Apakah Anda mau menjadi value investor? Yuk, pelajari dulu strategi value investing nya!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Strategi Value Investing

Dalam berinvestasi saham ada orang yang melakukan trading, ada juga yang melakukan investing. Biasanya kalau trading dikaitkan dengan jangka pendek.

Jadi, seorang trader ingin mendapatkan profit atau keuntungan dalam waktu yang singkat.

Sedangkan investor berorientasi untuk jangka panjang. Sehingga, investor tidak terlalu berekspektasi yang tinggi untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat.

Mereka cenderung untuk ingin memiliki keuntungan di masa depan.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda seorang trader atau investor? Jika Anda memilih sebagai investor, maka ada yang namanya value investor.

Apa itu value investor? Value investor berarti Anda menginvestasikan saham yang saat ini memiliki harga dibawah nilai intrinsiknya atau dalam kata lain saham yang undervalue.

Sekarang banyak orang yang menjadi value investor. Dengan menjadi value investor, maka Anda juga telah meminimalisasi risiko dari investasi saham karena Anda tidak berinvestasi di saham yang sudah overvalue atau harganya sudah diatas nilai wajar/intrinsik nya.

Mau Jadi Value investor Pelajari Dulu Strategi Value investing! 03

[Baca Juga:Trading vs Investing: Kenali Perbedaannya Sebelum Kamu Beraksi]

 

Namun, untuk menjadi value investor, ada beberapa hal yang perlu Anda pelajari terlebih dahulu ya. Anda juga perlu mengetahui strateginya.

Jadi, untuk menjadi value investor yang sesungguhnya Anda tidak hanya sekedar mengetahui apa itu rasio dalam valuasi saham serta nilai intrinsiknya saja.

Tapi, Anda juga memahami strategi value investing yang dilakukan oleh para ahli atau pakar value investing.

 

Ebook GRATIS, Panduan BERINVESTASI SAHAM Untuk PEMULA

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

 

Strategi Value Investing dalam Manajemen Risiko

Banyak sekali kejadian orang-orang membeli saham hanya karena melihat harganya yang murah. Akhirnya, hal tersebut berujung pada cut loss yang cukup menyakitkan.

Apalagi, jika manajemen risiko investasi diabaikan. Tentunya, kerugian yang dialami akan lebih besar.

Seperti yang sudah diketahui bahwa tidak ada jaminan atas return yang akan didapatkan dalam investasi saham.

Walaupun harga saham sudah murah atau bahkan sangat murah, bukan berarti harga saham tidak akan turun lagi ya terutama di kalangan growth investing.

Mau Jadi Value investor Pelajari Dulu Strategi Value investing! 04

[Baca Juga: The Beauty of Investing: Pahami Seluk Beluknya dan Nikmati Keuntungannya ]

 

Bahkan, jika faktor internal atau pun eksternalnya terlalu signifikan maka dapat mengakibatkan harga saham bisa turun lebih dalam dari sebelumnya.

Oleh karena itu, banyak trader yang tidak bisa bertahan di pasar saham yang tidak menentu seperti ini.

Hal tersebut dikarenakan trader hanya menilai suatu saham dari harganya saja. Mereka tidak menilainya secara keseluruhan dari apa yang menyebabkan naik atau turunnya harga suatu saham. Bagi trader, harga merefleksikan segalanya.

Mau Jadi Value investor Pelajari Dulu Strategi Value investing! 05

[Baca Juga: Yuk! Kenalan dengan Investasi]

 

Salah satu tokoh yang paling dijadikan panutan untuk tempat belajar investasi saham dengan orientasi pada nilai adalah Warren Buffett.

Warren Buffet dikenal dengan julukan Bapak Investasi Dunia khususnya untuk para value investor. Oleh karena itu, Warren Buffett dapat dijadikan role model dalam hal investasi.

Kita bisa belajar metode atau pun strategi dari Warren Buffett dalam berinvestasi saham.

 

8 Strategi Value investing

Kali ini rubrik Finansialku akan berbagi berbagai strategi value investing yang dapat Anda lakukan. Berikut 8 strategi value investing.

 

#1 Memilih Metode Analisa

Terdapat beberapa strategi dalam menganalisa saham. Ada yang menganalisa dari situasi ekonomi makro (global) kemudian dikerucutkan pada fundamental dari suatu saham.

Cara yang pertama disebut dengan istilah “Analisis Top-Down”. Apa itu analisis top-down? Analisis top-down atau juga disebut analisa dari atas ke bawah adalah analisis yang bersifat global menuju ke hal yang bersifat lebih spesifik.

Sebagian, ada juga yang memulai analisa disebut dengan istilah “Analisis Bottom-Up”. Analisis bottom-up merupakan suatu strategi menilai suatu saham dari bawah ke atas.

Mau Jadi Value investor Pelajari Dulu Strategi Value investing! 06

[Baca Juga: Para Investor, Pahami Peluang Keuntungan dan Risiko Berinvestasi Reksa Dana]

 

Analisis ini dilakukan dengan mengecek kondisi fundamental perusahaan yang diincar terlebih dahulu.

Kemudian, akan berlanjut untuk menganalisa masalah-masalah ekonomi yang diperkirakan memengaruhi pergerakan harga saham.

Beberapa diantaranya adalah tentang inflasi, nilai tukar rupiah, suku bunga, daya beli masyarakat, dan lain-lain.

Baik analisis top-down atau pun bottom-up, keduanya sama-sama baik. Anda dapat memilih metode analisa yang cocok dengan Anda.

 

#2 Memantau Sektor yang Sedang Trend

Untuk strategi yang kedua ini bisa dijadikan langkah pertama atau pun langkah kedua setelah memilih metode value investing. Anda perlu mengetahui sektor mana yang saat ini sedang trend.

Sebagai contoh, ketika pemilihan presiden sebelumnya dimana Jokowi dan Prabowo berkompetisi untuk mendapatkan posisi Republik Indonesia (RI) 1.

Pada waktu itu, setelah ada tanda-tanda bahwa Jokowi yang akan menang serta kampanye nya yang selalu membahas tentang ‘Tol Laut’ maka pada periode tersebut banyak perusahaan sekuritas, private equity, serta kelompok analis lainnya yang membahas tentang efek dari tol laut tersebut.

Mau Jadi Value investor Pelajari Dulu Strategi Value investing! 07

[Baca Juga: Karyawan Ingin Memiliki Penghasilan Tambahan? Kenali Income Investing]

 

Alhasil, dalam waktu yang cukup singkat maka saham-saham dari sektor tersebut seperti perusahaan perkapalan, jasa pengangkutan laut, dan lain sebagainya langsung mengalami kenaikan harga yang signifikan.

Hal tersebutlah yang dimaksud dengan sektor yang sedang trend dimana sebagian pihak membahasnya termasuk media-media online.

Nah, sektor tersebutlah yang dapat Anda jadikan incaran untuk investasi Anda.

Dengan berinvestasi pada sektor yang sedang trend maka Anda tidak hanya bisa mendapatkan capital gain yang besar (keuntungan dari jual beli saham), namun Anda juga bisa memperoleh keuntungan yang lebih cepat.

Bahkan, bisa hanya dalam hitungan hari saja lho. Menarik kan?

 

#3 Melakukan Screening Saham yang Memiliki Fundamental Bagus

Sekarang ini sudah ada lebih dari 600 emiten yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Oleh karena itu, untuk melakukan screening dengan lebih efektif maka Anda dapat menetapkan kriterianya.

Cara sederhana adalah mengklasifikasikan emiten yang memiliki ROE (Return on Equity) lebih dari 15%, PBV (Price to Book Value) dibawah 1x, atau PER (Price to Equity Ratio) kurang dari 10.

Mau Jadi Value investor Pelajari Dulu Strategi Value investing! 09

[Baca Juga: Baca 30 Kata-kata Bijak Warren Buffett yang Bikin Sukses]

 

Jika Anda sudah mendapatkan emiten dengan kriteria seperti diatas, misalnya terpilih 10 saham saja maka setelah itu Anda bisa mengecek saham tersebut satu per satu.

Jadi, Anda tidak perlu mengecek semua saham di BEI ya.

 

#4 Mengetahui Valuasi dan Nilai Intrinsik Saham yang Akan Dibeli

Untuk menjadi seorang value investor sejati, cara yang satu ini wajib banget Anda lakukan. Dalam kata lain, cara ini berarti Anda harus mempelajari bagaimana cara menilai harga saham tersebut.

Dalam value investing, maka yang dinilai sebenarnya adalah harga wajar atau harga sebenarnya dari saham tersebut atau yang disebut dengan istilah book value.

Bapak Investasi Dunia, Warren Buffet hanya menggunakan dua rasio untuk menilai valuasi suatu saham. Kedua rasio tersebut adalah PER (Price Earning Ratio) dan PBV (Price to Book Value).

 

#5 Menganalisa Faktor Fundamental Perusahaan

Untuk mengetahui fundamental perusahaan, hal wajib yang harus Anda lakukan adalah membaca laporan keuangan terbarunya. Paling tidak Anda perlu mengetahui bagian-bagian penting dalam laporan keuangan seperti laporan rugi/ labanya.

Apa saja yang terdapat di laporan keuangan? beberapa hal yang ada di laporan keuangan adalah sebagai berikut:

  1. Pernyataan direktur ataupun yang menyajikan laporan keuangan
  2. Aset lancar dan tidak lancar
  3. Liabilitas dan ekuitas
  4. Laba/rugi
  5. Laporan arus kas
  6. Catatan-catatan keuangan

 

Dari bagian-bagian laporan keuangan tersebut tidak semuanya perlu Anda analisa.

Untuk bagian pertama Anda tidak perlu menganalisanya. Sedangkan untuk bagian ke-2, yang perlu Anda perhatikan adalah laporan kas nya.

Untuk bagian liabilitas, bagian ini menyajikan laporan utang yang dimiliki oleh perusahaan baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Sedangkan ekuitas, memberikan laporan tentang modal perusahaan dan juga investor (jumlah saham yang beredar di masyarakat).

Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan pertumbuhan laba nya. Hal tersebut perlu Anda dahulukan, jika perusahaannya rugi maka Anda dapat langsung mengabaikannya.

 

#6 Menentukan Waktu Membeli Saham yang Tepat

Waktu yang paling tepat untuk value investor adalah pada saat harga suatu saham murah (undervalue/ dibawah nilai intrinsiknya).

Sebagai contoh, harga saham PGAS dihargai dengan PBV 1,5 kali (contoh) dan itu adalah PBV terendahnya, kemudian setelah sahamnya naik cukup signifikan dalam beberapa tahun dan karena ada rumor maka harga sahamnya menjadi turun kembali.

Mau Jadi Value investor Pelajari Dulu Strategi Value investing! 11

[Baca Juga: Risiko dari Investasi]

 

Dan kebetulan, karena saat turunnya PBV nya kembali di angka 1,5 kali lagi, maka waktu itulah waktu yang tepat untuk membeli saham PGAS.

Jadi untuk value yang disini bukan hanya jika PBV 1x atau kurang berarti murah ya, tapi lihat history harganya di masa lalu juga ya.

 

#7 Melakukan Pemantauan

Selain menganalisa dan membeli saham, maka sebagai seorang value investor juga harus mengawasi saham yang ada di portofolionya.

Bagaimana caranya? Untuk memantau kinerjanya Anda dapat membaca laporan keuangan terbarunya yang bisa langsung Anda lihat di situs IDX.co.id

 

#8 Menentukan Waktu Menjual Saham

Tidak hanya waktu membeli saham, Anda juga harus menentukan waktu membeli saham. Oleh karena itu, pentingnya untuk melakukan pemantauan adalah untuk menentukan waktu Anda menjual saham.

Misalnya, setelah Anda melakukan pemantauan dan ternyata Anda menemukan salah satu saham yang Anda beli mengalami kerugian atau masalah serius seperti manajemennya mengalami masalah hukum.

Maka, itulah waktu yang tepat untuk Anda mempertimbangkan kapan waktunya Anda menjual saham.

Mau Jadi Value investor Pelajari Dulu Strategi Value investing! 08

[Baca Juga: Mana yang Lebih Menguntungkan: Yuk Nabung Saham VS Yuk Investasi Reksa Dana]

 

Hal yang penting adalah Anda perlu melakukan analisis yang mendalam. Jangan sampai Anda ngegabah dengan langsung menjual saham hanya karena labanya turun sedikit saja.

Selain itu, salah satu caranya adalah dengan mengetahui trendline pergerakan saham apakah lagi downtrend atau uptrend.

Namun, jika perusahaan tersebut memiliki fundamental yang sangat bagus maka Anda disarankan untuk tetap hold saja.

 

Menjadi Value Investor yang Berhasil

Setelah mengetahui berbagai strategi dalam value investing, maka sekarang Anda sudah bisa mencoba untuk mengeksekusinya.

Jangan lupa untuk mempelajari suatu saham dari fundamentalnya ya, jangan mudah panik dan ngegabah dalam mengambil keputusan.

Lakukanlah analisa yang mendalam sebelum Anda mengambil keputusan untuk meminimalisasi risiko yang ada.

Anda bisa menggunakan kalkulator investasi pada fitur aplikasi Finansialku. Download aplikasinya di Play Store atau App Store.

 

Jadi, apakah Anda berminat menjadi value investor? Silahkan berikan komentar dan pendapat Anda di kolom yang telah tersedia. Semoga artikel ini bermanfaat. Terimakasih.

 

Gabung Sekarang! Komunitas BELAJAR SAHAM Finansialku

komunitas saham

SAYA MAU JOIN

 

Sumber Referensi:

  • Admin. 27 Juli 2018. Strategi/ Metode Value investing. Cara Menjadi Value investor, Yuk Belajar Bersama!. Analis.co.id – https://bit.ly/2tMrbr2

 

Sumber Gambar:

  • Investing 01 – https://bit.ly/2P0wiet
  • Investing 02 – https://bit.ly/2P20C8B
  • Investing 03 – https://bit.ly/2HxLr2M
  • Investing 04 – https://bit.ly/38BVS1f
  • Investing 05 – https://bit.ly/2Hs7ZlL
  • Investing 06 – https://bit.ly/2Syub3H
  • Investing 07 – https://bit.ly/2V0zPNM
  • Investing 08 – https://bit.ly/2uGtPiF
  • Investing 09 – https://bit.ly/2HxNbsS
  • Investing 10 – https://bit.ly/38AGKRJ