Kamu yang sudah terdaftar dan memiliki eID BPJS Kesehatan, apakah sudah mengetahui fungsi dan keguanaannya?

Bantuan kesehatan dari pemerintah ini ditujukan untuk mendukung Indonesia sehat, namun nyatanya masyarakat masih kebingungan akan fungsi dan fakta pentingnya. Agar tidak bingung, yuk kita lihat apa saja fakta penting tentang eID BPJS Kesehatan ini:

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Secure

 

Berkenalan dengan eID BPJS Kesehatan Yuk!

Sebelum kamu memanfaatkannya, ada baiknya kamu mengenal dan mempelajari mengenai bantuan kesehatan dari pemerintah ini. Mengapa harus mengenal terlebih dahulu?

Faktanya, banyak masyarakat yang gagal menikmati benefitnya akibat tidak mengetahui kebijakan dan fungsi serta cakupan pelayanannya.

Lengkap! Daftar Iuran BPJS Kesehatan yang Baru 2020 01 - Finansialku

[Baca Juga: Tahukah Anda, Sekarang Beli Kacamata Ditanggung BPJS Kesehatan? Ini Syarat dan Caranya!]

 

Hal inilah yang menjadi kecemasan pemerintah, dimana masyarakat cenderung tidak mau tahu akan produk bantuan yang diberikan, namun hanya mengharapkan benefitnya saja.

Supaya dapat menikmati benefitnya, Finansialku mengajakmu untuk mengenal mengenai BPJS Kesehatan.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sendiri mulai diberlakukan sejak 1 Januari 2014 sebagai badan hukum publik yang bertugas menyelenggarakan bantuan jaminan sosial dalam bidang kesehatan.

Dari segi struktur perusahaan, BPJS Kesehatan merupakan bagian dari ASKES, dimana fungsinya adalah melayani bantuan sosial kesehatan layaknya asuransi kesehatan dari pemerintah.

Untuk memudahkan masyarakat, kini pendaftaran peserta BPJS Kesehatan dapat dilakukan secara offline atau online.

Pendaftaran offline dapat dilakukan langsung di kantor BPJS Kesehatan yang ada didaerah masing-masing, sedangkan pendaftaran online dapat dilakukan melalui situs resmi BPJS Kesehatan sesuai dengan data kependudukan.

Peserta yang sudah aktif akan mendapatkan kartu peserta BPJS Kesehatan yang didalamnya tertulis informasi nomor BPJS, nama peserta, tanggal lahir, nomor NIK, faskes tingkat pertama, dan kelas kepesertaan yang dipilih.

Banyak orang yang bingung mengenai kartu kepesertaan BPJS Kesehatan ini, jadi akan kami bahas lebih lanjut pada poin selanjutnya.

 

Fakta Penting tentang eID BPJS Kesehatan

Jika kamu masih kebingungan soal kartu peserta BPJS Kesehatan, yuk simak ulasan berikut.

Nah, kartu peserta BPJS Kesehatan sendiri terbagi menjadi 2 jenis, yaitu kartu BPJS biasa yaitu kartu fisik yang bisa disimpan dalam dompet, dan kartu BPJS digital yang sering disebut dengan kartu eID.

Keduanya memiliki fungsi yang sama yaitu tetap bisa digunakan untuk berobat di faskes 1 maupun di faskes lanjutan.

10 Fakta Penting Tentang eID BPJS Kesehatan yang Wajib Kamu Ketahui 02

[Baca Juga: Panduan Lengkap dan Cara Berobat Menggunakan BPJS Kesehatan di Rumah Sakit]

 

Sayangnya masih banyak yang merasa bahwa eID merepotkan dan tidak berguna. Padahal baik eID maupun kartu fisik BPJS Kesehatan memiliki fungsi yang sama.

Agar kamu tidak lagi bingung dan dapat memanfaatkan eID ini dengan baik, yuk simak 10 fakta penting mengenai eID BPJS Kesehatan ini:

 

#1 Merupakan Hasil Pendaftaran BPJS Kesehatan Online

Untuk mempermudah layanan peserta, BPJS Kesehatan telah meluncurkan pendaftaran online sehingga calon peserta BPJS Kesehatan tak perlu antri melakukan pendaftaran secara manual di Kantor Cabang BPJS Kesehatan.

Melalui pendaftaran online, peserta pun dapat mencetak Kartu BPJS Kesehatan-nya sendiri, yang disebut eID. Fungsinya sama saja dengan kartu peserta fisik BPJS Kesehatan.

Baik eID maupun kartu BPJS Kesehatan yang biasa sama-sama dapat digunakan untuk memperoleh layanan kesehatan di fasilitas kesehatan.

Kartu eID ini juga setara keabsahan dan kevalidannya dengan kartu BPJS Kesehatan yang biasa.

 

#2 Dapat Ditukar Dengan Kartu Peserta Fisik BPJS Kesehatan

Jika kamu ingin menukarnya dengan kartu BPJS Kesehatan yang berbentuk fisik, kamu dapat melakukannya. Namun hal ini TIDAK WAJIB dilakukan, mengingat fungsi dan keabsahannya sama saja.

Namun jika kamu tetap ingin menukarnya, kamu dapat mendatangi Kantor Cabang BPJS Kesehatan terdekat dengan membawa kartu keluarga, NIK, dan e-ID yang ingin ditukar.

 

#3 Dapat Dicetak Sendiri + Cara Cetak eID BPJS Kesehatan

Sebagai informasi, setelah melakukan pendaftaran secara online, kamu akan  memperoleh eID BPJS Kesehatan yang dikirimkan melalui email dalam format PDF. Jika tidak, kamu sebaiknya melakukan 4 step berikut:

  1. Buka aplikasi BPJS Kesehatan / mobile
  2. Kemudian pilih menu Peserta lalu Ubah Data Peserta.
  3. Pilih peserta BPJS kesehatan mandiri yang ingin dicetak kartu eID
  4. Pilih ikon email lalu akan muncul pertanyaan “Apakah anda ingin mengirim kartu eID ke email anda? pilih YA

Peserta BPJS Perlu Tambah Iuran, Sri Mulyani Menyeimbangkan Jaminan Kesehatan 03 BPJS Kesehatan 2 - Finansialku

[Baca Juga: ASKES dan BPJS Kesehatan, Apa Persamaan dan Perbedaannya?]

 

Kemudian kamu dapat mencetaknya sendiri jika perlu, dimana kamu hanya perlu melakukan beberapa langkah berikut ini:

  1. Unduh file PDF eID BPJS Kesehatan yang kamu peroleh via email
  2. Setelah terbuka dalam aplikasi PDF-nya, kamu dapat print file tersebut
  3. Print file dapat dilakukan secara hitam putih atau berwarna (keduanya sama-sama dapat digunakan)

 

#4 Cara Menggunakan eID Untuk Berobat

Kamu cukup menunjukkan eID dan identitas diri lainnya seperti KTP untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di berbagai fasilitas kesehatan.

 

#5 Cara Mengubah Data atau Informasi dalam eID

Salah satu pertanyaan yang paling banyak ditanyakan mengenai eID BPJS Kesehatan adalah:

“Bagaimana jika saya salah mengisikan data pada saat melakukan pendaftaran online? Bisakah saya mengubah data yang sudah saya isikan?”

 

Jawabannya adalah perubahan data hanya bisa dilakukan di Kantor BPJS Kesehatan cabang terdekat.

Oleh karena itu, kami sarankan supaya kamu segera melapor dan mengurus perubahan datamu jika melakukan kesalahan pengisian, sehingga kamu tetap dapat memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan hakmu.

Sekedar untuk berjaga-jaga, kami sarankan pula kamu membawa fotokopi KTP, fotokopi Kartu Keluarga, dan pas foto ukuran 3×4 dua lembar saat mengunjungi Kantor BPJS Kesehatan cabang terdekat.

 

#6 eID Kosong Dapat Diatasi

Jika kamu menemukan PDF eID yang kosong, jangan langsung panik.

Kemungkinan besar terdapat data tentang fasilitas kesehatan yang belum diisi lengkap, seperti lokasi fasilitas kesehatan tingkat pertama, dokter keluarga, dan atau nama dokter gigi (jika kamu memilih dokter keluarga sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama).

Studi Kasus Menghitung BPJS Kesehatan 02 Finansialku

[Baca Juga: BPJS Kesehatan Online: Daftar, Cara Cek Iuran dan Faskesnya]

 

Oleh karenanya, kami sarankan kamu segera mengunjungi Kantor BPJS Kesehatan cabang terdekat untuk melengkapi data dan mencetak e-ID tersebut, sebab seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, perubahan data peserta hanya dapat dilakukan di Kantor Cabang BPJS Kesehatan.

 

#7 Kartu Dapat Dicetak Setelah Melakukan Pembayaran Pertama

Pertanyaan paling sering ditanyakan selanjutnya mengenai eID BPJS Kesehatan adalah:

“Mengapa eID saya tidak dapat dicetak?”

 

Perlu kamu ketahui, eID baru dapat dicetak jika kamu telah melakukan pembayaran pertama di bank yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, seperti Bank Mandiri, BRI, atau BNI.

Seperti halnya kartu BPJS Kesehatan yang biasa, kartu e-ID dapat kamu pergunakan pada hari yang sama setelah dicetak.

 

#8 Aktif Pada Hari ke-14 Setelah Pendaftaran

Seperti diungkapkan pada poin ke-7, kartu perlu diaktivasi terlebih dahulu untuk dapat dicetak. Ini juga merupakan langkah untuk mengaktivasi pendafataranmu.

Jadi, setelah kamu membayar iuran pertama, akun akan aktif pada hari ke-14 sejak pendaftaran. Tetapi, ada baiknya kamu mengecek aktif atau belumnya kartu BPJS sebelum memanfaatkannya.

Hal ini dikarenakan jika kamu sakit dan ingin menggunakan BPJS namun ternyata BPJS-mu belum aktif, maka kamu tidak bisa menggunakan layanannya.

 

#9 Cara Mengecek Keaktifan eID BPJS Kesehatan

Lantas bagaimana mengecek aktif tidaknya eID BPJS Kesehatanmu? Ikuti step berikut ini yuk:

  1. Silakan akses halaman informasi BPJS di https://daftar.bpjs-kesehatan.go.id/bpjs-checking/
  2. Masukkan nomor kartu BPJS, tanggal lahir, dan isi angka validasi. Lalu, klik cek untuk melihat informasi mengenai akun BPJS-mu
  3. Selanjutnya akan muncul segala informasi mengenai akun BPJS kamu, mulai dari nama, nomor peserta, status akun peserta, dan jumlah anggota keluarga.
  4. Cek status akun pekerja (Aktif atau Non Aktif)

Sanksi Tidak Ikut BPJS 02 BPJS 2 - Finansialku

[Baca Juga: Apakah Asuransi Kesehatan dan BPJS Kesehatan Mengcover Perawatan Gigi?]

 

Kamu juga bisa mengeceknya melalui SMS dengan mengikuti step berikut ini:

  1. Ketik SMS dengan format:
  • NIK <spasi> Nomor Kependudukan ( NIK 352423291000xxxx )
  • NOKA < spasi> Nomor Kartu BPJS Kesehatan ( NOKA 0001260979xxx )
  • NIP <spasi> Nomor Induk Pegawai ( NIP 19299991119999230xxx )
  1. Lalu, kirimkan SMS ke nomor layanan BPJS 08777-5500-400.

Terakhir, kamu juga bisa mengecek keaktifan kartu melalui telepon hotline.

Caranya adalah dengan menghubungi 1500400 dan tanyakan langsung mengenai status keaktifan kartu BPJS kamu. Tentunya kamu harus siap dengan kartu BPJS karena akan dimintai verifikasi berupa nomor BPJS.

 

#10 Sulit Dipalsukan

Melansir dari Republika.com, Kepala Divisi Regional (Kadivre) II BPJS Kesehatan, Benjamin Saut PS mengatakan pemalsuan selembar kartu Identitas Elektronik (Electronic Identification = eID), untuk peserta diyakini akan sulit dilakukan karena eID bisa dicek ulang dengan master file atau data induk peserta bersangkutan.

3-Cara-Cek-Tagihan-BPJS Kesehatan-2-Finansialku

[Baca Juga: Konsultasi: Dengan Adanya Kewajiban Menggunakan BPJS Kesehatan, Apakah Kita Harus Tetap Memiliki Asuransi Swasta?]

 

Namun jika memang terjadi, Benjamin menjelaskan bahwa hal tersebut akan segera ditindak secara hukum.

Menurut Benjamin, pemalsuan kartu eID akan mendapat ancaman hukuman sesuai perundangan yang berlaku yakni pasal 13 butir a UU No.24/2011 tentang BPJS Kesehatan berkewajiban untuk memberikan nomor identitas tunggal kepada peserta.

 

Kesimpulan: eID sama dengan Kartu Peserta Fisik BPJS Kesehatan

Setelah mengetahui bagaimana fungsi dan cara kerja eID BPJS Kesehatan, kini kamu tidak perlu bingung lagi bukan?

Bagi kamu yang belum pernah menggunakan bantuan kesehatan dari pemerintah ini, cobalah dari sekarang dan manfaatkan sesuai dengan kebutuhanmu.

Pemerintah telah menciptakan sebuah sistem dan mengupayakan kemudahannya bagi masyarakat, tinggal kita yang kini memanfaatkannya dengan baik.

Tentunya bantuan jaminan kesehatan ini akan membantu masyarakat Indonesia, termasuk kamu dalam meningkatkan kesejahteraan kesehatan bersama.

 

Itu dia fakta-fakta tentang eID BPJS Kesehatan yang perlu kamu ketahui. Bermanfaat bukan?

Mungkin teman-temanmu belum tahu akan hal ini. Yuk jadi teman yang baik dengan membagikan artikel bermanfaat ini kepada rekan-rekanmu.

 

Hati-hati terhadap penipuan mengatasnamakan Finansialku! Finansialku.com tidak pernah memungut biaya atau pun menjanjikan produk apa pun di luar aplikasi dan official media kami.

 

Sumber Referensi:

  • Admin. PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 111 TAHUN 2013. PERUBAHAN ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 12 TAHUN 2013 TENTANG JAMINAN KESEHATAN – http://bit.ly/2lG2gS9
  • Admin. 26 Juli 2019. Sudah Aktif Belum Kartu BPJS Anda? Ayo Cek Dengan Cara Berikut. Sepulsa.com – http://bit.ly/2lbphMg
  • Julkifli Marbun. 14 Juni 2014. Kadivre: Pemalsuan E-ID BPJS Kesehatan Sulit Terjadi. Republika.co.id – http://bit.ly/2lSC2vs
  • Dian Armalia. 9 Maret 2019. Kartu e-ID BPJS berlaku seperti Kartu BPJS Fisik Biasa. Panduanbjs.com – http://bit.ly/2nneEqw
  • Opik. 20 April 2018. Cara Cetak Kartu E-ID BPJS Kesehatan Sendiri. Opikini.com – http://bit.ly/2lG1Ueh
  • Admin. 14 Juli 2014. Pertanyaan Paling Sering Tentang e-ID BPJS Kesehatan. Kompasiana.com – http://bit.ly/2lPfkEw

 

Sumber Gambar:

  • eID BPJS Kesehatan 01 – http://bit.ly/2ldhhue
  • eID BPJS Kesehatan 02 – http://bit.ly/2mRCQkl