Pilihan lain dalam berinvestasi adalah instrument investasi reksa dana. Apa itu reksa dana? Apa bedanya dengan investasi lainnya?

 

Reksa Dana

Reksa dana pada dasarnya adalah wadah untuk mengumpulkan uang dari masyarakat atau investor yang kemudian dikelola oleh manager investasi dan diinvestasikan ke produk-produk investasi seperti efek ekuitas, efek utang, pasar uang, deposito dan yang lainnya.

Biasanya dalam sebuah reksa dana, dana yang dimiliki dialokasikan ke banyak tempat, bisa sampai 30 atau 50 tempat.

Jadi kurang tepat jika memilih sebuah produk reksa dana hanya dengan melihat tempat-tempat alokasi efek terbesar, karena berdasarkan aturan, setiap tempat hanya bisa menerima 10% dari total jumlah kelola.

Misalnya dalam sebuah produk reksa dana terdapat 5 perusahaan besar, maka kelima perusahaan ini belum mampu menggerakkan harga reksa dana, ini karena hanya sebesar 50% dari jumlah dana kelola saja yang dialokasikan ke 5 perusahaan tersebut, dan 50% lagi pada perusahaan yang berbeda.

Jadi, kalau kamu tidak mau ribet, kamu bisa menggunakan reksa dana karena investasi di reksa dana sangat simpel, sehingga semua orang bisa melakukannya.

Investasi Reksa Dana 02

Ilustrasi Manajer Investasi. Sumber: 99.co – https://bit.ly/2Vm26AE

 

Untuk memulai investasi di reksa dana, kamu bisa investasi dari Rp 100 ribu saja.

Secara umum reksa dana ada 4 macam, yaitu reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran dan reksa dana saham.

Yang membedakan dari 4 produk reksa dana ini ialah, di reksa dana pasar uang 100% dananya di alokasikan ke pasar uang, di reksa dana pendapatan tetap minimal 79% dari dananya harus dimasukkan ke obligasi.

Untuk reksa dana saham, setidaknya 79% dari dana yang ada dialokasikan ke saham.

Berbeda lagi dengan reksa dana campuran, pada produk ini ketiga-tiganya harus ada, yaitu harus ada pasar uang, obligasi dan saham tetapi salah satu di antaranya tidak boleh ada yang lebih dari 79%.

Jadi jika seandainya 79% dana di reksa dana campuran itu cash boleh boleh saja.

Untuk reksa dana pendapatan tetap, jika seandainya manager investasi mengalokasikan 100% dananya ke obligasi, itu diperbolehkan.

Demikian juga dengan reksa dana saham, manager investasi bisa menaruh semuanya di saham. Yang tidak boleh adalah jika kurang dari 79%, baik itu untuk reksa dana saham maupun pendapatan tetap.

Kamu bisa konsultasikan dahulu reksa dana mana yang akan diambil sesuai dengan tujuan keuangan dan kondisi keuangan kamu dengan CFP Finansialku melalui aplikasi Finansialku.

Kamu bisa download aplikasinya dan free trial akun premiumnya selama 30 hari. Dapatkan juga potongan Rp 50 ribu untuk berlangganan akun premium satu tahun dengan menggunakan kode voucher WEBTAHUNAN.

Buat kamu yang tujuan keuangannya adalah untuk keamanan keuangan, kamu bisa menggunakan produk reksa dana pasar uang.

Dan kalau tujuan keuangan kamu termasuk jangka menengah, yaitu 1 sampai 5 tahun, kamu bisa menggunakan reksa dana pendapatan tetap, atau juga bisa di campur dengan reksa dana campuran dan reksa dana saham.

Reksa dana pendapatan tetap biasanya lebih cocok jika di pasar suku bunga itu sedang turun, karena kemungkinan besar harga obligasi akan naik. Atau pun ketika obligasi menurun, ada baiknya untuk membeli reksa dana pendapatan tetap karena nantinya bisa dijual di harga yang lebih tinggi.

Memilih reksa dana memang sedikit tricky cara memilihnya, berikut salah satu cara memilihnya.

 

Reksa Dana Saham

Isi dari reksa dana saham minimal 79% adalah saham. Untuk reksa dan saham, kamu bisa mendapat keuntungan dari selisih harga jual dan beli.

Tips untuk memilih reksa dana saham:

  • Manajemen perusahaan
  • AUM Rp 100 miliar – Rp 1 triliun
  • Sharpe trend positif
  • Drawdown = ˂10%
  • Rata-rata kinerja positif

 

Saat memilih saham, sebaiknya kita mencari yang AUM atau dana kelolanya di atas Rp 100 miliar tetapi tidak boleh lebih dari Rp 1 triliun, karena biasanya reksa dana saham yang di atas Rp 1 triliun memiliki pergerakan yang tidak kencang.

 

Reksa Dana Campuran

Isi reksa dana campuran harus ada saham, obligasi, maksimal 79%, dan kamu juga akan mendapat keuntungan dari selisih harga jual dan beli.

Tips memilih reksa dana campuran:

  • Manajemen perusahaan
  • AUM Rp100 miliar – Rp1 triliun
  • Sharpe trend positif
  • Drawdown = ˂10%
  • Rata-rata kinerja positif

 

Memilih reksa dana campuran memiliki cara yang hampir sama dengan reksa dana saham.

Saat memilih reksa dana campuran, sebaiknya kita juga mencari yang AUM-nya di atas Rp 100 miliar tetapi tidak boleh lebih dari Rp 1 triliun, karena biasanya reksa dana campuran yang di atas Rp 1 triliun memiliki pergerakan yang tidak kencang.

 

Reksa Dana Pendapatan Tetap

Berisi minimal 79% obligasi, dan mendapat keuntungan dari selisih harga jual beli.

Tips untuk memilih reksa dana pendapatan tetap:

  • Manajemen perusahaan
  • AUM ≥Rp100 miliar
  • Sharpe trend positif
  • Drawdown = ˂10%
  • Rata-rata kinerja positif

 

Sharpe adalah perbandingan antara excess return dibandingkan risiko. Kalau misal sharpe-nya adalah 0,26%, artinya satu poin risiko yang diambil oleh investor menghasilkan return 0,26%.

Kalau sharpe-nya minus, misalnya -0,26%, berarti setiap satu poin risiko yang diambil oleh investor menghasilkan return -0,26%. ini artinya produk tersebut sedang tidak bagus.

Sharpe tidak selalu sama tetapi akan selalu berubah-ubah, dan perubahannya pun tidak hanya sekali dalam setahun melainkan bisa berubah dalam hitungan hari karena dia menghitung NAV harian.

Hanya saja bukan berarti kamu harus melihat perubahan sharpe harian, tetapi bisa sekali seminggu atau mungkin sekali sebulan.

Jika sharpe sebuah produk ada yang negative untuk jangka pendeknya, tetapi untuk jangka panjang positif, berarti dalam jangka pendeknya ada sesuatu hal penting yang membiarkan kinerjanya turun.

Biasanya kasus seperti ini belum mengkhawatirkan karena reksa dana pendapatan tetap biasanya digunakan untuk jangka waktu yang agak panjang.

 

Reksa Dana Pasar Uang

Isi minimal 100% deposito ditambah dengan pasar uang, dan keuntungan diambil dari selisih harga jual dan beli.

Tips memilih reksa dana pasar uang:

  • Manajemen perusahaan
  • AUM ≥Rp1 triliun
  • Standard deviation ˂0003
  • Hi-Lo ≥98%
  • Drawdown = ˂1%

 

Ada yang mengatakan bahwa reksa dana pasar uang PASTI UNTUNG, tetapi pada kenyataannya reksa dana pasar uang pun masih bisa mengalami kerugian.

Dalam reksa dana pasa uang, kamu bisa mengurangi risiko, karena ketika berinvestasi fokus kamu adalah mengurangi risiko dan meningkatkan keuntungan.

Ada juga yang mengatakan bahwa keuntungan dari reksa dana pasar uang itu 6%, tetapi sebenarnya return normal reksa dana pasar uang itu adalah 4% sampai 5% per tahun.

Untuk reksa dana pasar uang dengan return mencapai 6% biasanya karena membeli obligasi yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun dan pilihan banknya juga berbeda dengan yang lain.

 

Untuk pemaparan lebih lengkap mengenai reksa dana, kamu bisa dengarkan melalui audiobook Finansialku berikut.

banner -mudah cara memilih reksa dana yang tepat

 

Selanjutnya, Sobat Finansialku dapat membaca panduan belajar: Investasi P2P Lending.

 

Editor: Eunice Caroline

Sumber Gambar:

  • Cover – https://bit.ly/3ifFdaX