Apa yang terjadi dengan cicilan motor apabila nasabahnya meninggal dunia? Lalu, apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menyikapi permasalahan ini?

Dalam artikel kali ini, Finansialku akan membahas informasi penting yang berkaitan dengan kredit motor jika nasabah yang bersangkutan meninggal dunia.

 

Rubrik FinansialkuRubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Kredit Motor Macet, Apa Saja Penyebabnya?

Ada berbagai penyebab yang menjadikan kredit sepeda motor macet di tengah jalan. Tentunya macetnya kredit bisa berdampak pada masalah yang besar sampai kehilangan kendaraan.

Macetnya kredit bisa disebabkan oleh beberapa hal, bisa karena meninggal dunia, penghasilan yang menurun, dan lain sebagainya.

Salah satu hal yang dapat Anda lakukan sebelum memutuskan untuk kredit sepeda motor yakni membeli asuransi. Hal ini dilakukan dengan tujuan apabila terjadi sesuatu yang bisa mengakibatkan pada macetnya kredit, Anda tidak secara otomatis kehilangan kendaraan.

Penambahan biaya memang akan menjadi tanggungan nasabah, tetapi jika terjadi musibah maka akan lebih ringan karena adanya asuransi tersebut.

 

Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Jika Nasabah Meninggal Dunia, Perhatikan Hal-hal Penting Berikut

Kematian bisa datang kapan saja dan pada siapa saja, tak mengenal usia maupun jenis kelamin.

Dengan begitulah, seseorang yang masih dalam tahap mencicil sepeda motornya juga dihadapi dengan kemungkinan kematian.

Bagi keluarga yang ditinggal meninggal dunia, jangan panik. Pastikan terlebih dahulu bagaimana kesepakatan yang telah terjalin.

Ada beberapa hal yang harus dicermati sehingga tidak akan menimbulkan kerugian, di antaranya adalah sebagai berikut:

 

#1 Asuransi yang Disepakati Sebelumnya

Bagi orang yang membeli sepeda motor dengan menggunakan kredit maka sebaiknya mencermati asuransinya. Di Indonesia terdapat dua jenis asuransi yakni TLO (Total Loss Only) dan juga All Risk.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, asuransi ini bisa menjamin pemilik sepeda motor mendapatkan ganti rugi saat kendaraannya hilang ataupun hanya lecet.

Asuransi ini juga sangat membantu pengguna kendaraan yang tertimpa musibah.

Nasabah Meninggal Dunia, Bagaimana Dengan Kredit Motor Finansialku 2

[Baca Juga: Mau Pengajuan Kredit Mobil? Cek Dulu Kerugian dan Keuntungan Kredit Mobil!]

 

Manfaat yang besar saat mengikuti asuransi ini sebaiknya diambil oleh para pemilik kendaraan. Tujuannya adalah agar bebannya bisa lebih ringan bila saja terjadi musibah.

Besaran iuran yang harus dibayarkan memang akan menambah biaya, akan tetapi jika terjadi musibah seseorang akan sangat terbantu.

 

#2 BPKB Motor

BPKB (Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor) merupakan benda yang sangat berharga sebagai tanda seseorang mempunyai kendaraan.

Keberadaan surat ini sangat penting dan bisa dijadikan bukti kepemilikan kendaraan. Kegunaan lainnya adalah bisa digunakan untuk agunan saat akan meminjam uang di bank.

BPKB juga menjadi dokumen penting pada saat mengurus berbagai hal yang berhubungan dengan sepeda motor terutama ketika sang nasabah telah meninggal dunia.

Ketika cicilan belum selesai tapi nasabah meninggal maka bisa dianggap lunas dengan perjanjian sebelumnya.

Nasabah Meninggal Dunia, Bagaimana Dengan Kredit Motor Finansialku 3

[Baca Juga: Bagaimana Cara Mendapatkan Kredit Mobil Murah Untuk Keluarga?]

 

Namun, jika para ahli waris memiliki uang yang cukup untuk melunasi cicilan sampai selesai, maka tidak ada ruginya untuk membayar tagihan tersebut. Misalnya diambil dari warisan berupa harta dari nasabah yang meninggal dunia. Apabila sudah dilunasi, barulah BPKB bisa dimiliki oleh ahli waris.

Jangan lupa untuk segera memproses balik nama. Karena jika ada hal-hal yang perlu dilakukan, maka proses tersebut bisa membantu pemilik baru untuk menjual atau memakainya dalam beberapa waktu mendatang.

 

#3 Dokumen-dokumen Surat Keterangan Waris

Bila ingin mencairkan dana asuransi saat terjadi kematian, Anda bisa melakukannya dengan mudah. Dimulai dengan mengurus keterangan ahli waris terlebih dahulu yang syarat-syaratnya mudah untuk dipenuhi.

Pada saat akan mengurus surat keterangan ahli waris ini maka Anda harus menyiapkan empat macam dokumen. Dokumen pertama adalah surat keterangan waris yang dikeluarkan oleh RT atau RW setempat, KTP dan KK sebagai identitas yang memiliki kekuatan hukum, terakhir akta kematian yang bisa diperoleh dari kelurahan.

Kelengkapan dokumen-dokumen tersebut menjadi ahli waris bisa segera memperoleh BPKB sepeda motor.

 

 

Pada saat mengambil BPKB sepeda motor tersebut maka Anda juga perlu mempersiapkan sejumlah dokumen.

Pertama, siapkan KTP asli nasabah beserta dengan akta kematian yang dikeluarkan oleh kelurahan, siapkan kartu keluarga dan juga surat keterangan ahli waris.

Dokumen tentang keterangan ahli waris juga perlu diproses ketika nasabah meninggal secara mendadak.

Biasanya jika nasabah meninggal secara mendadak maka belum ada cukup waktu untuk menulis surat wasiat maupun memproses hak waris. Oleh karena itu, libatkan pihak notaris atau ahli hukum lainnya supaya kekuatan legalitasnya pun cukup.

Jangan lupa juga untuk mengklaim tentang penyerahan tagihan ke ahli waris apabila belum ada cukup biaya untuk melunasinya, karena jika tidak diklaim maka para debt collector akan menagih ke nasabah yang bisa berakibat motor tersebut diambil paksa karena tidak ada konfirmasi. Jika masih keberatan dengan cicilannya maka lakukan konfirmasi dulu ke pihak penjual.

 

#4 Pentingnya Jaminan Fidusia

Jaminan fidusia berkaitan erat dengan proses balik nama atau pemindahtanganan dari nasabah yang meninggal kepada ahli waris.

Apakah motor akan diproses tersebut maupun tidak? Hal ini merupakan suatu prosedur legalitas yang harus dilakukan tanpa pandang bulu.

Siapapun nasabahnya, jaminan fidusia harus jelas sehingga tidak menyebabkan masalah di masa mendatang.

Namun, bagi ahli waris jangan khawatir karena pihak leasing tidak akan melakukan pengambilan motor secara paksa di rumah ahli waris karena secara hukum namanya pencurian.

Beli Motor Bekas 01 Finansialku

[Baca Juga: Apa Bisa Dapat Mobil Dengan Kredit Mobil Bekas Tanpa DP?]

 

Selain itu, ketika digunakan di jalan, proses perampasan juga akan dikenai pasal perampasan.

Jadi, tidak perlu khawatir dengan prosedur-prosedur yang harus dilakukan, karena semuanya bisa dikondisikan.

Yang penting bagi para ahli waris adalah selalu menjalin komunikasi dan konfirmasi tentang apa saja yang terjadi supaya tidak menjadikan proses kredit macet.

Apalagi catatan kredit juga akan mempengaruhi proses lainnya. Apabila ada kemungkinan bagi para ahli waris untuk mengambil kredit lagi, maka jangan sampai membuat masalah pada proses tersebut.

 

Jangan Panik Ketika Jadi Ahli Waris Nasabah

Bagi Anda yang menjadi ahli waris dari nasabah dengan cicilan sepeda motor, ikutilah tahap-tahap di atas dan jangan panik.

Pastikan bahwa kelengkapan surat serta perjanjian-perjanjian yang dilakukan pada saat membeli sepeda motor telah dipelajari dengan baik.

Hal ini sangat penting sehingga bisa diketahui apakah mendapatkan asuransi ataukah tidak ikut asuransi dan harus melanjutkan cicilan.

 

Pentingnya informasi di atas bagi para ahli waris nasabah tentu membuat Anda memiliki tanggung jawab moril untuk menyebarkannya ketika masalah ini muncul di lingkungan sekitar. Jadi, jangan lupa untuk membagikannya pada teman yang mengalami masalah ini di masa depan, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Rizki Abadi. 20 Januari 2017. Bagaimana Nasib Kredit Motor Saat Nasabah Meninggal Dunia? https://goo.gl/b4zxhi

 

Sumber Gambar:

  • Kredit Motor – https://goo.gl/images/h8EVDd