Para Investor, Ini Persiapan Menjadi Investor Reksadana 2019

Apakah Anda sudah memiliki persiapan menjadi investor reksadana 2019?

Berikut hal-hal yang perlu Anda persiapkan untuk menjadi investor reksadana di tahun 2019.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Persiapan Menjadi Investor Reksadana 2019

Tahun baru telah tiba, memulai tahun yang baru dengan hal-hal yang baik sangatlah bagus. Tentunya, di tahun baru ini banyak tujuan-tujuan yang ingin dicapai.

Mungkin salah satu dari tujuan tersebut adalah untuk menjadi investor reksadana. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda juga ingin menjadi investor reksadana di tahun 2019 ini?

Namun sebelumnya, apakah Anda sudah mengetahui apa itu reksadana?

Investasi-Reksadana-Syariah-2-Finansialku

[Baca Juga: Cara Mudah Investasi Reksadana Untuk Pemula]

 

Reksadana merupakan salah satu instrumen investasi untuk menghimpun dana dari investor dan diinvestasikan dalam bentuk portofolio investasi. Dana tersebut akan dikelola oleh Manajer Investasi (MI) yang sudah profesional.

Pada umumnya terdapat 4 jenis reksadana. Ada reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, serta reksadana saham.

Setiap jenis reksadana memiliki tingkat keuntungan dan risikonya masing-masing. Semakin tinggi risiko nya maka semakin besar keuntungannya (high risk high return).

Jika dilihat dari data historis pada tahun-tahun politik dimana diselenggarakannya pemilu dan pilpres, pada tahun-tahun tersebut kinerja investasi termasuk cukup baik.

Beberapa data kinerja IHSG pada tahun 1999, 2004, 2009, dan 2014 yaitu 70,06%, 44,56%, 86,98%, dan 33,39%. Entah kinerja investasi yang cukup baik tersebut terjadi secara kebetulan atau tidak.

Hal tersebut bisa dikarenakan secara valuasi cukup murah sehingga terdapat sentimen untuk terjadinya kenaikan. Bisa juga dikarenakan hasil pemilihan sesuai dengan harapan, sehingga dana asing masuk dan harga saham menjadi naik.

 

Seperti yang kita ketahui bahwa tahun 2019 merupakan tahun politik. Pada bulan April 2019 nanti akan diadakan Pemilu dan Pilpres secara serentak di seluruh Indonesia.

Sedangkan dari sudut pandang pengelolaan dana, dampak dari tahun politik lebih berpengaruh pada sisi psikologis.

Jika terdapat banyak kampanye hitam atau tidak sesuai harapan, maka besar kemungkinan investor akan menjadi konservatif dimana cenderung wait and see.

Namun, jika sesuai dengan harapan maka akan lebih memungkinkan investor untuk menjadi lebih agresif dalam berinvestasi.

Walaupun begitu, sebagai investor yang baik maka sebaiknya jangan hanya menjadikan tahun politik sebagai dasar berinvestasi. Terdapat hal-hal yang lebih penting untuk diperhatikan.

Misalnya fundamentalnya dari kinerja perekonomian, serta perusahaan. Bahkan, investor seperti itu lebih mendominasi termasuk investor asing.

 

Data Perekonomian yang Perlu Diperhatikan

Terdapat beberapa data perekonomian yang perlu diperhatikan untuk persiapan menjadi investor reksadana. Berikut beberapa data perekonomian yang perlu diperhatikan oleh investor.

 

#1 Data Inflasi dan Suku Bunga

Rendahnya angka inflasi akan membantu Bank Indonesia untuk mempertahankan atau menurunkan tingkat BI Rate yang menjadi acuan bunga deposito perbankan dan harga obligasi.

Pada saat inflasi dan suku bunga BI rate stabil di level rendah, maka akan mendukung kenaikan harga obligasi yang merupakan portofolio reksadana pendapatan tetap.

Di sisi lain, kenaikan suku bunga the Fed yang dilakukan oleh Bank Sentral Amerika Serikat dapat memicu pelemahan pada nilai mata uang. Tidak hanya rupiah yang melemah tetapi juga mata uang lain di seluruh dunia.

Kalau pelemahan mata uang tersebut sangat signifikan, maka bank sentral di seluruh dunia biasanya bisa melakukan intervensi dalam bentuk operasi pasar menggunakan cadangan devisa.

Bisa juga menaikkan tingkat suku bunga untuk menjaga nilai mata uangnya. Hal tersebut akan menjadi risiko yang perlu diperhatikan oleh investor reksadana yang portofolionya merupakan obligasi jika terjadi kenaikan tingkat suku bunga.

 

#2 Kinerja Fundamental Perusahaan

Fundamental yang dimaksud merupakan penjualan dan laba bersih. Lebih spesifiknya adalah pada pertumbuhannya jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Semakin tinggi pertumbuhannya tentunya akan semakin baik fundamentalnya.

Biasanya harga saham dihubungkan dengan kenaikan laba bersihnya. Namun pada kenyataannya persentase kenaikan harga saham bisa seiring atau bahkan berbeda jauh.

Hal tersebutlah yang membuat harga saham disebut overvalue (terlalu mahal) atau undervalue (terlalu murah).

Jika suatu saham overvalue maka dapat menciptakan kesempatan untuk menjual. Sebaliknya, jika suatu saham undervalue maka dapat menciptakan kesempatan untuk membeli.

Namun, investor perlu mengetahui bahwa semua investasi ada risikonya. Investasi saham mengandung risiko fluktuasi harga yang disebabkan oleh faktor internal atau pun eksternal.

 

5 Persiapan yang Perlu Dilakukan oleh Investor Reksadana

Setelah mengetahui data-data perekonomian yang perlu diketahui oleh investor, maka seorang investor reksadana perlu melakukan beberapa persiapan. Berikut 5 persiapan yang perlu dilakukan oleh investor reksadana.

 

#1 Menyiapkan Dana Darurat

Hal pertama yang perlu dilakukan oleh investor reksadana adalah menyiapkan dana darurat. Paling tidak Anda harus memiliki dana darurat sebesar 6x dari pengeluaran bulanan Anda.

Fakta Menyimpan Dana Darurat Supaya Keuangan Anda Sehat 01 - Finansialku

[Baca Juga: Investasi Reksadana Syariah: Investasi Bebas Riba dan Halal untuk Wujudkan Tujuan Keuangan Anda]

 

Dana darurat sangat diperlukan untuk menghadapi investasi yang fluktuatif. Dana darurat digunakan untuk keperluan yang bersifat darurat. Dengan adanya dana darurat maka Anda dapat terhindar dari utang ketika dalam keadaan genting.

 

#2 Melakukan Diversifikasi

Diversifikasi dalam investasi reksadana perlu dilakukan untuk meminimalisasi risiko investasi yang ada. Biasanya terdapat 4 jenis reksadana yaitu reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, dan reksadana saham.

Anda dapat melakukan diversifikasi pada jenis-jenis reksadana tersebut, sehingga ketika ada kinerja reksadana yang kurang baik, maka dapat ditopang oleh reksadana lainnya.

 

#3 Berinvestasi Secara Berkala

Cara yang paling efektif dalam berinvestasi adalah dengan menginvestasikannya secara berkala. Dengan investasi berkala maka dapat meminimalisasi risiko yang ada, karena investor memperoleh reksadana ketika sedang naik maupun turun.

 

#4 Melakukan Tax Planning

Tax planning yang dimaksud merupakan pelaporan harta yang dimiliki yaitu salah satunya reksadana pada SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan). Sebaiknya Anda sudah mempersiapkannya dengan baik.

Anda tidak perlu khawatir jika keuntungan reksadana Anda akan dikenakan pajak karena penghasilan dari reksadana bukan merupakan objek pajak. Sehingga, penghasilan dari reksadana tersebut tidak dikenakan pajak.

 

#5 Memahami Adanya Risiko

Sebagai investor, Anda perlu memahami bahwa di setiap investasi tentu ada risiko. Bahkan di reksadana yang paling konservatif juga mengandung risiko.

Oleh karena itu, investor sejati harus mengetahui risiko yang ada agar tidak kaget saat risiko terjadi. Selain itu, dengan mengetahui risiko yang mungkin bisa terjadi maka dapat memudahkan investor untuk melakukan manajemen risiko.

Para Investor, Ini Persiapan Menjadi Investor Reksadana 2019 02 Risiko - Finansialku

[Baca Juga: Moms, Pilih Asuransi Pendidikan atau Reksadana? Kenali Kelebihan dan Kekurangannya!]

 

Setelah memahami apa yang perlu disiapkan kini saatnya menjadi investor reksadana. Misalnya pada tanggal 2 Januari 2019 Anda membeli reksadana dengan harga Rp2.000 per unit untuk dana pendidikan anak.

Anda bisa mencatat pembelian reksadana Anda di aplikasi Finansialku. Berikut langkah-langkah mencatatnya.

  1. Klik tombol “Beli” pada bagian Reksadana di Pantau Investasi.
  2. Masukan data yang diperlukan:
  • Tanggal : 02-01-2019
  • Nama Reksadana : Reksadana Manulife Dana Tumbuh Berimbang
  • Jumlah: 1.000 unit
  • Harga Beli: Rp2.000 per Unit
  • Dana Dari: Bank
  • Tujuan Investasi: Dana Pendidikan Anak
  • Keterangan:
  • Klik tombol “Simpan”.

Sangat mudah kan penggunaannya?

Oleh karena itu, jangan lupa untuk download aplikasi Finansialku melalui link di bawah ini atau melalui Google Play Store secara gratis ya.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Sukses Menjadi Investor Reksadana

Setelah mengetahui data-data perekonomian yang diperlukan serta persiapan-persiapan yang perlu dilakukan oleh seorang investor reksadana, tentunya dapat membantu Anda untuk mempersiapkan diri menjadi investor reksadana.

Dengan mengetahui hal-hal tersebut Anda juga dapat meminimalisasi risiko dalam berinvestasi reksadana. Selamat berinvestasi!

Oh ya, Finansialku juga ada e-book panduan berinvestasi reksadana untuk pemula yang bisa Anda download secara gratis lho, silahkan klik link dibawah ini.

Free Download Ebook Panduan Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Download Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula -Finansialku.com

Download Ebook Sekarang

 

Jadi, apakah Anda sudah siap menjadi investor reksadana di tahun 2019? Silahkan berikan komentar dan pendapat Anda di kolom yang telah tersedia. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Rudiyanto. 14 Januari 2018. Persiapan Menjadi Investor Reksadana 2018. Rudiyanto.blog.kontan.co.id – https://goo.gl/4RMLAQ

 

Sumber Gambar:

  • Start Invest – https://goo.gl/MJtQfy
  • Risiko – https://goo.gl/7VawZy

About the Author:

Virtina Thionita
Virtina Thionita adalah seorang mahasiswa President University, jurusan Business Administration dengan konsentrasi Wealth Planning. Memiliki ketertarikan di bidang perencanaan keuangan, investasi, dan entrepreneur.

Leave A Comment