Karena sulit mengatur keuangan, sering kali mahasiswa kehabisan uang di tengah atau menjelang akhir bulan. Untuk mengantisipasi hal yang sama kembali, mahasiswa, terlebih mahasiswa kedokteran, perlu mengalokasikan pendapatan untuk menabung atau investasi.

Yuk, simak artikel berikut agar kamu terselamatkan dari pola keuangan yang tidak sehat!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Menabung Selalu Berguna

Sejak lama, masyarakat Indonesia selalu percaya bahwa menabung merupakan pilihan bagus untuk hidup lebih baik di masa mendatang. Meski sebenarnya tidak serta membuat seseorang menjadi kaya, menabung bisa menjadi semacam “juru selamat” dari beberapa kemungkinan yang tidak menyenangkan.

Menabung, baik dalam bentuk uang maupun benda lain, terbukti bisa menjadi jawaban jika sesuatu terjadi.

Mahasiswa kedokteran perlu mempertimbangkan urgensi sebuah tabungan. Hal itu tak lepas dari keseharian mereka di kampus yang kerap mengeluarkan sejumlah besar uang untuk pendidikan.

Dengan pengelolaan yang sedikit lebih baik, mereka akan lebih sehat secara finansial.

Tapi, sayangnya, alih-alih memiliki simpanan uang, mahasiswa enggan menabung karena berpikir akan terus mendapat kiriman uang bulanan dari orang tua. Padahal, jika mereka memutar uang dengan bijak, mereka bahkan bisa mendapat penghasilan tambahan dari sana.

 

Persentase Tabungan dan Investasi yang Ideal

Kebanyakan orang masih berpikir bahwa menjadi mahasiswa artinya tidak perlu terlalu memikirkan keuangan. Semua itu adalah urusan orang tua.

Faktanya, keuangan tidak sesederhana itu. Mahasiswa perlu belajar dari sekarang agar bisa menata finansial jika nanti telah bekerja.

Persentase yang pas untuk menabung atau berinvestasi adalah 20% dari total penghasilan. Tapi, jika kamu bisa mengeluarkan lebih dari itu, justru lebih baik.

Mahasiswa Kedokteran, Yuk Mulai Alokasikan Uang Bulanan untuk Menabung dan Investasi! 02

[Baca Juga: Mahasiswa Kedokteran, Yuk Kelola Keuangan Secara Sehat Agar Tidak Makan Mi Instan di Akhir Bulan!]

 

Memiliki tabungan sama pentingnya dengan memiliki dana darurat. Maka, jika kamu tidak memiliki dana darurat, sebaiknya nominal 20% dari pendapatan dialokasikan ke sana.

Minimal dana darurat yang harus kamu miliki adalah 3x dari total pengeluaran bulanan. Itu artinya, jika kamu menghabiskan sekitar Rp 5 juta per bulan, dana darurat yang harus kamu siapkan adalah Rp 15 juta.

Tapi, pada akhirnya, jika kamu memandang keduanya sama-sama penting, kamu juga boleh memenuhi dua-duanya dengan membagi nominal 20% menjadi dua. Meskipun, konsekuensinya, kedua kebutuhan tersebut akan lebih lama tercapai.

Jika kamu belum yakin menghitungnya sendiri, kamu bisa menghubungi financial planner Finansialku melalui aplikasi. Kamu bisa memanfaatkan akun premium dengan Rp 300 ribu untuk penggunaan satu tahun dengan memasukkan kode voucher CUAN50, dan berkomunikasi dengan perencana keuangan terbaik.

Yuk, unduh aplikasi Finansialku di Google Play Store atau Apps Store!

 

Tips Menabung Untuk Mahasiswa Kedokteran

Menabung menjadi kegiatan yang menyenangkan jika kamu melihatnya dari sisi positif. Tapi, jika memandangnya sebagai beban atau kewajiban, hal ini akan terasa berat.

Berikut tips menabung yang bisa diikuti mahasiswa kedokteran agar tetap semangat menyimpan pundi-pundi rupiah:

 

#1 Tips Menabung

Simak tips sederhana berikut agar kamu bisa lebih enjoy saat menabung:

  1. Gunakan cara sederhana, yakni menabung dengan toples. Menabung dalam wadah di rumah adalah cara yang sudah turun-temurun dilakukan masyarakat Indonesia. Meski tampak sepele, cara ini cukup efektif dilakukan.
  2. Membuat tantangan untuk diri sendiri. Tantangan sederhana akan membuat kamu semangat menabung. Kamu bisa membuat tantangan harian, mingguan, hingga bulanan. Untuk tantangan harian, misalnya, kamu harus menyisihkan Rp 000. Kemudian, kamu harus menyisihkan Rp 50.000 tiap minggu untuk tabungan. Dan di akhir bulan, kamu harus menyisihkan Rp 100.000.
  3. Tidak membawa kartu debit atau kredit setiap waktu. Tidak bisa dipungkiri, penggunaan kartu dalam kehidupan membuat banyak orang menjadi konsumtif. Maka, dengan membawa uang sekadarnya dan meninggalkan kartu-kartu di rumah, kamu akan lebih hemat sehingga memiliki uang untuk ditabung.
  4. Buat tagihan untuk diri sendiri. Membuat semacam tagihan bisa membuat kamu sadar pentingnya tabungan. Kamu bisa menemukan fitur semacam ini di Finansialku pada menu beli barang. Buatlah seolah-olah kamu membayar cicilan agar memiliki nominal yang sama setiap bulan untuk disimpan.
  5. Memiliki teman menabung. Kamu pasti juga tahu, kan, jika memiliki rekan dengan habit yang sama itu menyenangkan?
  6. Batasi menarik uang. Membatasi bukan berarti menghentikan, lho, ya. Kamu tetap boleh menggunakan uang untuk hal-hal yang telah dicatat dalam anggaran keuangan. Di luar semua itu, sebaiknya kamu mengurungkan keinginan.
  7. Mengubah kebiasaan. Jika sebelumnya kamu gemar bertemu seseorang di kafe fancy, kebiasaan tersebut bisa diubah dengan menemui mereka di rumahnya. Selain lebih hemat, kamu juga bisa mengenal keluarganya.

 

#2 Variasi Menabung yang Menyenangkan untuk Mahasiswa Kedokteran

Variasi menabung berikut akan membuat kamu tetap happy. Simak penjelasannya dalam ulasan berikut:

 

#1 Tabungan Bertingkat

Pasti kamu pernah pepatah, “sedikit demi sedikit lama-lam menjadi bukit”, bukan? Kamu bisa menerapkannya untuk menabung dengan sistem bertingkat.

Kamu bisa memulainya dengan Rp10.000 untuk lima hari pertama, meningkat menjadi Rp15.000 lima hari berikutnya, dan seterusnya.

Jika kebiasaan ini bertahan, setidaknya untuk satu bulan, kamu bisa mendapatkan:

5 hari pertama @Rp10.000 Rp 50.000
5 hari kedua @Rp15.000 Rp 75.000
5 hari ketiga @Rp20.000 Rp 100.000
5 hari keempat @Rp25.000 Rp 125.000
5 hari kelima @Rp30.000 Rp 150.000
5 hari keenam @Rp35.000 Rp 175.000
JUMLAH Rp 675.000


#2 Menabung Sesuai Tanggal

Menabung sesuai tanggal juga pilihan yang bisa dicoba. Kamu akan menabung mulai dari Rp1.000 di tanggal 1. Hal yang sama berlaku hingga di hari ke 30 atau 31, kamu menabung sesuai dengan nominal tanggal di hari itu.

Sistem tabungan ini bisa disandingkan dengan alokasi 20%. Artinya, meski kamu telah menyimpan sejumlah uang, kamu bisa melakukan life hack melalui cara ini.

 

#3 Autodebit

Jika kamu kesulitan melakukan langkah-langkah di atas, autodebit menjadi pilihan jitu yang bisa diterapkan. Hal ini semudah menyisihkan 205 pendapatan untuk ditabung atau diinvestasikan.

Banyak instrumen investasi yang cocok untuk mahasiswa kedokteran, mulai dari reksa dana, saham, obligasi, sampai peer to peer lending. Semuanya akan mendatangkan cuan untukmu, jika kamu cukup ulet dan telaten menjalaninya.

 

Yuk, Tabung dan Simpan!

Itulah ulasan mengenai nominal tabungan dan investasi untuk mahasiswa. Tapi, jika masih kurang jelas, kamu bisa berkonsultasi dengan financial planner profesional di aplikasi Finansialku.

Aplikasi Finansialku bisa diunduh secara gratis di Google Play Store dan Apps Store. Kamu bisa memanfaatkan gratis 30 hari atau upgrade ke akun premium untuk lebih banyak fitur.

Selain konsultasi, kamu bahkan bisa mengecek financial health untuk mengukur seberapa baik keuanganmu. Buruan download sekarang!

 

Nah, itu dia tips mengatur keuangan buat kalian para calon dokter. Punya pertanyaan dari artikel di atas? Kamu bisa banget tulis di kolom komentar di bawah ini.

Jangan lupa bagikan juga artikel ini pada rekan dan keluargamu yang juga calon dokter ya!

Ebook Perencanaan Keuangan Untuk MAHASISWA

Download Sekarang, GRATISSS!!!

8 Ebook Perencanaan Keuangan Mahasiswa

 

Sumber Referensi:

  • Admin. Biar Tambah Semangat, Yuk Coba Menabung dengan Cara Unik. Cigna.co.id – https://bit.ly/35qFmli
  • Nur Fitriatus Shalihah. 28 November 2020. Sulit Menabung? Ini 8 Cara Unik dan Efektif Sisihkan Gaji. Kompas.com – https://bit.ly/2LhRbDr

 

Sumber Gambar:

  • Mahasiswa Kedokteran – https://bit.ly/2Lz6x6H, https://bit.ly/3oEggH4