Apa jenis pensiun yang cocok bagi Anda? Setiap orang memiliki kepribadian dan preferensi masing-masing, termasuk dalam hal karier dan keuangan. Ada 2 jenis pensiun yang dapat Anda pilih. Mari kita bahas jenis pensiun mana yang cocok dengan kebutuhan dan keinginan Anda.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Planner

 

Pensiun Dini atau Pensiun Nanti

Setiap orang memiliki kehidupan dan jenjang karier yang berbeda-beda. Mungkin Anda adalah seorang karyawan yang bergerak di bidang keuangan, pemasaran, HR dan bidang lainnya. Selain karyawan ada juga orang-orang yang memilih jalur yang berbeda dengan berwirausaha. Apapun pekerjaan Anda, masing-masing orang memiliki jenjang karier yang berbeda-beda. Suatu saat nanti setiap orang pasti harus pensiun, entah dari pekerjaan maupun dari bisnis yang dijalankannya. Walaupun Anda menjalankan bisnis dimana tidak ada umur pensiun yang ditentukan, pasti ada masanya Anda sudah tidak lagi kompeten untuk terus menjalankan bisnis tersebut. Entah karena masalah umur, kesehatan maupun mental.

Secara umum ada 2 jenis pensiun yang dapat dipilih. Jenis pertama adalah pensiun yang konvensional pada usia 56 tahun. Tetapi ada juga orang-orang yang memilih pensiun dini. Kedua pilihan tersebut sangat bergantung pada pilihan dan kebutuhan Anda. Sayangnya kebanyakan orang terlalu takut untuk menentukan pilihannya sendiri. Akhirnya orang-orang seperti ini hanya terbawa arus. Kapan saatnya pensiun maka ia akan mengikuti arus, padahal bisa saja pensiun pada waktu yang telah ditentukan tersebut tidak sesuai dengan kebutuhannya.

Mari kita bahas pensiun seperti apa yang sebenarnya sesuai dengan kebutuhan dan pilihan Anda:

Jenis Pensiun Seperti Apa yang Cocok Bagi Anda - Finansialku

[Baca Juga: Inilah 3 Rahasia Pensiun yang Nyaman dan Sejahtera]

 

#1 Pensiun Tepat Waktu

Umumnya usia pensiun di Indonesia adalah 56 tahun. Kebanyakan orang mengikuti aturan ini hanya karena tidak mengetahui apa keinginan dan kebutuhannya. Tetapi bukan berarti tidak ada orang yang memiliki kebutuhan dan keinginan sesuai dengan aturan ini. Sekarang mari kita coba lihat contoh kasus berikut:

Seorang karyawan bernama Pak Doni sudah bekerja selama 15 tahun di sebuah perusahaan swasta. Pak Doni adalah seorang pekerja keras yang sangat menyukai pekerjaannya. Dalam pekerjaannya sehari-hari ia memiliki hubungan yang baik dengan koleganya, baik yang satu level, bawahan maupun atasannya. Pak Doni merasa sangat dihargai dalam lingkungan kerjanya, sebaliknya ia pun sangat menghargai orang-orang di sekitar lingkungan kerjanya.

Selain bekerja Pak Doni gemar berolahraga. Ia biasa menghabiskan waktu sepulang kerjanya untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah yang tidak bisa dikerjakan oleh istrinya. Selain itu ia berolahraga dan bermain bersama anak-anaknya. Pada akhir pekan biasanya Pak Doni mengajak anak-anaknya pergi berolahraga bersama atau sekedar berjalan-jalan bersama keluarga. Di luar kegiatan tersebut Pak Doni tidak memiliki ketertarikan khusus pada hal-hal lain. Pensiun seperti apakah yang dibutuhkan oleh Pak Doni?

 Bagaimana Solusi Keuangan Dapat Membantu Pensiun Karyawan - Finansialku

  [Baca Juga: Bagaimana Solusi Keuangan Dapat Membantu Pensiun Karyawan?]

 

Seringkali orang menganggap bekerja adalah sebuah beban yang memberatkan. Karena itu tidak jarang ada orang yang ingin pensiun dini agar tidak perlu lagi terbeban dengan pekerjaan yang dirasa membosankan dan melelahkan. Nyatanya tidak semua orang berpemikiran sama. Bagi orang-orang seperti Pak Doni, bekerja adalah hal yang menyenangkan dan membuat hidupnya terasa utuh. Sementara pensiun memberikannya banyak (bahkan terlalu banyak) waktu kosong yang tidak tahu akan digunakan untuk apa. Jika Anda menikmati kehidupan berkarier yang sedang dijalani, tidak perlu tergesa-gesa untuk pensiun. Gunakanlah waktu yang Anda miliki untuk bekerja sebaik-baiknya.

Secara keuangan Anda tidak perlu khawatir menyisihkan angka yang sangat besar setiap bulannya untuk dana pensiun karena Anda memiliki waktu yang panjang untuk menyiapkannya. Selain itu ketika sudah pensiun nanti Anda hanya perlu memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-hari yang sudah dapat diperhitungkan.

 

#2 Pensiun Dini

Sebenarnya Anda memiliki pilihan untuk pensiun dini. Jika pensiun konvensional adalah pada usia 56 tahun, Anda dapat memilih untuk pensiun lebih cepat. Dengan begitu Anda dapat bersantai dari rutinitas yang biasanya sangat menyibukkan, atau justru Anda dapat melakukan berbagai hal yang diimpikan. Sayangnya banyak orang yang hanya terjebak arus dan terpaksa mengikuti aturan pensiun konvensional yaitu 56 tahun. Padahal sebenarnya ia memiliki berbagai keinginan yang sulit dicapai karena waktunya terbatas oleh pekerjaan. Orang seperti apa yang sebenarnya membutuhkan jenis pensiun ini?

Begini Gaya Kaum Milenial Menyiapkan Pensiunnya - Finansialku

[Baca Juga: Begini Gaya Kaum Milenial Menyiapkan Pensiunnya]

 

Berbeda halnya dengan Pak Doni, sekarang mari kita lihat Pak Ronald. Jika Pak Doni adalah seseorang yang sangat menyukai pekerjaannya, sebaliknya Pak Ronald tidak. Bukan berarti ia salah memilih pekerjaan, hanya saja Pak Ronald memiliki banyak sekali impian yang bahkan waktu seumur hidupnya pun tidak akan cukup untuk menjalankan semua keinginannya. Orang-orang seperti Pak Ronald adalah orang yang work to live bukan live to work. Artinya, Pak Ronald tidak hidup untuk bekerja, melainkan hanya bekerja untuk membiayai kebutuhan sehari-harinya. Pekerjaan yang dilakukannya bukanlah pekerjaan yang diimpikan, tetapi karena terdesak keadaan Pak Ronald terpaksa menjalankan pekerjaan tersebut sambil mengumpulkan dana untuk melakukan pekerjaan yang diinginkannya. Karena itu Pak Ronald membutuhkan pensiun dini setelah memiliki tabungan yang cukup. Dengan pensiun dini ia akan memiliki banyak waktu luang yang dapat digunakan untuk menjalankan segala keinginannya.

Bisa saja Pak Ronald membuat bisnis yang diinginkannya atau menjalankan hobi yang sangat digemari secara serius setelah pensiun dini. Apapun yang ingin dilakukan, seseorang yang ingin pensiun dini harus berusaha lebih keras untuk mempersiapkan dana pensiunnya. Hal ini dikarenakan jangka waktu yang dimiliki untuk mempersiapkan dana tersebut tentunya lebih singkat, serta ia juga harus memikirkan besarnya biaya yang dibutuhkan untuk menjalankan segala keinginannya.

Begini Cara Mempersiapkan Dana Pensiun bagi Para Wanita Karier - Finansialku

[Baca Juga: Begini Cara Mempersiapkan Dana Pensiun bagi Para Wanita Karier]

 

Jika Pak Ronald berencana menjalankan sebuah bisnis yang diimpikan, ia bisa tetap mendapatkan pemasukan setelah pensiun. Namun bukan berarti pemasukan tersebut membuat Pak Ronald tidak perlu mempersiapkan dana pensiun sesuai jumlah yang dibutuhkan. Ingat, ketika pensiun Anda berhenti melakukan pekerjaan, bukan hanya pindah kantor kecuali jika Anda memang menginginkannya. Dalam hal ini Pak Ronald memang pindah kantor jika membuat bisnis setelah pensiun, tetapi hal itu didasarkan atas keinginannya sendiri, bukan karena kebutuhan akan uang.

Tidak masalah jika Pak Ronald mendapatkan keuntungan yang besar maupun kecil dari bisnis yang dijalankannya. Poin terpenting dari menjalankan bisnis tersebut adalah memenuhi keinginan pribadi Pak Ronald. Terlepas dari bisnisnya akan menguntungkan atau tidak, Pak Ronald harus tetap memiliki dana pensiun yang sesuai kebutuhannya dan keluarga. Dengan begitu ketika Pak Ronald ingin menghentikan bisnisnya sekalipun, keluarganya tidak perlu lagi kebingungan membayar biaya kebutuhan sehari-hari.

 

Pensiun Terbaik bagi Anda

Setiap orang memiliki kehidupan dan jenjang karier yang berbeda-beda. Ada orang yang sangat antusias dengan pekerjaan yang dijalankannya saat ini, sementara ada juga orang-orang yang bekerja hanya karena terdesak keadaan dan sebenarnya memiliki berbagai mimpi lain. Orang-orang yang memiliki keinginan lain di luar pekerjaannya sebenarnya dapat mengambil pilihan pensiun dini setelah mampu mengumpulkan dana yang cukup. Pensiun dini memang terdengar seperti sebuah prestasi, tetapi bagi orang-orang yang mencintai pekerjaannya, Anda tidak perlu memaksakan diri untuk pensiun dini. Hal yang terpenting adalah Anda dapat menemukan sebuah ritme kehidupan yang membuat Anda merasa utuh. Tidak peduli berapa usia pensiun yang konvensional, Anda bisa memilih pensiun yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

 

Apa yang Anda inginkan, pensiun konvensional atau pensiun dini? Langkah-langkah apa yang Anda lakukan dalam mencapai hal tersebut? Berikan komentar dan pendapat Anda pada kolom di bawah ini, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Trent Hamm. 2 Februari 2017. What Kind of Retirement Is Right For You? Thesimpledollar.com – https://goo.gl/MBVRnb

 

Sumber Gambar:

  • Pensiun Dini – https://goo.gl/RhTN7r
  • Pensiun – https://goo.gl/1nGgUw

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku