Mengenal rekam jejak kisah sukses orang terkaya ke-7 Indonesia versi Majalah Forbes, Martua Sitorus. Simak ulasannya berikut ini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Success Story

 

Martua Sitorus – Orang Terkaya Ke-7 Indonesia Versi Forbes

Tak heran jika ia dinobatkan sebagai orang terkaya Indonesia ke-7 tahun 2020 oleh majalah Forbes karena tekadnya yang keras bagai baja sejak kecil.

Kini, berkat tekad yang dibarengi dengan usaha, dia sekarang dikenal sebagai raja minyak sawit di Tanah Air.

Dia lah Martua Sitorus yang juga kerap disapa sebagai A Hok.

Bernama asli Thio Seng Hap, ia menyandang gelar orang terkaya ke-7 Indonesia versi majalah Forbes dengan kekayaan senilai US$1.8 miliar atau setara dengan Rp28,8 triliun.

Kisah Sukses Martua Sitorus, Orang Terkaya Ke-7 Indonesia 02

[Baca Juga: Founder & Money: Kisah Sukses James Gwee Tinggalkan Zona Nyaman]

 

Perjuangan Martua Sitorus

Martua Sitorus sudah memperlihatkan kerja kerasnya sejak ia kecil. Saat itu, dia kerja keras mati-matian demi bisa menyelesaikan pendidikannya hingga bangku perkuliahan.

Demi membantu menambah pendapatan keluarga, A Hok kecil ini rela berjualan udang dan menjadi loper koran di Pematang Siantar, Sumatera Utara, kota tempat kelahirannya.

Berkat kegigihannya, ia berhasil menamatkan bangku kuliahnya di Universitas HKBP Nomensen, Kota Medan, Sumatera Utara.

Rampung dari pendidikan di perguruan tinggi, Martua Sitorus sempat berdagang kecil-kecilan di Kota Medan hingga akhirnya ia bertemu dengan Kuok Khoon Hong, seorang pengusaha asal Malaysia yang menjadi rekan bisnisnya yang membantu membuat usahanya menjadi raksasa.

 

Mulai Bisnis Kelapa Sawit

Pertemuannya dengan Kuok Khoon Hong atau yang biasa disapa William menghasilkan sebuah ide bisnis yang kemudian dijalaninya, yaitu usaha pengolahan kelapa sawit pada tahun 1991.

Perusahaan garapan mereka ini diberi nama Wilmar Internasional yang merupakan gabungan dari nama depan mereka William & Martua, “Wil-Mar”.

Perusahaan Wilmar Internasional ini resmi didirikan dengan modal awal 7.100 hektar kebun kelapa sawit.

Martua Sitorus bersama rekan bisnisnya, William, mengelola perusahaan tersebut dengan sangat baik dengan menitikberatkan konsentrasi pada bisnis hasil perkebunan kelapa sawit.

Bertambahnya usia perusahaan membuat mereka semakin lincah dalam menggarap pengelolaan perusahaan sehingga mereka mampu membangun pabrik sendiri untuk memproduksi minyak kelapa sawit.

Kisah Sukses Martua Sitorus, Orang Terkaya Ke-7 Indonesia 03

[Baca Juga: Para Pebisnis, Berikut Ini Cara Jitu Mengembangkan Bisnis Dengan Media Sosial]

 

Dihadapkan pada krisis moneter di tahun 1997, Wilmar Internasional ternyata tetap tegak berdiri di tengah tumbangnya berbagai perusahaan besar yang kala itu gulung tikar dan tak jarang yang menjual kepemilikannya. 

Di bawah keterampilan bisnis Martua Sitorus yang jenius, perusahaan Wilmar Internasional malah dapat memberikan 2,5 persen tunjangan krisis kepada para karyawannya, padahal banyak perusahaan lain yang memotong gaji karyawan mereka.

Bisnis dari Martua Sitorus melalui Wilmar Internasional ini diketahui berbasis di Singapura dengan 48 perusahaan yang berbeda di mana salah satu perusahaannya itu adalah PT Multimas Nabati Asahan yang memproduksi minyak goreng dengan merek dagang Sania.

 

Perkembangan Bisnis Martua Sitorus

Keuntungan hingga miliaran dollar dihasilkan oleh Wilmar Internasional. Tak heran jika diperkirakan perusahaan raksasa ini telah memiliki total aset sebesar US$1,6 miliar dengan total pendapatan US$4,7 miliar dan laba bersih $58 juta di tahun 2005.

Tak puas dengan kesuksesannya, Martua Sitorus kembali mendirikan usaha lainnya yaitu pada bidang hilirisasi atau produk turunan yang memiliki nilai yang lebih tinggi.

Berbagai jenis usaha bisnis yang berhasil ia kembangkan yang kesemuanya itu terspesifikasi di wilayah agrobisnis seperti di antaranya adalah penyulingan minyak goreng, pengepakan dan penjualan, lemak khusus, oleokimia, produk biodiesel; serta pengolahan biji-bijian.

Kisah Sukses Martua Sitorus, Orang Terkaya Ke-7 Indonesia 04

[Baca Juga: Kisah UMKM: Sobir Lubis Bocorkan Inspirasi Bisnis dan Rahasia Kesuksesannya!]

 

Usaha pengepakan yang ia kembangkan meliputi merchandising minyak sawit dan produk laurics (semacam lemak nabati), pengolahan minyak sawit dan refinery, minyak sayur biji-bijian dan kedelai.

Konsumen perusahaannya rata-rata berasal dari negara tetangga seperti China, Vietnam dan termasuk Indonesia sendiri.

Pada 31 Desember 2005, Perusahaan yang didirikan oleh Martua Sitorus ini telah memiliki aset berupa tanah sebesar 69.171 hektar, 65 pabrik, 7 kapal tanker dan 20.123 karyawan.

Dilansir dari majalah bizlaw.id, perusahaannya memiliki 30 negara tujuan eksportir. Puncaknya, perusahaan Wilmar tercatat di bursa Singapura di Agustus 2005, dengan nilai saham US$2 miliar.

 

Kerja Sama Bisnis Martua Sitorus & ok Khoon Hong

Bersama dengan Kuok Khoon Hong, Martua Sitorus alias A Hok sepakat untuk menjalankan bisnis dan mengembangkannya bersama.

Kuok Khoon Hong alias William bertindak sebagai Chairman & CEO sedangkan Martua Sitorus alias A Hok berperan sebagai Chief Operating Officer (COO) dalam perusahaan Wilmar International Ltd.

Pada bulan pertama tahun 2006 tercatat bahwa perusahaan yang mereka kembangkan ini telah mengalami kenaikan 7.8 persen atau senilai US$3,7 miliar jika dibandingkan dengan periode yang sama sebelumnya di tahun 2005.

Selama sembilan bulan pertama di tahun 2006 pun tercatat laba bersih yang tumbuh hingga 6,4 persen yaitu sebesar US$68,3 juta dibandingkan periode yang sama di tahun 2005 yang waktu itu sebesar US$43,6 juta.

Kisah Sukses Martua Sitorus, Orang Terkaya Ke-7 Indonesia 05

[Baca Juga: Kisah Sukses Iwan Tirta, Pemilik Rumah Batik Terkenal Indonesia]

 

Kemenangan bisnis mereka selanjutnya ditandai dengan dibangunnya tiga pabrik biodiesel.

Dilansir dari majalah bizlaw.id, ada beberapa isu menyangkut bisnis Wilmar Corp, terutama bisnis minyak sawit.

Pertama, rencana merger Wilmar dan lini bisnis Kuok Group, milik taipan Robert Kuok, di bidang agrobisnis (PPB Oil Palms Berhad, PGEO Group Sdn. Bhd., dan Kuok Oil & Grains Pte Ltd).

Nilai transaksi merger mencapai US$2,7 miliar. Merger ini ditaksir memberikan potensi kapitalisasi pasar Wilmar sebesar US$7 miliar.

Merger ini diperkirakan juga akan menghasilkan kombinasi pendapatan US$10 miliar dan laba bersih US$300 juta selama sembilan bulan pertama 2006.

Pabrik-pabrik ini diperkirakan memiliki kapasitas produksi sampai 350.000 ton per tahun sehingga total kapasitasnya mencapai 1,050 juta ton per tahun. Sejauh ini, belum ada pabrik biodiesel milik perusahaan lain di dunia yang memiliki kapasitas produksi sebesar milik Wilmar.

Sebagai tambahan, apabila rencana merger itu terealisasi, maka pabrik biodiesel milik PGEO Group Sdn. Bhd. dengan kapasitas 100.000 ton per tahun akan makin memperkuat bisnis biodiesel Wilmar.

Selain di bidang agrobisnis, Martua Sitorus juga dikabarkan aktif dalam bisnis kesehatan. Ia telah membangun rumah sakit di Medan pada tanggal 12 Desember 2012 silam dengan nama Murni Teguh Memorial Hospital sebagai salah satu persembahan yang ia berikan untuk ibunya, Murni Teguh.

 

GRATISSS, Yuk Download SEKARANG!!!

Ebook Pentingnya MENGELOLA KEUANGAN Pribadi dan Bisnis

14 Ebook Mengelola Keuangan Bisnis dan Pribadi

 

Anda dapat membagikan setiap artikel Finansialku kepada rekan atau kenalan yang membutuhkan!

Tuliskan komentar dan tanggapan Anda pada kolom yang terletak di bawah ini!

Manfaatkan fitur konsultasi gratis dengan PERENCANA KEUANGAN FINANSIALKU sekarang juga dan gunakan kode promo CUAN50 untuk menjadi member PREMIUM Aplikasi Finansialku.

 

 

Sumber Referensi:

  • Forbes. Martua Sitorus. Forbes.com – https://bit.ly/3joJ7vu
  • Tahir Saleh. 24 September 2020. Perusahaan Crazy Rich Martua Sitorus Mau IPO di China Rp 30 T.  https://bit.ly/37zUfn8
  • Izza. 13 April 2020. Martua Sitorus, Pria Terkaya ke-7 Indonesia yang Kreatif, Dinamis, dan Banyak Ide. Bizlaw.id – https://bit.ly/31zGwc4
  • Warta Kota. 1 Juli 2020. Ini Lima Orang Terkaya di Indonesia, Salah Satunya Martua Sitorus, Raja Minyak Kelapa Sawit. Tribunnews.com – https://bit.ly/3dX5ZkL
  • Kumparan.12 April 2020. Orang Terkaya ke-7 di RI Pernah Jadi Loper Koran hingga Penjual Udang. Kumparan.com – https://bit.ly/34k0OZ4
  • Trto.id. Martua Sitorus. Tirto.id – https://bit.ly/2HpVzyg

 

Sumber Gambar:

  • 01 – https://bit.ly/2Ue8Jkx
  • 02 – https://bit.ly/3595Ckc
  • 03 – https://bit.ly/3pc9yZu
  • 04 – https://bit.ly/38qQoJE
  • 05 – https://bit.ly/2IchIA9