Para HRD, Ini Cara Membangkitkan Motivasi untuk Karyawan yang Depresi

Pernahkah Anda mengalami depresi dalam bekerja? Apakah ini ciri-ciri Anda membutuhkan motivasi? Ayo ketahui bagaimana motivasi untuk karyawan!

Dalam dunia kerja yang modern serta super sibuk ini, memang penting untuk membangkitkan motivasi bagi karyawan yang mengalami depresi. Bagaimana caranya? Simak ulasannya berikut ini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Apa itu Depresi dalam Bekerja?

Pada zaman modern ini, pekerjaan memang semakin melelahkan. Tidak jarang karyawan terpaksa lembur dan bekerja lebih keras agar bisa tetap bertahan di dalam persaingan kerja yang ketat.

Dalam kondisi semacam ini, tidak jarang karyawan mengalami depresi. Terlebih lagi mayoritas dari karyawan mengalami depresi tanpa mengetahui atau menyadarinya.

Untuk bisa tahu apakah Anda depresi atau tidak, Anda perlu mengenal definisi dari depresi itu sendiri.

Umumnya depresi muncul atau berawal dari kelelahan kerja atau disebut juga burnout.

Istilah burnout sebenarnya diperkenalkan oleh Bradley pada tahun 1969, namun tokoh yang dianggap sebagai penemu dan penggagas istilah ini adalah Herbert Freudenberger yang menulis artikel tentang fenomena burnout pada tahun 1974.

Cara Membangkitkan Motivasi 02 Motivasi 2 - Finansialku

[Baca Juga: 20 Cara Seorang Pemimpin Meningkatkan Semangat Kerja Tanpa Mengandalkan Uang. Silakan Anda Buktikan Sendiri!]

 

Pada masa itu, Freudenberger yang bekerja sebagai psikiater di salah satu klinik kecanduan obat di New York melihat bahwa banyak tenaga sukarelawan yang semula bersemangat melayani pasien kemudian mengalami penurunan motivasi dan komitmen kerja yang disertai dengan gejala keletihan fisik dan mental.

Untuk dapat memahami apa makna dari kejenuhan kerja (burnout), mari kita lihat terlebih dahulu definisi burnout menurut para ahli seperti berikut ini:

SumberPengertian/Definisi
Pines dan Aronson (Hallman, 2003)Kejenuhan kerja (burnout) adalah kelelahan secara fisik, emosional dan mental yang disebabkan keterlibatan jangka panjang dalam situasi yang penuh tuntutan emosional.
Papalia (2007)Kejenuhan kerja (burnout) merupakan respon yang berkepanjangan terkait faktor penyebab stres yang terus-menerus terjadi di tempat kerja di mana hasilnya merupakan 12 perpaduan antara pekerja dan pekerjaannya.
King (Retno, Machmuroch, Priyatama, 2014)Kejenuhan kerja (burnout) adalah keadaan stres psikologi yang sangat berat pada seseorang yang mengalami kelelahan emosional dan sedikit motivasi untuk bekerja.
Ivancevich (dalam Retno, Machmuroch & Priyatama, 2014)Kejenuhan kerja (burnout) adalah suatu proses psikologis pembawaan stres kerja yang tidak hilang, menghasilkan kelelahan emosi, perubahan kepribadian, dan perasaan penurunan pencapaian pribadi.

 

Hal ini ditandai dengan tingkat kelelahan yang ekstrim, kejenuhan dan penurunan pencapaian prestasi diri, khususnya pada pekerjaan pelayanan kemanusiaan (human services), yang diakibatkan oleh ketidakpuasan terhadap hasil yang diperoleh serta adanya tekanan-tekanan yang diterima secara eksternal ataupun internal yang bersifat psikologis.

Melalui definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa kejenuhan kerja atau burnout merupakan suatu kondisi psikis negatif individu yang tampak dalam perilakunya.

Lantas apa yang menjadi penyebabnya?

Dapat dikatakan bahwa terdapat dua faktor yang menyebabkan kejenuhan kerja seperti yang diungkapkan oleh Baron dan Greenberg berikut ini:

 

#1 Faktor Eksternal (Lingkungan)

Faktor ini merupakan faktor yang timbul dari luar, meliputi lingkungan kerja psikologis yang kurang baik, kurangnya kesempatan untuk promosi, imbalan yang diberikan tidak mencukupi, kurangnya dukungan sosial dari atasan, tuntutan pekerjaan, dan pekerjaan yang monoton.

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

#2 Faktor Internal (Individu)

Faktor ini merupakan faktor yang muncul dari dalam individu atau diri sendiri, meliputi usia, jenis kelamin, harga diri, dan karakteristik kepribadian.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kejenuhan kerja (burnout) tidak selalu terjadi karena faktor pekerjaannya saja, namun juga bisa muncul dari dalam diri individu terkait.

Akan tetapi, berdasarkan definisinya, dapat dikatakan kejenuhan kerja (burnout) umumnya disebabkan oleh stres intens yang berkepanjangan. Stres ini muncul akibat kejenuhan baik dari dalam dan luar diri individu tersebut.

Motivasi Kerja Apa Yang Sebenarnya Karyawan Inginkan 03 Kerja Sama Tim - Finansialku

[Baca Juga: Tahukah Anda Apa itu Sistem Perencanaan Sumber Daya Manusia? Yuk Cari Tahu Sekarang!]

 

Dampak dan Bagaimana Cara Mengatasi Depresi

Sudah banyak studi yang mempelajari mengenai kejenuhan kerja (burnout) ini karena dampak negatifnya yang cukup berpengaruh pada dunia kerja.

Adapun dampak kejenuhan kerja (burnout) bisa terjadi bukan hanya terhadap individu yang berkaitan, namun juga terhadap perusahaan tempat individu tersebut bekerja.

Jewell & Siegall dalam bukunya menjelaskan dampak kejenuhan kerja (burnout) dalam 2 poin berikut ini:

 

#1 Bagi Individu

Menurut Jackson akibat yang terjadi dari kejenuhan kerja (burnout) bagi individu adalah memburuknya kualitas hubungan rumah tangga, masalah kesehatan dan hubungan yang buruk dengan rekan sekerja.

 

#2 Bagi Organisasi

Sementara akibat kejenuhan kerja (burnout) bagi organisasi menurut Jackson adalah pemberi pelayanan yang berkualitas rendah bagi pelanggan (klien, pasien), merendahnya keterlibatan kerja pada bidangnya dan meningkatnya orang yang pindah kerja.

Jadi, bisa dibilang kejenuhan kerja ini berdampak negatif bagi kedua pihak, sehingga sebaiknya kejenuhan tersebut dapat segera diatasi.

HR Bagaimana Cara Memotivasi Karyawan Perusahaan Penting!! 01 - Finansialku

[Baca Juga: Peluang Usaha Rumahan dan Bisnis Sampingan Menjelang Lebaran]

 

Menurut catatan Badan Kesehatan Dunia atau WHO, sekitar 300 juta orang di dunia menderita depresi. Sebanyak 260 juta di antaranya mengalami rasa cemas yang berlebihan sehingga mengganggu stabilitas keseharian.

Melihat pembahasan di atas, tentunya Anda menyadari pentingnya mengatasi kejenuhan atau depresi kerja tersebut. Salah satunya yaitu dengan cara membangkitkan motivasi.

 

Cara Membangkitkan Motivasi Karyawan

Adapun cara dalam membangkitkan motivasi karyawan itu bervariasi, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

 

#1 Memberikan Feedback Dengan Cara yang Benar

Karyawan umumnya menjelaskan alasan buruknya kinerja yang dihasilkan yaitu dikarenakan faktor lingkungan, seperti kurangnya pelatihan, rekan kerja yang tidak mendukung, serta kurangnya dukungan dari atasan.

Oleh karena itulah, dibutuhkan energi yang mendorong, mengarahkan, dan mempertahankan perilaku agar kinerja karyawan tetap berada di atas standar yang telah ditetapkan.

Energi ini dapat diperoleh dari feedback yang membangun, bukan yang mengkritik.

Lantas bagaimana cara memberi feedback yang benar untuk meningkatkan kinerja karyawan?

 

Feedback merupakan sebuah cara untuk memotivasi karyawan agar bekerja lebih baik lagi untuk dapat mencapai standar kinerja yang telah ditetapkan.

Namun, banyak atasan atau rekan kerja yang salah kaprah dan menjadikan feedback sebagai sarana untuk menyerang kekurangan seseorang.

Di sinilah titik awal kesalahan terjadi, di mana tujuan awalnya seharusnya untuk meningkatkan motivasi seseorang, namun malah berubah menjadi menjatuhkannya.

Oleh karena itu, berikan sebuah feedback dengan cara yang baik dan benar. Sehingga diharapkan bisa mencapai tujuan untuk meningkatkan kinerja karyawan.

 

#2 Memberikan Pengembangan dan Pelatihan

Ada alasan mengapa pelatihan dan pengembangan dibutuhkan dalam sebuah perusahaan atau organisasi. Adapun beberapa alasan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Program orientasi dinilai belum cukup bagi penyelesaian tugas, meskipun program orientasi dilakukan secara lengkap. Orientasi saja tidak dapat membuat orang yang tidak bisa menjadi bisa, melainkan hanya bersifat pengenalan.
  2. Adanya perubahan-perubahan dalam teknik penyelesaian “Peter Principle”, yaitu dengan adanya cara penyelesaian tugas baru, sehingga ketidakmampuan akan meningkat dan orang tersebut perlu dilatih.
  3. Adanya jabatan-jabatan baru yang memerlukan.
  4. Keterampilan pegawai kurang memadai untuk menyelesaikan tugas.
  5. Dibutuhkannya penyegaran kembali agar orang yang sudah bosan dengan pekerjaannya menyadari bahwa apa yang dilakukannya kurang baik.

 

Pelatihan dan pengembangan bukan hanya dapat menolong pegawai untuk bisa melaksanakan pekerjaannya sekarang, manfaatnya juga dapat dirasakan pada seluruh karier untuk menangani tanggung jawab di kemudian hari.

Salah satu tujuan dari pengembangan sumber daya manusia yaitu untuk mengurangi dan menghilangkan kinerja yang buruk.

Dalam hal ini, kegiatan pengembangan akan meningkatkan kinerja pegawai saat ini yang dirasakan kurang efektif atau buruk, sehingga dapat mencapai efektivitas kerja sebagaimana yang diharapkan oleh organisasi.

6 Cara Praktis Meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan, Tanpa Merusak Keuangan Perusahaan 01 - Finansialku

[Baca Juga: Saatnya Kembali Bekerja: 10 Cara Tingkatkan Semangat Kerja]

 

#3 Menghargai Kerja Karyawan

Hal berikutnya yang tidak kalah penting dengan poin sebelumnya adalah untuk belajar menghargai kerja karyawan. Menghargai kerja karyawan bisa dilakukan dengan banyak cara.

Cara paling sederhana misalnya adalah dengan memberikan sebuah pujian atau mengakui hasil kerjanya. Hal ini terlihat sangat sederhana namun bisa sangat membantu dalam memberikan kepuasan kerja bagi karyawan.

Cara lainnya misalnya dengan memberikan gaji atau upah yang memang pantas dan sesuai dengan beban kerjanya.

Tahukah Anda, karyawan yang tidak memperoleh upah yang sesuai dengan beban kerjanya akan merasa bahwa dirinya tidak dihargai dan kehilangan kepuasan kerja?

Oleh karena itulah sangat penting untuk menilai beban kerja karyawan dalam perusahaan Anda dan memberikan upah atau gaji yang setimpal.

Cara ketiga adalah dengan memberikan kompensasi bagi karyawan Anda.

Pada dasarnya, setiap orang bekerja dengan harapan terdasar, yakni memperoleh imbalan atas upaya yang telah mereka keluarkan untuk mencapai tujuan organisasi dan tujuan mereka sendiri.

Motivasi Kerja Apa Yang Sebenarnya Karyawan Inginkan 02 - Finansialku

[Baca Juga: Para HRD Ketahui 5 Hal yang Harus Dibahas Pada Pelatihan Persiapan Pensiun Karyawan]

 

Imbalan tersebut disebut juga kompensasi (compensation). Banyak orang yang keliru menyamakan kompensasi dengan upah atau gaji, padahal kompensasi lebih dari itu.

Program pemberian kompensasi dan pemberian insentif pada karyawan (employee benefit and services) dapat meningkatkan produktivitas karyawan.

Nah, kompensasi ini pun perlu diberikan sesuai dengan jenis pekerjaannya. Oleh karena itu dibutuhkan manajemen kompensasi yang bertujuan sebagai berikut:

  • Penghargaan terhadap prestasi karyawan.
  • Menjamin keadilan gaji karyawan.
  • Mempertahankan karyawan atau mengurangi turnover karyawan.
  • Memperoleh karyawan yang bermutu.
  • Pengendalian biaya.
  • Memenuhi peraturan-peraturan.

 

#4 Hentikan Bullying atau Pelecehan di Tempat Kerja

Ini mungkin terdengar gila, namun tidak jarang terjadi bullying atau pelecehan di tempat kerja yang mengakibatkan timbulnya depresi pada karyawan.

Bayangkan jika Anda mengalaminya, namun tetap harus terus bertahan karena membutuhkan pekerjaan tersebut dan belum memiliki alternatif pekerjaan lain?

Tentunya hal ini sangat berpotensi untuk menimbulkan depresi. Oleh karena itulah, hentikan bullying atau pelecehan di tempat kerja.

Jika Anda menyaksikan atau mengetahui adanya bullying di tempat kerja, maka jangan ragu untuk melaporkannya kepada bagian yang bertanggung jawab atau kepada pihak berwajib.

Dengan demikian hal ini dapat segera diatasi dan tidak berkelanjutan. Jika Anda menjadi korbannya maka jangan pernah ragu untuk maju dan melaporkannya.

Anda adalah korban, jangan biarkan mereka yang melecehkan atau mem-bully Anda terus melakukannya karena Anda tidak berani menghentikannya. Kini saatnya maju dan membela diri Anda sendiri!

Iklan Perencanaaan Hari Tua - 728x90

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

Berikan Motivasi dan Atasi Depresi di Tempat Kerja

Melihat pembahasan di atas, Anda pastinya sudah memahami bahwa dampak depresi kerja ini bisa merugikan bukan hanya karyawan namun juga perusahaan.

Mendengar hal ini, tentunya Anda ingin segera mengatasi depresi di tempat kerja bukan?

Sudah bukan zamannya lagi kita membiarkan karyawan bekerja dengan depresi. Mari tingkatkan motivasi dalam bekerja dan membangun tempat kerja yang kondusif!

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai cara membangkitkan motivasi untuk karyawan yang depresi?

Tinggalkan komentar dan pertanyaan Anda di bawah, perencana keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Hani Handoko. 2003. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.
  • Wahyuni. 2015. Burnout. Repository.uin-suska.ac.id – https://goo.gl/9E4sgr
  • Jimmy L. Gaol. 2014. A to Z Human Capital (Manajemen Sumber Daya Manusia). Jakarta: Grasindo
  • Hasibuan, H. Malayu S.P. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: BPFE-UGM.
  • Noto Atmodjo, Soekidjo. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: Reneka Cipta.
  • Irianto, Yusuf. Tema-Tema Pokok Manajemen Sumber Daya Alam. Surabaya: Penerbit Insan Cendikiawan. 

 

Sumber Gambar:

  • Motivasi 1 – https://goo.gl/w1sxXQ
  • Motivasi 2 – https://goo.gl/RLPfqA

About the Author:

Fransiska Ardela, S.T
Fransiska Ardela, S.T. memiliki background pendidikan S1 di Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Katolik Parahyangan. Memiliki ketertarikan dan pengalaman di bidang pendidikan, product management, dan entrepreneurship.

Leave A Comment