Apakah Anda mengetahui apa bahaya perilaku konsumerisme, materialisme, serta hedonism pada kehidupan seseorang?

Mari, simak bahayanya berikut!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Perilaku Konsumerisme, Materialisme, dan Hedonisme

Konsumerisme itu sendiri berasal dari kata consumere atau consumo, sumpsi, sumptum (dalam bahasa latin) yang memiliki arti menghabiskan, memakai sampai habis, memboroskan, menghambur-hamburkan, dan menggerogoti sampai habis.

Kata-kata tersebut menurunkan kata konsumen (pemakai atau orang yang menghabiskan), konsumsi (sesuatu yang dimakan habis), dan konsumerisme (pikiran atau mentalitas mau menghabiskan atau memboroskan).

Tidak dapat dipungkiri bahwa kehidupan masyarakat memang dipenuhi dengan interaksi antara produsen (pembuat) dan konsumen (pemakai).

Ketika hubungan antara produsen dan konsumen seimbang maka kehidupan akan berjalan dengan aman serta harmonis. Namun, ketika konsumen menjadi terlalu boros atau konsumsi berlebihan maka keseimbangan dapat terganggu.

Konsumerisme merupakan mentalitas serta gaya hidup yang boros. Dalam kehidupan konsumerisme maka orang akan menghabiskan barang dan jasa yang tersedia secara berlebihan (menghambur-hamburkan).

Oleh karena itu, maka alam dan manusia dapat terganggu bahkan bisa sampai rusak dan hancur.

Konsumerisme juga dapat berarti suatu paham atau gaya hidup yang menganggap bahwa barang-barang mewah dijadikan ukuran kebahagiaan, kesenangan, dan bahkan ukuran kesuksesan dalam hidup.

Jadi, dalam kata lain konsumerisme juga dapat diartikan sebagai gaya hidup yang tidak hemat atau boros.

Cara Membantu Teman Shopaholic 02 Belanja - Finansialku

[Baca Juga: Terbebas Dari Konsumerisme, Ini Cara Ampuh Mengatasi Shopaholic!!]

 

Sedangkan materialisme berasal dari kata materia (dalam bahasa latin) yang memiliki arti bahan, benda, ataupun barang.

Jadi, materialisme merupakan pandangan yang menganggap bahwa segala sesuatu itu hanyalah benda atau barang, tidak lebih dan tidak kurang.

Ekstrimnya orang yang menganut paham materialisme ini tidak mengakui adanya roh dan jiwa. Jadi, orang-orang yang menganut paham materialisme memperlakukan segala sesuatu bahkan termasuk manusia sebagai barang atau benda.

Lebih buruknya lagi, orang-orang tersebut memuja barang dan benda sebagai tujuan hidup mereka. Oleh karena itu, mereka sering menjadikan manusia sebagai korban hanya demi mendapatkan harta benda.

Hedonisme berasal dari kata hedone (dalam bahasa Yunani) yang memiliki arti kenikmatan atau kesenangan (pleasure jika dalam bahasa Inggris). Jadi, hedonisme adalah ajaran yang menganggap kenikmatan sebagai tujuan hidup.

Penganut hedonisme (kaum hedonis) merupakan orang-orang yang hidup hanya untuk mengejar kenikmatan saja. Mereka memuja-muja kenikmatan dan mereka hidup hanya untuk mencari kenikmatan saja.

Oleh karena itu, konsekuensinya mereka menghindari hal-hal yang tidak menyenangkan. Mereka juga mudah mengeluh ketika menghadapi berbagai kesulitan hidup.

para-suami-ini-7-cara-mengatasi-istri-yang-boros-2-finansialku

[Baca Juga: Inilah 5 Cara Sederhana Berhemat agar Hidup Sejahtera]

 

Sering kali, ketiganya (konsumerisme, materialisme, dan hedonisme) berjalan seiringan.

Orang-orang yang menganggap bahwa hidup ini hanya untuk kenikmatan saja (hedonis) maka akan mencari-cari barang-barang yang dapat memuaskan dirinya (materialis) yang akhirnya mengakibatkan perilaku konsumeristis atau pemborosan.

Perilaku konsumerisme, materialisme, dan hedonisme ini bahkan sudah menjangkit di seluruh lapisan masyarakat termasuk pelajar, siswa, ataupun mahasiswa.

Secara sederhananya dapat Anda lihat dari sisi penggunaan gadget, kendaraan, fashion, pergaulan, dan lain sebagainya.

Perubahan yang cukup drastis ini dapat terjadi karena dampak dari perubahan lingkungan sosial. Tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan teknologi komunikasi telah meningkat dengan luar biasa.

Oleh karena itu, pola pikir (mindset) masyarakat termasuk pelajar, siswa, dan mahasiswa menjadi berubah.

 

5 Penyebab Perilaku Konsumerisme, Materialisme, Hedonisme

Sebelum mengarah pada bahaya dari konsumerisme, materialisme, dan hedonisme. Mari ketahui dulu penyebab perilaku konsumerisme, materialisme, dan hedonisme berikut.

 

#1 Ketularan Budaya Konsumerisme, Materialisme, dan Hedonisme dari Barat

Sekarang penularan serta infiltrasi budaya berlangsung dengan sangat pesat melalui berbagai media seperti TV, iklan, internet, media sosial, koran, majalah, film, dan sebagainya.

Anda bisa tonton video tips menghindari perilaku konsumtif melalui channel Youtube Finansialku berikut ini:

 

#2 Para Pemimpin Formal Memberikan Contoh Hidup yang Konsumerisme, Materialisme, dan Hedonisme

Salah satu contohnya adalah ketika para pemimpin formal seperti Presiden, Wakil Presiden, para menteri dan pemimpin formal lainnya yang menggunakan mobil dari produk asing, sehingga akhirnya ditiru oleh masyarakat.

 

#3 Pengukuran Kesuksesan atau Keberhasilan Hidup yang Dinilai dari Materi

Yang menjadi penyebab timbulnya perilaku konsumerisme, materialisme, serta hedonisme juga dikarenakan kesuksesan atau keberhasilan orang diukur dengan harta benda dan kehidupan yang mewah.

Misalnya dengan kendaraan yang bagus, gadget mahal, fashion, dan sebagainya.

 

#4 Ingin Menunjukkan Status Sosial

Untuk menunjukkan status sosialnya seringkali ditunjukkan dengan hal-hal yang bersifat materi seperti smartphone mahal, mobil keren, dan sebagainya.

 

#5 Perubahan Gaya Hidup ke Digital

Kini zaman sudah berubah. Terdapat perubahan gaya hidup dari yang tadinya konvensional menjadi digital yang ditandai dengan berbagai perubahan penampilan.

Mengatur Keuangan Ala Generasi Milenial 04 Generasi Milenial 4 - Finansialku

[Baca Juga: Hedonic Treadmill, Apa Itu? Kenali Ciri-ciri dan Penanganannya!]

 

5 Bahaya Perilaku Konsumerisme, Materialisme, dan Hedonisme

Kali ini rubrik Finansialku akan membahas berbagai bahaya dari perilaku konsumerisme, materialisme, dan hedonisme. Berikut 5 bahaya perilaku konsumerisme, materialisme, dan hedonisme.

 

#1 Mau Hidup Senang dengan Cepat Sehingga Memilih untuk Menjadi Kuli (Buruh atau Pekerja) dan Konsumen Produk Industri Asing

Bahaya yang pertama dari perilaku konsumerisme, materialisme, dan hedonisme adalah menjadikan orang Indonesia menjadi pekerja dan konsumen produk industri asing hanya karena mau hidup senang dengan cepat.

Tentunya hal ini sangat disayangkan untuk negara kita tercinta, Indonesia. Menurut Mohammad Hatta, Wakil Presiden Republik Indonesia yang pertama mengatakan bahwa:

“Bangsa Indonesia harus menjadi bangsa produsen dan bukan konsumen.”

 

#2 Menjadi Bangsa yang Lemah

Jika orang Indonesia berperilaku konsumerisme, materialisme, dan hedonisme, maka mereka sudah kehilangan “spirit juang” untuk merubah, memperbaiki, serta memajukan negeri ini.

Hal itu dikarenakan orang-orang tersebut sudah berorientasi dan terkontaminasi oleh konsumerisme, materialisme, dan hedonisme.

 

#3 Menjadi Pusat Penjualan Produk Asing

Sekarang ini hampir semua barang yang diperlukan merupakan barang impor. Indonesia yang memiliki jumlah penduduk sebesar 260 juta jiwa sudah menjadi pasar yang memiliki potensial bagi negara-negara yang sudah maju.

Kini para pemimpin, ilmuan, serta seluruh rakyat Indonesia dibuat menjadi konsumerisme terhadap produk dari industri asing.

 

#4 Menjadi Bangsa yang Terjajah Secara Ekonomi

Para pemimpin serta rakyat Indonesia yang sudah berperilaku konsumerisme, materialisme, dan hedonisme secara tidak langsung telah menjadi bangsa yang terjajah.

 

#5 Tidak Ada Kemandirian

Bahaya lainnya dari perilaku konsumerisme, materialisme, dan hedonisme adalah tidak ada kemandirian. Padahal, Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam yang melimpah.

Namun, sayangnya kekayaan yang melimpah tersebut tidak dieksploitasi sendiri sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Sumber Daya Alam (SDA) sudah dikuras oleh para pihak asing dan para kompradornya. Sedangkan bangsa Indonesia sudah hilang kemandiriannya.

 

Terhindar dari Perilaku Konsumerisme, Materialisme, dan Hedonisme

Setelah mengetahui apa itu konsumerisme, materialisme, hedonisme dan bahayanya, sekarang Anda dapat mengevaluasi diri Anda apakah Anda merupakan pelakunya atau tidak.

Semoga Anda tidak masuk kedalam salah satu dari itu ya. Jika sudah terlanjur menjadi pelakunya, maka usahakan untuk mencoba memperbaiki diri.

Jangan menjadi orang yang suka menghambur-hamburkan, hanya mencari harta benda, dan hanya mencari kenikmatan aja. Ayo segera berubah untuk menjadikan bangsa Indonesia yang lebih baik!

Anda bisa memulainya dengan merencanakan keuangan Anda dengan tepat. Anda bisa membaca ebook dari Finansialku di bawah ini untuk membantu Anda merencanakannya. Selamat membaca..

Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Jadi, apakah Anda mau menghindari perilaku konsumerisme, materialisme, dan hedonisme? Silahkan berikan komentar dan pendapat Anda di kolom yang telah tersedia.

Anda juga dapat membagikan artikel ini kepada rekan-rekan Anda yang membutuhkan agar semakin banyak orang yang dapat terhindar dari perilaku konsumerisme, materialisme, ataupun hedonisme.

Semoga artikel ini bermanfaat. Terimakasih.

 

Sumber Referensi:

  • Admin. 1 Oktober 2017. Konsumerisme, Materialisme, dan Hedonisme. Majalahharmoni.com – https://bit.ly/2XDgdBj
  • Musniumar. 18 April 2013. Musni Umar: Konsumeristik, Hedonistik dan Materialistik Hilangkan Spirit Juang Bangsa Indonesia. WordPress.com – https://bit.ly/2FunR6m

 

Sumber Gambar:

  • Konsumerisme – http://bit.ly/2ZOhOSa