Industri Fintech berbasis Peer to Peer Lending (P2P Lending) semakin mengepakan saya, Tercatat bahwa kredit lewat Fintech mencapai lebih dari Rp5 triliun.

Dana ini telah disalurkan melalui kredit Fintech P2P.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Fintech P2P Telah Salurkan Kredit Hingga Rp5 Triliun

Terhitung hingga April 2018, jumlah pinjaman yang disalurkan Fintech berbasis Peer to Peer Lending (P2P) sudah melebihi angka Rp5 triliun. Jumlah penyaluran Fintech berbasis pinjaman ini semakin diminati masyarakat.

Hedrikus Passagi selaku Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan, setiap bulan nilai pembiayaan yang disalurkan terus meningkat.

Jumlah penyaluran kredit itu berasal dari 47 Fintech yang sudah terdaftar di OJK. Sedangkan sisa 5 Fintech lagi belum sempat memberikan laporan penyaluran kreditnya ke OJK.

Seperti dilansir oleh Kontan.co.id, Rabu (9/5/18), Hendrikus mengungkapkan:

“Pembiayaan sampai April sudah Rp5 triliun atau meningkat dari kuartal I sekitar Rp4,7 triliun. Akumulasi penyaluran naik terus kalau dihitung persennya dari bulan ke bulan.”

 

Dia menjelaskan, bahwa penyaluran itu diperkirakan berasal dari 2 juta orang peminjam di seluruh Indonesia.

Jumlah itu naik signifikan atau naik seribu kali lipat dibandingkan ketika Fintech baru berkembang, saat itu hanya bisa diakses oleh 20.000 orang peminjam.

“Awal Fintech berdiri itu hanya sekitar 20.000 orang dan sekarang sudah mencapai 2 juta orang itu sudah banyak. Dan itu belum termasuk dengan usaha mikro, kecil dan menengah yang berdagang di e-commerce seperti Tokopedia, Bukalapak dan lainnya.”

 

Sementara itu, kebangkitan ekonomi digital melalui lahirnya bisnis-bisnis startup dinilai turut serta menyelamatkan tren investasi di Indonesia.

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Thomas Lembong: Investasi Luar Negeri Akan Turun Tanpa Ekonomi Digital

Selain Fintech, bisnis startup lainnya sangat berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. Tak heran, sejak 2016 hingga saat ini, semakin bermunculan bisnis startup.

Setidaknya sudah ada empat perusahaan unicorn asal Indonesia. Perusahaan unicorn merupakan startup yang sudah memiliki nilai valuasi di atas US$1 miliar.

Sejak April 2018, Kredit Lewat Fintech Mencapai Rp5 Triliun 02 - Finansialku

[Baca Juga: Pemerintah Indonesia Siap Lahirkan Lima Startup Unicorn Baru di Tahun 2018]

 

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan, dalam empat tahun terakhir, ekonomi di Indonesia diselamatkan oleh ekonomi digital (startup) sebagai sektor kedua dan sektor utamanya yaitu smelter nikel yang menjadikan Indonesia sebagai produser dan pengekspor stainless steel nomor tiga di dunia.

“Investasi Indonesia dalam empat tahun terakhir diselamatkan oleh dua sektor utama. Pertama smelter nikel yang mampu menjadikan Indonesia sebagai produser dan pengekspor stainless steel nomor tiga di dunia. Sektor yang kedua adalah investasi ekonomi digital.”

 

Thomas Lembong menegaskan tanpa ekonomi digital dan smelter, investasi dari luar negeri akan turun. Sehingga ke depan, pihaknya akan mendorong investasi di sektor smelter dan ekonomi digital.

Lanjut Thomas, tahun ini menjadi semakin spesial lantaran ada beberapa acara besar yang dapat mengekspos Indonesia di mata dunia. Ada Asian Games, Pertemuan Bank Dunia pada Oktober nanti, hingga Nexticorn yang tengah berlangsung.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

Sebagai informasi, Nexticorn International Summit 2018 dihadiri oleh 98 investor dari 67 Perusahaan Pemodal Ventura. Diikuti juga oleh setidaknya 70 startup tengah berusaha mencari pendanaan.

Acara ini juga akan dihadiri oleh empat CEO Unicorn, yakni Nadiem Makarim, CEO Go-Jek; Ferry Unardi, CEO Traveloka; William Tanuwijaya, CEO Tokopedia; dan Achmad Zaky, CEO Bukalapak.

Bersama mereka membukakan pintu interaksi startup potensial kepada investor global. Mereka akan berperan sebagai Official Gate Opener of Indonesia Digital Paradise.

Hingga pada pukul 08.00 WITA sudah ada 823 pertemuan terjadwal antara investor dan startup.

Angka ini terus naik, kemarin sore baru ada 280 pertemuan terjadwal. Perusahaan modal ventura di antaranya Sequoia Capital telah menanamkan modal ke dua unicorn Indonesia, yaitu Tokopedia dan Traveloka.

Selain itu, ada top-tier investor global antara lain Tencent China, Fosun International, Appworks. Ada pula investor nasional seperti Alpha JWC, Convergence, Kejora, dan Venturra.

 

Setelah Anda membaca artikel berita, apa pendapat yang ingin Anda sampaikan? Apakah Anda ingin melakukan kredit lewat Fintech?

 

Sumber Referensi:

  • Ferrika Sari. 9 Mei 2018. Penyaluran Kredit Lewat Fintech Sudah Capai Rp5 Triliun per April 2018. Kontan.co.id – https://goo.gl/6GN5Tp
  • Maizal Walfajri. 9 Mei 2018. Thomas Lembong: Tanpa Ekonomi Digital, Investasi Luar Negeri akan Turun. Kontan.co.id – https://goo.gl/G37Umk

 

Sumber Gambar:

  • Kredit Lewat Fintech – https://goo.gl/EExLr8
  • Perusahaan Unicorn – https://goo.gl/EUHy2y
Summary
Sejak April 2018, Kredit Lewat Fintech Mencapai Rp5 Triliun
Article Name
Sejak April 2018, Kredit Lewat Fintech Mencapai Rp5 Triliun
Description
Industri Fintech berbasis Peer to Peer Lending (P2P Lending) semakin mengepakan saya, Tercatat bahwa kredit lewat Fintech
Author
Publisher Name
Finansialku.com
Publisher Logo