IHSG naik turun tidak terkontrol, fluktuasi saham pastinya bikin para investor frustrasi! Jangan khawatir, lakukan hal ini saja!

Dapatkan informasi selengkapnya di bawah ini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Fluktuasi Saham, Gara-gara Corona!

Pada pembukaan perdagangan Senin (09/03) kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilaporkan melemah sebanyak 6,5 persen pada level 5.136.

Tapi, selang satu hari, pada perdagangan per hari Selasa (10/03), pukul 15.50 WIB, IHSG mengalami kenaikan sebanyak 1,82 persen, dan berada di level 5.230.

IHSG tidak sendiri. Pasar saham dunia juga tergoncang karena ketidakpastian virus corona yang tidak jua berakhir.

Di perdagangan Senin (09/03) kemarin, melansir laman liputan6.com yang mengutip CNBC, indeks saham Dow Jones Industrial Average (DJIA) juga ikut anjlok di level 1.076 poin.

Bukan hanya itu, S&P 500 berjangka dan Nasdaq-100 berjangka juga ikut mengalami penurunan di pembukaan perdagangan Senin.

Hari itu, (Senin, 09/03), Indeks saham Jepang Nikkei turut turun sebanyak 5,82 persen.

Indeks saham Hong Kong, HangSeng juga ikut kereta roller-coaster, harus turun sebanyak 4,02 persen.

Fenomena ini tentu disetujui secara kompak oleh para investor di dunia, adalah ulah virus corona yang belum menunjukkan kabar baik, meski beberapa negara mengalami peningkatan jumlah pasien yang dinyatakan sembuh.

Apakah Saat Ini Harga Saham Sudah Murah 1 Finansialku

[Baca Juga: IHSG Anjlok, OJK Izinkan Emiten “Buyback” Saham Tanpa RUPS]

 

Bukan hanya fenomena tak berkesudahan dari virus corona, konflik harga minyak antara dua negara timur tengah, Arab Saudi dan Rusia.

Berbagai fenomena yang menggoncang saham beberapa bulan di awal 2020 ini, membuat para investor bak cacing kepanasan, melihat portofolio sahamnya yang kompak diisi dengan warna merah.

 

Tetap Optimis, Jangan Meringis

Fluktuasi saham tidak bisa dipungkiri mengganggu ketenangan para investor dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Apalagi untuk para investor pemula, mendapati portofolio yang kompak berwarna merah adalah mimpi buruk.

Keadaan ini tidak jarang malah membuat kita trauma dan tidak berani melakukan investasi di pasar saham.

Tapi, cobalah untuk tidak berpikir depresif di tengah terpaan tidak berujung ini. Terimalah fakta kalau bidang ini memang tidak ada yang pasti.

Satu hari, portofolio kita akan merah, tapi beberapa hari kemudian, kita bisa saja mendapati portofolio kita berwarna hijau asri.

 

#1 Investasi di Valuasi Lebih Murah

Untuk para investor domestik, ketika ada penurunan nilai pada saham, cobalah manfaatkan untuk menambah investasi pada valuasi yang lebih murah.

Mengenal Apa itu Bursa Saham dan Bursa Efek 01 - Finansialku

[Baca Juga: IHSG Hari Ini 11 Maret 2020 Dibuka Menguat di 5.231,609]

 

Dengan melakukan hal ini, kita bisa meningkatkan potensi imbal hasil yang akan dinikmati oleh sobat Finansialku sebagai seorang investor.

Karena ketika IHSG mengalami penurunan, maka yang akan turun duluan adalah saham yang memiliki fundamental buruk atau saham yang fundamentalnya bagus tapi valuasinya mahal.

Sedangkan untuk saham yang valuasinya lebih murah, meski akan ikut terseret arus penurunan, mereka cenderung mampu mempertahankan posisinya atau bahkan mengalami kenaikan.

Hal ini pernah terjadi beberapa kali di perdagangan dua minggu pertama pada Juli tahun lalu.

Ada peningkatan pasar yang menyebabkan normalisasi potensi imbal hasil ke depan menjadi sekitar 10-12 persen per tahun untuk saham dan 8 persen per tahun untuk SBN.

 

#2 Cuci Gudang di Periode Bullish

Ketika kita memasuki periode bullish, yang bisa dilihat dari rata-rata PER-nya yang sudah tinggi (19 atau 20 kali), maka mulailah sedikit demi sedikit untuk mengurangi portofolio saham sobat Finansialku dan mulai mengumpulkan cash.

Lalu ketika IHSG mulai mengalami penurunan signifikan (biasanya lebih besar dari 2 per hari), maka itu adalah tanda kalau periode bullish sudah hampir menemui titik akhir.

Pada saat ini lah dikatakan momen yang tepat untuk melakukan penjualan beberapa portofolio saham sobat Finansialku, sebelum menemui periode bearish.

Kegiatan Bisnis Tak Berjalan, Saham Tiga Emiten Dihapus Paksa (Delisting) 02 - Finansialku

[Baca Juga: Waduh! Baru Diresmikan, 3 Saham Sudah Kena Auto Reject BEI]

 

Ingat, seluruh momen ini biasanya setidaknya terjadi dalam jangka waktu minimal satu bulan.

Tapi tidak pula menutup kemungkinan periode-periode ini akan terjadi selama dua hingga lima bulan.

Eits, sebelum melakukan tips ini, perlu diingat kalau tips di atas hanya berlaku untuk kejadian koreksi musiman biasa, tidak ada penyebab fundamental di baliknya, ya!

 

#3 Selalu Persiapkan Kas

Investor pemula, biasanya cenderung tamak dan terbutakan, lalu dengan ceroboh memasukkan semua dananya untuk investasi saham.

Padahal, hal itu seharusnya tidak perlu dilakukan. Selain karena kita memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi sesegera mungkin, tapi juga ketika pasar saham mengalami penurunan, kita cuma bisa meringis karena harta kekayaan kita juga ikut turun.

Sedangkan bagi para investor yang terlanjur basah menyemplungkan semua hartanya untuk investasi saham, ada satu tips ala Andhika Diskartes yang bisa ditiru!

Coba usahakan untuk batasi kerugian dengan cara stop loss. Maksudnya, milikilah uang untuk membeli saham di harga yang jauh lebih rendah.

Nanti, ketika ternyata harganya terus menurun dan diperkirakan menyentuh bottom, baru lakukan buyback!

GRATISSS Download!!! Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

 

 

Begitu kira-kira beberapa tips yang bisa Finansialku berikan untuk sobat Finansialku dalam menghadapi fluktuasi saham. Apa sobat Finansialku punya tips lainnya yang bisa ditambahkan? Sampaikan pada kami lewat kolom komentar di bawah, ya!

Kalau informasi ini bermanfaat, yuk, beritahu rekan-rekan dan keluarga sobat Finansialku lewat beberapa platform di bawah ini!

 

Sumber Referensi:

  • Admin. 9 Maret 2020. Indeks Saham Dunia Anjlok, IHSG Dibuka Terjun Bebas 175,44 Poin. Liputan6.com – http://bit.ly/2TQXtdn
  • Septian Deny. 9 Maret 2020. Wabah Corona Goncang Pasar Saham Dunia, IHSG Ditutup Merosot 6,58 Persen. Liputan6.com – http://bit.ly/39EjoLF
  • Lorenzo Anugrah Mahardhika. 3 Februari 2020. Begini Kiat Menghadapi Pasar Saham yang Bergejolak. Market.bisnis.com – http://bit.ly/2TEPjpu
  • Farash Farich. 17 Agustus 2019. Tetap Optimis Menghadapi Naik Turun Investasi. Catatankeluargamuda.com – http://bit.ly/38DZDCL
  • Admin. 19 Agustus 2013. Tips Menghadapi Koreksi IHSG. Teguhhidayat.com – http://bit.ly/2wMygcs
  • Admin. 8 Juni 2015. Tips & Strategi Menghadapi Penurunan IHSG. Teguhhidayat.com – http://bit.ly/3cI00zg
  • Admin. 29 Maret 2018. Diskartes.com – http://bit.ly/2TWvQ2R