Apakah Anda sudah memiliki dana darurat? Yuk, ketahui pentingnya dana darurat.  

 

Pentingnya Dana Darurat

Dana darurat merupakan pondasi dalam perencanaan keuangan. Setiap dari kita perlu untuk memiliki dana darurat. Namun, masih banyak orang yang belum memahami pentingnya dana darurat.

Dana darurat adalah cadangan kas yang disiapkan untuk menghadapi keadaan yang tidak terduga. Beberapa contoh keadaan tidak terduga adalah kerusakan rumah, tiba-tiba sakit, kerusakan kendaraan, dan lain sebagainya. 

Seringkali keadaan tersebut memakan biaya yang cukup besar. Oleh karena itu, penting untuk menyiapkan dana darurat agar tidak perlu berutang ketika membutuhkan uang tunai dalam waktu singkat. 

Selain itu, dana darurat juga memberikan rasa yang lebih aman kepada kita jika suatu saat dihadapkan oleh hal-hal yang tidak terduga. 

[Baca Juga: Ini Pentingnya Menyiapkan Dana Darurat untuk Pemula]

Lalu, sejak kapan kita harus memiliki dana darurat? Dana darurat perlu dimiliki sedini mungkin karena kita tidak pernah tahu kapan hal yang tidak terduga akan terjadi.

Semakin awal mengumpulkan dana darurat maka akan semakin baik. Apalagi di kondisi yang sedang tidak pasti seperti ini.

Anda bisa dengarkan penjelasan pentingnya dana darurat dari ahli keuangan dan bagaimana cara memilikinya secara lengkap melalui audiobook berikut ini.

banner -mengupas pentingnya dana darurat

 

Tempat Penyimpanan Dana Darurat 

Dimana sebaiknya Dana Darurat disimpan? Anda dapat menyimpan dana darurat di tempat yang ALiM (Aman, Likuid, dan Mudah Diakses).

Misalnya di tabungan, reksa dana pasar uang, deposito, dan emas. Salah satu cara alternatif untuk menyimpan dana darurat adalah dengan mengalokasikan 50% di tabungan dan 50% di reksa dana pasar uang.

Dana darurat perlu bisa Anda akses setiap kali membutuhkannya. Oleh karena itu tidak disarankan untuk mengalokasikan dana darurat di instrumen investasi yang tinggi risiko ya.

Misalnya di saham, reksa dana saham, cryptocurrency, dan instrumen dengan risiko tinggi lainnya. Mengapa demikian?

Karena risiko instrumen investasi yang tinggi dimana nilai investasinya bisa naik dan turun dalam waktu singkat dapat membahayakan kecukupan dana darurat Anda. 

 

Berapa Dana Darurat yang Dibutuhkan?

Jumlah dana darurat yang dibutuhkan setiap orang bisa berbeda-beda. Tergantung dari kebutuhan, pengeluaran bulanan, gaya hidup, dan lain sebagainya.  Anda bisa menyesuaikan jumlah dana darurat sesuai dengan kebutuhan Anda. 

Namun, pada umumnya jika Anda masih single dan belum memiliki tanggungan, Anda bisa menyiapkan dana darurat sekitar 3 – 6x pengeluaran bulanan Anda.

Namun, jika Anda sudah menikah, Anda bisa menyiapkan dana darurat sekitar 9x pengeluaran bulanan. Sedangkan jika sudah menikah dan memiliki 1 anak, Anda bisa menyiapkan sekitar 12x pengeluaran bulanan.

Misalnya, Anita masih single dan belum memiliki tanggungan. Pengeluaran bulanan Anita adalah sebesar Rp 3 juta per bulan. Dengan begitu, dana darurat yang Anita perlu siapkan adalah sebesar:

 

Dana darurat Anita

= 6 x pengeluaran bulanan

= 6 x Rp 3.000.000

= Rp 18.000.000

 

Jadi, Anita perlu menyiapkan dana darurat sebesar Rp 18 juta. Apabila Anita suatu saat kehilangan pekerjaannya maka setidaknya ia memiliki persediaan dana untuk kebutuhan selama 6 bulan.

Dengan begitu, ia memiliki waktu sekitar 6 bulan untuk mencari pekerjaan baru. 

Anda juga dapat mengetahui dan menghitung dana darurat yang Anda perlukan dengan mudah di aplikasi Finansialku. Berikut panduan cara menggunakannya. 

1. Buka Aplikasi Finansialku

2. Pilih menu “Rencana Keuangan”

3. Klik “TAMBAH RENCANA KEUANGAN”

4. Pilih “Dana Darurat”

dana darurat aplikasi finansialku 1

5. Isi informasi yang diminta:

  • Pengeluaran Bulanan: Rp 3.000.000
  • Status Perkawinan: Lajang

dana darurat aplikasi finansialku 2

6. Klik “Hitung”

7. Hasilnya akan keluar yaitu: 

Kesimpulan 

Dana Darurat yang Anda butuhkan adalah Rp 18.000.000

dana darurat aplikasi finansialku 3

`

Cara Menyiapkan Dana Darurat 

Dana darurat perlu disiapkan sedini mungkin. Jika Anda belum memiliki dana darurat dan baru ingin menyiapkannya, Anda bisa mengikuti cara menyiapkan dana darurat berikut. 

 

Menggunakan Rekening Khusus untuk Dana Darurat 

Anda sangat disarankan untuk menyimpan dana darurat di rekening khusus. Jadi rekening ini terpisah dari rekening yang biasanya Anda gunakan untuk keperluan sehari-hari, rekening tabungan, ataupun untuk investasi. 

Hal ini bertujuan agar pembagian keuangan Anda lebih teratur, dan mencegah agar dana tersebut tidak digunakan untuk keperluan lainnya.

Di sisi lain, membuka rekening tabungan sekarang juga sudah sangat mudah dan praktis. Anda dapat membuka rekening tabungan secara online. 

 

Melakukan Secara Perlahan dan Konsisten

Jika kondisi keuangan Anda saat ini masih belum memadai, maka Anda bisa mengumpulkan dana darurat secara perlahan saja, tapi tetap konsisten ya.

Ketika kondisi keuangan Anda sudah semakin baik, maka Anda bisa mulai menambah nominal yang disisihkan untuk dana darurat setiap bulannya.

Anda bisa mulai menyisihkan sebagian dari pendapatan Anda untuk mengumpulkan dana darurat. Misalnya, 10% dari pendapatan Anda. Namun, jika bisa mengalokasikan lebih banyak untuk dana darurat maka semakin baik. 

Misalnya gaji Anda Rp 5 juta, Anda bisa menyisihkan sekitar Rp 500.000 (Rp 5.000.000 x 10%). Namun, jika Anda belum memiliki cicilan utang, kamu bisa menyisihkan lebih besar lagi untuk dana darurat.

Jadi, Anda bisa memenuhi target dana darurat Anda lebih cepat.  

 

Lakukan Efisiensi dan Atur Ulang Anggaran Pengeluaran

Efisiensi dalam mengatur pengeluaran bisa dilakukan dengan mengurangi dan menghapus barang-barang belanjaan yang tidak terlalu perlu. Misalnya dengan mengurangi konsumsi kebutuhan tersier.

 

Mulai Menyiapkan Dana Darurat

Dana darurat sangat penting agar tidak membuat Anda berutang ketika membutuhkan dana dalam waktu yang singkat untuk keadaan yang tidak terduga. Sebaiknya dana darurat hanya digunakan untuk keadaan yang darurat dan mendesak saja ya.

Anda bisa menyiapkan jumlah dana darurat sesuai dengan kebutuhan Anda. Bisa dimulai dari menyisihkan dana darurat secara perlahan namun tetap konsisten. Kemudian, menyimpannya di tempat yang ALiM.

Dengan begitu, arus kas keuangan Anda jadi tidak terganggu apabila ada hal-hal yang tidak terduga terjadi. 

 

Jadi, berapa dana darurat yang Anda perlukan? Dan apakah Anda sudah menyiapkan dana darurat? Silahkan berikan komentar dan pendapat Anda di kolom yang telah tersedia ya.

Anda juga dapat membagikan artikel ini kepada rekan-rekan Anda agar semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya dana darurat. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih. 

 

Sumber Referensi:

  • Allianz Indonesia. 24 Juli 2019. Menabung Saja Tidak Cukup, Ini Pentingnya Punya Dana Darurat. Allianz.co.id – https://bit.ly/2Ungk4d
  • Kementerian Keuangan Republik Indonesia. 11 Desember 2020. Mari Persiapkan Dana Darurat!. Djkn.kemenkeu.go.id – https://bit.ly/3g9A5DX