Sebagai emiten konstruksi pelat merah, di masa pandemi yang menurunkan kinerja properti, bagaimana prospek Adhi Karya ke depannya?

Simak pembahasannya berikut sebelum lakukan keputusan investasi saham Anda.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Analisis Fundamental

Salah satu pemain besar di sektor properti Indonesia, PT Adhi Karya Tbk. yang juga menjadi perusahaan properti pertama yang melakukan IPO di BEI, telah berkontribusi dalam pengembangan kota dan pengembangan infrastruktur sebagai fokus pemerintah.

Dimiliki oleh negara sebanyak 51% dan 49% oleh publik, emiten BUMN ini mengalami dampak corona.

Berbagai proyek terkenal yang mereka tangani seperti Renovasi Stadion Gelora Bung Karno pada Agustus 2018, Proyek MRT, hingga merenovasi Stadion Manahan, Solo.

LRT Jabodetabek

[Baca Juga: Kinerja PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) dan Prospek Properti 2021]

 

Melalui website resmi ADHI, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pemerintah menugaskan untuk menghidupkan kembali Stadion Manahan Solo yang kini menjadi salah satu proyek strategis Nasional.

Pengaplikasian BIM ini berbasis perangkat lunak khusus, dengan teknologi ini memudahkan pemilik proyek, MK, dan perencana maupun pekerja proyek memantau dan bertukar informasi mengenai proyek renovasi Stadion Manahan.

Di kala pandemi ini, ADHI tetap menjalankan proyek LRT Jabodetabek, Tol Sumatera, dengan menerapkan SOP yang disesuaikan dengan protokol kesehatan, Cash yang diterima ADHI diketahui tertunda karena adanya Pandemi.

ADHI menargetkan beberapa proyek baru yang sudah tender di November 2020, lalu melanjutkan proyek yang terhenti seperti Pekerjaan Tol Sumatera, proyek pendirian Pabrik Kereta Api yang bekerja sama dengan PT INKA – yang sudah berjalan 82% hingga Agustus 2020, proyek MRT tahap 2, proyek LRT Jabodetabek.

Dengan berbagai Proyek Nasional ini, apakah akan menjadi peluang dikemudian hari atau menjadi boomerang bagi perseroan konstruksi ini?

 

Ebook GRATIS, Panduan BERINVESTASI SAHAM Untuk PEMULA

9 Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

 

Kinerja Keuangan PT Adhi Karya Tbk. (ADHI)

Jika menganalisa kinerja keuangan ADHI, diambil dari data Financial Statement per Juni 2020, ADHI mengalami pertumbuhan revenue sejak 2016, turun di 2019 dan di 2020 karena efek Pandemi.

Jika dibandingkan, perseroan konstruksi yang lain juga mengalami downtrend, karena kontrak proyek yang sedang berjalan dan ingin digarap terhenti dan tertunda sejak Maret 2020, saat Pandemi tiba di Indonesia.

Cashflow yang dimiliki ADHI tidak terlalu baik, akibat pengalihan dana APBN ke kepentingan lain di kala Pandemi.

Untuk pendapatan bersih Adhi Karya dengan Net Profit mencapai Rp 15,5 milliar di antara sektor industri sejenis WSKT dengan Net Profit – Rp 1,1 Triliun per Juni 2020, ADHI masih unggul.

Namun dibanding Wijaya Karya (WIKA) yang mencetak Net Profit Rp, 50,2 milliar WIKA masih kuat. ADHI tidak terlalu buruk.

Revenue ADHI

ADHI. Source: Rivan Kurniawan

 

Dikutip dari laporan keuangan konsolidasian per September 2020 ADHI (idx.co.id) tercatat penurunan pendapatan bersih 5,4% dibanding periode sama tahun 2019. dikarenakan proyek ADHI yang mulai bergerak kembali setelah New Normal dan keberadaan vaksin yang semakin menjanjikan.

ADHI pun memberikan relaksasi kepada para pemberi pinjaman atau kreditur untuk menyesuaikan cash-in dan cash-out (CNBC Indonesia).

Untuk melihat apakah saham ini tergolong mahal/murah, kita bisa melihat valuasi Price Book Value (PBV) nya yang ada di 0,38x di 2020, yang berarti harga saat ini cukup undervalued jika dibandingkan industri sektor konstruksi lainnya seperti WIKA 0,69x atas PBV.

Untuk Price to Earning Ratio (PER) ADHI ada di 136,52x per September 2020, dibandingkan dengan WIKA yang memiliki PER di 221,33x

PBV ADHI

ADHI. Source: Rivan Kurniawan

 

Aset ADHI terus bertumbuh selama 5 tahun terakhir, per Juni 2020 ADHI memiliki Aset Lancar Rp 30,29 triliun dan Aset tidak Lancar Rp. 7,39 triliun, tergolong rendah diantara pemain lain di sektor yang sama.

Aset ADHI

ADHI. Source: Rivan Kurniawan

 

Untuk Liabilitas, ADHI mengalami peningkatan sebesar 7,6% yang merupakan sumbangan dari utang pajak, pendapatan diterima di muka (prepaid income), dan beban akrual.

Prepaid income ADHI naik hingga 1.036,6%. Angka ini merupakan angka yang wajar namun memiliki risiko yang tinggi bagi emiten konstruksi karena pendapatan tersebut belum sepenuhnya menjadi hak perusahaan dalam periode tercatat.

Walau biaya operasinya menurun dari tahun sebelumnya, beban akrual yang terdiri dari biaya pekerjaan proyek naik karena pandemi mengharuskan adanya perubahan SOP kerja dan aturan-aturan baru lainnya.

Sehingga hal ini tidak mengatasi kenaikan Total Liabilitas ADHI. Emiten Konstruksi memang mencari utang guna menambah modal kerjanya hingga proyek rampung.

Liabilitas ADHI

ADHI. Source: Rivan Kurniawan

Consolidated Financial Statements ADHI, June 2020

Consolidated Financial Statements ADHI, June 2020

 

Pendapatan terbesar dari segmen pengusahaan pusat perkantoran, perbelanjaan dan apartment servis yang menyumbang hingga 52%, real estat sebesar 43% dan hospitality 5,9%.

Perseroan diketahui mencetak EPS tahun ini di angka 6 yang tergolong Undervalued. EPS yang anjlok dari tahun 2019 berada di 97,56 periode September, ini menunjukkan perusahaan mengalami penurunan pendapatan dan laba bersih.

Memang akan lebih baik berinvestasi di emiten yang EPS nya bertumbuh dari tahun ke tahun, namun di masa pandemi ini pemain sektor konstruksi memang terpukul dengan kisaran EPS di range 4-6 seperti WIKA di 5,58 dan WSKT di minus (-80,52)

 

Analisis Teknikal ADHI

Hingga penutupan market Sesi I, 6 November 2020, saham PT Adhi Karya Tbk. terlihat meneruskan tren bullish, yang sempat downtrend dari 2019, terlebih terpukulnya harga saham mereka di kala Pandemi Covid19.

Untuk analisa teknikal jangka panjang terhadap emiten ini, dalam grafik kerangka waktu Weekly. Terlihat rebound di Maret 2020. potensi bullish masih ada. Melihat besarnya proyek garapan ADHI di periode berikutnya.

Saat tulisan ini ditulis (06/11), ADHI diperdagangkan pada harga 590/unit mengalami penguatan dari hari sebelumnya.

Indikator MACD, berada di atas garis nol yang menandakan sinyal buy dengan tekanan beli masih walau tipis, ada kemungkinan akan terjadi bullish beberapa hari.

Indikator Stochastic menggunakan kerangka waktu Weekly, terlihat sinyal %K yang memotong %D dari bawah ke atas opsi buy.

Untuk menentukan Open position indikator EMA (20), EMA (50) dan EMA (100) membentuk tren bearish, akan menjadi kesempatan yang menarik jika berhasil menyentuh harga atau lebih tinggi dari resistance nya di 620.

Jika mampu naik lagi bisa mencapai target price di area resistance 650-680 dan cut loss jika melewati garis support-nya di 560, ada kemungkinan untuk pembalikan arah di kemudian hari.

Analisis Teknikal ADHI

 

Outlook PT Adhi Karya Tbk. (ADHI)

Tidak terhindar dari efek PSBB di 2020, perseroan plat merah ini terdampak, mempengaruhi pendapatan ADHI.

Beberapa proyek yang diundur dan ditundanya kontrak baru menyebabkan turunnya kinerja dari tahun sebelumnya.

Salah satu alasannya adalah alokasi dana dari pemerintah. Pengalihan dari sektor konstruksi ke kebutuhan krusial seperti kesehatan juga menjadi faktor utama.

Rancangan UU Cipta Kerja yang jika nanti direvisi dan disetujui akan menjadi peluang yang cerah untuk industri properti dan pengembangan infrastruktur Indonesia.

Sehubungan dengan regulasi menariknya Asing berinvestasi pada ADHI, aturan soal kepemilikan asing hingga bank tanah juga berdampak baik nantinya untuk usaha properti.

Kinerja Adhi Karya (ADHI) Selama Pandemi dan Prospeknya Ke Depan 02

[Baca Juga: Cara Mudah Membaca Laporan Tahunan, Perhatikan 5 Hal Ini!]

 

Dengan berinovasi dan terintegrasi dengan perubahan permintaan global serta pengembangan infrastruktur dari program pemerintah, proyek-proyek tahun berikutnya akan menjadi peluang yang besar.

Proyek tersebut diantaranya seperti pengerjaan proyek Tol Yogyakarta-Solo, tender baru yang akan berjalan di 2021, kelanjutan proyek bersama PT MRT, dan tender tol 6 Ruas dalam kota dan proyek tol di Sumatera.

Namun sebelum berinvestasi, Anda perlu mengerti bagaimana bisnis emiten konstruksi, piutang yang besar, ancaman arus kas seret karena di sini konstruksi mengerjakan proyek dahulu baru diberikan bayaran, maka kekurangan kas akan sangat bermasalah,

Tim yang solid dan Manajemen yang bagus sangat menentukan berbagai tender proyek di masa depan. Kenaikan harga bahan bangunan di kemudian hari juga perlu diperhatikan.

 

Kesimpulan

Kinerja manajemen yang terpukul dan target yang tidak berjalan dengan mulus di 2020 karena Pandemi, ADHI adalah pemain yang cukup baik dibanding lainnya di konstruksi.

Namun WIKA bisa terlihat lebih menarik jika di akhir 2020 ini mencatatkan pertumbuhan lebih baik dibanding ADHI. Proyek yang digarap di beberapa tahun kemudian, tender yang dilakukan, juga menjadi pertimbangan bagi para investor.

 

Disclaimer: Penyebutan nama saham tidak bermaksud memberikan opsi buy/sell atau pun rekomendasi untuk saham tertentu. Artikel menunjukkan fakta dan analisa dari penulis. Berdasar laporan keuangan dan diambil dari sumber dianggap terpercaya. Data dapat berubah tergantung kondisi. Seluruh tulisan dan tanggapan adalah opini pribadi.

 

Itulah analisa saham ADHI dan prospeknya ke depan yang bisa membantu pertimbangan investasi Anda. Punya pertanyaan? Anda bisa tanyakan dalam kolom komentar.

Anda juga bisa bergabung dalam grup komunitas belajar saham Finansialku untuk info terbaru dan diskusi mengenai saham dengan praktisi dan pakarnya.

 

 

Sumber Referensi:

  • Aplikasi IPOTGO
  • Annual Report Adhi Karya (ADHI) 2019 (www.idx.co.id)
  • Data Rivan Kurniawan dan Indopremier research analyst
  • https://republika.co.id/
  • CNBC Indonesia
  • CNN

 

Sumber Gambar:

  • Aplikasi ChartNexus
  • Consolidated Financial Statements ADHI, June 2020
  • https://adhi.co.id/
  • ADHI – https://bit.ly/32iuyns, https://bit.ly/3k2zwLe