Apa yang harus diperhatikan saat karyawan ingin membeli asuransi kesehatan tambahan?

Mari kita simak pembahasannya di artikel berikut ini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Secure

 

Serba-serbi Asuransi Kesehatan Bagi Para Karyawan

Asuransi kesehatan merupakan salah satu asuransi yang paling umum dimiliki oleh setiap orang.

Asuransi kesehatan ini penting dimiliki karena dapat  memberikan perlindungan finansial berupa pertanggungan biaya rumah sakit atau dokter pada saat tertanggung mengalami jatuh sakit.

Seorang karyawan biasanya mendapatkan fasilitas asuransi kesehatan dari perusahaannya.

 

Asuransi kesehatan yang pasti diberikan oleh perusahaan adalah BPJS Kesehatan.

BPJS Kesehatan adalah sebuah program yang diberlakukan oleh Pemerintah Indonesia untuk memberikan fasilitas kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia (ditargetkan 2019 semua penduduk sudah ter-cover).

Selain BPJS Kesehatan, biasanya perusahaan-perusahaan besar juga memberikan fasilitas asuransi kesehatan swasta kepada karyawannya.

Mari kita lihat perbedaan dari kedua jenis asuransi kesehatan ini:

 

BPJS Kesehatan VS Asuransi Kesehatan Swasta

Fasilitas BPJS Kesehatan itu sendiri meliputi rawat inap, rawat jalan, rawat bersalin (melahirkan), sampai rawat gigi dan kacamata.

Sementara itu asuransi kesehatan swasta merupakan jaminan kesehatan yang dikelola oleh pihak swasta, contohnya AXA, Manulife, Prudential, dan lain sebagainya.

Perbedaan mendasar antara BPJS Kesehatan dan asuransi kesehatan swasta adalah diberlakukannya sistem berjenjang dalam mendapatkan fasilitas kesehatan pada program BPJS Kesehatan. 

Perhatikan 4 Hal Penting Ini Saat Membeli Asuransi Kesehatan Tambahan 02 BPJS Vs Asuransi Swasta - Finansialku

[Baca Juga: Cara Pilih Asuransi Kesehatan yang Benar Supaya Terhindar Penipuan Asuransi Kesehatan]

 

Sebagai contoh, apabila Anda jatuh sakit, Anda diwajibkan untuk pergi terlebih dahulu ke fasilitas kesehatan (faskes) tingkat 1 atau FKTP (Dokter umum/puskesmas/klinik).

Setelah itu, bila Anda mendapat rujukan, Anda bisa lanjut ke faskes tingkat 2 berupa rumah sakit tipe C dan B. Dan terakhir faskes tingkat 3 yaitu rumah sakit tipe A.

Birokrasi ini terkadang berbelit-belit. Belum lagi antrean yang cukup panjang untuk memperoleh pelayanan.

Sedangkan, untuk prosedur asuransi kesehatan swasta, pelayanan biasanya akan lebih cepat dan pasien bisa langsung ke rumah sakit untuk segera mendapatkan penanganan.

Hampir semua rumah sakit menerima asuransi kesehatan sehingga prosesnya tidak sulit dan cenderung tidak berbelit-belit.

 

Sudah Cukupkah BPJS Kesehatan dan Asuransi Kesehatan Swasta dari Kantor?

Dari pembahasan di atas, tidak dapat dipungkiri bahwa prosedur dan pelayanan BPJS Kesehatan tidak sepraktis asuransi kesehatan swasta.

Misalnya, Anda tidak punya waktu untuk mengantre atau Anda ingin mendapatkan kenyamanan saat berobat.

Tak sampai di situ, bisa saja perlindungan asuransi kesehatan swasta dari kantor tak mencukupi kebutuhan Anda.

Anda mungkin saja membutuhkan asuransi kesehatan yang menjanjikan perlindungan lebih.

Nah, sebelum memutuskan apakah Anda harus membeli asuransi kesehatan tambahan, ada beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan:

 

#1 Manfaat yang Diberikan

Hal pertama yang perlu Anda ketahui sebelum memutuskan untuk membeli asuransi kesehatan tambahan adalah sejauh mana manfaat kesehatan yang diberikan oleh perusahaan untuk perawatan dasar, seperti rawat inap, rawat jalan, rawat bersalin, dan rawat gigi.

Untuk rawat inap, ketahui seberapa besar fasilitas yang diberikan perusahaan untuk rawat inap (bisa berbentuk rupiah atau kelas kamar), kemudian apakah ada limit tahunan ataupun limit per kejadian.

Perhatikan 4 Hal Penting Ini Saat Membeli Asuransi Kesehatan Tambahan 03 Ketahui Manfaat - Finansialku

[Baca Juga: Ketahui Sekarang Manfaat Asuransi Kesehatan Syariah Bagi Anda!]

 

Untuk rawat jalan, perhatikan limit yang diberikan untuk dokter umum, dokter spesialis, dan obat-obatan (bisa per kedatangan ataupun per tahun).

Sementara untuk rawat bersalin, perhatikan limit untuk melahirkan normal dan caesar.

Jika ternyata masih belum memadai dan dirasa kurang cukup, hal ini menjadi alasan untuk mempertimbangkan asuransi kesehatan tambahan.

 

#2 Tingkat Kenyamanan

Setelah mengetahui manfaat asuransi kesehatan yang diberikan perusahaan, selanjutnya Anda juga perlu mengukur di tingkat mana kenyamanan yang Anda dapat saat menggunakan asuransi kesehatan tersebut.

Contohnya, apabila Anda mendapatkan hak kelas kamar untuk rawat inap sebesar Rp300-350 ribu per malam, maka pada umumnya limit tersebut bisa digunakan untuk kelas kamar III di rumah sakit.

Di kelas kamar III berarti ada sekitar 6 pasien dalam satu kamar, apakah Anda nyaman dengan kondisi tersebut?

Apabila Anda merasa kurang nyaman dan ingin mendapat perawatan di kelas kamar yang lebih tinggi, misalnya kelas I yang hanya berisi 2 pasien per kamar (biaya per malam sekitar Rp750 ribu-1 juta), maka Anda bisa mempertimbangkan untuk membeli asuransi kesehatan tambahan.

 

Perhatikan Hal Ini Sebelum Beli Asuransi Kesehatan Tambahan

Bagaimana? Apakah asuransi dari perusahaan Anda kurang memenuhi kebutuhan Anda?

Jika iya, Anda bisa menambah manfaat tanpa harus membeli asuransi terpisah.

Sebelum Anda membeli asuransi kesehatan tambahan, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda pastikan kepada agen asuransinya terlebih dahulu:

 

#1 Pastikan Asuransi Bisa Digunakan untuk Coordination of Benefit (CoB)

Hal pertama yang harus Anda tanyakan adalah apakah asuransi tersebut bisa digunakan untuk koordinasi manfaat (coordination of benefit) dan menjadi penjamin kedua.

Dengan demikian, Anda akan memaksimalkan asuransi kesehatan yang diberikan perusahaan dan tetap dapat naik kelas sesuai yang Anda inginkan.

Saat ini hampir semua asuransi kesehatan sudah memiliki fasilitas CoB. Umumnya, asuransi kesehatan kantor akan menjadi penjamin utama dan asuransi kesehatan tambahan akan menjadi penjamin kedua.

Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Bagaimana sistem CoB ini? Misalnya, Anda ingin kelas kamar I dengan harga Rp750 ribu per malam, sementara perusahaan hanya memberi fasilitas kelas III dengan harga Rp350 ribu per malam.

Anda bisa membayar selisih manfaat asuransi kesehatan tambahan, yakni Rp400 ribu. Dengan begitu, Anda tidak perlu membayar secara terpisah asuransi kesehatan tambahan sebesar Rp750 ribu per malam.

Sebagai informasi untuk Anda, saat ini sudah ada fasilitas CoB antara BPJS Kesehatan dengan asuransi kesehatan swasta. Namun persyaratan melalui proses berjenjang tetap harus dipenuhi.

 

#2 Ketahui Proses Reimburse Saat Hendak Mengklaim Asuransi

Hal kedua yang perlu ditanyakan ke agen adalah mengenai proses reimburse penjaminan-nya, misalnya apa saja dokumen yang diperlukan.

Pasalnya, bila Anda menggunakan fasilitas CoB, biasanya biaya tambahan harus Anda bayar terlebih dahulu, barulah setelah itu bisa di-reimburse ke asuransi kesehatan tambahan Anda.

 

 

Asuransi kesehatan tambahan akan menjadi penjamin kedua dengan sistem reimburse.

Penjamin kedua biasanya membutuhkan kuitansi legalisir (dari RS atau asuransi kesehatan penjamin pertama).

Penjamin kedua juga biasanya membutuhkan surat CoB dari asuransi kesehatan penjamin pertama yang menerangkan berapa banyak biaya yang sudah di-cover oleh penjamin pertama.

 

#3  Ketahui Apa Saja Manfaat Kesehatan yang Anda Butuhkan

Hal ketiga yang harus Anda pahami sebelum membeli asuransi kesehatan tambahan adalah luas manfaat yang Anda butuhkan.

Apakah Anda ingin mendapatkan fasilitas rawat inap saja, rawat inap beserta rawat jalan, rawat bersalin, atau juga termasuk rawat gigi.

Perhatikan 4 Hal Penting Ini Saat Membeli Asuransi Kesehatan Tambahan 04 Ketahui Kebutuhan - Finansialku

[Baca Juga: Apa Saja Kriteria Asuransi Kesehatan yang Bagus? Ketahui Sebelum Anda Membeli]

 

Pasalnya, luas manfaat akan mempengaruhi besaran premi tahunan yang harus Anda bayar.

Apabila kantor hanya menjamin fasilitas rawat inap dan rawat jalan, maka Anda bisa menambah manfaat rawat bersalin dan rawat gigi dengan CoB.

Dengan demikian, besaran preminya akan lebih murah dibanding Anda membeli paket lengkap.

 

#4 Ketahui Ragam Produk Asuransi Kesehatan di Pasaran

Produk asuransi kesehatan di Indonesia saat ini sangat beragam. Perusahaan biasanya menjual asuransi konvensional (proteksi saja), ditambah dengan asuransi jiwa (melalui rider), ataupun ditambah investasi (unitlink).

 

Pertimbangkan Sesuai Kebutuhan dan Kemampuan Anda

Itulah hal-hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum Anda memutuskan untuk membeli produk asuransi kesehatan tambahan.

Pastikan produk perlindungan terbaik yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan kemampuan Anda secara finansial.

 

 

Apakah Anda pernah membeli asuransi kesehatan tambahan? Bagikan pengalaman serta rekomendasi Anda bagi pembaca lainnya. Berikan juga tanggapan terhadap artikel ini pada kolom di bawah, terima kasih!

 

Sumber Referensi:

  • Bandoro Rangga. 17 April 2017. Apakah Karyawan Butuh Asuransi Kesehatan Tambahan?.  Catatankeluargamuda.com – https://goo.gl/jzHK1x

 

Sumber Gambar:

  • Asuransi Kesehatan – https://goo.gl/HkzqHm
  • BPJS Vs Asuransi Swasta – https://goo.gl/ggQRPU
  • Ketahui Manfaat – https://goo.gl/hxPyKw
  • Ketahui Kebutuhan – https://goo.gl/y8PjKw
Summary
Perhatikan 4 Hal Penting Ini Saat Membeli Asuransi Kesehatan Tambahan
Article Name
Perhatikan 4 Hal Penting Ini Saat Membeli Asuransi Kesehatan Tambahan
Description
Apa yang harus diperhatikan saat karyawan ingin membeli asuransi kesehatan tambahan?
Author
Publisher Name
Finansialku.com
Publisher Logo