Bulog Pastikan Stok Beras Aman Hingga 6 Bulan, Selama Ramadan Tak Akan Ada Operasi Pasar

Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) memastikan pasokan beras aman hingga untuk 6 bulan.

Secara terpisah, Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengatakan, selama Ramadan nanti tak akan mengadakan operasi pasar karena sistem operasi pasar dipandang layaknya pemadam kebakaran.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Stok Beras Aman

Sebagai negara agraris, Indonesia dipenuhi dengan ladang akan hasil pertaniannya, termasuk beras. Ya, menjelang Ramadan, pasokan beras dipastikan aman hingga jangka waktu 6 bulan. Terpantau, kisaran jumlah stok beras sekitar 1,2 juta ton.

Seperti yang dilansir dari Liputan6.com Jumat (11/5/2018), Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Karyawan Gunarso mengatakan tutur dia di Kemenkominfo, Jakarta, jumlah stok beras yang dikelola Bulog senantiasa berubah secara jumlah. Hal ini terjadi dari seiring berjalannya waktu.

“Stok Bulog itu ada dua, yang cadangan beras pemerintah (CBP) dan beras komersil. Itu jumlahnya tidak diam, setiap jam terus bergerak. Pengadaan serapan lokal bergerak.”

 

Bulog-Pastikan-Stok-Beras-Aman-Hingga-6-Bulan-2-Finansialku

[Baca Juga: Harga Pangan Naik Jelang Ramadan Bukan Aktivitas Normal]

 

Karyawan juga menyebutkan, Perum Bulog kini memiliki sebanyak 1,2 juta ton stok beras. Ketersediaan itu terhitung cukup bahkan berlebih untuk Ramadan. Pasokan beras ini diprediksi bisa menyanggupi kebutuhan beras nasional hingga enam bulan ke depan.

Lebih lanjut Karyawan mengungkapkan, Rapat Koordinasi Nasional Februari 2018 memutuskan Perum Bulog harus memiliki cadangan beras pemerintah antara 1-1,5 juta ton.

“Begitu 1,5 juta ton tercapai, itu sudah sangat maksimal.”

 

Ia menuturkan, Perum Bulog saat ini memiliki sebanyak 1.553 gudang, dengan 133 di antaranya merupakan Gudang Daerah Terpencil (GDT). Secara keseluruhan, gudang Bulog itu mampu menampung beras mencapai 4 juta ton.

Menyangkut rencana program beras dalam kemasan 5 kg-10 kg-25 kg dan beras renceng 200 gram, Karyawan mengatakan itu sudah mulai tersalurkan kepada masyarakat. Beras renceng ini, katanya, adalah strategi pemasaran Perum Bulog untuk mempermudah penyaluran beras.

“Itu adalah salah satu strategi marketing kami. Bulog melihat peluang pasar lain, enggak hanya yang 5 kg, 10 kg dan 25 kg. Trennya masyarakat ingin simpel, ingin mudah, tinggal sobek dan langsung  bisa dimasak, jadi kita sediakan itu.”

 

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Tak Ada Operasi Pasar

Terpisah, rencananya, Perum Bulog akan menghapus sistem operasi pasar yang biasa dilakukan untuk mengatasi fenomena kelangkaan hingga terjadinya lonjakan harga komoditas di lapangan.

Seperti dilansir dari Kompas.com, Senin (14/5/2018), Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, memandang operasi pasar layaknya instrumen pemadam kebakaran. Seharusnya, kata pria yang kerap disapa Buwas, api pemicunya harus dicegah sebelum ‘kebakaran’.

“Saya tidak ada operasi-operasi, seperti pemadam kebakaran saja. Saya ingin segera ada realisasi dengan ketersediaan barang.”

 

Buwas mengatakan, akan lebih baik jika ada sistem yang mencegah agar segala kemungkinan buruk soal pangan tidak terjadi. Misalnya, untuk mengantisipasi kelangkaan pangan, maka harus dipastikan betul stoknya cukup tersedia.

“Saya maunya ketika barang ada, tidak dipakai main-main. Masyarakat mau beli apa, hari ini ada.”

Buwas kemudian mengimbau stakeholder untuk tidak menunggu munculnya masalah baru bergerak.

Jelang Ramadan dan Lebaran, dapat diprediksi kebutuhan pangan akan meningkat. Jangan sampai, kata Buwas, saat kebutuhan sedang tinggi suplainya malah rendah. Hal ini tentunya akan berimbas pada kenaikan harga.

“Harga tidak bisa naik kalau ketersediaan cukup. Tentunya kita harus antisipasi barang ini tidak melalui tangan orang lain.”

 

Kendati demikian, mantan kepala BNN itu ingin bahan pokok dikelola sepenuhnya oleh negara. Ya, dengan hal itu, mulai dari penyerapan, pengemasan, hingga penentuan harga, dilakukan oleh pemerintah. Dengan demikian, terjadi kestabilan harga dan stok pangan.

“Kita yang punya barang kok, kenapa orang lain yg manfaatkan. Maka negara ini yang harus kendalikan harga, jamin ketersediaan.”

 

Setelah membaca artikel mengenai stok beras saat Ramadan, apa tanggapan Anda? Berikan pendapat Anda di kolom komentar di bawah ini.

 

Sumber Referensi:

  • Maulandy Rizky Bayu Kencana. 11 Mei 2018. Bulog: Stok Beras Aman hingga 6 Bulan. Liputan6.com – https://goo.gl/2Ubwwb
  • Ambaranie Nadia Kemala Movanita. 15 Mei 2018. Buwas Tak Mau Ada Lagi Operasi Pasar. Kompas.com – https://goo.gl/sKbzaq

 

Sumber Gambar:

  • Bulog Pastikan Stok Beras Aman – https://goo.gl/gFdbWX
  • Bulog Pastikan Stok Beras Aman 2 – https://goo.gl/bL2j6Y

 

Free Download Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis

Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis - Mock Up - Finansialku Jurnal

DOWNLOAD EBOOK SEKARANG

Summary
Bulog Pastikan Stok Beras Aman Hingga 6 Bulan, Selama Ramadan Tak Akan Ada Operasi Pasar
Article Name
Bulog Pastikan Stok Beras Aman Hingga 6 Bulan, Selama Ramadan Tak Akan Ada Operasi Pasar
Description
Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) memastikan pasokan beras aman hingga untuk 6 bulan. Secara terpisah, Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengatakan, selama Ramadan nanti tak akan mengadakan Operasi Pasar. Kendati demikian, sistem operasi pasar dipandang layaknya pemadam kebakaran.
Author
Publisher Name
Finansialku.com
Publisher Logo
By |2018-05-16T10:51:43+00:00May 16th, 2018|Categories: Berita|Tags: , , , , |0 Comments

About the Author:

Arief Rahman Hakim
Arief Rahman Hakim, Seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi, jurusan Jurnalistik, UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pernah aktif di organisasi pers mahasiswa antarkampus di Bandung dan magang di berbagai media cetak. Berminat mengembangkan lebih jauh potensi di bidang penulisan dan jurnalisme.

Leave A Comment