Kenapa banyak orang gaji besar tapi tidak bisa punya tabungan? Harusnya semakin besar gaji, semakin besar tabungan. Kenyataannya semakin besar gaji malah semakin kecil tabungan. Apa yang salah?

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Apa Penyebabnya : Gaji Besar Kok Tabungan Kecil?

Apakah Anda setuju, masalah keuangan Anda saat ini akan selesai dengan mudah jika Anda mendapat gaji besar? Jika Anda setuju, berarti Anda perlu mengetahui kenyataan-kenyataan di bawah ini. Gaji besar tidak menjamin seseorang bisa memiliki tabungan. Begitupula dengan gaji kecil, bukan berarti tabungan kecil.

Gaji Besar Kok Tidak Punya Tabungan, Ini Penyebabnya - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[[Baca Juga: Gaji Besar Bukan Solusinya]

 

Jika Anda perhatikan lebih lanjut, ternyata banyak loh orang-orang dengan penghasilan tinggi tetapi sulit untuk menabung dan berinvestasi. Hal itu disebabkan bukan karena gaji, tetapi karena pola pikir (mindset) dan cara mengelola keuangan yang salah. Nah berikut ini 8 alasan, mengapa seseorang gaji besar tapi tidak bisa memiliki tabungan :

 

Alasan 1 Pendapatan Meningkat, Pengeluaran Juga Meningkat

Fakta membuktikan, peningkatan pendapatan akan diikuti juga dengan peningkatan pengeluaran. Dan celakanya, kadang-kadang pengeluaran meningkat lebih banyak dibandingkan dengan peningkatan pendapatan. Satu lagi, pengeluaran yang sudah terlanjut naik, sudah diturunkan. Contoh

  • Jika Anda sudah terbiasa makan di restoran empat kali dalam sebulan, sulit untuk mengurangi menjadi dua kali dalam sebulan, betul?
  • Jika Anda sudah terbiasa dengan mobil pribadi, sangat sulit untuk menggunakan kendaraan umum, betul?
  • Jika Anda sudah terbiasa nonton bioskop, delapan kali dalam sebulan, sulit untuk mengurangi menjadi tiga kali dalam sebulan, betul?

 

Jadi masalah 1:

Gaji naik, Pengeluaran juga naik dan bahkan lebih tinggi naiknya.

 

[Jawab Quiz: Sudahkah Anda Mengelola Keuangan dengan Benar?]

 

Alasan 2 Tidak Memiliki Rencana Jangka Menengah dan Panjang

8 dari 10 orang di Indonesia kurang menyadari pentingnya perencanaan keuangan. Baik untuk kebutuhan jangka menengah (3 – 5 tahun) dan kebutuhan jangka panjang (lebih dari 5 tahun). Padahal ada banyak sekali pengeluaran besar di masa depan, contoh: menyekolahkan anak, membeli rumah, kendaraan, perjalanan ibadah, biaya untuk masa pensiun dan pengeluaran lainnya.

[Baca Juga: Mengapa Perlu Perencanaan Dana Hari Tua?]

 

Mari kita cermati satu kasus: biaya untukk pensiun. Semua orang pasti akan pensiun, termasuk juga dengan Anda. Tentunya Anda tidak mau kan, waktu pensiun masih harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup? Nah jika tidak mau maka Anda perlu mulai merencanakan dana pensiun mulai dari sekarang. Bersyukurlah jika Anda saat ini memiliki gaji besar, karena Anda dapat mulai mempersiapkannya mulai dari sekarang. Jangan habiskan gaji untuk kebutuhan konsumtif.

[Baca Juga: Habiskan Saja Gajimu]

 

Jadi masalah 2:

Tidak punya rencana untuk jangka menengah dan panjang.

 

Alasan 3 Tidak Memiliki Persiapan

Ada beberapa orang yang berpikir ah nabung mulai sekarang itu rasanya kepagian. Kan masih ada hari esok, sekarang lebih baik untuk menghibur diri sendirilah. Apakah Anda termasuk orang yang berpikir seperti itu?

Semoga Anda jangan termasuk golongan orang-orang yang berpikir masih ada hari esok. Tahukah Anda jika Anda menabung dan/atau berinvestasi sejak sekarang, Anda dapat mewujudkan tujuan keuangan Anda lebih cepat, atau Anda dapat membeli tujuan yang lebih mahal.

 

Contoh: Pak Ardy dan Pak Budi bekerja di kantor swasta dengan gaji yang sama. Keduanya ingin membeli rumah 5 tahun lagi. Perbedaannya adalah:

  • Pak Ardy memutuskan untuk mulai berinvestasi mulai dari sekarang.
  • Pak Budi memutuskan akan berinvestasi 2 tahun lagi.

 

Menurut Anda manda yang lebih mungkin membeli rumah terlebih dahulu Pak Ardy atau Pak Budi? Tentu saja peluang Pak Ardy dapat membeli rumah 5 tahun lagi lebih besar dibandingkan peluang Pak Budi.

 

[Baca Juga: 5 Tahun Kerja Bisa Membeli Rumah, Asal Tahu Caranya]

 

Jadi masalah 3

Tidak memiliki persiapan dan kebiasaan buruk menunda.

 

Alasan 4 Tidak Memiliki Anggaran Keuangan

Tahukah Anda, ada sebuah alat keuangan yang mampu membantu Anda mengelola keuangan dengan lebih mudah. Anda hanya cukup meluangkan waktu 5 – 10 menit setiap bulannya. Ya dengan 10 menit setiap bulan, keuangan Anda bisa menjadi lebih sehat. Caranya adalah dengan membuat anggaran keuangan.

[Baca Juga: Apa itu Anggaran dan Apa Manfaatnya?]

 

Nah langkah pertama yang harus Anda buat adalah anggaran. Anggaran membantu Anda untuk membagi kemana saja uang Anda akan digunakan.

  • Berapa yang digunakan untuk berdonasi (Zakat, Perpuluhan atau Sumbangan lainnya)?
  • Berapa yang digunakan untuk tabungan dan investasi?
  • Berapa yang digunakan untuk bayar premi asuransi?
  • Berapa yang digunakan untuk bayar cicilan dan utang?
  • Berapa yang digunakan untuk bayar pengeluaran anak dan pendidikan?
  • Berapa yang digunakan untuk bayar rumah tangga?
  • Berapa yang digunakan untuk bayar kesehatan?
  • Berapa yang digunakan untuk bayar kendaraan?
  • Berapa yang digunakan untuk bayar pengeluaran pribadi?

Dan lainnya.

 

Jadi masalah 4

Tidak memiliki anggaran keuangan.

 

Alasan 5 Tidak Pernah Memiliki Catatan Keuangan

Apakah Anda tahu letak kebocoran-kebocoran dalam keuangan Anda?

  • Berapa yang Anda keluarkan untuk makan di luar?
  • Berapa yang Anda keluarkan untuk parkir?
  • Berapa yang Anda keluarkan untuk sumbangan pernikahan?
  • Berapa yang Anda keluarkan untuk ngopi dan kongkow di kafe?

 

Tahukah Anda, berapa uang yang dapat dihasilkan jika Anda menghemat biaya ngopi dan menginvestasikannya?

[Baca Juga: Apa yang Terjadi jika Uang Ngopi untuk Investasi?]

 

Jawaban dari pertanyaan di atas adalah dengan memiliki catatan keuangan. Memang mencatat pengeluaran dan pemasukan bukanlah hal yang nyaman. Diperlukan sebuah kedisiplinan untuk dapat mencatat keuangan.

 

Jadi masalah 5

Tidak pernah mencatat keuangan.

 

Anda dapat menggunakan aplikasi Finansialku untuk membantu Anda mengelola dan merencanakan keuangan. Dengan Anda mencatat keuangan, diharapkan Anda dapat memiliki kontrol atas keuangan Anda.

Aplikasi Finansialku Iklan 1 - Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Alasan 6 Tidak Bisa Membedakan Kebutuhan dan Keinginan

Melanjutkan diskusi kita yang nomor 1 ketika penghasilan naik, pengeluaran juga ikut naik. Mengapa hal itu bisa terjadi? Jawabannya sederhana karena orang sudah mulai ingin memenuhi semua keinginannya. Salah satu masalah keuangan yang paling dasar adalah membedakan dan memprioritaskan kebutuhan dan keinginan.

[Jawab Quiz: Liburan itu Kebutuhan atau Keinginan?]

 

Apakah Anda pernah bingung:

  • Uangnya mending untuk jalan-jalan ke luar negeri atau invest beli rumah ya?
  • Uangnya mending untuk beli smartphone baru atau invest beli mobil ya?
  • Uangnya mending untuk beli baju baru atau untuk donasi ya?

Dan seterusnya

 

Jadi masalah 6

Kesulitan membedakan dan memprioritaskan kebutuhan serta keinginan.

 

Alasan 7 Tidak Pandai Menggunakan Utang

Pemasalahan yang sering dihadapi oleh orang-orang degan gaji besar adalah Utang. Sebagian besar klien-klien Finansialku yang berurusan dengan utang adalah orang – orang dengan penghasilan besar (rata-rata 8 – 10 kali upah minimum regional / UMR).

Coba bayangkan, UMR adalah upah yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk hidup layak dalam satu bulan. Nah orang ini sudah memiliki gaji dengan besaran 8 – 10 kali UMR. Secara sederhana pendapatan 1 bulan orang tersebut, sebenarnya sudah bisa hidup layak untuk 10 bulan bukan? Kenapa mereka masih hidup dalam utang?

[Baca Juga: 3 Jenis KTA yang Ada di Indonesia]

 

Jawabannya adalah karena mereka salah menggunakan utang. Berawal dari perkenalan dengan kartu kredit, kemudian menjurus kepada gali lubang tutup lubang, kemudian masuk ke KTA. Bukannya KTA makin selesai tetapi makin besar dan makin besar hingga melebihi kemampuannya.

 

Jadi masalah 7

Tidak pandai mengelola utang.

 

Alasan 8 Konsumtif dan Gengsi

Terakhir dan yang paling sering dihadapi oleh orang-orang gaji tinggi adalah hidup KONSUMTIF dan penuh GENGSI. Contoh:

  • Jika membeli baju harus yang merk A, tidak mau yang lain.
  • Jika ada gadget terbaru, langsung beli tidak mau ketinggalan.
  • Jika ada film terbaru di bioskop, langsung nonton pada penayangan perdana.
  • Jika mau membeli mobil, beli mobil yang mewah.
  • Jika menikah ingin pesta mewah, padahal rumah masih ngontrak.

 

Orang-orang dengan gaji besar cenderung ingin mendapat PENGAKUAN dan WOW. Sebenarnya hal tersebut tidak salah, jika memang kebutuhan jangka menengah dan panjang sudah terpenuhi. Permasalahannya adalah jika merasa kaya padahal belum mampu.

 

Jadi masalah 8

Konsumtif dan gengsi.

 

Jadi Pilihan Anda adalah …

Saat ini Anda sudah mengetahui 8 alasan mengapa orang gaji besar malah tabungan kecil. Sekarang saatnya Anda memilih, apa yang harus Anda lakukan untuk diri Anda sendiri. Apakah Anda ingin hidup lebih sejahtera atau hidup dengan gaji besar (tapi tidak sejahtera)?

 

Apakah Anda pernah berniat mengajukan kredit tanpa agunan? Mengapa Anda ingin mengajukan kredit tanpa agunan?

 

  • Young Executive – http://goo.gl/CIfFQK

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku