Sebagian besar dari kita pasti tidak asing dengan nama Warren Buffet. Dalam artikel ini kita bahas cara kaya model Warren Buffet. Beliau adalah seorang philanthropist, pebisnis sekaligus investor.

warren-buffett-tips-for-getting-rich

 

Warren Buffet adalah pemilik dari grup Berkshire Hathaway. Beliau juga pernah menduduki peringkat pertama orang terkaya di dunia (mengalahkan Bill Gate – Founder dari Microsoft). Forber mencatat kekayaan Warren Buffet saat ini adalah 53,5 Milliar USD (setara dengan Rp 535.000.000.000.000). Nilai yang fantastis. Mari kita belajar cara kaya ala Warren Buffet.

 

Warren Buffet dan Berkshire Hathaway

Berkshire_Hathaway_620x350

Perusahaan Berkshire Hathaway adalah perusahaan multinasionaal Amerika yang bermarkas di Omaha, Nebraska, United States. Perusahaan Berkshire Hathaway memiliki 4 pilar bisnis yaitu industri asuransi, industri utilitas, industri manufaktur, jasa dan retail, serta industri keuangan dan produk-produk keuangan. Penasaran dengan kantornya Berkshire Hathaway, berikut ini ada videonya:

 

Cara Kaya ala Warren Buffet

Berkshire Hathaway CEO Warren Buffett

[Baca juga : Cara Kaya ala Robert Kiyosaki]

 

Berikut ini ada 10 tips cara kaya dari Warren Buffet. Tips-tips dirangkum dari website warrenbuffet.com. 10 tips cara kaya ala Warren Buffet adalah:

 

Investasikan Kembali Keuntungan Anda (Reinvest Your Profits),

Salah satu usaha Warren Buffet dalam meningkatkan kekayaannya adalah dengan menginvestasikan kembali keuntungan-keuntungan yang telah didapat. Menginvestasikan kembali bukan berarti hanya saham atau reksadana, tetapi juga bisnis. Misal Buffet pernah memiliki usaha permainan pinball (semacam permainan ding dong), diawal usahanya Buffet hanya memiliki 1 unit mesin. Keuntungan yang didapat sebagian dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup, sebagian lainnya diinvestasikan untuk membeli mesin dan pada akhirnya Buffet memiliki 8 mesin.

 

Bersedia untuk Menjadi Berbeda (Be Willing To Be Different)

Hal ini yang ditekankan oleh Warren Buffet agar kita sebagai pemilik bisnis atau investor tidak mengambil suatu keputusan hanya berdasarkan kata-kata atau tindakan-tindakan orang lain. Bagi Warren Buffet cara menjadi orang biasa adalah melakukan apa yang dilakukan oleh banyak orang. Untuk menjadi di atas rata-rata (atau yang aneh) kita harus menngukur diri kita (Buffet menggunakan sebuah alat yang disebut Inner Scorecard) dan menilai diri kita berdasarkan standard pribadi bukan standard umum. Menurut pendapat tim Finansial hal ini dimaksudkan kita harus dapat mengalahkan diri kita sendiri otomatis kita bisa mengalahkan yang lain.

 

Jangan Gigit Jari Anda (Never Such Your Thumb)

Buffet memiliki kebiasaan untuk mengumpulkan data-data dengan lengkap sebelum mengambil keputusan. Beliau mengambil keputusan atas dasar fakta (bukan opini) yang lengkap serta beberapa pendapat dari orang-orang yang ahli dibidangnya. Misal ketika Beliau ditawari sebuah bisnis Buffet akan menanyakan dengan jelas berapa yang harus dibayar dan fakta-fakta lain seputar bisnis. Jangan sampai Anda salah membedakan antara fakta dan opini.

Contoh opini: Jika Anda berinvestasi pada rumah saat ini, Anda pasti akan untung, karena rumah ini harganya akan naik 2 kali lipat pada 5 tahun yang akan datang.

Contoh fakta : Rumah disebelah telah dibeli dengan harga Rp 500.000.000 secara tunai. Jika saya membeli rumah ini dengan harga Rp 450.000.000 saya sudah mendapatkan keuntungan 10% di saat membeli rumah.

 

Perjelas Bisnis sebelum Memulai (Spell Out the Deal Before You Start)

Daya tawar seseorang biasanya berada dalam posisi netral atau terkadang lebih tinggi sebelum memulai bisnis. Perjelas aturan main dalam berbisnis, bagaimana cara membagi keuntungan dan kerugian. Pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab atas bisnis.

 

Perhatikan Pengeluaran-Pengeluaran Kecil (Watch Small Expenses)

Pengeluaran yang kecil seringkali berdampak besar. Hati-hati dengan pengeluaran kecil Anda. Dalam ilmu perencana keuangan hal ini seringkali disebut sebagai bocor halus. Pengeluaran kecil seringkali disepelekan tetapi lumayan menguras dompet, contohnya parkir.