Jika Anda membaca artikel ini bisa dikatakan Anda merupakan investor pemula investasi saham. Yup, permasalahan utama kebanyakan investor pemula dalam berinvestasi saham adalah menentukan cara untuk memilih saham pertamanya.

Lalu bagaimana cara memilih saham terbaik untuk investor pemula? Yuk ketahui caranya..

 

Investasi Saham

Saham adalah bukti kepemilikan suatu perusahaan. Investasi saham, kini semakin populer di masyarakat. Bahkan, berdasarkan data KSEI, jumlah investor saham (investor C-Best) kini sudah mencapai sekitar 2,5 juta investor. Jumlah tersebut meningkat sebesar 48,3% dari akhir tahun 2020 lalu.  

Investasi saham berpotensi memberikan imbal hasil yang cukup tinggi. Namun, perlu Anda ketahui bahwa investasi saham termasuk high risk high return ya. Jadi risikonya juga tinggi. 

Kini jumlah perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah mencapai 800an emiten. Oleh karena itu, biasanya investor pemula masih bingung menentukan saham yang akan Anda pilih. 

[Baca Juga: Mengenal dan Memahami Definisi Saham Dalam Investasi]

 

Belajar Saham Dari 0

Seperti kata pepatah, berguru kepalang ajar bagai bunga kembang tak jadi. Yang artinya belajar sungguh-sungguh jangan tanggung-tanggung.

Jadi, jika Anda benar-benar ingin belajar berinvestasi saham, yuk belajar dengan sungguh-sungguh. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika belajar saham dari awal. 

 

#1 Belajar Dulu Sebelum Investasi Uang 

Sebagai langkah awal, sebelum memilih saham, sebaiknya Anda menginvestasikan waktu Anda terlebih dahulu untuk belajar investasi saham sebelum menginvestasikan uang Anda. Anda dapat mulai dari memahami istilah-istilah yang sering terpakai dalam investasi saham. 

Sekarang untuk mengakses informasi seputar investasi saham juga sudah lebih mudah melalui internet.

Anda bisa membaca artikel-artikel seputar investasi saham, membaca e-book saham, menonton YouTube para expert saham, mengikuti online courses, group belajar, dan sumber informasi lainnya.

Salah satu group belajar investasi saham yang bisa Anda ikuti sebagai investor pemula adalah grup belajar saham Finansialku. Di grup belajar tersebut Anda bisa belajar saham dari 0 dari pakar investasi saham. 

Selain itu, untuk belajar praktiknya, Anda bisa mencoba menggunakan akun trading untuk simulasi perdagangan di pasar saham. Beberapa contoh aplikasinya adalah RTI atau Stockbit.

Dengan begitu, setidaknya Anda mendapatkan gambaran bagaimana cara investasi saham. 

 

#2 Mulai Dari Jumlah yang Kecil

Untuk memulai investasi saham, Anda lebih disarankan untuk mulai dari jumlah yang kecil ya. Karena semakin besar dana yang Anda investasikan, maka risikonya juga semakin tinggi juga.

Misalnya Anda rugi 10% dari Rp1 juta, tentunya akan berbeda jika Anda rugi 10% dari Rp 100 juta.

Jadi, walaupun Anda memiliki dana yang besar untuk investasi, sebaiknya tetap mulai dari dana yang kecil ya. Sekarang juga sudah banyak broker investasi saham yang minimum depositnya relatif terjangkau. 

Ada yang mulai dari Rp 100 ribu, Rp 500 ribu, Rp 1 juta, dan bahkan sekarang ada broker yang tidak ada modal minimum. Dengan begitu, Anda bisa menyesuaikan nominalnya sesuai dengan kebutuhan Anda. 

[Baca Juga: Gaji 2 Juta Beli Saham? Bisa Banget! Ini Caranya!]

 

#3 Mengamati Situasi Politik dan Ekonomi

Berinvestasi saham berarti Anda memiliki sebuah perusahaan. Perusahaan yang Anda investasikan memiliki kehidupan yang rentan dengan perubahan khususnya di bidang ekonomi. Tentunya perubahan tersebut dapat mempengaruhi harga sahamnya. 

Selain bidang ekonomi, biasanya kondisi politik juga turut mempengaruhi pergerakan harga saham. Biasanya rumor-rumor yang beredar dapat menjadi pemantik.

Berita politik yang berhubungan dengan kebijakan pemerintah juga biasanya berpengaruh langsung terhadap masa depan perusahaan yang Anda investasikan.

Oleh karena itu, sebagai investor saham Anda perlu peka terhadap situasi ekonomi dan politik untuk membantu Anda dalam mengambil keputusan investasi. Anda bisa mulai dari membaca berita bisnis, ekonomi, dan politik. 

 

#4 Memahami Perusahaan dan Industrinya

Anda dapat mulai dari memahami kinerja perusahaan. Selain itu pahami juga apakah industri perusahaan tersebut sedang naik atau sedang surut.

Dengan mengetahui kinerja perusahaan dan industrinya saat ini, maka dapat membuat Anda lebih yakin untuk berinvestasi lebih banyak di suatu perusahaan. 

Hal inilah yang dilakukan oleh Lo Kheng Hong, investor saham legendaris Indonesia. Beliau benar-benar memahami bisnis yang dijalankan oleh perusahaan yang diinvestasikan.

Tak heran jika beliau berani menaruh dana yang besar di suatu perusahaan dan memperoleh keuntungan yang maksimal.

 

#5 Mengetahui Saham Blue Chips

Apa itu saham blue chips? Saham blue chips adalah sebutan untuk saham-saham yang memiliki nilai kapitalisasi yang besar.

Biasanya saham blue chips memiliki reputasi yang baik dan sehat dari segi finansial dan fundamental. Jadi, dapat dikatakan kualitas saham blue chips tidak perlu diragukan.

Beberapa contoh saham blue chips adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Telkom Indonesia (Persero), Tbk (TLKM), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan saham-saham blue chips lainnya. 

 

Cara Analisa Saham

Setelah mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum investasi saham, kini Anda bisa mulai belajar untuk cara analisa saham.

Pada umumnya ada 2 cara untuk analisa saham yaitu analisa fundamental dan analisa teknikal. Berikut penjelasan cara analisa fundamental dan analisa teknikal untuk memilih saham. 

 

#1 Analisa Fundamental 

Analisa fundamental merupakan analisa yang dilakukan dengan melihat kinerja sebuah perusahaan (emiten).

Analisa ini lebih mempertimbangkan hal-hal mendasar dari kinerja suatu perusahaan. Mulai dari kinerja keuangan perusahaan, tingkat persaingan usaha, potensi industri ke depan, serta analisis pasar dan ekonomi mikro dan juga makro. 

Biasanya, analisa fundamental dapat kita lakukan dengan menggunakan data dari laporan keuangan perusahaan.

Selain itu, juga bisa dengan menambah informasi dari berita. Analisa fundamental ini cocok untuk investor saham jangka panjang. Dalam melakukan analisa fundamental suatu perusahaan, pada umumnya ada 2 pendekatan yaitu top-down dan bottom-up. 

[Baca Juga: Value Investing, Cara Jadi Kaya Buat yang Hobi Tidur] 

Untuk analisa fundamental top-down, investor melihat gambaran kinerja secara umum dari suatu perusahaan.

 

Hal-hal yang menjadi pertimbangan dalam analisa fundamental top-down adalah kondisi makro ekonomi global, kondisi makro ekonomi dalam negeri, prospek pertumbuhan per sektor usaha, serta fundamental perusahaan.

Jika keempat hal tersebut memberikan gambaran yang positif maka dapat dikatakan bahwa proses kinerja perusahaan memiliki masa depan yang baik. 

Sedangkan untuk analisa fundamental bottom-up, investor perlu melihat aspek rinci dari kinerja suatu perusahaan. Misalnya langsung melihat laporan keuangan suatu perusahaan dan daya saing usahanya. 

 

#2 Analisa Teknikal

Analisa teknikal merupakan analisa yang dilakukan dengan cara menganalisis harga saham di pasar modal. Biasanya analisis ini menggunakan grafik historis harga saham dan rumus matematis. 

Tujuan dari analisa teknikal ini adalah agar investor dapat melihat kondisi pasar sekarang bedasarkan historis harga di masa lalu. Selain itu, juga untuk memberikan gambaran perkiraan pergerakan harga saham di masa yang akan datang. 

Analisa teknikal berperan dalam menunjukkan grafik harga saham untuk melihat pergerakan harga suatu saham, trend yang sedang terjadi, support (batas bawah saham) dan resistance (batas atas saham), hingga waktu yang tepat untuk melakukan pembelian/penjualan saham.

Anda bisa cek pergerakan IHSG hari ini di Finansialku.

Analisa teknikal ini biasanya Anda gunakan untuk trading, di mana analisa ini bisa menjadi cara untuk memilih saham-saham yang berpotensi memberikan keuntungan dalam jangka pendek.

Jadi analisa teknikal ini cocok untuk investor yang kegiatan investasinya fokus untuk jangka pendek atau yang biasa disebut trader.

[Baca Juga: Core Stocks VS Value Stocks, Mana yang Lebih Baik Dikoleksi?]

 

Cermat Memilih Saham 

Investasi saham dapat memberikan keuntungan investasi yang tinggi. Namun, perlu diperhatikan juga bahwa risiko kerugiannya juga tinggi.

Oleh karena itu, sebelum mulai investasi saham sebaiknya Anda mempelajari dulu tentang investasi saham, dan mulai dari nominal yang kecil.

Jangan lupa untuk terus upgrade diri dengan menambah ilmu dan praktik dalam investasi saham. Jika dilakukan secara terus menerus dan konsisten maka niscaya, Anda juga bisa memperoleh keuntungan dari investasi saham dengan lebih optimal. 

 

Jadi, apakah Anda sudah mulai berinvestasi saham? Silahkan berikan komentar dan pendapat Anda di kolom yang telah tersedia.

Anda juga dapat membagikan artikel ini kepada rekan-rekan Anda yang masih bingung cara memilih saham. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih. 

 

 

Sumber Referensi:

  • Ksei. Desember 2020. Statistik Pasar Modal Indonesia. Ksei.co.id – https://bit.ly/2UG17uV
  • Ksei. Juni 2021. Statistik Pasar Modal Indonesia. Ksei.co.id – https://bit.ly/3yFjKO6
  • Aditya Pratama. 9 April 2021. Jumlah Emiten dalam Dua Tahun Belakangan Tinggi, Tetapi Valuenya Rendah. Idxchannel.com – https://bit.ly/36qVLGz
  • Duwitmu. Berapa Deposit Modal Minimum Trading Saham (Broker Paling Murah). Duwitmu.com – https://bit.ly/3k5uyB3
  • Taufikul Basari. 30 September 2019. Panduan Investasi Saham Untuk Pemula. Finansialku.bisnis.com – https://bit.ly/3ATmR6U
  • Captionkata. 2021. Peribahasa Tentang Pendidikan Pepatah yang Sering Digunakan Untuk Menuntut Ilmu. Captionkata.com – https://bit.ly/36AsJE9
  • Lifepal. Analisa Saham Fundamental dan Teknikal, Ini Perbedaan dan Caranya!. Lifepal.co.id – https://bit.ly/3e68nXw

 

Sumber Gambar: 

  • Cover – https://bit.ly/3exEdge