Visi dan misi merupakan sebuah tolok ukur untuk mencapai kesuksesan dan kemajuan perusahaan, sehingga dalam praktiknya, perusahaan memiliki dasar dalam membuat kebijakan dan aturan untuk kepentingan perusahaan maupun karyawan. Lalu bagaimana Bos Anda mengkomunikasikan visi?

Apakah visi pribadi atau perusahaan Anda terdengar seperti ini: “Memperluas pasar dengan menyediakan produk dan pelayanan terbaik yang harganya tetap bersaing?” Apakah menurut Anda visi tersebut sudah cukup powerful?

Setiap organisasi maupun perusahaan memiliki tujuan yang harus dicapai, baik untuk jangka waktu yang pendek, maupun jangka waktu yang panjang.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Lifestyle (rev)

 

How Powerful is Your Vision?

Membuat pernyataan visi ternyata ada seninya juga. Visi bisa diartikan sebuah pandangan atau rencana dalam jangka panjang yang ingin dicapai oleh sebuah perusahaan.

Visi sebuah perusahaan biasanya cenderung singkat, namun mampu mencakup keseluruhan cita-cita dan tujuan yang ingin dicapai oleh sebuah perusahaan. Setidaknya, sebuah pernyataan visi yang powerful harus memiliki karakter-karakter penting berikut ini:

 

#1 Mendeklarasikan Jati Diri

Pernyataan visi yang terlalu umum sama sekali bukanlah visi yang powerful, yang bahkan bisa jadi membuat para karyawannya kehilangan kepercayaan terhadap keunggulan perusahaan di mana mereka bekerja.

Visi yang baik seharusnya juga menjelaskan dalam bahasa sederhana mengenai jati diri perusahaan, apa yang membuatnya berbeda dari perusahaan-perusahaan sejenis yang lain.

 

#2 Memuat Nilai Hidup

Visi Martin Luther King, Jr. “I Have a Dream”, misalnya, memuat nilai-nilai yang jelas, yakni perusahaan, kebebasan dan martabat.

Akan lebih mudah untuk Anda fokus dan tetap termotivasi ketika visi Anda terkait erat dengan apa yang benar-benar Anda pedulikan, yakni nilai-nilai hidup.

Dalam konteks perusahaan keuangan, misalnya, maka Anda bisa saja memuat nilai-nilai seperti akurasi dan kredibilitas dalam visi Anda.

Atau jika usaha Anda bergerak di dunia hiburan, maka nilai-nilai seperti “fun” atau keamanan bisa dimasukkan dalam visi.

Inilah 10 Ciri Kepemimpinan Visioner atau Visionary Leadership yang Harus Dimiliki Setiap Orang Hebat seperti Anda 01 - Finansialku

[Baca Juga: Segera Miliki 4 Faktor Penting Pemimpin yang Berpengaruh!]

 

#3 Proaktif

Sebuah visi sebaiknya proaktif. Dengan kata lain, visi tersebut memang muncul dari sikap yang selalu melihat ke depan, apa yang memang Anda ingin capai, dan apa yang Anda pikir bisa Anda lakukan.

Visi seperti ini pada akhirnya akan melahirkan tindakan-tindakan yang positif juga.

Lain halnya apabila visi itu reaktif, yang timbul dari negativitas, seperti ingin menjatuhkan kompetitor.

Visi seperti ini biasanya bukannya membuat seseorang bersemangat namun justru menguras energi. Bukannya fokus pada apa yang diri bisa lakukan, ia justru fokus pada pihak lain.

 

#4 Berorientasi Pada Hasil

Sebuah visi yang baik sebaiknya menggambarkan secara jelas akan seperti apa masa depan (perusahaan) Anda.

Visi adalah gambaran dari hasil akhir, apa yang akan terjadi atau Anda dapatkan saat Anda mencapai tujuan. Sebuah visi sama sekali tidak menyertakan proses yang harus Anda lalui untuk sampai ke tujuan. Sebuah visi adalah murni sebuah target.

 

#5 Disupport Dukungan

Ketika jalannya perusahaan dipimpin oleh sebuah visi, peran kepemimpinan secara alami bergeser dari “controlling and managing” ke “supporting and enabling”.

Ketika setiap orang dalam perusahaan memahami visi yang telah ditetapkan bersama, mengabdikan dirinya pada visi tersebut, dan paham benar akan peran dan fungsinya, maka mereka seharusnya dipercaya untuk mengambil keputusan.

Apakah Anda Sudah Tahu Tentang Fungsi Kepemimpinan Ini Informasinya 02 Leader - Finansialku

[Baca Juga: Mengenal Smart Leadership (Kepemimpinan Cerdas) Yang Dapat Anda Tiru]

 

#6 Never Ending

Sebuah visi sebaiknya ditetapkan untuk memotivasi diri agar selalu memberikan dan melakukan yang terbaik, bukan untuk memenuhi tujuan tertentu. Tanpa dibatasi waktu atau angka, ia memberikan tuntunan tanpa akhir kepada seseorang.

Oleh sebab itu, hindari menggunakan angka atau periode waktu tertentu dalam sebuah pernyataan visi.

Jika memang diperlukan, angka dan periode waktu itu mungkin bisa dimasukkan dalam sub-sub tujuan yang ditetapkan untuk membawa Anda kepada visi yang ditetapkan.

 

7 Langkah Mengkomunikasikan Visi

Sebagai seorang pemimpin perlu memiliki kemampuan dalam mengkomunikasikan visinya. Berikut ini langkah mengkomunikasikan visi:

 

#1 Sesuaikan Sikap dengan Visi

Pada saat Anda tahu benar apa yang menjadi visi Anda dan tim, maka pada saat itu juga pastikan sikap Anda konsisten dengan apa yang Anda pikirkan itu. Sadari setiap tindakan Anda setiap menit dan setiap hari.

Ini adalah satu-satunya cara anggota tim Anda menyadari bahwa Anda bersungguh-sungguh dengan apa yang Anda katakan. Lagi pula, kebanyakan orang akan lebih memperhatikan apa yang orang lain lakukan daripada yang ia katakan.

 

#2 Dorong Pengungkapan Gagasan

Sediakan waktu khusus untuk Anda dan semua anggota tim bisa membahas visi itu bersama-sama. Dorong mereka untuk mengungkapkan pandangan dan gagasan mereka sendiri.

Apa yang perlu dilakukan dan apa yang sebaiknya dihindari untuk mencapai visi tersebut.

Anda mendorong mereka bukan hanya dengan menghujani mereka dengan pertanyaan langsung, seperti “Apa ide Anda?, namun pertanyaan pancingan, seperti: “Menurut saya seperti demikian, bagaimana menurut Anda?” Bersiaplah juga untuk senantiasa menjadi pemecah kebuntuan.

 

#3 Dengarkan Pendapat dengan Saksama

Pastikan Anda memahami benar apa yang anggota tim Anda katakan. Menurut mereka, tujuan apa yang visi itu bawa? Menurut mereka, nilai-nilai kerja seperti apa yang seharusnya merangkai sikap kerja mereka? Menurut mereka, apa yang akan tim dapatkan jika visi tercapai?

Pastikan Anda menemukan kemiripan-kemiripan dalam pemikiran setiap anggota tim sehingga semua bisa bergerak dalam pola yang sama.

Kenali Kelebihan dan Kekurangan Gaya Kepemimpinan Otokrasi 02 Leader 2 - Finansialku

[Baca Juga: Inilah 10 Ciri Kepemimpinan Visioner atau Visionary Leadership yang Harus Dimiliki Setiap Orang Hebat seperti Anda]

 

#4 Bagikan Saham Visi

Alih-alih merasa memiliki keseluruhan saham visi, bagikan sahamnya agar seluruh anggota tim juga merasa memiliki. Jauhkan perasaan bahwa Andalah pemilik sah visi luar biasa tersebut.

Sebab kalau demikian adanya, sulit rasanya untuk menggerakkan orang lain agar ikut berpartisipasi secara aktif mewujudkan visi. Terima masukan dari pemilik saham visi yang lain itu, dan biarkan mereka ikut mengembangkan dan memperkayanya.

 

#5 Patenkan Visi

Dengan segala masukan dan pertimbangan dari seluruh anggota tim, tanpa perlu menunggu lama, segera terbitkan dan patenkan sebuah pernyataan visi.

Pernyataan yang nantinya dapat dilihat dan diingat oleh semua anggota tim, yang menjadi penuntun mereka dalam bekerja. Pastikan pernyataan visi yang sudah ditetapkan bersama ini tersebar merata di lingkungan kerja.

 

#6 Monitor Satu Sama Lain

Keberadaan satu orang saja yang bersikap tidak sejalan dengan visi yang sudah ditetapkan akan merusak rasa percaya anggota tim yang senantiasa berusaha menyesuaikan etos kerjanya dengan visi.

Karena itu, pastikan satu sama lain bersikap sejalan dengan visi yang sudah ditetapkan. Saling mengingatkan bila ada yang melewati batas.

Merayakan “kemenangan-kemenangan” kecil bersama juga bisa dilakukan untuk menjaga semua anggota tim tetap berjalan dalam trek yang seharusnya.

 

#7 Tidak Perlu Menunggu Sempurna

Saat Anda sudah mendapatkan apa yang Anda rasa tim Anda perlu lakukan ke depannya dan apa alasannya, segera sampaikan pemikiran itu kepada anggota-anggota tim yang lain.

Bantu mereka memahami ide besar yang Anda miliki sebelum Anda merancang sebuah rencana detail untuk mencapainya.

Dengan demikian, anggota yang lain pun akan mulai memikirkan gagasan-gagasan dan harapan-harapan mereka sendiri terkait ide besar yang sudah Anda sampaikan tersebut.

Dari waktu ke waktu Anda sebagai pemimpin perusahaan perlu melakukan kajian ulang, di mana strategi harus disesuaikan dengan mengakomodasi faktor internal (visi dan misi) dan faktor eksternal (implementasi lapangan).

Hal ini dilakukan agar strategi yang dilaksanakan oleh bawahan Anda bisa berjalan seiring dengan visi misi perusahaan.

Selain itu, hal penting lainnya adalah pastikan sudah mengelola keuangan dengan baik ya, Anda bisa memulainya dengan membaca ebook dari Finansialku di bawah ini.

GRATISSS Download!!! Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis

Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis - Mock Up - Finansialku Jurnal

DOWNLOAD EBOOK SEKARANG

 

Bagaimana pendapat Anda mengenai artikel di atas? Apakah bos Anda sudah mengkomunikasikan visi dengan tepat? Bagikan pendapat Anda pada kolom komentar dibawah.

Bagikan juga artikel ini kepada teman dan kerabat Anda. Semoga bermanfaat.

 

Sumber Referensi:

  • Admin. 9 September 2019. Pentingnya Visi Misi Perusahaan dan Contohnya. Linovhr.com – http://bit.ly/2STH2OE
  • Asep Irwan. Menilik Pentingnya Hubungan Strategi Dengan Visi Misi Perusahaan. Maxmanroe.com – http://bit.ly/2ZS4Y6m
  • Joel Brown. 29 April 2013. How To Create A Powerful Vision For Your Success. Addicted2success.com – http://bit.ly/2ZY2C67
  • Admin. The Importance Of Vision. Johngraham.org – http://bit.ly/2ul6BxX
  • Martin Holland. 8 Juni 2017. How to Create a Powerful Vision for Your Company. Resources.annealbc.com – http://bit.ly/2sCCaTv

 

Sumber Gambar:

  • Mengkomunikasikan Visi – http://bit.ly/35rB7TD