Nama Jason Lamuda mungkin saja bukan nama yang asing, karena anak muda ini berhasil mendirikan beberapa perusahaan startup sukses, seperti Disdus, Bilna dan Berrybenka. Teman-teman tentu ingin tahu kan, cerita dibalik kesuksesan dan kiat bisnis Jason Lamuda?

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Success Story

 

Kisah sukses Jason Lamuda Pendiri Berrybenka.com, Disdus.com dan Bilna.com

Menjadi seorang pebisnis di bidang digital, sejumlah tantangan besar akan selalu menghampiri setiap saat. Dunia digital selalu mengalami perkembangan yang sangat pesat, itulah mengapa pebisnis di bidang ini membutuhkan mental dan juga motivasi yang luar biasa besar untuk selalu mengikuti perkembangan dan juga perubahan yang terjadi.

 kisah-sukses-jason-lamuda-pendiri-berrybenka-com-disdus-com-dan-bilna-com-1-finansialku

[Baca Juga : Kisah Sukses Ferry Unardi Pendiri Traveloka]

 

Berbagai kendala sangat mungkin dialami oleh para pebisnis startup, terutama mereka yang memiliki tingkat persaingan yang sangat tinggi. Hal serupa juga dialami oleh Jason Lamuda, yang sukses menjalankan bisnisnya hingga dapat bertahan dan berkembang dengan pesat seperti sekarang ini. Dengan prinsip work-life balance, ayah dari satu orang anak ini menjalankan bisnisnya dengan konsep yang berbeda dengan pebisnis lainnya di bidang yang sama. Lalu, siapa sebenarnya Jason Lamuda?

 

Pendidikan dan Awal Karirnya

Sebagai seorang pebisnis yang sukses, Jason Lamuda bahkan tidak mengawali karirnya dari perusahaan yang didirikannya sendiri. Pria yang menamatkan gelar masternya di Columbia University untuk jurusan Financial Engineering ini, justru mengawali karirnya di McKinsey & Company sejak bulan Agustus 2008. Bekerja sebagai Business Analyst selama 2 tahun, Jason akhirnya keluar dari McKinsey & Company dan memutuskan untuk memulai bisnisnya di bidang digital.

kisah-sukses-jason-lamuda-pendiri-berrybenka-com-disdus-com-dan-bilna-com-2-finansialku

[Baca Juga : Kisah Sukses Veronika Linardi Pendiri Qerja.com dan Jobs.id]

 

Bersama rekannya Ferry Tenka, Jason mendirikan Disdus sebagai awal karirnya di bisnis digital. Bisnis pertamanya ini berjalan dengan sukses, hingga pada akhirnya di tahun 2011, Groupun melakukan akuisisi pada Disdus. Jason membuktikan kemampuannya dalam menjalankan bisnis dengan baik, dengan modal ini Jason kembali memulai usahanya dari nol dan mendirikan bisnis keduanya yang tak kalah sukses dari Disdus.

 

Lahirnya Berrybenka

Setelah melepas Disdus ke tangan Groupon, Jason kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam membangun sebuah bisnis digital. Dengan kemampuannya yang baik, Jason mendirikan Berrybenka dan meniti kembali kesuksesannya di dunia bisnis. Tidak perlu waktu yang lama, Berrybenka berkembang dengan sangat pesat dan mengalami pertumbuhan bisnis yang luar biasa.

Di tangan Jason, Berrybenka bukan hanya menyasar pada sektor yang itu-itu saja, namun bisnis ini berkembang dan memiliki kemampuan bertumbuh semakin baik setiap harinya. Bukan hanya itu saja, Jason juga memperluas jangkauan pasar Berrybenka dengan cara menyediakan beragam kategori produk yang lebih variatif, seperti: make-up, kecantikan, dan bahkan beberapa apparel olah raga. Hal ini tentu akan menjadi sebuah nilai jual Berrybenka di tengah-tengah ketatnya persaingan di antara bisnis online yang berkembang di Indonesia.

kisah-sukses-jason-lamuda-pendiri-berrybenka-com-disdus-com-dan-bilna-com-3-finansialku

[Baca Juga : Kisah Sukses Aria Rajasa Pendiri Tees.co.id dan GantiBaju.com]

 

Bisnis harus berkembang dan untuk menjadi yang nomor satu di dalam segmen fashion e-commerce, pebisnis harus melakukan segala upaya untuk memperluas layanan bisnis mereka. Hal seperti inilah yang dijalankan oleh Jason di dalam bisnisnya, sehingga Berrybenka dapat berkembang pesat seperti sekarang ini.

 

Bertumbuh ke Sektor Lain

Jason Lamuda bukanlah orang yang hanya menunggu dan membiarkan bisnisnya jalan di tempat, dia membidik pasar baru lainnya yang dianggap memiliki potensi yang baik di dalam mendatangkan angka penjualan. Perkembangan Berrybenka dapat dilihat dari kelahiran Hijabenka yang secara khusus membidik pasar busana muslim untuk para kaum muda, ini tentu menjadi pangsa pasar yang unik dan menjanjikan, sebab jarang sekali orang membidik peluang tersebut di dalam bisnis mereka.

 

coworking-space-solusi-tempat-kerja-untuk-pebisnis-pemula-finansialku

[Baca Juga : Kisah Sukses Christian Sugiono Pendiri MalesBanget.com]

 

Sama dengan Berrybenka, Hijabenka juga memiliki kemampuan untuk bisa bertahan dengan baik di dalam ketatnya persaingan yang ada. Kehadirannya bahkan dapat menjadi jawaban atas tingginya kebutuhan akan produk tersebut di pasaran. Tidak hanya sampai di sana, Jason juga membidik pasar fashion pria sebagai lahan bisnis yang baru. Laki-laki ini berharap, sejumlah produk yang dijual di sana dapat memenuhi kebutuhan fashion para pria yang selalu ingin tampil dengan maksimal di semua kesempatan.

 

Prinsip Dasar Work-Life Balance yang Unik

Ketika semua pebisnis mengupayakan untuk selalu bekerja dan bekerja dengan keras, maka pebisnis yang satu ini justru memiliki prinsip kerja yang jauh lebih sederhana dan mudah untuk diterapkan oleh siapa saja. Menurut pandangannya, bekerja dengan keseimbangan akan membuat semuanya berjalan dengan lebih mudah dan menyenangkan. Hal seperti inilah yang dijalankannya di dalam bisnisnya, sehingga bisnis tersebut tetap bertumbuh semakin besar dari hari ke hari.

 

Entrepreneur Work Life Balance dengan Mengasah Gergaji - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga : Work Life Balance untuk Para Pemilik Bisnis]

 

Baginya, bisnis digital bukanlah sebuah kondisi nyaman yang selalu tenang, namun justru bisnis ini memiliki sejumlah tantangan besar, termasuk kondisi keuangan yang tidak selalu stabil. Jason menggambarkan bisnisnya sebagai sebuah roller coaster, di mana semua bisa berubah naik turun sesuai dengan kondisi pasar yang berjalan. Untuk itu, akan selalu dibutuhkan sebuah tim yang solid untuk dapat melalui berbagai tantangan dan juga hambatan yang terjadi tersebut.

 

Bekerja dengan Sebuah Tim Yang Solid

Sangat sulit untuk menjalankan bisnis digital seorang diri, sebab berbagai hal perlu penanganan tepat untuk menjamin kelangsungan bisnis itu sendiri. Jason paham batul dengan kenyataan tersebut, sehingga penting baginya untuk membangun sebuah tim solid dan mengandalkan mereka untuk bersama-sama menangani berbagai masalah di dalam bisnisnya. 

Baginya, bekerja dengan sebuah tim yang tepat akan mempermudah berbagai urusan dan juga hal lainnya yang dibutuhkan untuk menunjang perkembangan bisnis tersebut. Menemukan dan bekerja dengan orang-orang yang memiliki pikiran positif, akan sangat membantu untuk dapat mencapai tujuan perusahaan dengan tepat. Jason tertarik dengan orang-orang yang memiliki minat besar pada bisnisnya, terutama mereka yang mau bekerja keras dan gigih dalam menyelesaikan berbagai pekerjaannya sebagai anggota tim. Baginya, lingkungan kerja yang menyenangkan, akan membawa dampak positif untuk orang-orang yang bekerja di dalamnya. Jason mesih menjadi pebisnis yang sama, yang selalu ingin berkembang dan bertumbuh bersama bisnis yang dijalaninya.

 

Menurut Anda, apakah bisnis pakaian secara online masih memiliki masa depan yang bagus? Dan bagaimana cara menjaga keseimbangan antara kehidupan dan kerja (work life balance)? Silahkan tinggalkan komentar Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Jason Lamuda Sukses Kembangkan BerryBenka Berpegang Prinsip Work-life Balance. https://goo.gl/fwV7o0
  • Hesti Pratiwi. 31 Oktober 2014. Jason Lamuda: Kerja Keras Bukan Satu-Satunya Kunci Sukses Startup. https://goo.gl/XxBtYj
  • Majalah Hitss. 5 Jurus Penunjang Kesuksesan Bisnis Ala Jason Lamuda – Berrybenka. https://goo.gl/PDWGyk
  • Evi Mariani. 10 Oktober 2013. Jason Lamuda: Building Berrybenka for local designers to grow. https://goo.gl/A3FSCF

 

Sumber Gambar

  • Jason Lamuda – https://goo.gl/Mp5W2k, https://goo.gl/Z9g76t, https://goo.gl/BeU35D

 

 

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Download Sekarang