Salah satu alternatif popular di kalangan masyarakat untuk memperoleh rumah idaman adalah dengan mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), tapi sudahkah Anda tahu kerugian membeli rumah dengan KPR?

Bagi Anda yang penasaran, segera simak 5+ kerugian membeli rumah dengan KPR berikut ini:

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

KPR: Alternatif Solusi Pembiayaan Hunian

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kini menjadi alternatif solusi yang sangat digemari dalam memperoleh rumah idaman karena berbagai keuntungannya.

Dengan semakin sulitnya kondisi perekonomian di Indonesia, kini mayoritas masyarakat mengandalkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk memiliki rumah yang di idam-idamkan.

Banyak yang menilai bahwa KPR memberikan banyak benefit bagi mereka yang mengidam-idamkan hunian namun belum memiliki dananya. Namun tahukah Anda bahwa di balik segala keuntungannya juga ada kerugian?

Oleh karena itu sebelum Anda mengajukan KPR, Finansialku mengajak Anda melihat apa saja untung ruginya KPR. Dengan demikian Anda dapat mengambil keputusan terbaik yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Yuk segera simak ulasannya berikut ini:

 

Keuntungan Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

Seperti telah Anda ketahui, KPR kerap dipilih calon pemilik rumah karena memiliki banyak benefit yang signifikan. Adapun beberapa keuntungan utama menggunakan fasilitas kredit rumah (KPR) adalah:

 

#1 Kebutuhan Dana Tunai Yang Besar Teratasi

Tentunya kebutuhan dana tunai untuk membeli rumah teratasi dengan adanya KPR. Sebagai contohnya, ada sebuah parodi kesulitan membeli hunian yang kurang lebih isinya seperti ini:

 

MAU NIKAH NUNGGU MAPAN?

Harga rumah:Rp300.000.000
Resepsi pernikahan:Rp50.000.000
Mobil:Rp250.000.000
Total:Rp600.000.000
   
Gaji per bulan:Rp3.000.000
   
Bisa menikah:Rp600.000.000 : Rp3.000.000 = 200 bulan
 :(16 tahun 8 bulan)

 

Artinya baru bisa menikah 16 tahun 8 bulan lagi (itu pun kalau tanpa makan dan juga tidak internetan)

Kalau Anda tidak mau berujung seperti ini, maka biasanya Anda bisa memanfaatkan fasilitas KPR yang tentunya membantu kebutuhan dana Anda.

Dengan KPR Anda akan mengatasi kesulitan dana ini, karena peminjam hanya perlu menyediakan uang muka saja dan tidak perlu menyiapkan dana dalam jumlah besar.

 

#2 Adanya Keringanan Besar Angsuran

Keringanan besar angsuran ini bukan karena adanya potongan dari pihak pemberi pinjaman, namun karena ekspektasi peningkatan penghasilan terutama karena KPR umumnya berlangsung dalam jangka panjang.

Logikanya begini, jika membeli secara tunai maka Anda kehilangan uang dalam jumlah besar dalam waktu yang sekejap, maka bisa dibilang uang Anda hilang di awal.

Sedangkan jika membeli dalam bentuk KPR, maka uang Anda akan tetap aman, dan merasa ringan untuk membayar cicilan rumah yang perlahan-lahan.

 

#3 Bisa memperoleh untung jika disewakan

Jika Anda berencana mengajukan KPR untuk kemudian menyewakan properti tersebut, maka bisa jadi KPR ini malah membawa untung.

Dengan menyewakannya, maka Anda bisa memperoleh uang sewa. Jika memperoleh nilai sewa yang cukup tinggi maka Anda mungkin saja memperoleh untung.

Dimana saat uang sewa masih bersisa setelah digunakan untuk membayar cicilan rumah ke bank. Nah, hal ini tidak dapat terjadi saat Anda membeli rumah secara tunai, karena ada faktor lain seperti inflasi. Jadi, menguntungkan bukan?

 

#4 Dana Dapat Digunakan Untuk Kebutuhan Lain

Meski memiliki dana memadai untuk membeli rumah, beberapa orang tetap memilih untuk kredit rumah alias KPR. Mengapa menurut Anda?

Betul sekali, mereka memilih untuk menggunakan dana yang ada untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak terlebih dahulu, atau mungkin menginvestasikannya dengan tingkat pengembalian lebih tinggi daripada suku bunga KPR tersebut.

Dengan demikian, seluruh kebutuhan bisa terpenuhi dan Anda mungkin saja malah memperoleh keuntungan dari dana tersebut.

 

Kerugian Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

Setiap hal tentunya memiliki sisi positif dan negatifnya masing-masing, begitu pula halnya dengan KPR.

Nah, di samping keuntungannya seperti telah dibahas di atas, beberapa kerugian utama menggunakan fasilitas kredit rumah (KPR) adalah:

 

#1 Adanya Beban Keuangan

Namanya saja Kredit Pemilikan Rumah (KPR), artinya Anda meminjam sejumlah uang dan wajib melunasinya berikut imbalan berupa bunga kepada pihak kreditur.

Dengan kata lain, sebenarnya Anda berutang.

Utang ini tentunya menjadi sebuah beban keuangan yang perlu diselesaikan dengan komitmen tinggi. Sekali saja Anda lengah, bisa-bisa hunian tercinta Anda disita.

Jadi, jangan anggap KPR itu selalu menguntungkan. Anda bisa memperoleh benefit-nya jika kemampuan finansial Anda sesuai dan mampu mengatasi cicilannya setiap bulan.

 

#2 Bunga Bisa Berubah Jika Perekonomian Tidak Stabil

Suku bunga kredit rumah umumnya hanya tetap di beberapa tahun pertama kemudian berubah-ubah sesuai dengan kondisi pasar, dan bisa naik ataupun turun.

Apabila terjadi sesuatu yang mengakibatkan perekonomian tidak stabil, misalnya saja kerusuhan atau kondisi sosial politik lainnya, maka Anda bisa saja menanggung imbasnya dalam bentuk kenaikan suku bunga.

KPR vs KTA Perbandingan Antara Kredit Pemilikan Rumah dan Kredit Tanpa Agunan 01 - Finansialku

[Baca Juga: Konsultasi: Ingin Membeli Rumah dengan KPR Sekaligus Membuat Bisnis, Apakah Mungkin?]

 

Secara tidak langsung, kondisi-kondisi tersebut mempengaruhi besaran angsuran Anda. Berbeda halnya bila Anda langsung membayar lunas, karena pembayaran lunas tidak dikenai bunga yang bisa berubah-ubah.

Semakin lama masa tenornya, potensi perubahan suku bunga ini pun semakin besar. Dengan kata lain, Anda akan terus was-was, berbeda dengan jika Anda membelinya secara tunai.

 

#3 Uang yang Dibayarkan Lebih Besar

Mengingat setiap jenis kredit merupakan sebuah perjanjian antara pihak pemberi pinjaman (kreditur) yang menyetujui pemberian pinjaman kepada penerima pinjaman (debitur) untuk membeli sebuah hunian.

Tentu ada sebuah reward atau balas jasa yang akan diberikan kepada kreditur.

Kreditur akan menerima kembali uangnya disertai keuntungan tertentu sebagai ganti dari jasa pinjaman yang biasanya berupa bunga.

Nah, dikarenakan adanya bunga yang menyertai cicilan setiap periodenya maka sudah jelas bahwa uang yang Anda bayarkan jauh lebih besar daripada nilai rumah itu sendiri.

Jadi, Anda akan membayar lebih banyak saat membeli hunian dengan KPR ketimbang saat membayar tunai di awal.

 

#4 Salah Perhitungan, Rumah Bisa Melayang

Umumnya, jaminan yang digunakan dalam KPR adalah hunian itu sendiri, sehingga jika Anda gagal bayar, rumah tersebut akan disita. Dengan demikian, Anda bisa saja kehilangan rumah idaman Anda meski sudah mencicil sebagian.

Oleh karena itu, lagi-lagi kami mengingatkan Anda untuk melakukan perhitungan kemampuan finansial Anda sebelum memutuskan untuk mengajukan kredit mobil.

Anda juga harus memiliki dana cadangan atau darurat untuk mengantisipasi keadaan ekonomi yang bisa berubah kapan saja.

Ada saatnya suatu ketika Anda tidak memiliki kemampuan untuk membayar cicilan, namun pihak kreditur tidak akan mau tahu akan hal ini. Jadi, Anda harus menyiapkan dana cadangan agar meminimalkan risiko rumah Anda disita.

Nah, untuk mengecek kemampuan finansial, Anda bisa menggunakan aplikasi Finansialku. Dengan widget kalkulator kredit Finansialku untuk menghitung besarnya angsuran kredit mobil Anda per bulannya.

Caranya sangatlah mudah, masukan seluruh informasi yang dibutuhkan kepada kolom yang kosong, misalnya seperti ini:

Sudah Yakin Simak Dulu 5+ Kerugian Membeli Rumah Dengan KPR 02 Kalkulator Dana Pelunasan Utang - Finansialku

Kalkulator Dana Pelunasan Utang – Finansialku

 

Kemudian klik “Hitung”, hingga muncul hasil seperti ini:

Kesimpulan

Angsuran yang harus dibayarkan adalah Rp85.000.000 per bulan atau Rp1.020.000.000 per tahun dengan asumsi jenis bunga Fix, dengan:

  • Pokok pinjaman Rp250.000.000
  • Bunga pinjaman 8% per tahun
  • Jangka waktu 3 bulan.

*Keterangan: Hanya contoh, pokok pinjaman, bunga pinjaman, dan jangka waktu hanyalah ilustrasi saja

 

Bagaimana? Sederhana sekali kan berhitung dengan aplikasi Finansialku? Yuk download aplikasinya secara GRATIS sekarang juga!

Jika Anda merupakan pengguna baru, download aplikasi Finansialku sekarang juga dengan meng-klik tautan berikut ini:

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

#5 Surat-surat Ditahan

Kerugian lainnya dari kredit rumah adalah kondisi surat-surat Anda yang umumnya akan ditahan oleh pihak kreditur (bank). Surat-surat tersebut sementara akan dipegang bank, hingga anda melakukan pelunasan pembelian rumah.

Hal ini tentunya akan menyulitkan Anda yang ingin menyewakan atau menjual kembali rumah tersebut. Jadi, pertimbangkan lagi kerugian ini sebelum Anda mengajukan KPR ya.

 

#6 Bisa Salah Pilih Asuransi

Perlu Anda ketahui, umumnya Bank menerapkan kewajiban perlindungan asuransi buat nasabah yang mengakses layanan kreditnya, termasuk KPR.

Beberapa asuransi yang umum diwajibkan adalah asuransi kebakaran untuk meminimalkan risiko pada hunian yang dijaminkan serta asuransi jiwa agar cicilan rumah aman ketika nasabah meninggal saat KPR belum lunas.

Hal ini diatur dalam Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 12/35/DPNP tanggal 23 Desember 2010.

Nah, umumnya bank juga akan memilihkan asuransi bagi Anda.

Bagi sebagian orang yang masih awam soal hal ini tentunya menerima apapun asuransi yang dipilihkan oleh pihak bank. Namun tidak selamanya pilihan bank tepat dan sesuai dengan kebutuhan Anda.

Oleh karena itu, Anda perlu mencari asuransi yang perlindungannya pas dengan kebutuhan Anda. Jika merasa tak ada risiko kebakaran atau tak membutuhkan perlindungan dari kebakaran, coba negosiasikan dengan pihak bank agar tak perlu bayar premi tersebut.

 

Bonus: Prosedur Mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

Sudah memutuskan akan ambil KPR atau tidak? Jika Anda tetap memutuskan untuk membeli rumah dengan KPR, Finansialku sudah menyiapkan prosedur pengajuannya bagi Anda.

Apa Bisa Investasi Rumah Kost via KPR Cek Penjelasannya! 01 - Finansialku

[Baca Juga: Kredit Rumah: Kalkulator KPR, Contoh Produk dan Cara Cepat Lunasi KPR]

 

Sesungguhnya prosedur pengajuan KPR tidaklah sulit, tapi mayoritas pengguna sering kali tidak mempelajarinya terlebih dahulu pada saat mengajukan KPR sehingga malah mengakibatkan proses pengajuan lebih lama.

Untuk mempermudah proses pengajuan, sebaiknya Anda mengetahui beberapa langkah dasar berikut:

 

#1 Menentukan Properti yang Akan Diajukan KPR-nya

Sebelum mengajukan KPR tentunya Anda perlu mencari dan melakukan survey terkait rumah yang akan Anda beli dengan menggunakan fasilitas KPR.

Tentunya Anda menginginkan rumah idaman sesuai keinginan Anda dan bukan sembarang rumah bukan? Beberapa cara yang dapat Anda tempuh untuk mencari rumah yang sesuai dengan keinginan Anda adalah:

  1. Menghubungi pihak bank dan meminta informasi lokasi yang tersedia untuk diajukan KPR-nya.
  2. Mencari informasi jual beli properti melalui koran, iklan, dan internet.
  3. Melakukan survei lokasi langsung untuk mencari properti yang sesuai.
  4. Via jasa agen real estate atau agen properti.

 

#2 Memahami Seluk Beluk Rumah dengan Terperinci

Anda perlu memahami rumah tersebut dengan menyeluruh dan terperinci sebelum melakukan pembelian lebih lanjut.

Seperti bagaimana kondisinya, apakah perlu dibangun atau diperbaiki, kemudian berapa harganya, berapa biaya perawatannya, serta biaya keamanan.

Seluruh pengetahuan ini akan berguna bagi Anda dalam menghitung berapa uang muka yang perlu Anda siapkan serta berapa besar angsuran yang nantinya kira-kira Anda bayarkan.

Penting untuk mengukur kemampuan finansial terlebih dahulu sebelum Anda mengajukan KPR.

 

#3 Membayarkan Biaya Tanda Jadi

Beberapa developer mewajibkan Anda untuk membayarkan biaya tanda jadi sebagai pengikat atau istilahnya tanda booking agar rumah tersebut tidak ditawarkan atau dibeli oleh orang lain.

Penting untuk terlebih dahulu memantapkan keputusan sebelum Anda membayar biaya ini, karena biasanya biaya tanda jadi akan hangus bila Anda batal membeli rumah tersebut.

Besarnya biaya ini bergantung kepada developer dan biasanya bisa dinegosiasikan, sehingga tidak ada salahnya Anda mencoba menawar biaya ini.

 

#4 Mempersiapkan Seluruh Dokumen dan Syarat KPR

Langkah selanjutnya yakni mengajukan KPR ke pihak bank.

Walaupun sudah mengetahui syarat-syarat KPR secara umum, biasanya tiap-tiap bank memiliki persyaratan tambahan sehingga sebaiknya Anda menelepon dan menanyakan syaratnya dengan seksama terlebih dahulu.

Hal ini agar Anda dapat menghindari bolak balik ke bank karena persyaratan yang kurang lengkap.

 

#5 Proses Pengecekan dan Appraisal oleh Bank

Setelah seluruh dokumen pengajuan dicek dan terbukti lengkap, maka selanjutnya pihak bank akan melakukan BI checking untuk mengecek riwayat kredit Anda.

Jika Anda memiliki riwayat kredit (credit score) yang baik, maka pihak bank akan melakukan proses penilaian atau appraisal terhadap rumah yang akan dibeli.

Pihak bank kemudian akan meminta petugas untuk menilai atau melakukan appraisal terhadap rumah tersebut untuk menentukan harganya.

Proses appraisal biasanya dikenakan biaya, namun jika pihak developer sudah bekerja sama dengan bank, maka biasanya biaya ini sudah tercakup sehingga Anda tidak akan dikenakan biaya tambahan lagi.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

#5 Penawaran Bank

Langkah selanjutnya setelah bank menilai rumah dan menentukan harganya adalah penawaran dari bank dimana Anda perlu mendalami dan mengecek beberapa hal berikut:

 

1. Penawaran Suku Bunga

Anda perlu mengetahui dan memperhitungkan besarnya angsuran yang telah dipengaruhi suku bunga ini untuk mengecek kemampuan Anda melunasi angsuran setiap bulannya.

Perhatikan kombinasi suku bunga yang diberikan oleh bank, karena umumnya bank akan memberikan suku bunga tetap (fixed rate) untuk 1 hingga 2 tahun pertama dan selanjutnya dilanjutkan oleh suku bunga mengambang (floating rate).     

Floating rate merupakan jenis suku bunga yang lebih berisiko akibat fluktuasinya yang bergantung pada suku bunga pasar (suku bunga yang mengacu pada Bank Indonesia rate).

 

2. Syarat dan Ketentuan

Pelajari terlebih dahulu seluruh syarat dan ketentuan yang diberikan oleh pihak bank sebelum menyetujuinya karena seluruh ketentuan ini akan menjadi hukum yang berlaku selama masa tenor kredit berjalan dan tidak dapat diganggu gugat.         

Perhatikan seluruh ketentuan hingga seluruh penalti yang mungkin terjadi seperti penalti atau denda keterlambatan dan bagaimana metode pembayarannya.

 

3. Detail Biaya KPR

Selain angsuran yang komponen utamanya adalah utang pokok dan bunga, masih banyak biaya lain yang akan dikenakan kepada Anda saat mengajukan KPR seperti biaya provisi, biaya tahunan, biaya balik nama, biaya notaris, dan sebagainya.

Ketahui dan pastikan tidak ada celah yang mengakibatkan Anda membayar biaya lain yang terlalu besar.

 

#7 Persetujuan KPR

Surat Persetujuan Kredit (SPK) akan dikeluarkan oleh bank setelah kedua pihak mencapai kata sepakat dan pihak bank mencairkan dana KPR.

Bank kemudian akan menunjuk notaris untuk selanjutnya mengurus seluruh kebutuhan dokumen jual beli seperti Perjanjian Kredit (PK), Akta Jual Beli (AJB), sertifikat tanah, dan sebagainya.

Tarif notaris biasanya bervariasi dan masih dapat dinegosiasikan. Sehingga disinilah Anda dapat memotong beberapa biaya kecil yang bermunculan.

 

#8 Akad Kredit

Tahapan terakhir dalam pengajuan KPR merupakan akad yang menghadirkan pihak-pihak terkait untuk menandatangani perjanjian di hadapan notaris. Pihak-pihak berikut wajib hadir tanpa diwakilkan:

  1. Pihak pembeli
  2. Perwakilan bank
  3. Pihak penjual
  4. Notaris

 

Pada tahap ini seluruh dokumen akan dicek keabsahannya dan melakukan pengesahan proses jual beli dengan menyerahkan seluruh dokumen asli terkait rumah yang dibeli.

Selanjutnya akad kredit akan ditandatangani oleh pihak terkait dan bank kemudian akan mentransfer dana ke pihak penjual.

Notaris akan memproses seluruh dokumen yang membuktikan pemindahan atau balik nama, serta AJB dan keperluan dokumen lainnya.

 

Pertimbangkan dan Ambil Keputusan dengan Tepat

Secara singkat, saat Anda merencanakan untuk membeli rumah dengan memanfaatkan fasilitas kredit rumah atau KPR, maka perhatikan berbagai keuntungan dan kerugiannya terlebih dahulu.

Dengan demikian, Anda bisa mempertimbangkannya lebih jauh dan mengambil keputusan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Jika Anda ingin memiliki perencanaan keuangan yang tepat, Anda bisa membaca ebook Perencanaan Keuangan untuk usia 30 an di bawah ini secara GRATIS.

Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai 5 kerugian membeli rumah dengan KPR lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah.

Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda. Jangan lupa share artikel ini bagi teman-teman atau kerabat yang juga sedang galau dalam pengajuan KPR-nya. Terima kasih!

 

Sumber Referensi:

  • Hardian. 31 Januari 2017. 4 Kerugian Membeli Rumah dengan KPR. Be Smart, Ini Solusinya!. Moneysmart.id – https://goo.gl/zu8PsK
  • Admin. 8 April 2015. Kredit Properti: Tahapan dan Cara Mengajukan KPR, Lengkap sampai Tandatangan Akad Kredit. Duitpintar.com – https://goo.gl/vGf89n
  • Admin. Mau Nikah Nunggu Mapan – https://goo.gl/XDXW6e

 

Sumber Gambar:

  • KPR – https://goo.gl/eg13Pp