Dalam perdagangan komoditas, ada yang dikenal dengan trading plan. Apa itu trading plan untuk komoditas? Trading plan merupakan rencana trader dalam melakukan transaksi yang telah disesuaikan dengan tujuannya dalam bertransaksi (trading).

Mengapa kita butuh trading plan? Pasar komoditas dengan volume transaksi yang sangat besar tentunya menyimpan banyak peluang.

Mulailah muncul pertanyaan, haruskah trader mengambil semua peluang tersebut?

Lewat trading plan lah Anda mengetahui bagaimana mengenali peluang-peluang yang paling tepat dengan profil Anda.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Trading Plan Ibarat Petunjuk Arah

Sama halnya dengan melakukan perjalanan wisata, seorang trader perlu membuat perencanaan sebelum bertransaksi.

Dalam perjalanan ada banyak hal dan pilihan rute yang muncul. Pada konteks ini trading plan menjaga trader agar tetap berada pada rencana awal dan mencapai tujuan trading yang sesuai.

Trading plan berfungsi melindungi trader dari kerugian bahkan menjadi salah satu kunci kesuksesan seorang trader.

Bagaimana Trading Plan untuk Komoditas 2 Finansialku

[Baca Juga: Mari Pelajari Komoditas Ekspor Indonesia yang Ada Dalam Investasi]

 

Lain trader, lain pula pola pikir dan gaya trading-nya. Ada begitu banyak pendekatan ataupun metode yang digunakan dalam transaksi komoditas.

Tentunya tidak mungkin seorang trader melakukan transaksi setiap saat peluang muncul.

Peluang yang diraih disesuaikan dengan kondisi dan karakter masing-masing trader.

Membuat trading plan tidaklah sulit. Secara garis besar Anda hanya perlu menuliskan aturan-aturan dan hal-hal yang akan dilakukan saat bertransaksi.

Tingkat kerumitannya bergantung pada pengalaman trading, tingkat pemahaman dalam bertransaksi, dan teknik yang digunakan.

Berikut ini langkah-langkah dalam menyusun trading plan sederhana untuk transaksi yang mantap dan tanpa stres:

 

#1 Jumlah Uang yang Diinvestasikan                                 

Umumnya pelatihan trading merekomendasikan para trader untuk memulai transaksi komoditas dengan deposit mulai dari US$10.000-50.000 (setara dengan Rp149 sampai Rp745 juta).

Di negara berkembang jumlah ini dirasakan cukup besar, sehingga muncul penawaran untuk memulai deposit di bawah US$10.000.

Namun bertransaksi komoditas dengan modal di bawah US$10.000 cenderung membuat trader justru menderita kerugian sebab dengan jumlah modal yang terlalu minim akan menyulitkan trader dalam memilih produk komoditas yang hendak dibeli dan tidak dapat mengambil peluang transaksi yang baik.

 

Maka dari itulah disarankan untuk memulai transaksi dengan modal US$10.000 agar dapat membuat rasio profit and loss yang ideal.

Semakin banyak uang yang Anda investasikan, maka semakin besar peluang keuntungan yang dapat diperoleh pula.

Hal yang wajib diingat dalam berinvestasi adalah menggunakan “uang dingin” yang tidak mengganggu kebutuhan sehari-hari.

Secara ekstrem dapat dikatakan, bahkan jika uang tersebut hilang sepenuhnya maka tidak akan mengganggu kestabilan hidup Anda.

Trading dalam instrumen komoditas adalah bisnis. Sama halnya segala hal dalam kehidupan, bisnis tidak menjamin 100% keberhasilan. Namun bukan berarti kita hanya berdiam diri dan tidak melakukan apapun bukan?

 

#2 Memilih Produk Komoditas

Terdapat banyak produk instrumen komoditas dari golongan komoditas keras (komoditas energi dan pertambangan) ataupun komoditas lunak (komoditas agrikultur dan peternakan).

Umumnya trader lebih menyukai produk komoditas keras untuk di-trading-kan seperti minyak bumi, gas alam, emas, perak, dan sebagainya. Alasannya, produk tersebut sangat volatile dan likuid hampir sepanjang tahun.

Sedangkan produk komoditas pertanian hasil produksinya dipengaruhi oleh musim, sehingga trader memilih untuk gaya trading yang lebih santai.

Pilihlah produk yang likuid dan volume transaksi besar. Selain itu, disarankan juga untuk memilih produk komoditas yang sesuai dengan profil risiko dan gaya trading Anda.

Agar menjaga Anda tetap fokus, disarankan untuk memilih maksimal 3 produk komoditas untuk dipantau sehingga tidak mengganggu konsentrasi.

 

#3 Ikuti Tren dan Pilihlah Metode Analisis

Ada 2 macam metode analisis pasar, yaitu teknis dan fundamental. Anda dapat memilih salah satu metode atau mengombinasikan keduanya untuk hasil yang lebih baik.

Selanjutnya, apakah Anda seorang trader yang lebih menyukai ikuti pergerakan trend atau mengidolakan teknik breakout?

Keduanya dapat menghasilkan angka yang berbeda-beda dalam periode waktu tertentu, sehingga perlu dipilih periode waktu mana yang Anda pilih seperti menit, jam, harian, dan seterusnya.

Ikutilah periode waktu yang telah ditentukan dan jangan mengubahnya secara tiba-tiba dalam bertransaksi.

Hidup Enak dengan Investasi 01 - Finansialku

[Baca Juga: Apa Komoditas Andalan Indonesia yang Memberikan Return Tinggi?]

 

Cukup ikuti pergerakan harga dan jangan melawannya, ingatlah bahwa dalam dunia trading dikenal istilah “trend is your friend”.

Ada banyak indikator teknis popular yang terbukti ampuh digunakan dalam trading untuk menentukan harga beli dan jual yang tepat secara spesifik. Beberapa yang umum digunakan yaitu moving average, oscillator, stochastics, dan sebagainya.

Yang terpenting dalam pemilihannya adalah mana indikator yang paling Anda pahami dan nyaman dalam menggunakannya.

Menggunakan indikator terlalu banyak akan membuat trader bingung bahkan melewatkan peluang yang baik.

 

#4 Mengelola Risiko

Seni mengelola risiko merupakan inti dari sebuah transaksi. Meminimalisasi kerugian yang mungkin terjadi bahkan lebih sulit lho daripada menghasilkan profit dari sebuah transaksi.

Hal terpenting dalam mengelola risiko adalah menjaga agar kerugian seminimal mungkin.

 

Kerugian mustahil untuk dihilangkan dan merupakan bagian alamiah dari sebuah transaksi. Kerugian dan risiko selalu mengintai transaksi trader sama halnya risiko yang selalu ada dalam kehidupan sehari-hari.

Mencegah kerugian besar dalam sebuah transaksi adalah hal yang paling mungkin dilakukan seorang trader untuk mencapai profit konsisten.

Agar menjaga profit yang sudah diperoleh dari beberapa transaksi tidak habis hanya dalam satu kerugian telak.

Risiko terbesar dalam bertransaksi di pasar komoditas adalah peristiwa yang muncul tiba-tiba yang dapat membuat perubahan besar dalam seketika.

Peristiwa tersebut adalah bencana alam, perang, dan pelaporan data tertentu yang mana hal ini tidak dapat dikendalikan trader.

Sehingga yang dapat dilakukan adalah batasi transaksi atau hindari transaksi menjelang pelaporan data.

Lakukanlah transaksi dengan porsi yang tepat sesuai dengan modal yang Anda miliki.

Tetapkanlah target keuntungan yang masuk akal dan hindari transaksi berlebihan.

Free Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

 

Evaluasi Transaksi

Setelah trading selesai dan posisi ditutup, tentunya akan memberikan hasil profit ataupun loss.

Hal-hal yang terjadi selama trading perlu dicatat dan evaluasi trading plan yang telah dibuat sehingga dapat digunakan untuk bekal transaksi di masa depan yang lebih baik.

Evaluasi trading dalam bentuk tulisan dikenal pula dengan sebutan “jurnal transaksi”. Jurnal ini secara rinci dibuat oleh trader tentang kondisi market saat transaksi, kelebihan dan kekurangan trading plan, serta perbaikan ataupun modifikasi teknik yang digunakan sebelumnya.

Meski terlihat rumit dan membuang-buang waktu, sebenarnya pembuatan jurnal jauh menghemat waktu dan biaya.

Karena dengan mempelajari riwayat transaksi yang dilakukan, trader tidak perlu lagi mengulang kesalahan yang sama di transaksi berikutnya. Tentunya tidak perlu mengeluarkan “ongkos belajar” atau kerugian transaksi untuk pelajaran yang sama.

Secara normal, untuk membuat trading plan dan jurnal transaksi yang optimal dibutuhkan waktu beberapa bulan untuk penyesuaian dan percobaan (trial and error) bagi trader pemula.

Free Download Ebook Panduan Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Download Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula -Finansialku.com

Download Ebook Sekarang

 

Pentingnya Trading Plan

Trader akan jauh lebih emosional setelah uangnya sudah berada di pasar. Sedangkan pasar selalu bergerak dan menimbulkan berbagai perubahan kondisi bahkan kondisi yang tidak pernah diduga oleh trader.

Jangan biarkan emosi ketakutan dan harapan berlebih mengganggu rasionalitas Anda dalam bertransaksi.

Dengan adanya trading plan, trader dapat merencanakan trading dengan rasional dan meminimalisasi tekanan psikologis.

Tanpa ketenangan pikiran dan rencana yang logis, trader rentan mengambil risiko yang tidak diperlukan. Sehingga trading plan merupakan komponen yang sangat penting untuk kelanggengan karier trader. Tanpanya, profit konsisten hanyalah keberuntungan semata.

 

Bagikan informasi ini kepada teman atau saudara Anda yang belum mengetahui investasi komoditas andalan Indonesia. Semoga bermanfaat!

 

Sumber Referensi:

  • Amine 2007. Commodities for Dummies. Indiana: Wiley.

 

Sumber Gambar:

  • Trading Plan – https://goo.gl/q64iht
  • Trading Plan 2 – https://goo.gl/FXFHL5
Summary
Bagaimana Bentuk Trading Plan untuk Komoditas? Cek Infonya di sini
Article Name
Bagaimana Bentuk Trading Plan untuk Komoditas? Cek Infonya di sini
Description
Dalam perdagangan komoditas, ada yang dikenal dengan trading plan. Apa itu trading plan untuk komoditas? Trading plan merupakan rencana trader dalam melakukan transaksi yang telah disesuaikan dengan tujuannya dalam bertransaksi (trading).
Author
Publisher Name
Finansialku.com
Publisher Logo