Mau Ajukan KPR Rumah Murah, Begini Syarat-syarat KPR

KPR rumah murah merupakan keinginan semua orang, mengajukan KPR (Kredit Pinjaman Rumah) merupakan alternatif popular di kalangan masyarakat untuk memperoleh rumah idaman. Namun tahukah Anda bahwa pengajuan KPR tidak selalu disetujui? Untuk mengantisipasinya, pelajari syarat-syarat KPR dan persiapkan dengan baik. Mau ajukan kredit rumah murah, begini syarat-syarat KPR.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Langkah Tepat dalam Pengajuan KPR

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kini menjadi alternatif solusi yang sangat digemari dalam memperoleh rumah idaman karena berbagai keuntungannya. Adapun beberapa keuntungan utama menggunakan fasilitas kredit rumah (KPR) adalah:

  1. Kebutuhan dana tunai yang besar teratasi karena peminjam hanya perlu menyediakan uang muka saja dan tidak perlu menyiapkan dana dalam jumlah besar.
  2. Adanya keringanan besar angsuran karena ekspektasi peningkatan penghasilan terutama karena KPR umumnya berlangsung dalam jangka panjang.

 

Namun, Anda perlu mempelajari dan mempersiapkan seluruh syarat-syaratnya dan mengajukannya sesuai prosedur yang berlaku jika ingin pengajuan Anda disetujui. Apa saja syarat-syarat dan prosedur pengajuannya? Melalui artikel ini, Finansialku akan mengajak Anda yang mau mengajukan kredit rumah dengan cara yang mudah. Simak syarat-syarat KPR dan prosedur pengajuannya berikut ini.

Mau Ajukan KPR Rumah Murah Begini Syarat-syarat KPR 02 - Finansialku

[Baca Juga: Konsultasi: Ingin Membeli Rumah dengan KPR Sekaligus Membuat Bisnis, Apakah Mungkin?]

 

Syarat Mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

Dalam mengajukan KPR, tiap-tiap bank akan memberikan persyaratan dan ketentuan yang perlu dipenuhi sebelum melangkah ke tahap selanjutnya. Walaupun setiap bank biasanya memiliki persyaratan yang berbeda, namun berikut merupakan persyaratan umum yang biasanya muncul dalam pengajuan KPR:

  1. Merupakan Warga Negara Indonesia (WNI)
  2. Berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah
  3. Memiliki pekerjaan atau penghasilan tetap sebagai pegawai tetap/wiraswasta/profesional dengan masa kerja minimal 1 tahun (pegawai) atau 2 tahun (professional/wiraswasta).
  4. Usia tidak lebih dari 50 tahun ketika mengajukan permohonan KPR

 

Selain persyaratan umum yang perlu dipenuhi, terdapat beberapa syarat berupa dokumen yang perlu disiapkan sebagai syarat pengajuan KPR, yaitu sebagai berikut:

  1. Fotokopi KTP/Paspor/KITAS/KITAP suami dan istri (jika sudah menikah).
  2. Kartu keluarga atau bukti nikah (jika sudah menikah).
  3. Slip gaji bulan terakhir atau Surat Keterangan Gaji.
  4. Fotokopi akta perusahaan dan atau SIUP (bagi pengusaha) atau surat keterangan kerja (bagi karyawan).
  5. Fotokopi rekening koran 3 bulan terakhir.
  6. Fotokopi surat izin praktik.
  7. Fotokopi tagihan bulanan kartu kredit 1 bulan terakhir.
  8. Fotokopi kartu kredit.
  1. Fotokopi sertifikat tanah.
  2. Fotokopi surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
  3. Fotokopi surat tanda jadi dari developer atau penjual rumah yang menyatakan setuju menjual rumah tersebut.

Seluruh dokumen tersebut dapat Anda berikan kepada pihak bank untuk kemudian dicek secara administratif sebagai langkah awal sebelum masuk ke tahap KPR selanjutnya.

 

Penting Saat Pengajuan KPR

Selain mengetahui syarat-syarat pengajuan KPR, untuk menghindari kerugian dalam perjanjian, ada baiknya Anda mengetahui beberapa hal berikut saat pengajuan KPR:

  1. Apabila rumah yang dibeli merupakan dari perorangan, maka pastikan bahwa sertifikat tidak bermasalah dan ada surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sesuai dengan kondisi bangunan yang dibeli.
  2. Apabila rumah yang dibeli merupakan dari developer, maka pastikan kelengkapan berikut ini:
    • Izin peruntukan tanah: izin lokasi, aspek penatagunaan lahan, site plan yang telah disahkan.
    • Prasarana sudah tersedia.
    • Kondisi tanah matang.
    • Sertifikat tanah minimal SHGB atau HGB Induk atas nama
    • IMB Induk.
  3. Pastikan bahwa penjual merupakan penjual berpengalaman dan terpercaya.
  4. Hindari transaksi jual beli di bawah tangan atas dasar kepercayaan. Jika rumah yang dibeli masih dalam status jaminan bank, lakukan pengalihan kredit (take over) pada bank yang bersangkutan.

 

Prosedur Mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

Sesungguhnya prosedur pengajuan KPR tidaklah sulit, tapi mayoritas pengguna seringkali tidak mempelajarinya terlebih dahulu pada saat mengajukan KPR sehingga malah mengakibatkan proses pengajuan lebih lama. Untuk mempermudah proses pengajuan, sebaiknya Anda mengetahui beberapa langkah dasar berikut:

 

Iklan Banner Perencanaan Dana Membeli Rumah - 728x90

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

#1 Menentukan Properti yang Akan Diajukan KPR-nya

Sebelum mengajukan KPR, tentunya Anda perlu mencari dan melakukan survei terkait rumah yang akan Anda beli dengan menggunakan fasilitas KPR. Tentunya Anda menginginkan rumah idaman sesuai keinginan Anda dan bukan sembarang rumah bukan? Beberapa cara yang dapat Anda tempuh untuk mencari rumah yang sesuai dengan keinginan Anda adalah:

  1. Menghubungi pihak bank dan meminta informasi lokasi yang tersedia untuk diajukan KPR-nya.
  2. Mencari informasi jual beli properti melalui koran, iklan dan internet.
  3. Melakukan survei lokasi langsung untuk mencari properti yang sesuai.
  4. Via jasa agen real estate atau agen properti.

Jika Punya Uang Lebih Mempercepat Pelunasan KPR atau Melakukan Investasi 01 - Finansialku

[Baca Juga: Jika Punya Uang Lebih: Mempercepat Pelunasan KPR atau Melakukan Investasi?]

 

#2 Memahami Seluk Beluk Rumah dengan Terperinci

Anda perlu memahami rumah tersebut dengan menyeluruh dan terperinci sebelum melakukan pembelian lebih lanjut. Seperti bagaimana kondisinya, apakah perlu dibangun atau diperbaiki, kemudian berapa harganya, berapa biaya perawatannya, serta biaya keamanan. Seluruh pengetahuan ini akan berguna bagi Anda dalam menghitung berapa uang muka yang perlu Anda siapkan serta berapa besar angsuran yang nantinya kira-kira Anda bayarkan. Penting untuk mengukur kemampuan finansial terlebih dahulu sebelum Anda mengajukan KPR.

 

#3 Membayarkan Biaya Tanda Jadi

Beberapa developer mewajibkan Anda untuk membayarkan biaya tanda jadi sebagai pengikat atau istilahnya tanda booking agar rumah tersebut tidak ditawarkan atau dibeli oleh orang lain. Penting untuk terlebih dahulu memantapkan keputusan sebelum Anda membayar biaya ini, karena biasanya biaya tanda jadi akan hangus bila Anda batal membeli rumah tersebut. Besarnya biaya ini bergantung kepada developer dan biasanya bisa dinegosiasikan, sehingga tidak ada salahnya Anda mencoba menawar biaya ini.

Mengenal KPR Rumah dan Bunga KPR di Indonesia Serta Informasi Mengenai Kredit Pemilikan Rumah 01 - Finansialku

[Baca Juga: Kredit Rumah: Kalkulator KPR, Contoh Produk dan Cara Cepat Lunasi KPR]

 

#4 Mempersiapkan Seluruh Dokumen dan Syarat KPR

Langkah selanjutnya yakni mengajukan KPR ke pihak bank. Walaupun sudah mengetahui syarat-syarat KPR secara umum, biasanya tiap-tiap bank memiliki persyaratan tambahan sehingga sebaiknya Anda menelepon dan menanyakan syaratnya dengan saksama terlebih dahulu agar Anda dapat menghindari bolak-balik ke bank karena persyaratan yang kurang lengkap.

 

#5 Proses Pengecekan dan Appraisal oleh Bank

Setelah seluruh dokumen pengajuan dicek dan terbukti lengkap, maka selanjutnya pihak bank akan melakukan BI checking untuk mengecek riwayat kredit Anda. Jika Anda memiliki riwayat kredit (credit score) yang baik, maka pihak bank akan melakukan proses penilaian atau appraisal terhadap rumah yang akan dibeli. Pihak bank kemudian akan meminta petugas untuk menilai atau melakukan appraisal terhadap rumah tersebut untuk menentukan harganya. Proses appraisal biasanya dikenakan biaya, namun jika pihak developer sudah bekerja sama dengan bank, maka biasanya biaya ini sudah tercakup sehingga Anda tidak akan dikenakan biaya tambahan lagi.

Apa Bedanya KPR Syariah dan KPR Tradisional 02 - Finansialku

[Baca Juga: Apa Bedanya KPR Syariah dan KPR Tradisional?]

 

#6 Penawaran Bank

Langkah selanjutnya setelah bank menilai rumah dan menentukan harganya adalah penawaran dari bank dimana Anda perlu mendalami dan mengecek beberapa hal berikut:

#1 Penawaran Suku Bunga

Anda perlu mengetahui dan memperhitungkan besarnya angsuran yang telah dipengaruhi suku bunga ini untuk mengecek kemampuan Anda melunasi angsuran setiap bulannya. Perhatikan kombinasi suku bunga yang diberikan oleh bank, karena umumnya bank akan memberikan suku bunga tetap (fixed rate) untuk 1 hingga 2 tahun pertama dan selanjutnya dilanjutkan oleh suku bunga pengembangan (floating rate). Floating rate merupakan jenis suku bunga yang lebih berisiko akibat fluktuasinya yang bergantung pada suku bunga pasar (suku bunga yang mengacu pada Bank Indonesia rate).

#2 Syarat dan Ketentuan

Pelajari terlebih dahulu seluruh syarat dan ketentuan yang diberikan oleh pihak bank sebelum menyetujuinya karena seluruh ketentuan ini akan menjadi hukum yang berlaku selama masa tenor kredit berjalan dan tidak dapat diganggu gugat. Perhatikan seluruh ketentuan hingga seluruh penalti yang mungkin terjadi seperti penalti atau denda keterlambatan dan bagaimana metode pembayarannya.

#3 Detail Biaya KPR

Selain angsuran yang komponen utamanya adalah utang pokok dan bunga, masih banyak biaya lain yang akan dikenakan kepada Anda saat mengajukan KPR seperti biaya provisi, biaya tahunan, biaya balik nama, biaya notaris dan sebagainya. Ketahui dan pastikan tidak ada celah yang mengakibatkan Anda membayar biaya lain yang terlalu besar.

 

#7 Persetujuan KPR

Surat Persetujuan Kredit (SPK) akan dikeluarkan oleh bank setelah kedua pihak mencapai kata sepakat dan pihak bank mencairkan dana KPR. Bank kemudian akan menunjuk notaris yang selanjutnya mengurus seluruh kebutuhan dokumen jual beli seperti Perjanjian Kredit (PK), Akta Jual Beli (AJB), sertifikat tanah dan sebagainya. Tarif notaris biasanya bervariasi dan masih dapat dinegosiasikan sehingga disinilah Anda dapat memotong beberapa biaya kecil yang bermunculan.

Langkah Yang Harus Diperhatikan Saat Mengajukan KPR dan Peminjaman Renovasi di BPJS Ketenagakerjaan, Agar Lolos Verifikasi 02 - Finansialku

[Baca Juga: Langkah Yang Harus Diperhatikan Saat Mengajukan KPR dan Peminjaman Renovasi di BPJS Ketenagakerjaan, Agar Lolos Verifikasi]

 

#8 Akad Kredit

Tahapan terakhir dalam pengajuan KPR merupakan akad yang menghadirkan pihak-pihak terkait untuk menandatangani perjanjian di hadapan notaris. Pihak-pihak berikut wajib hadir tanpa diwakilkan:

  1. Pihak pembeli.
  2. Perwakilan bank.
  3. Pihak penjual.

Pada tahap ini seluruh dokumen akan dicek keabsahannya dan melakukan pengesahan proses jual beli dengan menyerahkan seluruh dokumen asli terkait rumah yang dibeli. Selanjutnya akad kredit akan ditandatangani oleh pihak terkait dan bank kemudian akan mentransfer dana ke pihak penjual. Notaris akan memproses seluruh dokumen yang membuktikan pemindahan atau balik nama, serta AJB dan keperluan dokumen lainnya.

 

Pelajari dan Persiapkan Syarat-Syaratnya demi Kelancaran Proses Pengajuan Kredit Rumah Anda

Secara singkat, saat Anda merencanakan untuk membeli rumah dengan memanfaatkan fasilitas kredit rumah atau KPR, maka perhatikan beberapa hal berikut ini:

  1. Syarat dan ketentuan KPR dari bank terkait.
  2. Biaya-biaya yang mungkin muncul dalam pengajuan KPR.
  3. Prosedur pengajuan KPR dari bank terkait.

Anda akan memperoleh kesepakatan yang lebih baik dan menguntungkan jika Anda teliti dalam hal-hal kecil sekali pun. Ingatlah bahwa KPR merupakan perjanjian jangka panjang yang membutuhkan komitmen 100% dari pihak bank dan juga Anda sendiri. Pelajari dan persiapkan dengan matang demi kelancaran proses kredit rumah Anda mulai dari pengajuannya hingga pelaksanaannya kelak.

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai syarat-syarat KPR dan prosedur pengajuan KPR lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah. Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Cermati. 23 Agstus 2015. Kredit Pemilikan Rumah: 5 KPR Terbaik yang Bisa Anda Pertimbangkan. Cermati.com – https://goo.gl/cwvEu7
  • Admin. Membeli Properti: Persyaratan KPR. Rumah123.com – https://goo.gl/d2Hmcj

 

Sumber Gambar:

  • Home – https://goo.gl/MQn6Ge
  • Renovasi Rumah – https://goo.gl/3sYsTK

 

Download Ebook Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Download Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula Finansialku.com

Download Ebook Reksa Dana

 

By | 2017-10-06T16:57:42+00:00 June 23rd, 2017|Categories: KPR - Kredit Kepemilikan Rumah, Perencana Keuangan, Utang|Tags: , , |0 Comments

About the Author:

Finansialku
Finansialku adalah perusahaan perencana keuangan independen yang berkompeten, berpengalaman dan tersertifikasi professional. Finansialku menyediakan layanan konsultasi perencanaan keuangan (financial planning) individu dan keluarga, seminar dan pelatihan terkait perencanaan keuangan.

Leave A Comment

Gratis Download E-book, Hanya untuk Anda!

Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula

Investasi Tepat, Untung Mendekat

Bagaimana cara berinvestasi reksa dana untuk investor pemula? Apa saja tips berinvestasi reksa dana agar untung lebih maksimal?

 

7.392 orang

sudah download