Investment Outlook Finansialku 13-17 September 2021: IHSG koreksi lagi? Simak bahasan investasi saham, reksa dana, obligasi, dan p2p lendings seminggu ke depan.

 

IHSG “Review dan Outlook”

Review IHSG “Kanguru Market dengan Pergerakan 6,000-6200”

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari Jumat (10/9) ditutup berhasil menguat 27 poin atau +0,44% pada level 6.095.

Pergerakan IHSG hari Jumat ditutup variatif dengan cerita dibuka di 6.059 sempat mengalami penurunan di sesi satu dengan titik terendah di 6.047 dan berhasil menguat sesi kedua tertinggi di 6.102 serta ditutup di 6.095.

 

52 week Range -
/

 

Dalam perdagangan seminggu kemarin, IHSG mengalami penurunan atau koreksi dari harga pembukaan pada Senin (3/9) di level 6.127 dan ditutup pada level 6.095 pada Jumat (10/9) sebesar 32 poin atau -0,52%.

Secara data belum ada data signifikan penggerak market, baik global dan domestik.

Pergerakan IHSG masih tahap konsolidasi dengan range support di 6.000 dan batas resisten di 6.200. Jika melihat pola IHSG selama 10 tahun terakhir yang dimulai dari 2012, maka bulan September identik dengan koreksi atau penurunan.

Sumber Stockbit

Sumber: Stockbit

 

Outlook IHSG Minggu Ini (13-17 September 2021)

Market Outlook Finansialku 13-17 September 2021 IHSG outlook

IHSG pada minggu ini masih dalam Fase Sideways (kanguru market) atau fase konsolidasi dengan batas resisten di 6.160 dan 6.250 (resisten kuat minggu ini) dan batas support di 6.060 dan 6.000.

Jika Senin dan Selasa melanjutkan penguatan, maka IHSG akan mencapai level 6.130 dan 6.200, namun jika yang terjadi dominan adanya penjualan karena mengikuti pola koreksi September, maka IHSG berpeluang menguji kembali di level 6.000.

Secara Outlook, IHSG masih Sideways minggu ini.

 

Sektoral IHSG

Komposisi Bobot Sektoral Dalam IHSG

Berdasarkan Data Statistik Bulanan, sektoral IHSG dan kapitalisasi marketnya (market caps), data statistik Bursa Efek Indonesia (BEI) per bulan Agustus 2021 adalah sebagai berikut:

Sumber: Data Statistik BEI Agustus 2021

Sumber: Data Statistik BEI Agustus 2021

 

3 sektor yang paling dominan mempunyai bobot terbesar adalah sektor Finance 38,7%, sektor Barang Konsumen Non-Primer 13,6% dan sektor Industri Bahan Baku 10,4%

 

Kinerja Sektoral IHSG Dalam Sepekan (6-10 September 2021)

No Sektoral Senin (6/9) Jumat (10/9) Perubahan % Perubahan
1 IDXFinance 1.394,07 1.381,37 12,70 -0,91
2 IDXBasic 1.157,56 1.153,76 3,80 -0,33
3 IDXEnergy 772,49 772,86 0,37 0,05
3 IDXCyclic 791,56 781,06 10,50 -1,33
5 IDXNonCyclic 669,31 670,10 0,79 0,12
6 IDXHealth 1.358,39 1.372,36 13,97 1,03
7 IDXProperty 794,72 800,09 5,37 0,68
8 IDXTechno 10.312,46 9.972,05 340,41 -3,30
9 IDXInfra 932,01 931,58 0,43 -0,05
10 IDXTrans 1.084,17 1.069,89 14,28 -1,32
 11 IDXIndustri 1.018,21 1.027,61 9,40 0,92
IDX30 465,40 463,40 2,00 -0,43
LQ45 873,91 870,20 3,71 -0,42
IHSG 6.126,92 6.094,87 32,05 -0,52

Sumber: IDX

 

Dari 11 sektor yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI), 3 sektor minggu ini mengalami Penurunan (koreksi) dengan sektor yang menjadi pemberat IHSG serta saham yang memimpin adalah sektor Teknologi yang turun -3,30% (BUKA), sektor Cyclical turun 1,33% (UNVR, HMSP) dan sektor Finance -0.91% (BBRI).

Sedangkan sektor yang mengalami kenaikan adalah sektor Kesehatan yang naik 1,03%, sektor Industri yang naik 0,92% dan sektor properti & real estate yang naik 0,68%.  

 

Investor Asing

Pola Pergerakan Investor Asing pada IHSG

Berdasarkan Data RTI, investor asing (Foreign) dalam seminggu kemarin mencatatkan pembelian bersih (Net Buy) sebanyak Rp 1,05 triliun di semua Pasar yang terdiri dari Net Buy pasar reguler sebesar Rp 1 triliun dan Pasar Negosiasi + Tunai mengalami Net Buy sebesar Rp 46,61 miliar 

Sedangkan secara Year To Date (YTD) sebesar Rp 20,26 triliun yang terdiri dari Rp 12,27 triliun dan Rp 7,99 triliun di Pasar Tunai dan Negosiasi.

Dalam Seminggu kemarin, investor asing mengalami penambahan (akumulasi) sebesar Rp 1,05 triliun.

investaGrafik Akumulasi Investor asing (foreign)

Sumber: Infovesta

 

Dari Grafik Akumulasi Investor asing (foreign) di tahun 2021, sejak awal tahun sudah mulai mengalami akumulasi, tidak mengalami Net Sell seperti tahun 2019 dan 2020.

 

5 Saham yang Diakumulasi Asing Terbesar Dalam Mingguan (Dibeli Asing)

No Nama Saham Net Buy Asing (Rp) Harga Saham (10/9) (Rp) % Mingguan
1 Bank BCA (BBCA) 303 miliar 32.600 -1,21
2 Telkom (TLKM) 262 miliar 3.330 -1,77
3 Astra (ASII) 185 miliar 5.425 1,40
4 Bukalapak (BUKA) 130 miliar 845 -5,59
5 United Tractors 93 miliar 21.225 -0,70

Sumber data: RTI Business

 

Pergerakan kelima saham yang diakumulasi beli oleh investor asing tersebut yang mengalami kenaikan hanya saham Astra Internasional (ASII) sebesar 1,4% dalam seminggu.

4 saham lainnya secara pergerakan harga mengalami penurunan dengan penurunan terdalam secara mingguan terjadi pada saham BukaLapak (BUKA) sebesar -5.59% seminggu.

 

5 Saham yang Distribusi Asing Terbesar Dalam Mingguan (Dijual Asing)

No Nama Saham Net Sell Asing (Rp) Harga Saham (10/9) (Rp) % Mingguan
1 Bank BBRI (BBRI) 439 miliar 3.780 -3,82
2 Unilever (UNVR) 119 miliar 4.080 -3,77
3 Tower Bersama (TBIG) 20 miliar 2.960 -3,58
4 HM Sampoerna (HMSP) 18 miliar 1.005 -0,99
5 Pakuwon Jati (PWON) 14 miliar 466 2,19

Sumber data: RTI

 

Saham yang dalam dijual (distribusi) oleh investor asing yang terbanyak adalah saham Bank BBRI sebanyak Rp 439 miliar dengan harga saham mengalami penurunan terdalam secara mingguan sebesar -3.82% dan saham Unilever (UNVR) dijual asing sebanyak Rp 119 miliar dengan harga saham turun -3.77%.

Untuk saham Pakuwon (PWON) mengalami sentimen positif berupa relaksasi PPKM dan operasional properti seperti mall.

 

Data dan Sentimen Kuat Penggerak Market

Data Global:

Market Outlook Finansialku 13-17 September 2021 Data Global

Sumber: Investing.com

 

Sentimen Global: Bursa Global terutama WallStreet yang mengalami koreksi efek Kekhawatiran Penurunan data Ekonomi Global serta varian Delta, MU.

Domestik Dalam Negeri: Secara umum masih sentimen Positif efek penurunan case Covid, Relaksasi PPKM serta Kebijakan Pelonggaran Ekonomi lainnya.

 

Rekomendasi Saham Mingguan

Saham LQ45 ( Komoditas terkait Baterai Listrik)

 

Market Outlook Finansialku 13-17 September 2021 ANTM

ANTM: Trading Beli

Target Take Profit (TP): 2680 dan 2800,

Sentimen positif: Ground Breaking Pabrik Baterai listrik oleh BUMN

 

Market Outlook Finansialku 13-17 September 2021 INCO

INCO: Trading Beli

Target Take Profit (TP): 5400 dan 5500 

Durasi rekomendasi: 1 bulan

 

Market Outlook Finansialku 13-17 September 2021 BBRI

BBRI: Trading Beli

Target Take Profit (TP): 4050-4100, masuk secara bertahap di range 3680-3730

Sentimen positif: Paska Right Issue BBRI

Durasi rekomendasi: 1 bulan

 

Finansialku bisa bantu Anda bertemu dengan sesama investor saham di Komunitas Belajar Saham Finansialku untuk dapatkan update dan diskusi mengenai kondisi pasar terkini.

Bergabung bersama ratusan pelaku saham dengan klik banner di bawah ini.

komunitas saham

 

Reksa Dana

Reksa Dana Indeks Basis LQ45 dan ETF LQ45

Reksa Dana Indeks Basis LQ45 dan ETF LQ45

 

Reksa Dana Indeks Basis IDX30 dan ETF IDX30

Reksa Dana Indeks Basis IDX30 dan ETF IDX30

 

Reksa Dana Saham YTD kinerja lebih baik dibandingkan dengan market

Kriteria Seleksi berdasarkan Parameter:

  • Return 2021: Year To Date (YTD) di atas IHS
  • Asset Under Management (AUM): di atas Rp 200
  • Sharpe Ratio: Positif dan semakin tinggi semakin baik
  • DrawDown (DD): 9-15%

 

No Nama Reksa Dana Last NAB YTD (%) 3Y (%) AUM (Rp) DrawDown (%) Sharpe Ratio
1 Manulife Institusional Equity 2.058 46,11 63,72 226 miliar 9,66 0,2102
2 Manulife Dana Andalan 2.482 23,89 35,51 2,85 triliun 9,74 0,1623
3 HPAM Ultima Ekuitas 1 2.277 6,31 -4,47 318 miliar 8,81 0,0636
4 Panin Dana Teladan 1.460 5,87 1,63 565 miliar 9,45 0,0896
5 Syailendra Equity Opportunity 3.858 0,94 0,99 449 miliar 15.10 0,0767

Sumber: Indopremier per 12 September 2021

 

Sektoral dan Top Holding Sahamnya Per Data FFS Agustus 2021

  • Manulife Institusional Equity: Alokasi sektoral dalam produk ini adalah sektor Keuangan (20,95%), Sektor Teknologi (17,36%), Sektor layanan komunikasi (16,25%). Sedangkan untuk Top Holding sahamnya adalah: BBCA, ARTO, BMRI, BBRI, DMMX, MCASH, MDKA, TLKM, TBIG, RANC.
  • Manulife Dana Andalan: Alokasi sektoral dalam produk ini adalah sektor keuangan (28,99%), Layanan Komunikasi (20,14%), dan Teknologi Informasi (13,68%) sedangkan untuk Top Holding Sahamnya adalah: BBCA, ARTO, BMRI, BBRI, DMMX, MCAS, MPPA, MDKA, TLKM, TBIG.
  • HPAM Ultima Ekuitas 1: Alokasi aset di produk ini adalah Saham 97% dan Pasar Uang 3% dengan Top Holding sahamnya adalah: AKRA, ASII, BBRI, BRPT, SMCB, SRTG, SSIA, TPIA, WIFI, WSKT.
  • Panin Dana Teladan: Alokasi Sektoral produk ini adalah sektor Keuangan 34%, sektor infrastruktur 25% dan Sektor Barang Baku 14%. Sedangkan Top Holding sahamnya adalah: ANTM, BBCA, BMRI, BBNI, BBRI, BUMI, MDKA, TOWR, TLKM dan UNTR.
  • Syailendra Equity Opportunity: data yang didapat adalah FFS Juli 2021 dengan alokasi saham sebanyak 89,60% dan kas 10,40% dengan Top Holding sahamnya : FREN, BBCA, ERAA, EXCL, BFIN.

 

Reksa Dana Campuran YTD kinerja lebih baik dibandingkan dengan market

Kriteria Seleksi berdasarkan Parameter:

  • Return 2021: Year To Date (YTD) di atas Infovesta Balance Fund Indeks.
  • Asset Under Management ( AUM): di atas Rp 100
  • Sharpe Ratio: Positif dan semakin tinggi semakin baik.
  • DrawDown (DD): 7-12%

 

No Nama Reksa Dana Last NAB YTD (%) 3Y (%) AUM (Rp) DrawDown (%) Sharpe Ratio
1 Jarvis Balanced Fund 1.956 57,5   613 miliar 10,83 0,2106
2 Syailendra Balanced Opportunity 3.216 24,45 38,48 206 miliar 10,97 0,1388
3 Sucorinvest Flexi Fund 5.510 11,95 26,76 252 miliar 4,09 0,1752
4 Trimegah Balanced Absolut 1.503 11,5   182 miliar 7,01 0,124
5 Sucorinvest Felxi Fund 1.857 9,46 70,21 113 miliar 8,05 0,208

Sumber: Indopremier

 

Sektoral dan Top Holding Saham dan Obligasinya Per Data FFS Agustus 2021

  • Jarvis Balance Fund: Portofolio investasi di Saham 71,9%, Obligasi 1,1% dan Pasar Uang sebanyak 27%. Sedangkan Top Holding sahamnya adalah BANK, ARTO, AGRO, BUKA, MDKA, MLPL, FREN, TBIG, EXCL.
  • Syailendra Balance Opportunity Fund: Portofolio investasi berdasarkan FFS bulan Juli adalah Saham 67%, Obligasi Perusahaan Swasta 13%, Obligasi pemerintah 4% dan cash 16%. Sedangkan untuk Top Holding sahamnya adalah FREN, SRTG, LINK, EXCL.
  • Sucorinvest Flexsi Fund: Portofolio Investasi saham 75%, Obligasi 15% dan cash 10% dengan Top Holding saham di HOKI, CSMI, KLBI, MYOH.
  • Trimegah Balanced Absolut: portofolio aset alokasi di saham 55%, Obligasi 13% dan cash 32% dengan Top Holding saham di ASII, BBTN, ARTO, BFIN, BUKA, TLKM INCO, AMRT.
  • Sucorinvest Citra Dana Berimbang: portofolio investasi di saham 96%, Obligasi 3% dan cash 1%. Top Holding sahamnya di BBYB, BBNI, KLBI, PGAS, LSIP.

 

Reksa Dana Pendatapan Tetap

Kriteria Seleksi berdasarkan Parameter:

  • Return 2021: Year To Date (YTD) di atas Infovesta Fix Income Indeks
  • Asset Under Management (AUM) : di atas Rp 100 miliar
  • Sharpe Ratio: Positif dan semakin tinggi semakin baik
  • DrawDown (DD): 4-6%

 

No Nama Reksa Dana Last NAB YTD (%) 3Y (%) AUM (Rp) DrawDown (%) Sharpe Ratio
1 Bahana Revolving 1.723 16,17 30,55 500 miliar 0,56 0,0855
2 Sucorinvest Stable Fund 1.146 6,62   2,11 triliun 0,06 1,0316
3 Mega Dana Pendapatan Tetap 1.608 6,61 51,54 133 miliar 4,9 0,1651
4 Bahana Income Bond 1.541 6,19 36,72 176 miliar 2,39 0,1843
5 Equity Dana Pasti 5.121 5,39 25,98 239 miliar 0 0,6282

Sumber: Indopremier

 

Reksa Dana Pasar Uang

Kriteria Seleksi berdasarkan Parameter:

  • Return 2021: Year To Date (YTD)
  • Asset Under Management ( AUM): di atas Rp 500 miliar
  • DrawDown (DD): 0-1%

 

No Nama Reksa Dana Last NAB YTD (%) 3Y (%) AUM (Rp) DrawDown (%) Sharpe Ratio
1 Sucorinvest Money Market 1.590 3,68 20,97 6,31 triliun 0 0,4649
2 Danamas Rupiah Plus 1.539 3,64 17,11 2,29 triliun 0 0,4045
3 HPAM Money Market 1.389 3,54 18,84 624 miliar 0,5 0,1067
4 KISI Money Market Fund 1.103 3,53   442 miliar 0 0,2033
5 Sucorinvest Syariah Money Market 1.206 3,07   2,34 triliun 0 0,3585

Sumber: Indopremier

 

Ingin tahu lebih update mengenai informasi reksa dana dan mencari sesama investor reksa dana untuk sharing tentang investasi Anda?

Anda bisa bergabung dalam Komunitas Belajar Reksa Dana Finansialku bersama ratusan investor reksa dana lainnya. Klik banner untuk bergabung!

komunitas reksa dana

 

Obligasi

Obligasi Ritel Indonesia yang terbit September ini adalah Sukuk Ritel (SR015) dengan Imbal hasil tetap di 5,1% p.a. Penawaran terakhir SR15 di tanggal 15 September. Jangan sampai ketinggalan ya..

[Baca Juga: Sukuk Ritel SR015 Investasi Rakyat Penuh Manfaat]

Market Outlook Finansialku 13-17 September 2021 SR

Sumber: Kemenkeu

 

Sedangkan untuk Oblgasi Negara tipe FR maka acuannya adalah FR Tenor 10 tahun:

Market Outlook Finansialku 13-17 September 2021 Oblgasi Negara tipe FR

 

Market Outlook Finansialku 13-17 September 2021 Oblgasi Negara tipe FR 2

Sumber: CNBC

 

Peer-to-Peer (P2P) Lending

3 P2P Lending yang menjadi trending di kalangan Milenial:

No Nama Perusahaan P2P Jenis P2P Range Return p.a TKB90 Minimal Invest (Rp)
1 Koinwork Produktif ke UMKM 15-20% 98% 100.000
2 Asetku Konsumtif 15-20% 100% 100.000
3 Danain P2P beragunan Emas 8-15% 100% 100.000
4 Tanifund Produktif ke Pertanian 15-20% 100% 100.000

TKB90 adalah ukuran tingkat keberhasilan penyelenggara P2P dalam memfasilitasi Penyelesaian Kewajiban Pinjam meminjam dalam jangka waktu sampai 90 hari terhitung sejak jatuh tempo.

 

Membeli produk investasi sekaligus mengatur keuangan secara langsung dalam satu aplikasi? Bisa konsultasi dengan Financial Planner saat butuh pencerahan tentang masalah keuangan juga dalam aplikasi yang sama?

Semua bisa di aplikasi Finansialku! Atur keuangan, belajar keuangan, ikut kelas keuangan, rencanakan masa depan, hingga beli langsung produk keuangannya bisa dilakukan dalam satu aplikasi Finansialku.

Penasaran? Download aplikasinya dan dapatkan akses premium gratis selama 30 hari.

Download Aplikasi Finansialku Sekarang!!

Download Aplikasi Finansialku

 

Itu dia investment outlook seminggu ke depan. Bagaimana menurut pendapat Anda?

Yuk share informasi ini pada sesama investor!

 

Editor: Eunice