Bagaimana prospek PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) dengan adanya insentif pemerintah tentang pembelian rumah?

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Fundamental PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON)

Masa recovery di 2021 di sambut dengan optimisme adanya vaksin dan berbagai insentif dari pemerintah. Hal ini menjadi angin segar berbagai proyek yang tertunda termasuk sektor properti.

Salah satu sektor yang mempresentasikan kondisi konsumsi masyarakat adalah sektor properti. KPR Menjadi salah satu program primadona masyarakat Indonesia saat membeli rumah.

Hasil survei Bank Indonesia pada triwulan IV 2020 mengindikasikan bahwa sebagian besar konsumen atau 75,31% masih membeli rumah melalui KPR.

Dilansir dari IDN Times, Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) triwulan IV 2020 sebesar 1,43 persen (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 1,51 persen (yoy).

Hasil survei juga menunjukkan pengembang masih mengandalkan pembiayaan dari non-perbankan untuk pembangunan properti residensial.

Salah satu kebijakan di 2021 adalah penurunan suku bunga acuan yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI), namun tidak direspon dengan penurunan bunga kredit oleh perbankan. Tingkat suku bunga KPR Indonesia masih menjadi yang tertinggi di Asia tenggara.

Stimulus fiskal yang diberikan oleh pemerintah di 2021 adalah dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dinilai bakal mendorong kinerja penjualan sektor properti termasuk PWON di tahun ini.

Insentif PPN akan menjadi daya dorong tambahan bagi sektor properti, karena akan membantu mendorong penjualan,

PPN 100% yang akan ditanggung pemerintah untuk rumah dengan harga jual paling tinggi Rp 2 miliar. Sedangkan untuk rumah dengan harga lebih dari Rp 2 miliar sampai dengan Rp 5 miliar, pemerintah akan menanggung 50% PPN.

Insentif lainnya adalah terkait kemudahan Down Payment (DP) 0%.

Bank Indonesia (BI) juga memberlakukan kebijakan baru yaitu relaksasi rasio loan to value (LTV) atau financing to value (FTV) untuk kredit properti maksimal 100% mulai tanggal 1 Maret 2021 – Desember 2021 yang berarti jika dahulu ingin membeli rumah harus DP 5%-20% maka saat ini tidak diberlakukan (sesuai dengan bank yang memberikan fasilitas tersebut).

Syaratnya, harus merupakan rumah baru yang diserahkan dalam kondisi siap huni pada periode pemberian insentif. Maksimal insentif ini berlaku untuk 1 unit rumah tapak atau rumah susun bagi satu orang, dan tidak boleh dijual kembali dalam jangka waktu 1 tahun.

Insentif DP Rumah 0%, Bagaimana Prospek Pakuwon Jati Tbk._ 02

[Baca Juga: Kinerja PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) dan Prospek Properti 2021]

 

Persentase rumah tapak dan rumah susun dari PWON diketahui bisa mendapatkan insentif PPN sekitar 58% dari harga jual persediaan (stock) PWON per akhir Desember 2020 yang nilainya mencapai sekitar Rp 5,1 triliun.

PWON akan memanfaatkan momentum ini untuk bisa mendongkrak kinerja penjualan di tahun ini.

PWON yang dikenal menjadi salah satu pemain besar di lini bisnis properti residensial diketahui juga melakukan akuisisi selama pandemi kemarin. Akuisisi atas pusat perbelanjaan Hartono Mall Yogyakarta dan Hotel Marriott Yogyakarta yang berada di Kabupaten Sleman, DIY, serta pusat perbelanjaan Hartono Solo Baru, yang berlokasi di Solo Baru, Sukoharjo.

Akuisisi yang dilakukan PWON atas dua pusat perbelanjaan di Yogyakarta dan Solo tersebut akan membantu diversifikasi aset emiten.

Selain itu, ketiga aset tersebut mendapatkan keuntungan dari jalan tol yang menghubungkan Yogyakarta dan Solo ke Jakarta dan Surabaya.

Tambahan aset kali ini relatif kecil dibandingkan properti utama milik PWON dan tidak terlalu menambah skala secara material.

Tambahan aset tersebut akan memperkuat pertumbuhan PWON melalui peningkatan pendapatan berulang atau recurring income.

Seperti apa sih kinerja keuangan perusahaan ini selama 2020? Mari kita akan bedah laporan keuangan nya.

 

Kinerja Keuangan PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON)

#1 Aset

Kita akan cek bagaimana Posisi Aset Pakuwon Jati.

Aset PWON terus bertumbuh selama 5 tahun terakhir, per Juni 2020 PWON memiliki Aset Lancar Rp 9,76 triliun dan Aset Tidak Lancar Rp 16,72 triliun yang artinya Asetnya tergolong cukup baik dalam sektor Properti.

Aset PWOn

Sumber data: cheat sheet RK Team 2020

 

#2 Liabilitas

Dari sisi Liabilitas, PWON mengalami peningkatan sebesar 18,23% terutama karena penurunan permintaan akan sewa, dan efek PSBB membuat menurunnya pengunjung pusat perbelanjaan.

Kenaikan hutang PWON tidak terlalu drastis mengingat PWON masih bisa mengandalkan pendapatan dari perkantoran dan pinjaman mereka yang diketahui juga tidak banyak.

Diketahui juga PWON mencatatkan pembayaran utang bank hingga Rp 600 miliar, ini langkah yang bagus dari Manajemen PWON.

Perlu diketahui juga bahwa sektor properti adalah sektor padat modal/padat karya yang berarti cukup wajar jika utang produktif mereka lebih tinggi daripada sektor lainnya.

Liabilitas PWON

Sumber data: cheat sheet RK Team 2020

 

#3 Revenue

Untuk pendapatan dari penjualan PWON terbesar dari segmen pengusaha pusat perkantoran, perbelanjaan dan apartment service yang menyumbang hingga 52%, Real estat sebesar 43% dan Hospitality 5,9%.

Adapun hingga periode Kuartal III-2020, PWON membukukan pendapatan pra-penjualan alias marketing sales sebesar Rp 725 miliar, dari target marketing sales tahun 2020 sebesar Rp 1 triliun.

Revenue PWON

Sumber data: cheat sheet RK Team 2020

 

#4 Return on Equity

Sebagai investor kita bisa mengetahui seberapa besar laba bersih yang bisa dihasilkan setiap lembar saham yang dimiliki. Itulah yang namanya Return on Equity.

Semakin besar ROE, maka semakin baik hasilnya. Perusahaan yang memiliki ROE lebih besar atau sama dengan 15% termasuk perusahaan yang sehat. Bagaimana dengan properti dan real estate selama pandemi?

Sumber data: cheat sheet RK Team 2020

Sumber data: cheat sheet RK Team 2020

 

ROE PWON di Q3 2020 ada di 7,0%, tidak lebih baik dari tahun sebelumnya, pandemi membuat daya beli masyarakat terhadap properti dan real estat menurun, adanya tren suplai dan permintaan properti selama tahun 2020 mengalami fluktuasi yang cukup signifikan.

Penurunan tersebut terjadi saat dimulainya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap awal.

 

#5 PBV

Saat ini saham masih dihargai overvalued dengan valuasi Price Book Value (PBV)-nya yang ada di 1,61x. Price to Earning Ratio PWON ada di 34,91x.

PBV PWON

Sumber data: cheat sheet RK Team 2020

 

#6 Dividen

Salah satu ciri khas perusahaan yang sehat adalah perusahaan yang bisa membagikan dividen (bagi hasil). Perusahaan yang sehat bisa memberikan dividen-nya mencapai 20% – 40% dari laba bersihnya.

PWON yang memiliki laba masih terbatas memutuskan tidak membagikan dividen selama 2020 karena memilih untuk menyimpan dana guna kebutuhan bisnis di masa depan.

 

banner -laporan keuangan dan manfaat bagi investor

 

Outlook PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON)

PWON akan memanfaatkan momentum recovery untuk bisa mendongkrak kinerja penjualan di tahun ini. PWON diketahui menyiapkan alternatif promo menarik supaya customer dapat memanfaatkan fasilitas PPN

Kenaikan IHSG pada Februari 2021 antara lain ditopang rilis data perekonomian. Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia dari IHS Markit periode Januari 2021 tercatat naik 52,2 lebih tinggi dari periode bulan sebelumnya atau Desember 2020 yang sebesar 51,3.

PWON masih menanti dan melanjutkan penguatannya terkait dengan relaksasi aturan uang muka (down payment/DP) dari Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Permintaan segmen rumah menengah di kalangan Milenial sendiri kemungkinan masih akan cukup tinggi pada 2021.

Pasar apartemen juga sangat optimistis menghadapi tahun ini karena adanya kebijakan dan kemudahan yang diberikan Pemerintah.

Namun, untuk melihat efek ke pendapatan emiten properti nya sendiri, kita butuh menunggu setidaknya hingga semester II tahun ini.

 

Kesimpulan

Pandemi Covid-19 dan pembatasan mobilitas menyebabkan kontraksi ekonomi di hampir semua sektor, sehingga permintaan akan properti turun signifikan. Dari sisi fundamental PWON masih bisa bertahan selama pandemi.

Penjualan yang menurun wajar di masa pandemi, beban yang harus ditanggung selama pandemi membuat Laba perseroan harus terkoreksi dan ROE yang tipis.

Proyeksi tahun ini ekonomi yang akan tumbuh namun juga cukup terbatas, koreksi IHSG dan beberapa saham bisa terjadi, secara long-term masih ada peluang untuk bertumbuh tergantung bagaimana masyarakat merespon produk yang dihadirkan oleh PWON.

Dengan bangkitnya sektor properti yang merupakan sektor multiplier effect maka juga akan berdampak pada banyak sektor.

Berbagai saham sektor properti mengalami penguatan namun kembali koreksi. Stimulus yang dilakukan pemerintah sejauh ini belum berdampak terlalu signifikan kepada penjualan dan mempengaruhi Fundamental perusahaan.

Stimulus bisa dilihat pada semester 2 tahun ini, bagaimana respon masyarakat dan pengaruhnya kepada daya beli.

 

Disclaimer: Tulisan ini untuk EDUKASI, bukan SARAN INVESTASI. Penulis tidak memiliki saham PWON. Penulis tidak terafiliasi dengan perusahaan yang disebutkan atau anak usaha. Penyebutan nama saham tidak bermaksud memberikan opsi buy/sell atau pun rekomendasi untuk saham tertentu. Artikel menunjukkan fakta dan analisa dari penulis berdasarkan laporan keuangan dan diambil dari sumber dianggap terpercaya. Data dapat berubah tergantung kondisi. Seluruh tulisan dan tanggapan adalah opini pribadi.

 

Itulah analisis saham PWON dan prospeknya ke depan dengan adanya insentif dari pemerintah yang bisa membantu pertimbangan investasi Anda. Punya pertanyaan? Anda bisa tanyakan dalam kolom komentar.

Anda juga bisa bergabung dalam grup komunitas belajar saham Finansialku untuk info terbaru dan diskusi mengenai saham dengan praktisi dan pakarnya.

 

 

Sumber Referensi:

  • Aplikasi IPOTGO
  • Annual Report 2020, PT Bank PWON Tbk (www.idx.co.id)
  • Bisnis.com
  • Finance.detik.com
  • CNBC Indonesia

 

Sumber Gambar:

  • Aplikasi ChartNexus
  • Consolidated Financial Statements PWON Q3 2020
  • http://bit.ly/3roxOIE
  • http://bit.ly/30bCdCS