Kenapa kita perlu membatasi utang konsumtif? Pernahkah Anda memperhatikan ada orang yang semakin banyak utang, semakin kaya. Ada juga orang yang semakin banyak utang, semakin miskin dan tenggelam dalam utang. Sebenarnya mengapa bisa terjadi seperti itu?

 

Batasi Utang Konsumtif Biar Keuangan Keluarga Tidak Berantakan

Sebagai perencana keuangan, Finansialku.com sering sekali menjumpai orang-orang yang tenggelam dalam utang. Bahkan tidak sedikit pula yang utangnya jauh lebih besar dari pada asset yang dimilki. Jadi intinya apakah boleh menggunakan utang?

Pa Kenapa Kita Perlu Membatasi Utang Konsumtif - Perencana Keuangan Independen Finansialku 

[Download Flowcchat: Cara Cepat Melunasi Hutang – Hutang Keluarga]

 

Mama Glory - Finansialku Cartoon - Image by Freepik(dot)com

Mama Glory

Pa, kemarin mama melihat acara televisi ada seorang ahli keuangan yang mengatakan : Kalau Tidak Mau Sekarat, Jangan Berutang.

Papa Ronald - Finansialku Cartoon - Image by Freepik(dot)comPapa Ronald

Ya bener, emangnya kenapa?

Mama Glory - Finansialku Cartoon - Image by Freepik(dot)com

Mama Glory

Lho ya ga benar Pa. Coba Papa lihat Pak Andre. Dia itu setiap tahun bisa beli puluhan rumah. Uang darimana coba itu? Pasti uang dari utang bank donk Pa. Kita yang ga ambil utang, malah ga bisa beli rumah kedua, rumah ketiga dan rumah berikutnya.

Papa Ronald - Finansialku Cartoon - Image by Freepik(dot)comPapa Ronald

Ow mama lagi bicarain Pak Andre ya. Dia kan ambil utang untuk beli rumah. Sapa tahu rumahnya dikontrakin dan dia dapat uang sewa.

Mama Glory - Finansialku Cartoon - Image by Freepik(dot)com

Mama Glory

Jadi boleh kan kalau utangnya digunakan untuk membeli rumah atau aset yang bisa menghasilkan pemasukan?

Papa Ronald - Finansialku Cartoon - Image by Freepik(dot)comPapa Ronald

Ya donk ma, hitung-hitung nambah pendapatan juga kan?

[Baca Juga: Apa Bedanya Debt Snowball dan Debt Stacking?]

 

Mama Glory - Finansialku Cartoon - Image by Freepik(dot)com

Mama Glory

Ya sih, nah yang ga boleh tuh kalau mama sering nyicil barang-barang di toko online ya?

Papa Ronald - Finansialku Cartoon - Image by Freepik(dot)comPapa Ronald

Mama harus prioritaskan mana yang perlu dan mana yang masih bisa ditunda. Jangan semua-semua dibeli.

Mama Glory - Finansialku Cartoon - Image by Freepik(dot)com

Mama Glory

Oke deh Pa kalau begitu.

 

2 Jenis Utang yang Perlu Diketahui

Berdasarkan diskusi antara Papa Ronald dan Mama Glory, dapat kita simpulkan bahwa sebenarnya ada dua jenis. Utang yang satu dapat membuat seseorang tambah kaya dan utang yang satunya lagi membuat orang tambah miskin. Jika ditanya apakah boleh kita berutang? Jawabannya tergantung: tergantung dengan apa yang ingin Anda beli? Apa tujuan Anda membeli barang tersebut? Dan Tergantung kondisi keuangan Anda saat ini.

Ada dua keluarga yaitu Keluarga Pak Arman dan Keluarga Pak Budi. Keduanya sama-sama ingin membeli rumah kedua dengan KPR (kredit pemilikan rumah). Keluarga pak Arman membeli ruko untuk disewakan. Keluarga pak Budi membeli vila untuk tempat istirahat keluarga saat berlibur.

[Baca Juga: Rumah Anda Belum Tentu Aset, Malah Bisa Jadi Liabilitas]

 

Walaupun sama-sama beli rumah kedua, utang Pak Arman tergolong dalam utang produktif, karena ruko yang dibeli Pak Arman disewakan. Sedangkan villa yang dibeli Pak Budi adalah sebuah liabilitas, karena villa tersebut hanya ditinggali oleh keluarga pada saat akhir pekan.

Jadi Intinya adalah utang atau kredit diperbolehkan selama, utang tersbeut bertujuan untuk membeli aset yang produktif.

 

Apakah Anda pernah merasakan keuntungan dari utang produktif?

 

Ingin tahu Cerita Keluarga Ronald?

Cerita Seru Keluarga Ronald

 

Sumber Gambar

Logo Freepik

Karakter keluarga Ronald adalah courtesy dari www.Freepik.com people avatar 761436. Anda dapat mendownload karakter-karakternya di www.Freepik.com.

Buying assets – http://goo.gl/066A8t

 

Download Ebook Perencanaan Keuangan

dan ayo mulai menetapkan tujuan keuangan Anda!

Ebook Perencanaan Keuangan (Menetapkan Tujuan dan Mewujudkannya)

Download Sekarang

 

Subscribe Finansialku

dan dapatkan update mengenai Perencanaan Keuangan

1 Step 1
keyboard_arrow_leftPrevious
Nextkeyboard_arrow_right