Mana yang lebih penting, melunasi KPR atau menginvestasikan dana? Bagaimana keuntungan dan kerugian dalam mempercepat pelunasan KPR serta investasi? Kali ini Finansialku akan membahas pilihan dalam mengalokasikan uang lebih, apakah untuk mempercepat pelunasan KPR atau investasi.

 

Rubrik Finansialku

 

Pengertian KPR

KPR adalah singkatan dari Kredit Pemilikan Rumah. Saat ini, banyak bank yang telah bekerja sama dengan perusahaan properti dalam menyediakan KPR. Selain ringan dengan sistem kredit, KPR juga cukup menguntungkan kedua belah pihak.

[Baca Juga: Bunga KPR Mana yang Lebih Menguntungkan: Flat atau Floating?]

 

Sebagai penjual, KPR menguntungkan karena memberi bunga tambahan. Di sisi lain, pembeli juga diuntungkan karena bisa menempati rumah sebelum lunas. Rumah tersebut dapat dijadikan aset untuk dibuat rumah kos atau dibuat lokasi usaha.

Sebelum mengajukan KPR, Anda harus mengumpulkan dokumen dan menjalani survei. Tahap selanjutnya adalah pembayaran DP serta akad kredit dengan pembayaran biaya-biaya. Pelunasan selanjutnya adalah BPHTB (Bea Peralihan Hak Atas Tanah dan Bangunan) sebesar 5% dari harga jual rumah sebelum pajak, asuransi FIDUCIA, pelunasan, provisi cicilan, asuransi unit rumah/properti, serta biaya notaris.

Jika seluruh cicilan sudah terbayar, prosedur selanjutnya yakni bank menerbitkan Surat Pelunasan Utang dan Sertifikat Asli Kepemilikan Unit Properti yang menjadi akhir dari sistem KPR. Saat surat tersebut terbit, rumah sudah resmi menjadi milik Anda.

[Baca Juga: Tertarik Jadi Nasabah KPR BPJS Ketenagakerjaan, Memang Ada?]

 

Pengertian Investasi

Investasi merupakan sebuah usaha untuk mendapat keuntungan finansial dengan memberikan sejumlah uang pada bisnis tertentu. Investasi secara luas juga dapat diartikan sebagai upaya pembelian barang modal sebagai langkah untuk meningkatkan hasil produksi dan laba. Investasi sangat luas, sehingga banyak orang yang melakukan investasi sebagai bekal masa depan.

Dalam berinvestasi, seseorang bebas menentukan kemana alokasi investasi tersebut. Misalnya jika seseorang tidak ingin aktif berbisnis, maka dapat membeli properti seperti rumah atau bangunan lain yang kemudian disewakan.

Jika seseorang suka dengan bisnis, investasi bisnis memang lebih menguntungkan meskipun resikonya pun lebih tinggi. Bisnis yang dipilih bisa bervariasi, mulai bisnis sederhana hingga yang kompleks.

[Baca Juga: Masih Mikir KPR itu Mahal? Ini Alasan Anda Perlu Mengajukan KPR]

 

Jenis-Jenis Investasi

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, ada banyak jenis investasi yang bisa dilakukan seseorang. Secara lebih rinci, berikut adalah contoh jenis-jenis investasi:

  • Jenis investasi berdasarkan asetnya terdiri dari investasi real asset (aset berwujud) dan financial asset (aset finansial). Aset berwujud bisa diwujudkan menjadi rumah, ruko, gedung, kantor, kendaraan, gudang dan sebagainya. Sedangkan aset finansial contohnya adalah dokumen, surat berharga, klaim dan masih banyak lagi.
  • Jenis investasi berdasarkan pengaruhnya ada 2 yakni investasi autonomus (berdiri sendiri) dan investasi induces (berkaitan). Investasi autonomus contohnya pembelian surat berharga yang tidak terpengaruh aset lain. Investasi induces contohnya penghasilan, tabungan dan sebagainya.
  • Jenis investasi jika dilihat dari sumber pembiayaannya, investasi bisa bersumber dari dalam negeri atau luar negeri.
  • Jenis investasi yang dikategorikan dari bentuknya ada 2 yaitu investasi portofolio dan investasi langsung. Investasi portofolio dilaksanakan melalui padat modal dengan surat berharga. Sedangkan, investasi langsung bisa dilakukan dengan memodali suatu bisnis atau ikut membangun secara langsung.

[Baca Juga: Ini Manfaat Menyimpan Dana Darurat di Deposito ketika Suku Bunga Meningkat]

 

Pertimbangan Percepat Pelunasan KPR atau Investasi

Jika Anda memiliki cicilan KPR namun ingin memiliki suatu investasi sebagai modal di masa depan, beberapa pertimbangan perlu dilakukan saat mengantongi dana lebih. Mana yang akan lebih baik diambil, apakah pelunasan KPR atau investasi? Pertimbangkan dulu hal-hal berikut ini.

 

Pertimbangan 1: Apakah Harga Bisa Berkurang Atau Ada Penalti Tambahan

Cek terlebih dahulu, apakah proses pelunasan KPR bisa mengurangi bunga berjangka yang ditetapkan? Apakah Anda tetap dikenai biaya yang sama? Jika ya, hal ini bisa menjadi pertimbangan apakah akan melunasi KPR saat ini. Apabila sudah fix mempercepat pelunasan KPR, maka hal yang perlu dipastikan adalah tidak ada biaya administrasi atau penalti tambahan.

Anda bisa melakukan perhitungan akumulatif dari jumlah tagihan KPR. Jika jumlah dana lebih tidak sampai bisa melunasi KPR, maka pengurangan cicilan bisa dilakukan agar perasaan lebih tenang.

 

Pertimbangan 2: Seberapa Cepat Keuntungan Investasi Diperoleh

Apabila investasi yang diperoleh cepat mendapat keuntungan, maka tidak ada salahnya bagi Anda untuk mengutamakan investasi. Karena jika keuntungannya berjalan lancar meskipun sedikit, tabungan Anda juga bisa lebih banyak untuk proses pelunasan KPR. Jadi, dengan mengutamakan investasi, urusan KPR pun tidak terabaikan.

Jika keuntungan investasi tidak banyak dan tidak rutin, maka sebaiknya Anda menunda investasi hingga semua cicilan terbayar lunas. Dengan demikian, akan lebih mudah bagi Anda mengalokasikan penghasilan untuk biaya-biaya. Terlebih lagi jika investasi bersifat gambling (tidak pasti), maka Anda tidak boleh gegabah dengan mengeluarkan tabungan dalam investasi tersebut.

[Baca Juga: Mulai Berinvestasi untuk Masa Depan Anda dan Keluarga]

 

Pertimbangan 3: Kondisi Ekonomi Keluarga

Kondisi ekonomi keluarga juga harus dipertimbangkan dalam memilih pelunasan KPR atau investasi. Berapa banyak anggota keluarga yang bekerja secara produktif di rumah? Berapa penghasilan seluruh anggota keluarga jika dijumlahkan? Berapa pula jumlah anak yang masih bersekolah dan membutuhkan biaya ekstra? Pertanyaan-pertanyaan tersebut harus ditemukan jawabannya sebelum keputusan diambil.

Intinya, Anda tidak diperbolehkan untuk “nekat” berinvestasi secara gambling. Tetapkan keputusan sebelum menyesal di kemudian hari.

 

Prioritaskan Kebutuhan Anda

Anda perlu memprioritaskan antara mempercepat pelunasan KPR maupun melakukan investasi. Mana yang akan Anda prioritaskan harus memiliki alasan yang kuat dalam hal keuangan yang Anda miliki. Pertimbangkanlah kelebihan dan kekurangan antara dua hal ini sebaik-baiknya.

 

Berbagai informasi di atas telah menjelaskan banyak hal tentang pertimbangan mempercepat pelunasan KPR atau investasi. Manakah yang akan Anda pilih? Mengapa demikian? Kemukakan alasan Anda dan diskusikan pula pertimbangan-pertimbangan di atas dengan orang yang memiliki masalah serupa melalui kolom yang tersedia di bawah ini.

 

Sumber Referensi:

  • Financial Mentor. Pay Off Mortgage Early Or Invest- The Complete Guide. Financialmentor.com – https://goo.gl/FX2osu
  • com. 30 Mei 2016. Apa itu KPR? Rumah.com – https://goo.gl/93rtoS
  • Utsman Ali. Pengertian dan Jenis Investasi Menurut Pakar. https://goo.gl/QWAzA5

 

Sumber Gambar:

  • Investasi Properti – https://goo.gl/VzgNoP dan https://goo.gl/EKWxgA

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Download Sekarang