Tips Memilih Broker Forex yang Legal dan Teregulasi

Bagaimana cara dan tips memilih broker forex yang legal dan teregulasi? Seiring pesatnya perkembangan teknologi digital, trading forex online juga semakin tersebar ke berbagai belahan dunia.

Kecepatan internet yang semakin gesit dan fitur gadget yang semakin canggih membuat trading forex semakin mudah dilakukan tanpa terbatas negara dan waktu. Trader forex dari Asia bisa menggunakan broker AS dan melakukan transaksi terhadap mata uang Euro. Keren ya!

Namun dari begitu banyak broker forex yang ada dengan segala penawaran serta fasilitasnya, bagaimana memilih broker yang legal dan teregulasi?

Broker yang teregulasi meminimalisasi terjadinya penyimpangan transaksi dan prosedur yang bisa merugikan investor.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Pentingnya Regulasi dalam Forex

Di era digital seperti saat ini, sangatlah mudah untuk menemukan berbagai penawaran menarik dalam membuka akun forex. Tidak perlu datang ke kantornya bahkan kita semua dapat registrasi broker dan membuat akun forex secara online.

Cukup berselancar di internet sejenak maka deretan nama broker forex dapat dengan mudah ditemui.

Namun dengan kemudahan mengakses informasi, terkadang trader sulit mengenali validitas informasi tersebut.

Seperti yang diketahui, membuat website dapat dengan mudah dilakukan. Sama halnya dengan menghapus website dalam seketika.

Kemudahan yang ditawarkan dalam online trading bisa jadi pedang bermata dua sehingga dibutuhkan regulasi resmi dari pemerintah negara asal broker forex tersebut.

Regulasi ini untuk memastikan broker beroperasi dengan baik dan tidak melakukan kecurangan terhadap uang investor.

Ada begitu banyak website dan broker forex tak teregulasi yang dapat memberikan berbagai penawaran menarik, namun esok harinya website tersebut menghilang.

Maka, sebagai trader yang teliti kita perlu mempelajari dan mengecek regulasi broker yang hendak kita gunakan.

 

Negara Mayoritas Broker Forex

Mayoritas broker forex ternama dan bereputasi baik secara global berasal dari AS, Eropa (Inggris dan Cyprus), dan Australia.

Masing-masing negara tersebut memiliki regulasi yang sangat tegas dalam mengatur operasional broker forex.

Jika suatu broker tidak memiliki kantor di negara para nasabah, hal ini tidak menjadi masalah. Asalkan ia beregulasi dan dapat menjamin kelancaran transaksi.

Berikut ini berbagai regulasi yang wajib ada bagi broker forex legal:

 

#1 Amerika Serikat

Broker forex bereputasi baik asal AS tentunya merupakan anggota National Futures Association (NFA) dan terdaftar pada U.S Commodity Futures Trading Commision (CFTC).

NFA memiliki kewenangan Self Regulatory Organization (SRO) untuk industri kontrak berjangka di AS sehingga bertugas untuk membuat peraturan, program dan berbagai layanan untuk menjaga integritas pasar, trader dan investor serta membantu anggotanya memenuhi kewajiban sesuai aturan.

Ini Dia Cara Menyiapkan Dana Liburan ke Amerika 01 Finansialku

[Baca Juga: Trend is Your Friend: Panduan Mengenal Tren Dalam Trading Forex]

 

Sedangkan CFTC adalah lembaga pemerintahan yang independen untuk mengatur pasar kontrak berjangka dan pasar opsi di AS. CFTC memiliki misi untuk melindungi pelaku pasar dari penipuan, manipulasi dan tindakan merugikan lainnya dalam transaksi.

Broker forex yang menjadi anggota CFTC dan NFA akan menuliskan informasi ini di bagian “tentang kami” atau “about us”.

Disarankan bagi trader untuk membuka rekening forex asal AS yang memiliki regulasi ini supaya meminimalisasi masalah di kemudian hari.

 

#2 Eropa

Berbeda dengan bursa saham, pasar forex tidak memiliki kustodian terpusat untuk menjaga transparansi transaksi sehingga rentan terhadap kecurangan dan manipulasi.

Namun tenang saja, karena di Inggris memiliki regulasi ketat untuk mengawasi broker-brokernya.

Otorisasi ini dipegang oleh Financial Conduct Authority (FCA) yang bertugas untuk memastikan transaksi secara adil dan sesuai etika.

Salah satu kebijakannya yang paling menonjol yaitu memisahkan uang nasabah dengan uang pribadi perusahaan sehingga uang nasabah tidak disalahgunakan perusahaan.

 

#3 Australia

Australia memiliki regulator untuk mengawasi layanan keuangannya bernama Australian Securities and Investments Commission (ASIC).

Secara lebih rinci berikut ini beberapa peran ASIC:

  1. Menjaga, memfasilitasi dan memperbaiki kinerja sistem keuangan serta yang pihak yang bersangkutan.
  2. Menebarkan kepercayaan diri dan informasi yang cukup bagi investor.
  3. Membuat kebijakan yang efektif dan prosedur yang sederhana.
  4. Menerima dan memproses pengaduan terkait perusahaan di bidang layanan keuangan.
  5. Kapanpun dibutuhkan memberikan efek hukum bagi para pelanggar regulasi.

10 Negara Paling Bahagia 11 Australia - Finansialku

[Baca Juga: Inilah Rahasia Kisah Sukses Trader Forex Kelas Dunia]

 

Regulasi Forex di Indonesia

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi BAPPEBTI adalah lembaga pemerintah Indonesia yang berada di bawah naungan Kementrian Perdagangan RI.

Secara sederhana BAPPEBTI bertugas mengawasi transaksi perdagangan berjangka dan transaksi mata uang asing.

Broker-broker legal di Indonesia yang teregulasi BAPPEBTI dapat ditemui di website resmi BAPPEBTI.

 

Berikut ini beberapa tugas utama BAPPEBTI:

  1. Menerbitkan izin usaha bagi Bursa Berjangka, Lembaga Kliring Berjangka, Pialang Berjangka, Penasihat Berjangka dan Pengelola Sentra Dana Berjangka; izin bagi perorangan untuk menjadi Wakil Pialang Berjangka, Wakil Penasihat Berjangka, dan Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka; sertifikat pendaftaran bagi Pedagang Berjangka; serta persetujuan bagi Pialang Berjangka untuk menyalurkan amanat Nasabah Berjangka ke luar negeri dan bagi Bank untuk penitipan dana yang terkait dengan perdagangan berjangka.
  2. Mengesahkan Peraturan dan Tata Tertib (Rules and Regulations) Bursa Berjangka dan Lembaga Kliring Berjangka serta Kontrak Berjangka yang akan diperdagangkan di Bursa Berjangka, termasuk perubahannya.

  1. Memastikan agar Bursa Berjangka dan Lembaga Kliring Berjangka melaksanakan semua ketentuan dan peraturan yang telah ditetapkan serta melakukan pengawasan yang intensif dan pengenaan sanksi tegas terhadap pelanggarannya.
  2. Menetapkan jumlah maksimum posisi terbuka yang dapat dimiliki atau dikuasai oleh setiap Pihak dan batas jumlah posisi terbuka yang wajib dilaporkan.
  3. Menetapkan Daftar Bursa Berjangka Kontrak Berjangka luar negeri yang dapat menjadi tujuan penyaluran amanat Nasabah dalam negeri.
  4. Melakukan pemeriksaan terhadap setiap Pihak yang memiliki izin dan memerintahkan pemeriksaan serta penyidikan terhadap Pihak yang diduga melakukan pelanggaran terhadap ketentuan perundang-undangan di bidang perdagangan berjangka.
  5. Mewajibkan kepada setiap Pihak untuk menghentikan atau memperbaiki iklan atau promosi tentang perdagangan berjangka yang dapat menyesatkan.
  6. Membentuk sarana penyelesaian masalah yang berkaitan dengan kegiatan perdagangan berjangka.

 

Regulasi Penting Sangat Penting!

Apakah Anda sudah menggunakan broker forex yang teregulasi resmi di negaranya?

Selain mempelajari cakupan regulasi yang dimiliki, ada baiknya Anda juga mengecek nama broker yang hendak digunakan pada website resmi regulatornya.

Adanya regulasi sangat penting dalam menjaga broker beroperasi dengan baik dan melindungi nasabah dari hal-hal tidak adil yang merugikan.

 

Berikan pendapat dan komentar Anda pada kolom di bawah ini, terima kasih!

 

Sumber Referensi:

  • Admin. 2019. About ASIC. ASIC.gov.au
  • Jean Folger. 30 Maret 2011. 5 Tips For Selecting a Forex Brocker. Investopedia.com – https://goo.gl/drN9r7
  • Filippo. 25 Januari 2019. Top 10 Best UK Regulated Forex Brockers 2019. Investinggoal.com – https://goo.gl/PRqzL4
  • Admin. 2019. Kewenangan. BAPPEBTI.go.id

 

Sumber Gambar:

  • Memilih Broker Forex yang Legal – https://goo.gl/Dm7zAC
  • Broker Forex – https://goo.gl/1CJmp8

About the Author:

Cheril Tanuwijaya S.Si
Cheril Tanuwijaya S.Si memiliki latar belakang pendidikan S1 Fakultas Bioteknologi UNIKA Atma Jaya Jakarta. Memulai perjalanan trading valas dan komoditas sejak masih duduk di bangku SMA. Penulis buku Rintis Usaha Sendiri, Yuk! yang terbit pada tahun 2008. Setelah menyelesaikan pendidikan formal dan bekerja, memutuskan untuk fokus menekuni passion-nya di bidang trading dan investasi.

Leave A Comment