Polis Asuransi adalah kontrak tertulis antara perusahaan asuransi (penanggung) dan nasabah (tertanggung) yang berisi pengalihan risiko dan syarat-syarat berlaku (jumlah uang pertanggungan, jenis risiko yang ditanggung, jangka waktu dan lain sebagainya).

Polis asuransi jiwa disebut juga dengan istilah kontrak, kontrak polis, sertifikat asuransi. Polis asuransi sangat penting untuk nasabah dan perusahaan asuransi, sebagai:

  1. Bukti tertulis bagi kedua belah pihak yang sudah sepakat.
  2. Jaminan untuk nasabah, untuk mengganti kerugian dari pihak perusahaan asuransi. Termasuk pada saat nasabah melakukan klaim atau tuntutan hukum jika terjadi kesalahpahaman.
  3. Perusahaan asuransi menganggap polis adalah tanda terima dari nasabah dan nasabah tunduk pada aturan yang berlaku.

 

Mengingat pentingnya fungsi polis asuransi, maka sebagai nasabah kita harus mengetahui betul manfaat asuransi yang dibeli, membaca kembali poin-poin yang ada di dalam polis.

jangan-lakukan-kesalahan-ini-saat-membeli-asuransi-jiwa-finansialku

[Baca Juga: Jangan Lakukan Kesalahan Ini saat Membeli Asuransi]

 

Begitu polis asuransi dikeluarkan, ada yang namanya free look period yang artinya Anda (pemegang polis) boleh membatalkan polis apabila tidak menyetujui syarat dan ketentuan di polis karena satu atau beberapa alasan. Perusahaan asuransi jiwa akan mengembalikan premi yang sudah dibayar dan dikurangi biaya pembatalan polis.

 

Polis asuransi jiwa tentunya berisi sesuai dengan jenis asuransi yang Anda beli. Di Indonesia, secara umum terdapat dua jenis asuransi, yaitu:

  1. Asuransi jiwa (life insurance): memberikan perlindungan pada kerugian finansial jika tertanggung meninggal dunia.
  2. Asuransi umum (general insurance): memberikan perlindungan pada kerugian finansial jika terjadi kerusakan pada aset dan lain sebagainya. Misal asuransi rumah, asuransi kecelakaan diri, asuransi kendaraan, asuransi perjalanan dan lain sebagainya.

 

Sebuah polis asuransi jiwa berjenis unitlink umumnya berisi mengenai perlindungan dan investasi, contoh:

  1. Daftar istilah yang digunakan
  2. Dasar pertanggungan
  3. Masa peninjauan polis
  4. Pembayaran dan penagihan premi
  5. Berlaku dan berakhirnya polis
  6. Pembayaran premi berkala yang terhenti
  7. Manfaat asuransi
  8. Dana investasi
  9. Unit dan harga unit
  10. Pengalokasian unit
  11. Biaya-biaya
  12. Laporan transaksi
  13. Perubahan polis
  14. Penarikan dan penebusan
  15. Pengalihan dana investasi
  16. Prosedur klaim manfaat asuransi
  17. Pemulihan polis
  18. Pengecualian
  19. Mata uang polis
  20. Keadaan luar biasa
  21. Ketentuan dalam keadaan perang
  22. Syarat-syarat tambahan
  23. Penyampingan hak
  24. Penyelesaian sengketa

 

10 Cara Memilih Asuransi Kesehatan yang Tepat untuk Anda dan Keluarga - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: 10 Cara Memilih Asuransi Kesehatan yang Tepat untuk Anda dan Keluarga]

 

Hal-hal yang umumnya diatur dalam polis penyakit kritis (critcal illness), adalah:

  1. Istilah
  2. Maslahat asuransi (uang pertanggungan)
  3. Definisi penyakit kritis
  4. Periode eliminasi
  5. Pemberitahuan dan bukti klaim
  6. Pemeriksaan kesehatan
  7. Pengecualian
  8. Berakhirnya pertanggungan

 

Setelah Anda menerima polis, sebaiknya Anda harus:

  1. Membaca kembali poin-poin yang tertera di dalam polis.
  2. Menyimpan nomor polis di dalam smartphone atau apapun, agar mudah ditemukan pada saat kondisi darurat.
  3. Simpan polis di tempat yang benar, sebaiknya simpan di laci tempat dokumen-dokumen terkait keuangan.
  4. Jika Anda membeli asuransi kesehatan atau unitlink dengan sistem cashless, simpan kartu asuransi tersebut di dompet. Tujuannya jika ada kondisi darurat, Anda tidak perlu mencari-cari kartu tersebut.

 

Sumber Gambar:

  • Polis – https://goo.gl/LqvzVy

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku