Setelah membaca rubrik ini, Anda akan segera memilih asuransi penyakit kritis terbaik demi Anda & keluarga tercinta!

Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

 

Rubrik Finansialku Learn and Secure

 

Asuransi Penyakit Kritis

Penyakit, bisa saja datang tiba-tiba apalagi jika seseorang punya garis keturunan yang memiliki penyakit kritis tertentu atau karena pola hidup yang kurang sehat.

Selain akan menyiksa, tentu saja biaya pengobatannya juga akan menguras kantong bahkan bisa saja bikin semua aset raib atau ngutang sana-sini demi membiayai proses pengobatan.

Berdasarkan Data Kementrian Kesehatan RI pada tahun 2017, pengobatan penyakit kritis itu memang tidaklah murah.

Dari data tersebut diperoleh bahwa biaya pengobatan penyakit kritis seperti penyakit jantung mencapai Rp 9,25 triliun, penyakit kanker sebesar Rp 3 triliun, penyakit gagal ginjal Rp 2,2 triliun, dan penyakit stroke Rp 2,2 triliun.

Perhatikan Hal Ini Saat Membeli Asuransi Kesehatan Tambahan 02 - Finansialku

[Baca Juga: Di mana Tempat Membeli Asuransi Pendidikan Aman dan Terbaik?]

 

Hanya 2 pilihan yang bisa diambil untuk menghindari biaya tinggi dari penyakit kritis, yaitu menjaga pola hidup yang sehat, dan yang terakhir adalah memiliki payung proteksi berupa asuransi penyakit kritis jika sewaktu-waktu terjadi musibah penyakit kritis yang harus dialami.

 

Kenapa Sih Harus Asuransi Penyakit Kritis?

Kalau saya sudah punya asuransi kesehatan & jiwa, memangnya tidak cukup? Kenapa saya masih harus punya asuransi penyakit kritis? Apakah asuransi kesehatan & jiwa tidak meng-cover penyakit kritis?

Nah, coba Anda lihat lagi polis atau menanyakannya kembali kepada agen asuransi yang memberikan penawaran kepada Anda. Secara umum, asuransi jiwa itu hanya memberikan manfaat saat si tertanggung meninggal dunia.

Lantas, Bagaimana Dengan Asuransi Kesehatan? Namanya Juga Kesehatan, Tentu Meng-cover Biaya Pengobatan Yang Diderita Oleh Tertanggung Dong? Sekali lagi, cek kembali polis Anda mengenai daftar penyakit yang ditanggung & cross check dengan agen asuransi kesehatan Anda.

Perhatikan Hal Ini Saat Membeli Asuransi Kesehatan Tambahan 03 - Finansialku

[Baca Juga: Premi Asuransi Jiwa Allianz Indonesia, Uangnya Sudah Siap?]

 

Biasanya asuransi kesehatan umumnya tidak melindungi penyakit secara khusus, terutama penyakit kritis.

Anda harus tahu bahwa, berdasarkan American Cancer Society Facts & Figures tahun 2012, ternyata 54% biaya pengobatan kanker merupakan biaya non medikal yang tidak dapat diklaim ke perusahaan asuransi kesehatan.

Tak jarang agar proses kesembuhan semakin optimal, pasien juga harus melakukan pengobatan ke herbalist, akupunktur, pengobatan alternatif, sinshe dan berbagai Pengobatan lainnya yang pada umumnya biaya pengobatan tersebut tidak dapat diklaim ke perusahaan asuransi kesehatan.

Ditambah lagi jika ada second opinion doctor, biaya medical check-up dan biaya perjalanan berobat atau akomodasi jika proses pengobatan dilakukan di luar kota atau bahkan di luar negeri. Biaya-biaya tersebut tentu tidak dapat di-cover oleh pihak asuransi kesehatan.

Cara Pilih Asuransi Kesehatan yang Benar Supaya Terhindar Penipuan Asuransi Kesehatan 02

[Baca Juga: Ini Rekomendasi Asuransi Virus Corona Yang Gampang Diklaim!]

 

Dari semua biaya-biaya pengobatan yang termasuk non-medical & tidak dapat di-cover oleh pihak asuransi kesehatan, tentu saja tertanggung juga akan mengalami risiko kehilangan pekerjaan atau berkurangnya penghasilan tetap karena tidak dapat bekerja seperti biasanya demi melakukan proses pengobatan.

 

Jadi Apakah Asuransi Kesehatan Tidak Perlu?

Jawabannnya adalah anda tetap memerlukan asuransi kesehatan. 

Asuransi kesehatan itu akan tetap memproteksi finansial Anda ketika Anda dirawat di rumah sakit, sedangkan asuransi penyakit kritis akan memberikan manfaat berupa santunan tunai sejumlah Uang Pertanggungan (UP) ketika anda terdiagnosis suatu kondisi penyakit kritis.

Sebagai ilustrasi, misalnya Pak Darto mengambil Uang Pertanggungan (UP) sebesar Rp 700 juta dan kemudian dia terdiagnosis penyakit stroke. Maka Pak Darto dapat mencairkan Uang Pertanggungan (UP) sebesar Rp 700 juta itu untuk biaya pengobatan.


Lantas, apabila beliau sudah sembuh dan beberapa tahun kemudian mengalami penyakit kritis yang berbeda, apakah Uang Pertanggungan (UP) dapat diambil kembali?

Tentu saja tidak, mengapa? Karena Pak Darto sudah mengambil Uang Pertanggungan (UP) sewaktu beliau mengalami sakit stroke.

 

Jadi Jika Hanya Mengandalkan Asuransi Kesehatan Saja, Tidak Cukup.

Itulah kenapa asuransi penyakit kritis sangat diperlukan karena keterbatasan dari jangkauan peng-coveran asuransi kesehatan. Meskipun asuransi kesehatan tetap diperlukan untuk meng-cover biaya rumah sakit & berbagai penyakit lainnya yang tidak termasuk ke dalam golongan penyakit kritis.

 

Kalau Begitu, Siapa Yang Sangat Memerlukan Asuransi Penyakit Kritis Ini?

Jika Saya Sudah Berusia 30 Tahun, Apakah Saya Harus Memiliki Asuransi Penyakit Kritis, Atau Mungkin Orang Tua Saya Yang Sudah Lanjut Usia?

Pentingnya Asuransi Kesehatan Dalam Resolusi Keuangan 2020 (1)

[Baca Juga: Tips Klaim Asuransi Allianz Untuk Kendaraan Agar Bisa Diterima]

 

Asuransi penyakit kritis sangat disarankan untuk mereka yang memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap penyakit kritis, seperti orang yang lanjut usia atau mereka yang memiliki garis keturunan yang dianggap memiliki kemungkinan mewarisi penyakit-penyakit kritis.

Sangat disarankan untuk segera melakukan general check-up & pemeriksaan terhadap kemungkinan adanya penyakit-penyakit kritis tertentu sebagai langkah awal & preventif sebelum membeli produk asuransi penyakit kritis. 

 

Manfaat Memiliki Asuransi Penyakit Kritis

Detailnya, apa saja sih manfaatnya memiliki penyakit kritis? Berdasarkan asuransi365, berikut ini beberapa manfaat yang diperoleh jika memiliki asuransi penyakit kritis:

  • Dengan memindahkan risiko pengeluaran untuk pengobatan penyakit kritis ini ke perusahaan asuransi maka aset atau harta Anda akan relatif lebih aman alias tidak perlu sampai dijual atau digadaikan atau bahkan mengalami kebangkrutan untuk biaya pengobatan yang mahal dan berkepanjangan.
  • Karena uang pertanggungan didapatkan secara tunai maka Anda memiliki keleluasaan untuk menjalani terapi pengobatan yang kadangkala tidak selalu berhubungan dengan dunia medis yang tidak dapat diklaim ke perusahaan asuransi kesehatan

  • Menjamin pemasukan keluarga yang mungkin dapat hilang dengan terkena penyakit kritis. Seseorang yang terkena penyakit kritis tentu akan berdampak pada produktivitas kerja yang berisiko kehilangan pekerjaan dan penghasilan.
  • Memberikan ketenangan pikiran kepada Anda dan keluarga karena adanya dana untuk berobat yang cukup dan tersedianya dana untuk operasional keluarga. Ketenangan pikiran ini tentunya memiliki dampak yang sangat besar pada percepatan proses penyembuhan.

 

Syarat & Ketentuan Asuransi Penyakit Kritis

Jika sewaktu-waktu seorang pemegang polis asuransi penyakit kritis mengalami penyakit kritis tertentu, apakah dia dapat secara langsung mengambil Uang Pertanggungan (UP)? Ketentuan apa saja yang perlu diketahui sebelum membeli asuransi penyakit kritis?

Ternyata ada beberapa ketentuan yang harus dipahami jika Anda ingin membeli produk asuransi penyakit kritis.

Misalnya, jika seorang pasien mengalami sakit kanker. Uang Pertanggungan (UP) akan dibayarkan oleh pihak asuransi apabila penyakit kanker sudah memasuki fase lanjutan, yaitu menyebar ke organ tubuh lainnya atau stadium 3.

Apabila masih di tahap awal, Uang Pertanggungan tidak dibayarkan alias harus melakukan pengobatan dengan biaya sendiri. Penyakit kritis lainnya, misalnya gagal ginjal.

Uang Pertanggungan (UP) akan dibayarkan ketika kedua ginjal pasien sudah tidak dapat berfungsi kembali atau mengalami gagal ginjal dan harus melakukan proses cuci darah secara rutin atau diharuskan melakukan transplantasi ginjal.

Namun, apabila hanya 1 ginjal yang tidak berfungsi secara normal, maka proses pengobatan harus dilakukan dengan biaya pribadi. Kalau gitu, asuransi penyakit kritis itu baru bisa diambil Uang Pertanggungannya kalau pasien sudah sekarat? Adakah alternative lainnya?

 

Asuransi Penyakit Kritis Generasi Kedua

Nah, karena beratnya persyaratan dari keluarnya Uang Pertanggungan (UP) dari asuransi penyakit kritis, maka kini sudah banyak dikeluarkan produk asuransi penyakit kritis generasi kedua yang memberikan perlindungan terhadap penyakit kritis sejak stadium awal.

Tapi, meskipun bisa Uang Pertanggungan (UP) dapat diambil pada stadium awal, tetap saja ada berbagai persyaratan yang harus diketahui.

Asuransi Kesehatan Terbaik Finansialku 2

[Baca Juga: Waspada Terjerat 7 Kesalahan Membeli Asuransi Jiwa Ini!]

 

Dalam asuransi penyakit kritis generasi kedua ini, Uang Pertanggungan (UP) akan dikeluarkan secara bertahap sesuai dengan tingkat stadium keparahan dari penyakit kritis tersebut. Selain itu, survival period atau masa bertahan hidup sejak pasien didiagnosis adalah benar terkena penyakit kritis.

Semakin pendek survival period semakin baik, misalkan survival period 7 hari artinya jika pasien terdiagnosis terkena kondisi penyakit kritis harus mampu bertahan hidup dulu selama 7 hari sejak diagnosa dikeluarkan oleh tim medis.

Apabila pasien meninggal dunia di hari ke 5 maka klaim akan ditolak karena belum melewati masa bertahan hidup selama 7 hari.

Sebetulnya asuransi penyakit kritis generasi kedua ini juga masih memiliki kelemahan yang cukup fatal, misalnya bagi para pasien penderita penyakit jantung yang bisa saja meninggal dunia sewaktu-waktu dan seketika. Maka persyaratan survival period ini akan sulit untuk dipenuhi, bukan?

 

Memilih Asuransi Penyakit Kritis

Ketahui apa saja yang harus diperhatikan saat akan memilih produk asuransi penyakit kritis, berikut ini!

 

#1 Cakupan Perlindungan

Pertama-tama, Anda perlu mengetahui jenis penyakit kritis apa saja yang dilindungi oleh produk asuransi tersebut dan sejauh apa jangkauan dari perlindungannya.

Pilih asuransi penyakit kritis generasi kedua yang lebih menguntungkan dari segi pencairan Uang Pertanggungan (UP) sejak tahap awal penyakit kritis didiagnosis.

Apa Itu Asuransi Kesehatan Cashless Apakah Bermanfaat 02 - Finansialku

[Baca Juga: 8 Hal Yang Tidak Diungkap Tentang Asuransi Pendidikan Anak]

 

Berbanding linier, semakin banyak jenis penyakit kritis yang menjadi cakupan perlindungan, tentu saja premi asuransinya juga akan semakin mahal. Oleh sebab itu, Anda perlu mempertimbangkan alokasi budget asuransi Anda agar sesuai dengan kebutuhan.

 

#2 Fleksibilitas

Menutup kebutuhan proteksi atas risiko penyakit kritis mengharuskan Anda menyisihkan sebagian dana untuk membayar premi. Agar keuangan Anda tidak terbebani, pilih asuransi penyakit kritis yang memiliki opsi pembayaran premi fleksibel sesuai risiko yang ingin Anda lindungi.

 

#3 Pilih Perlindungan Optimal

Walau penyakit kritis kini bisa menyerang kalangan usia berapapun, risikonya sudah pasti semakin besar ketika usia Anda bertambah. Jadi, pilih asuransi penyakit kritis yang memberikan masa perlindungan optimal.

 

#4 Perhatikan Aturan Pengecualian

Setiap produk asuransi pasti memiliki pasal pengecualian. Sebut saja, syarat survival period yaitu masa bertahan hidup si pasien (tertanggung) sejak divonis penyakit kritis.

Jadi, ketika si tertanggung meninggal dunia sebelum masa survival period berakhir, klaim asuransinya dianggap batal. Biasanya syarat survival period ini ditetapkan 30 hari.

Selain itu, perhatikan masa tunggu (waiting period), yakni periode sebelum proteksi asuransi berlaku. Pilih asuransi dengan masa tunggu singkat agar Anda segera mendapatkan perlindungan.

 

Di mana Beli Asuransi Penyakit Kritis ?

Jadi sudah mulai paham pentingnya memiliki asuransi penyakit kritis & cara memilih produk yang tepat? Sekarang, pertanyaannya adalah: Mau beli dimana asuransi penyakit kritisnya?

Asuransi penyakit kritis dijual dalam 2 bentuk yaitu asuransi penyakit kritis murni (tradisional) dan rider unit link. Dari kedua pilihan itu, mana yang lebih baik? Perbedaan dari keduanya terletak pada besarnya Uang Pertanggungan (UP).

Apabila Anda menghendaki uang pertanggungan yang besar (di atas Rp 500 juta) maka pilihannya ada pada asuransi penyakit kritis rider unit link sedangkan untuk di bawah Rp 500 juta, saat ini sudah cukup banyak asuransi penyakit kritis murni yang di pasarkan di Indonesia.

 

 

Masih butuh informasi lebih lengkap soal memilih produk asuransi penyakit kritis? Konsultasi gratis saja dengan pakar Perencana Keuangan Finansialku.

Apakah artikel ini bermanfaat bagi Anda, silakan berbagi informasi dalam artikel ini kepada sanak keluarga. Terima kasih 

 

Sumber Referensi:

  • Astra Life. 18 September 2019. Mencari Asuransi Penyakit Kritis Yang Tepat? Cek 4 Jurus Ini! Ilovelife.co.id – Https://Bit.Ly/3fekq4b
  • Manulife. Kesehatan: Penyakit Kritis. Manulife.co.id – Https://Bit.Ly/3cmfxiz
  • Asuransi 365. Pedoman Membeli Asuransi Penyakit Kritis. Asuransi365.com – Https://Bit.Ly/2srfqze