUI/II/2018, tentang sekuritisasi berbentuk efek beragunan aset berdasarkan prinsip syariah.

Ketua umum DSN MUI, KH Ma’ruf Amin, mengatakan bahwa fatwa mengenai akad dan produk Islam adalah sebagai respon DSN MUI terhadap produk dan layanan yang diminta oleh masyarakat Indonesia.

DSN MUI sendiri merasa pembuatan fatwa sekarang ini, dirasa semakin sulit jika dibandingkan saat pertama kali berdiri. Hal ini dikarenakan, persoalan industri keuangan semakin beragam.

Dengan beragamnya persoalan industri keuangan ini sendiri maka diperlukan kajian giqih yang mendalam dan kajian dari sumber-sumber yang harus memerlukan upaya lebih besar.

Ma’ruf Amin menjelaskan dalam acara silaturahmi dan sosialisasi fatwa terbaru DSN-MUI yang bertempat di Hotel Aryaduta, Jakarta, pada hari Senin tanggal 23 Juli, bahwa untuk merespon hal tersebut, DSN MUI sampai saat ini telah menerbitkan 122 fatwa terkait bisnis dan ekonomi syariah.

Gratis Download Ebook Panduan Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Download Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula -Finansialku.com

Download Ebook Sekarang

 

Kelebihan Efek Beragunan Aset (EBA) Syariah

Setelah mengetahui apa itu efek beragunan aset (EBA) syariah dan bagaimana perannya di Indonesia yang semakin lama semakin diminati.

Berikut akan dijelaskan mengenai kelebihan dari berinvestasi efek beragunan aset (EBA) syariah.

 

#1 Membantu Perkembangan Perusahaan

Dengan berinvestasi efek beragunan aset (EBA) syariah ini, akan membantu perkembangan perusahaan yang bisa menjadi sumber likuiditas. Perusahaan menengah kecil sering menghadapi pinjaman secara tradisional.

Maka, dengan berinvestasi efek beragunan aset (EBA) syariah ini akan sangat membantu perkembangan perusahaan tersebut.

Pemimpin-Perusahaan-yang-Baik-02-Finansialku

[Baca Juga: Sudah Yakin Tidak Mau Ikut Asuransi? Ini Dia Keuntungan Asuransi Syariah]

 

#2 Diversifikasi Sumber Pembiayaan

Dengan adanya efek beragunan aset (EBA) syariah ini bisa mendiversifikasikan sumber pembiayaan. Dimana biasanya sumber pembiayaan hanya bisa dilakukan oleh perusahaan besar.

Tetapi dengan menggunakan efek beragunan aset (EBA) syariah, perusahaan kecil atau perusahaan non-investasi juga bisa mendiversifikasikan sumber pembiayaan mereka. 

 

#3 Dana yang Murah

Apa yang dimaksud dengan dana murah disini? Yang dimaksud dengan dana murah disini adalah para penerbit efek beragunan aset (EBA) syariah akan mengeluarkan biaya yang murah.

Hal ini seiring dengan meningkatnya rating atas kualitas piutang yang dijaminkan.

Dapat diartikan bahwa terjaminnya pasokan arus kas dari EBA syariah sehingga dapat ditawarkan dengan tingkat pengembalian rendah untuk investornya.

Investor pun menyukai investasi efek beragunan aset (EBA) syariah ini karena investasinya lebih aman.

Efek Beragunan Aset Syariah 03 Aset Syariah 3 - Finansialku

[Baca Juga: Apa Persamaan dan Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional?]

 

#4 Transparansi

Keterbukaan informasi publik untuk efek beragunan aset (EBA) syariah lebih minim dibandingkan dengan metode pembiayaan lain. Meskipun efek beragunan aset (EBA) syariah ini ditawarkan untuk umum.

Sisi keterbukaan dari penerbit (issuer) tidak dituntut seperti halnya tuntutan keterbukaan pada emiten dari efek yang lain.

 

#5 Meningkatkan Leverage

Dengan adanya efek beragunan aset (EBA) syariah, maka struktur neraca perusahaan akan semakin besar leverage-nya sehingga semakin efisien juga dalam penggunaan modal.

Dimana pengelolaan manajemen keuangan perusahaan akan semakin pruden taat asas dan efisien dalam menggunakan dana yang dimiliki, karena struktur leverage-nya yang relatif tinggi sebagai akibat dari hadirnya efek beragunan aset (EBA) syariah.

Gratis Download Ebook Panduan Investasi Emas untuk Pemula

Download Ebook Panduan Berinvestasi Emas untuk Pemula - Harga Emas Hari Ini - Finansialku

Download Ebook Sekarang

 

Kekurangan Efek Beragunan Aset (EBA) Syariah

Setelah Anda mengetahui kelima keuntungan dari menggunakan efek beragunan aset (EBA) syariah, selanjutnya Anda juga harus mengetahui kekurangan dari efek beragunan aset (EBA) syariah ini.

 

#1 Pelunasan Lebih Awal

Jika Anda melakukan pelunasi lebih awal atau biasa disebut dengan “early call” maka akan memengaruhi yield yang akan diterima.

Gratis Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

 

#2 Gagal Bayar

Pemegang efek beragunan aset (EBA) syariah akan mengalami kerugian bila debitur dari aset jaminan mengalami kebangkrutan atau tidak mampu membayar tepat pada waktunya atas bunga dan pinjaman pokok.

 

#3 Risiko Suku Bunga

Efek beragunan aset (EBA) syariah akan mengalami fluktuasi harga, dikarenakan pengaruh dari perubahan suku bunga. Harga dari efek beragunan aset (EBA) syariah akan turun bila terjadi peningkatan suku bunga.

 

Ketahui Produknya, Pelajari dan Lakukan

Sekarang Anda sudah mengetahui apa itu efek beragunan aset (EBA) syariah.

Mungkin Anda sebelumnya belum mengetahui bahwa efek beragunan aset (EBA) syariah ini merupakan salah satu produk syariah yang patut Anda pertimbangkan.

 

Setelah membaca artikel ini, semoga Anda telah mengerti apakah itu efek beragunan aset (EBA) syariah.

Bagikan informasi ini kepada teman atau saudara Anda yang belum mengetahui tentang efek beragunan aset (EBA) aset. Semoga bermanfaat!

 

Sumber Referensi:

  • Admin. “Efek Beragunan Aset (EBA)” Pengertian & (Manfaat-Risiko-Contoh). Dosenpendidikan.com – https://goo.gl/ksmbkq
  • Teguh Firmansyah. 23 Juli 2018. DSN MUI Terbitkan Fatwa Efek Beragunan Aset Berbasis Syariah. Republika.co.id – https://goo.gl/JMJ1wp

 

Sumber Gambar:

  • Aset Syariah 1 – https://goo.gl/gF4xNt
  • Aset Syariah 2 – https://goo.gl/tgXf8F
  • Aset Syariah 3 – https://goo.gl/fEmaUx
  • Aset Syariah 4 – https://goo.gl/R7hPpy
Summary
Apa yang Dimaksud Dengan Efek Beragunan Aset (EBA) Syariah?
Article Name
Apa yang Dimaksud Dengan Efek Beragunan Aset (EBA) Syariah?
Description
Apakah Anda pernah mendengar efek beragunan aset (EBA) syariah? Apa yang dimaksud beragunan aset (EBA) syariah?
Author
Publisher Name
Finansialku.com
Publisher Logo