Bank Sentral Amerika Serikat kembali menaikkan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin menjadi 2,25%. Sepanjang tahun ini suku bunga The Fed telah mengalami beberapa kali kenaikan.

Hal ini sejalan dengan kondisi ekonomi Amerika Serikat yang terus mengalami perbaikan.

Pada kenaikan sebelum-sebelumnya, dampak yang dirasakan Indonesia cukup menekan rupiah bahkan hingga sempat menyentuh Rp15.000.

Lantas bagaimana dengan kenaikkan suku bunga The Fed terhadap ekonomi Indonesia kali ini?

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Pemerintah Indonesia Sudah Siap Menghadapi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Seperti yang umum diketahui, Amerika Serikat merupakan salah satu pusat perdagangan global dan banyak negara yang menggantungkan perdagangan globalnya dengan dolar Amerika Serikat.

Oleh sebab itu, segala kebijakan ekonomi Amerika Serikat punya andil yang besar dalam memengaruhi perekonomian negara lainnya, Indonesia salah satunya.

Tak jarang ketika Bank Sentral Amerika Serikat menaikkan suku bunga The Fed, stabilitas ekonomi Indonesia ikut terganggu.

Rupiah terus melemah di hadapan dolar Amerika Serikat, bahkan sempat menembus angka psikis baru yaitu Rp15.000.

Nilai-Tukar-Rupiah-Melemah-BI-3-Finansialku

[Baca Juga: BI Fokus Jaga Kestabilan Respon Kenaikan Suku Bunga The Fed]

 

Kenaikkan suku bunga kemarin nyatanya bukanlah kenaikkan yang terakhir. Bank Sentral berencana akan menaikkan lagi suku bunga The Fed.

Ternyata rencana tersebut benar terjadi, Bank Sentral Amerika kembali menaikkan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin menjadi 2.25%.

Namun kenaikkan suku bunga The Fed kali ini memang telah diprediksi oleh berbagai kalangan akan segera terjadi.

Oleh karena itu, banyak pihak yang telah bersiap dengan kemungkinan tersebut, termasuk Pemerintah Indonesia.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Menteri Keuangan Sri Mulyani, seperti dikutip dari laman Kontan.co.id, mengatakan bahwa Indonesia telah siap dengan kemungkinan tersebut, sehingga Indonesia tidak kelabakan dan telah menyiapkan langkah-langkah untuk menghadapi setiap kemungkinan yang terjadi.

“Kalau dari pemerintah, sesuai Pak Darmin (Menko Perekonomian) sudah sampaikan berkali-kali agar kita tetap menjaga sisi fundamental cukup kuat dari sisi kemampuan. Kalau ada perubahan yang sebelumnya telah kita baca.”

 

Bahkan pemerintah telah mengantisipasi langkah untuk tahun depan karena The Fed kembali berencana menaikkan suku bunganya pada tahun depan.

“Tahun depan akan ada lagi dua kali kenaikkan suku bunga The Fed. Jadi kita juga harus mulai meng-adjust ­dengan suku bunga The Fed yang akan menyentuh angka 3%.”

 

Dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, pemerintah telah menyiapkan beberapa langkah. Salah satunya adalah menyeimbangkan capital account dan Current Deficit Account atau CAD.

Untuk menyeimbangkannya pemerintah memulai dari dengan membatasi impor yang masuk ke Indonesia dan menggenjot ekspor.

“Kami juga antisipasi dari sisi capital account kita. Oleh karena itu pemerintah akan terus menyeimbangkan CAD dan capital account sehingga naik turunnya nilai tukar atau dari sisi cadangan devisa bisa tetap terjaga untuk stabilitas ekonomi kita.”

 

Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Bank Indonesia Merespon Dengan Naikan Suku Bunga

Bank Indonesia (BI) menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 26-27 September kemarin. Rapat tersebut juga sebagai salah satu bentuk membahas kebijakan yang akan diambil BI terhadap kemungkinan naiknya suku bunga The Fed.

Alhasil pada rapat tersebut disepakati BI menaikkan suku bunga 7 days reverse repo rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%. Kenaikan ini adalah upaya BI dalam menjaga nilai tukar rupiah.

Namun pada penutupan kemarin, rupiah justru terdepresiasi. Seperti dikutip dari laman Bloomberg, nilai rupiah terkoreksi 0,08% di level Rp14.923 per dollar Amerika Serikat.

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Makin Ngamuk Rp14.200 02 - Finansialku

[Baca Juga: Obligasi Menuju Stabil Pasca Bunga The Fed Naik]

 

Seperti dilansir dari laman Kontan.co.id, Andri Hardianto, Analis Trade Point Future, memaparkan alasan terjadinya pelemahan tersebut.

Menurutnya, masih ada kekhawatiran terhadap pergerakan suku bunga The Fed. Namun ia juga tak memungkiri pelemahan tersebut dikarenakan antisipasi terhadap kenaikan suku bunga BI.

“Seiring kenaikan suku bunga, BI memutuskan untuk mengadakan transaksi DNDF (Domestic Non Deliverable Forward) ini keputusan yang efektif dalam meredam gejolak rupiah.”

 

Dengan adanya transaksi DNDF, BI memungkinkan untuk melakukan pengontrolan sehingga memudahkan mereka untuk melakukan intervensi apabila memang diperlukan.

 

Apakah Anda merasa terbantu dengan adanya artikel ini? Jangan ragu untuk membagikan pada teman Anda. Agar semua orang bisa mendapatkan manfaat dan merasakan keuntungannya.

 

Sumber Referensi

  • Disa Ayulia Agatha. 27 September 2018. BI Naikkan Suku Bunga, Rupiah Berpotensi Menguat. Kontan.co.id – https://goo.gl/pZm4ib
  • Kiki Safitri. 27 September 2018. The Fed Naikkan Bunga, Pemerintah Sudah Antisipasi. Kontan.co.id – https://goo.gl/t9Z9Az

 

Sumber Gambar:

  • The Fed – https://goo.gl/pvhJ6c