Pakai Jasa Financial Planner? Mahal Ah, Ngapain?

Apakah Anda sudah tahu tentang jasa financial planner atau perencana keuangan? Apa yang Anda ketahui?

Simak informasi selengkapnya pada rubrik artikel berikut ini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Jasa Financial Planner Atau Perencana Keuangan

Financial Planner atau Perencana Keuangan merupakan profesi yang baru mulai dikenal di Indonesia. Profesi ini tumbuh seiring dengan naiknya literasi masyarakat untuk mengelola keuangan.

Indonesia termasuk negara berkembang dan kelas menengah merupakan demografi terbesarnya.

Berangkat dari pengalaman orang tua dari masa lalu yang berjalan paralel dengan kehidupan saat ini, membuat masyarakat Indonesia menyiasati keuangan supaya cukup untuk sekarang dan terutama masa depan.

Sayangnya, berapapun pendapatan, sering kali tidak cukup dan membuat stres, harus bagaimana mengelola keuangannya?

Lucunya, disaat sadar bahwa kurangnya edukasi bagaimana mengelola keuangan, banyak yang memilih bersikap sok tau dan paling benar. Modalnya hanya googling dan berharap mendapat pencerahan dari artikel yang bertebaran.

Iya betul artikel itu mengedukasi, tapi apakah pada saat penerapannya sesuai dengan kondisi masing-masing individu? Apakah sesuai dengan kebutuhan? Apakah nanti penghitungannya pas dan tidak nombok?

Pada dasarnya, manusia adalah mahluk yang ogah rugi, siapa juga yang mau rugi hari gini ya.

Alangkah baiknya jika pemikiran ini juga diaplikasikan untuk long term plan. Misalnya “Kalau salah investasi, bisa berantakan perencanaan dana pendidikan atau perencanaan pensiun.”

Daripada “Duh rugi banget bayar Financial Planner, mahal, ngabisin duit, dan belum tentu besok langsung jadi tajir. Bisa kok manage pengeluaran sendiri. Lagian duit sendiri ini ngapain minta bantuan mengelola melalui Financial Planner?”

Pakai Jasa Financial Planner 02 Diskusi Konsultasi - Finansialku

[Baca Juga: Apa Itu Jasa Konsultasi Perencana Keuangan? Dimana Carinya? Dan Apakah Menguntungkan?]

 

Pengalaman saya dari TK sampai S2, pelajaran di sekolah dan mata kuliah di kampus selalu mengajarkan bagaimana cari uang. Apakah ada yang mengajarkan bagaimana mengelola uang? TIDAK ADA.

Pada saat menghasilkan uang, realita yang ada adalah kebanyakan orang seperti kuda lepas dari pingitan. Hanya segelintir saja yang bisa manage, itu pun dengan menabung, bukan dengan instrumen investasi. Investasi belum teredukasi di masyarakat Indonesia.

Sebenarnya Financial Planner kurang lebih sama dengan dokter. Kalau sakit kita ke dokter karena badan tidak enak dan tidak bisa beraktivitas.

Setelah itu, diberi resep supaya sembuh. Ada juga yang modal googling untuk cari tahu penyakitnya dan bertanya pada kolom artikel atau website.

Sama saja dengan kasus Financial Planner ini, keadaan keuangan sakit, tidak bisa menghemat apalagi tidak bisa investasi. TAPI SAYA BAIK-BAIK SAJA KOK, SEMUA BISA DIATUR.

Pada saat ke dokter semua sudah terlambat, tidak banyak yang bisa dilakukan. Seandainya sadar dan datang lebih awal, mungkin ada beberapa effort yang bisa dimaksimalkan.

Apa Saja Kriteria Asuransi Kesehatan yang Bagus Ketahui Sebelum Anda Membeli 01 Konsultasi - Finansialku

[Baca Juga: Hedonic Treadmill, Apa Itu? Kenali Ciri-ciri dan Penanganannya!]

 

Selain itu, banyak sekali yang berharap bahwa dengan konsultasi bersama Financial Planner, besok saya langsung kaya raya melimpah ruah. Kalau bisa seperti itu banyak yang mau dan tidak keberatan bayar, bukan?

Oleh sebab itu, tidak aneh bahwa lebih banyak orang yang ikut investasi bodong daripada orang yang menggunakan jasa Financial Planner. Atau, daripada bayar jasa Financial Planner, lebih baik uangnya dipakai hedon dan menjadi sosialita ala-ala.

Iklan Banner Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Anda - Finansialku 728 x 90

Iklan Banner Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Anda - Finansialku 336 x 280

Semua yang berhasil dengan baik itu adalah semua yang melalui proses, tidak langsung jadi dalam hitungan detik. Ingat, tidak ada yang instan! Begitu juga dengan hidup dan mencapai tujuan keuangan.

Apakah ada yang baru masuk kerja, langsung jadi manajer, selain di perusahaan orang tua sendiri? Kalau ada juga yaitu orang yang sudah berpengalaman di perusahaan sebelumnya.

Begitu juga dengan Financial Planner, tidak bisa sekarang konsultasi dan besok mendadak punya investasi 10 Triliun. Semua butuh proses, disiplin, kesabaran, komitmen dan kita berkejaran dengan waktu.

 

Jadi Bagaimana?

Jadi bagaimana? Sudah tahu sakit dan masih menunda ke dokter karena rugi kalau bayar biaya konsultasi?

Tidak apa-apa sih, selama tidak menyusahkan orang lain dengan minta bantuan pinjaman, selama masih banyak spare nyawa dan cash in hand untuk biaya masa depan.

Cheers to life and years to come!

 

Silakan beri komentar dan pendapat Anda!

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, silakan untuk share artikel ini kepada rekan terdekat Anda! Terima kasih!

 

Sumber Gambar:

  • Jasa Financial Planner – https://goo.gl/gv1Gu4
  • Konsultasi dengan Financial Planner – https://goo.gl/gVc5Ga

About the Author:

Nancy Suparto MBA, CFP
Seorang perencana keuangan independent dan entrepreneur. Latar belakang pendidikan S1 di bidang perhotelan jurusan Administrasi Hotel di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung dan mengambil pendidikan Pascasarjana di SBM-ITB (MBA-ITB). Memiliki pengalaman di bidang perhotelan, facility services dan entrepreneurship.

Leave A Comment