Sebagai pegiat bisnis, Anda wajib tahu tentang Fintech P2P Lending dengan payday loan. Kira-kira apa saja perbedaan kedua Fintech ini? Mana yang lebih menguntungkan bagi peminjam?

Sebelum meminjam uang dengan salah satu cara di atas, simak dulu artikel Finansialku tentang perbedaan Fintech P2P Lending dan payday loan berikut ini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Fintech Sebagai Alternatif Peminjaman Uang

Saat ini sektor ekonomi digital di Indonesia telah tumbuh dan menjadi semakin besar.

Pemanfaatan financial technology (fintech) di negara kita yang jumlah masyarakatnya terbesar di Asia Tenggara ini juga sangat tinggi.

Sebelum Indonesia tersentuh teknologi finansial, masyarakat yang membutuhkan dana akan mencari pinjaman ke berbagai tempat. Penyedia jasa layanan pinjam uang seperti bank, keluarga, saudara maupun tempat lain menjadi pilihan saat membutuhkan uang tambahan.

Lain lagi halnya dengan saat ini, di mana fintech telah berkembang pesat di Indonesia. Masyarakat memiliki pilihan lain untuk mendapatkan uang guna memenuhi kebutuhan, baik untuk kebutuhan pribadi maupun usaha.

Siapapun bisa memperoleh pinjaman lewat perusahaan fintech. Kelebihan yang dimiliki adalah prosesnya yang lebih mudah serta waktu lebih cepat.

 

Pemanfaatan Fintech P2P Lending dan Payday Loan

Apabila Anda sedang membutuhkan dana, Anda bisa menggunakan fintech P2P Lending dan juga payday loan.

Keunggulan dari kedua produk ini adalah prosesnya praktis dan waktu yang dibutuhkan pun lebih singkat. Berbeda dengan bank, di mana proses kredit membutuhkan waktu kurang lebih 3 bulan.

Sebelum mengambil keputusan untuk meminjam uang, pahami dulu ilmu-ilmu perencanaan keuangan supaya Anda bisa membuat strategi dalam melunasi utang Anda, atau bahkan menghindari utang.

Download ebook Panduan Perencanaan Keuangan untuk Usia 30-an dari Finansialku. Anda juga bisa mempelajari kiat mengatur keuangan yang tepat supaya Anda bisa mencapai segala tujuan keuangan Anda!

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Perbedaan Fintech P2P Lending dengan Payday Loan

Saat Anda memilih menggunakan produk fintech, maka Anda akan dipertemukan dengan dua jenis fintech yang bergerak di pinjam meminjam, yakni P2P Lending serta payday loan.

Kedua jenis ini memiliki perbedaan antara satu dan lainnya. Penasaran? Simak pembahasan berikut ini:

 

#1 Waktu Jatuh Tempo

Sebelum menjatuhkan pilihan di P2P Lending maupun payday loan, salah satu yang harus diperhatikan adalah mengenai waktu jatuh tempo. Kemampuan bayar peminjam akan sangat mempengaruhi pilihan ini.

Jangka waktu pelunasan pinjaman yang diberikan oleh P2P Lending ini umumnya dimulai dari 30 hari hingga 6 bulan.

Apa Perbedaan Fintech P2P Lending dengan Payday Loan 3 Finansialku

[Baca Juga: Sejak April 2018, Kredit Lewat Fintech Mencapai Rp5 Triliun]

 

Apabila Anda ingin menyicil pembayaran utang dalam jangka waktu tersebut, maka Anda bisa memanfaatkan produk fintech yang satu ini.

Lain halnya jika Anda memilih payday loan untuk mendapatkan dana pinjaman.

Jumlah cicilan untuk jenis ini adalah sekali bayar saja dan harus lunas sesuai waktu yang telah ditentukan sebelumnya.

 

#2 Tambahan Biaya

Biaya tambahan ini harus dibayar apabila seseorang yang menggunakan produk payday loan ingin memperpanjang masa pinjamannya. Tentunya biaya tersebut dapat memberikan keuntungan lebih pada sang pemberi pinjaman.

Berbeda dengan P2P Lending, di mana tidak ada biaya tambahan jika Anda ingin memperpanjang masa pinjaman.

 

#3 Persentase Bunga dan Tempo Bunga

Apabila Anda meminjam uang di P2P Lending, Anda akan memperoleh pinjaman dengan bunga cukup ringan. Total bunga yang harus dibayarkan dalam satu tahunnya mulai dari 5% hingga 30%.

Penentuan besaran bunga yang akan diterapkan mengacu pada bank atau lembaga keuangan lainnya.

Pemberi pinjaman pada P2P Lending biasanya akan mempelajari permintaan serta penawaran pinjaman yang ada di pasar.

Pendapatan dari bunga seluruhnya akan menjadi milik dari pemberi pinjaman. Sementara perusahaan P2P Lending sendiri akan memperoleh keuntungan dari biaya administrasi saat seseorang melakukan peminjaman.

Apa Perbedaan Fintech P2P Lending dengan Payday Loan 2 Finansialku

[Baca Juga: Gandrung Fintech di Kalangan Konglomerat Indonesia]

 

Di sisi lain, saat Anda meminjam uang lewat payday loan, maka perhitungan bunganya adalah harian.

Biasanya dimulai dari 1%, sehingga jika dihitung dalam satu tahun maka bisa mencapai angka 300%.

 

#4 Proses Analisis Risiko Pinjaman

Siapapun dapat meminjam uang di P2P Lending. Namun sebelum memberikan pinjaman, perusahaan P2P Lending akan mempertimbangkan kondisi finansial calon peminjam.

Analisis kredit dilakukan untuk mengetahui tingkat risiko secara keseluruhan.

Seperti yang dipaparkan sebelumnya, P2P Lending mendapatkan keuntungan dari biaya administrasi. Selain itu, uang ini digunakan pula untuk keperluan mitigasi risiko.

Iklan Banner Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Anda - Finansialku 728 x 90

Iklan Banner Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Anda - Finansialku 336 x 280

Sementara itu, pada produk payday loan para calon peminjam hanya perlu menyertakan dokumen slip gaji pada saat pengajuan. Tidak ada proses analisis risiko, sehingga dana yang dibutuhkan akan lebih cepat cair.

 

#5 Keterbukaan

Peminjam maupun pemberi pinjaman P2P Lending dapat mencari informasi lengkap tentang produk P2P Lending di masing-masing situs penyedia layanan ini.

Situs P2P Lending juga akan memberikan penjelasan terkait dengan profil pemilik, risiko, hingga bagaimana penghitungan bunganya.

Proses pendanaan yang sedang berjalan di situs juga bisa dipantau oleh pihak peminjam maupun pemberi pinjaman.

P2P Lending menyediakan pinjaman untuk berbagai kebutuhan. Ada pinjaman untuk kebutuhan konsumtif, dan utamanya untuk hal-hal bersifat produktif seperti pinjaman bisnis.

Memang, pada awalnya kehadiran P2P Lending ini bertujuan untuk memudahkan akses keuangan bagi para pebisnis UMKM.

Target peminjam pun merupakan kalangan yang tidak memiliki akses kepada perbankan. Dengan begitu, adanya fintech ini diusahakan bisa mendorong perkembangan ekonomi nasional.

Ketahanannya saat terjadi krisis juga menjadi alasan pemerintah untuk mendukung P2P Lending agar selalu bisa bertahan dan berkembang.

Jadi Sorotan, OJK Akan Atur Kontrak P2P Lending 01 - Finansialku

[Baca Juga: Ekonom: Di Indonesia, Bank Bisa Ikuti Sistem Fintech]   

 

Sementara, payday loan hanya menyajikan produk tunggal yaitu pinjaman cepat yang biasa digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif.

Peminjam yang membutuhkan uang guna keperluan konsumtif maka disarankan untuk memilih payday loan.

 

Pilih Mana, Fintech P2P Lending atau Payday Loan?

Sebelum memilih P2P Lending atau payday loan, peminjam wajib menyesuaikan berdasarkan kebutuhannya.

Jika Anda membutuhkan dana dengan jangka waktu cepat dan untuk kebutuhan konsumtif, Anda bisa memilih payday loan yang tentunya memiliki bunga lebih tinggi.

Sementara bila Anda ingin meminjam untuk modal bisnis dan usaha, Anda bisa memilih P2P Lending yang jangka waktunya lebih panjang.

 

Setelah membaca artikel di atas, manakah yang menurut Anda lebih baik? Tentukan pilihan supaya Anda bisa semakin dekat dengan kemampuan memenuhi kebutuhan modal.

Jangan lupa bagikan informasi penting di atas pada rekan pengusaha yang juga baru merintis permodalan, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Aprillia Ika. 9 Maret 2018. Ini Cara Membedakan Fintech Peer-to-Peer Lending dengan Payday Loan. Ekonomi.kompas.com – https://goo.gl/7KqxX7
  • Rahma Soediro. 15 Maret 2018. Membedakan Peer-to-Peer Lending dan Payday Loan. Investree.id – https://goo.gl/Gm573F