Terobosan digital dalam dunia keuangan sudah tidak bisa dipungkiri kehadirannya, hal ini menyita perhatian dan menjadi pembahasan di rapat IMF World Bank kemarin.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Fintech Dimata Otoritas Keuangan Asia

Pada perhelatan rapat tahunan IMF WB, Bank sentral dan otoritas keuangan sepakat harus merespons lebih baik tantangan financial technology (fintech) yang menyebar dengan pesat.

Dalam hal ini, para petinggi lembaga keuangan Asia yang berkumpul di Bali pekan ini melihat bahwa teknologi keuangan menjadi salah satu jawaban untuk mewujudkan pemanfaatan teknologi keuangan secara merata di seluruh lapisan masyarakat.

Hadirnya mobile banking, big data, jaringan transfer peer-to-peer dan teknologi keuangan lainnya telah memperluas jangkauan layanan keuangan.

Mempermudah masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki rekening bank atau tidak terjangkau bank, sehingga meningkatkan pendapatan dan standar hidup.

Walau begitu, fintech juga membawa risiko penipuan siber, keamanan data, dan pembobolan privasi, bahkan lintas negara.

Disintermediasi layanan fintech atau konsentrasi layanan di antara beberapa penyedia juga dapat menimbulkan risiko terhadap stabilitas keuangan.

7 Fintech yang Berpotensi Meningkatkan Perekonomian Indonesia 01a Finansialku

[Baca Juga: Tawarkan Proyek Rp200 Triliun Di Pertemuan IMF World Bank]

 

Presiden Asian Development Bank, Takehiko Nakao, mengakui, teknologi keuangan baru yang menyebar dengan begitu cepat adalah teknologi yang sangat menjanjikan untuk inklusi keuangan.

Dia pun sepakat, perlu mendorong lingkungan yang memungkinkan teknologi finansial berkembang.

Untuk keamanan, Takehiko beranggapan jika otoritas terkait perlu memperkuat kerja sama kawasan guna membangun standar peraturan dan sistem pengawasan yang harmonis demi mencegah pencucian uang internasional, pendanaan teroris, dan kejahatan siber.

728x90 hitung sekarang Kesehatan Keuangan
300x250 - Hitung Sekarang Kesehatan Keuangan

 

Untuk fintech di Asia Timur, Junhong Chang, Direktur ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) menilai, para pembuat kebijakan perlu memahami dan mengelola dampak teknologi di dalam sistem keuangan kita demi mempertahankan stabilitas keuangan.

Bagi Indonesia, teknologi finansial merupakan media yang dinantikan oleh Indonesia, yang terdiri dari ribuan pulau. Banyak masyarakat Indonesia yang belum bisa tersentuh oleh lembaga keuangan.

Pertumbuhan Fintech Curi Perhatian Rapat IMF World Bank 02 - Finansialku

[Baca Juga: Lima Isu Utama yang Akan Diangkat Indonesia pada IMF-WB 2018]

 

Seperti dilansir oleh Kontan.co.id, Minggu (14/10/18), Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia, Mirza Adityaswara dalam pertemuan IMF-Bank Dunia mengatakan:

 “Lebih dari 50 juta UMKM yang tak sabar menanti untuk terlibat dalam e-commerce; masyarakat baru yang didorong oleh kelompok kelas menengah yang dinamis dan demokratis, yang memandang ekonomi digital sebagai sesuatu yang tak terhindarkan, seperti layaknya evolusi.”

 

Meskipun Asia mengalami pertumbuhan perekonomian yang tinggi dalam beberapa tahun terakhir, sektor keuangan masih tertinggal di sejumlah negara.

Kurang dari 27% orang dewasa di kawasan Asia yang sedang berkembang sudah memiliki rekening bank, jauh di bawah median global sebesar 38%.

Sementara itu, hanya 84% dari perusahaan di kawasan ini sudah memiliki rekening giro atau tabungan, setara dengan Afrika tetapi ketinggalan dari Amerika Latin yang mencapai 89% dan 92% di emerging Europe (kawasan Eropa Tengah dan Timur).

Inklusi keuangan dapat ditingkatkan melalui kebijakan yang mendorong inovasi keuangan, dengan meningkatkan literasi keuangan, serta dengan memperluas dan meningkatkan infrastruktur dan jaringan digital.

Peraturan untuk mencegah kegiatan ilegal, meningkatkan keamanan siber, dan melindungi hak dan privasi konsumen, juga akan membangun keyakinan terhadap teknologi keuangan yang baru.

 

Setelah membaca informasi pada artikel ini, apa tanggapan dan komentar Anda? Silakan beri jawaban Anda pada kolom di bawah ini, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Sanny Cicilia. 14 Oktober 2018. Pesatnya Pertumbuhan Fintech di Mata Otoritas Keuangan Asia. Kontan.co.id – https://goo.gl/AzQbB5

 

Sumber Gambar:

  • Rapat IMF World Bank 01 – https://goo.gl/ERcDmc
  • Rapat IMF World Bank 02 – https://goo.gl/PcCufV

 

Free Download Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis

Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis - Mock Up - Finansialku Jurnal

DOWNLOAD EBOOK SEKARANG