Apakah Anda pernah melakukan trading saham, forex, opsi, atau komoditas? Apakah Anda sering memperhatikan pola-pola Candlestick dalam bertransaksi? Candlestick memiliki pola pergerakan harga yang sangat beragam, namun secara garis besar, pergerakan ini dibedakan dua, yaitu grafik sinyal Bullish, dan grafis sinyal Bearish. Kali ini Finansialku akan mencoba menjabarkan pola candlestick dalam sebuah infografis.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Infografis: Ada Apa Saja Pola Candlestick?

Grafik candlestick adalah jenis grafik yang umum dipakai dalam perdagangan saham, forex, opsi, dan komoditas. Grafik candlestick disebut demikian karena sesuai namanya, grafik ini mempunyai garis dan balok yang menyerupai bentuk batang lilin. Grafik candlestick menampilkan harga pembukaan (open), harga tertinggi (high), harga terendah (low), dan harga penutupan (close) dari instrumen yang diperdagangkan. 

Infografis Pola Candlestick

 

Membaca Grafik Candlestick

Grafik candlestick ini dikembangkan di tahun 1800-an dan disebutkan bahwa pada awalnya ditemukan dan digunakan oleh seorang pedagang beras Jepang yaitu Munehisa Honma, dalam memprediksi harga beras.

Secara psikologisnya, candlestick digunakan untuk mengetahui tekanan yang dilakukan oleh pembeli atau penjual. Pada akhir periode tertentu adu kekuatan tekanan itu akan terlihat pada panjang body dan shadow-nya, seperti contoh:

  • Body putih/biru panjang, menunjukkan bahwa dari awal hingga akhir periode dikuasai oleh pembeli tanpa perlawanan berarti dari penjual.
  • Body hitam/merah panjang, menunjukkan bahwa dari awal hingga akhir periode dikuasai oleh penjual tanpa perlawanan berarti dari pembeli.
  • Shadow panjang di bawah body, menunjukkan bahwa pada awalnya penjual mendominasi namun pada perjalanannya sampai akhir periode, pembeli memberikan perlawanan yang kuat sehingga harga berbalik arah.
  • Shadow panjang di atas body, menunjukkan bahwa pada awalnya pembeli mendominasi namun pada perjalanannya sampai akhir periode, penjual memberikan tekanan yang kuat sehingga harga berbalik turun.

 

Kelebihan Grafik Candlestick

Pada umumnya trader suka menggunakan grafik candlestick karena dengan melihat grafik ini, trader lebih mudah dan cepat saat melakukan analisa karena lebih mudah dilihat dan dipahami. Grafik candlestick ini memiliki beberapa kelebihan, dan juga beberapa kekurangan. Kelebihan Grafik candlestick ini antara lain:

 

#1 Mempermudah Menganalisis Pergerakan Harga

Grafik candlestick sangat mudah dibaca, karena selain bisa menggunakan dua warna berbeda, candlestick memiliki kelebihan lain yaitu mampu menampilkan psikologi pasar dengan lebih mudah dan jelas. Dengan bentuknya yang lebih gemuk pun, candlestick lebih memudahkan mata dalam melihat pergerakan harga yang fluktuatif.

 

#2 Dapat Memberikan Sinyal Perubahan Lebih Cepat

Grafik candlestick dapat dengan mudah memberikan sinyal pada trader mengenai perubahan trend yang dapat terjadi dengan cepat dibanding indikator-indikator lain. Pola atau pattern seperti hammer, doji, dan lainnya yang tidak rumit sangat membantu dalam melihat sinyal pembalikan.

 

#3 Dapat Digunakan Bersama Indikator-Indikator Teknikal Lainnya.

Candlestick menampilkan harga pembukaan, penutupan, tertinggi, dan terendah. Dengan adanya data hari perdagangan yang lengkap, dapat penggunaan indikator-indikator lainnya pun dapat digunakan secara maksimal.

Sejarah dan Asal Mula Candlestick

[Baca Juga: Darimana Asalnya Candlestick dan Mengapa Trader Saham Harus Tahu Candlestick?]

 

Kelemahan Grafik Candlestick

Selain kelebihan-kelebihan yang dipunyai, candlestick chart juga memiliki beberapa kelemahan antara lain:

 

#1 Secara Statistik Tidak Terlalu Akurat.

Thomas Bulkowski dalam bukunya yang berjudul ”Encyclopedia of Candlestick Charts” membahas 105 jenis pola candlestick, ditemukan hanya ada 7 pola candlestick yang memiliki keberhasilan antara 50% hingga 67%, sisanya memiliki tingkat keberhasilan di bawah 50%.

 

#2 Terlalu Banyak Pola

Di dalam buku ”Encyclopedia of Candlestick Charts” sendiri terdiri dari 105 jenis pola candlestick. Jika dalam trading diperlukan menghafal 105 jenis pola tentu malah tidak efektif.

 

#3 Seringkali Hanya Untuk Jangka Pendek

Candlestick dapat memberitahukan arah kemana pasar akan bergerak, namun seringkali dengan pola yang ada, hanya dapat menebak 5 candle ke depan saja. Solusi dari masalah ini adalah dengan menggunakan periode candlestick yang lebih lama.

 

Tertarik untuk memulai investasi Saham? Silahkan Download Ebook Gratis: Panduan Berinvestasi Saham Untuk Pemula.

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

 

Jangan lupa share infografis ini kepada teman-teman Anda, agar mereka juga mengetahui tentang pola-pola candlestick yang bisa digunakan untuk memperkirakan pergerakan harga.

 

Apakah Anda pernah melakukan trading saham, forex, berjangka, opsi, atau komoditas? Bagaimana pendapat Anda mengenai pola-pola grafik candlestick yang biasa Anda jumpai dalam aktivitas trading Anda? Mari ceritakan pengalaman Anda dengan menulis komentar di kolom berikut. Terima kasih.

 

Sumber Gambar:

  • Candlestick – https://goo.gl/H54C7P

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku