Dengan kondisi pandemi virus corona, tentu Anda penasaran bagaimana pertumbuhan ekonomi Indonesia akhir tahun ini?

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebelumnya diprediksi akan menguat namun kembali menurun akibat pandemic virus Corona. 

Artikel ini akan membahas prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 dan tahun 2019 sebagai perbandingan. Baca sampai habis artikel ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2019

Pada tahun 2019, pertumbuhan ekonomi Indonesia gagal menyamai tingkat pertumbuhan ekonomi tahun sebelumnya. Di tahun 2019, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada angka 5,02% dan pada tahun 2018, berada pada 5,17%.

GRATISSS Download!!! Ebook Perencanaan Keuangan Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

Perlambatan ekonomi ini dipicu oleh hal global seperti perang dagang antara China dengan Amerika Serikat. Selain itu, peningkatan ketegangan kawasan memberikan ketidakpastian bagi para pelaku bisnis dan investor di Benua Eropa karena Brexit.

Hal global lainnya yang juga mempengaruhi ekonomi Indonesia 2019 adalah menurunnya aktivitas manufaktur antarnegara, kondisi geopolitik dan demontrasi di Hong Kong.

5 Prospek Karir Ekonomi Pembangunan yang Dibayar Tinggi 01 - Finansialku

[Baca Juga: Bagaimana Pertumbuhan Ekonomi Menjelang Lebaran? Apakah Meningkat?]

 

Namun dibalik ketidakpastian global dan penurunan ekonomi nasional yoy (year on year), Indonesia dapat dianggap masih aman. Untuk bertahan di angka 5% pada kondisi situasi global yang tidak menentu tersebut tentu tidak mudah.

Hal ini juga ditunjukkan dengan posisi Indonesia dalam lingkup G-20. Pada tahun 2019, Indonesia menempati posisi kedua tertinggi dalam aspek pertumbuhan ekonomi, dengan China di posisi pertama dengan pertumbuhan 6,1%.

India, Korea Selatan dan Amerika Serikat menyusul di bawah Indonesia pada posisi ketiga sampai kelima dengan pertumbuhan 4,7%, 2,2% dan 2,1%.

Penurunan pertumbuhan ekonomi tahun 2019 juga terlihat dari pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2019 yang hanya sebesar 4,79%. Angka ini lebih rendah dari pertumbuhan kuartal IV-2018 yang sebesar 5,17% dan pertumbuhan pada kuartal III-2019 yang sebesar 5,02%.

Ekonomi Kuartal-I Tumbuh Hinggal 5,2% di 2019 01 - Finansialku

[Baca Juga: Ayo Menabung Demi Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia]

 

Turunnya pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2019 di bawah 5% merupakan gambaran semakin beratnya permasalahan ekonomi yang dihadapi Indonesia. Misalnya seperti hadirnya kabinet baru yang mana hingga 2019 belum mampu membuat berbagai gebrakan yang dapat menyulut optimisme perekonomian.

Perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia ini pun dipengaruhi oleh melambatnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga. Konsumsi rumah tangga memberi kontribusi 57,32% pada Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang sebesar Rp15.833,9 triliun.

Di kuartal IV-2019 konsumsi rumah tangga hanya mampu tumbuh sebesar 4,97% yang mana lebih lambat dibandingkan periode yang sama di tahun 2018 yang mampu mencapai 5,08%.

 

Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2020

CIPS (Center for Indonesian Policy Studies) memprediksi bahwa ekonomi Indonesia pada tahun 2020 memiliki potensi peningkatan. Peningkatan ini dapat dilakukan dengan catatan bahwa pemerintah mampu dengan cepat mengantisipasi dan mengatasi faktor penghambat pertumbuhan ekonomi.

Namun situasi mendadak tidak menentu yang sebagian besar diakibatkan oleh pandemic virus COVID-19 atau virus corona. Virus yang menyerang seluruh dunia dengan jumlah kasus lebih dari 1 juta orang di seluruh dunia ini mengacak aduk para prediksi ekonom untuk Indonesia.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2020 dalam Paparan COVID-19 01

[Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2020 dalam Paparan COVID-19]

 

Salah satu contohnya adalah prediksi yang berikan oleh Pieter Abdullah selaku direktur riset Core (Center on Reform on Economics). Pieter sebelumnya memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada angka 4,9% – 5,1%.

Namun, dengan adanya penyebaran virus corona di Indonesia yang semakin meningkat. Pieter menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di bawah 5%.

Bahkan Bank Indonesia pun memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,2% – 4,6%. Gubernur BI, Perry Warjiyo menerangkan bahwa prediksi tersebut ditentukan seiring dengan tantangan persebaran virus corona bagi pertumbuhan ekonomi domestik.

Selain itu, virus corona juga mengakibatkan perlambatan perekonomian global yang menyebabkan penurunan prospek pertumbuhan ekspor barang Indonesia. Selain itu, penurunan juga terjadi pada ekspor jasa, terutama pada sektor pariwisata.

Kenali 5 Teori Pertumbuhan Ekonomi dan Pengertiannya 04 - Finansialku

[Baca Juga: Kenali 5 Teori Pertumbuhan Ekonomi dan Pengertiannya]

 

Menurunnya kontribusi dari sektor wisata dikarenakan oleh mobilitas antar negara dikurangi sebagai salah satu tindak pencegahan penyebaran virus corona.

Menurunnya prospek ekspor barang dan jasa dan terganggunya rantai produksi juga dianggap sebagai alasan melambatnya investasi non bangunan.

Perlambatan ekspor terjadi lantaran melambatnya prospek pertumbuhan ekonomi dunia. BI pun memperkirakan ekonomi global 2020 hanya tumbuh 2,5%. Angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi 2019 sebesar 2,9% dan proyeksi sebelumnya sebesar 3%.

 

Prediksi Ekonomi Global

Perry Warijyo juga melihat prospek pertumbuhan ekonomi dunia yang menurun terjadi akibat terganggunya rantai penawaran global, turunnya permintaan, dan melemahnya keyakinan pelaku ekonomi.

Data pad bulan Februari 2020 menunjukkan berbagai indikator ekonomi global seperti keyakinan pelaku ekonomi, Purchasing Manager Index (PMI), serta konsumsi dan produksi listrik pun menurun tajam.

Perry mengatakan perkembangan penyebaran virus corona menyebabkan tingkat ketidakpastian yang sangat tinggi. Selain itu, hal ini juga menurunkan kinerja pasar keuangan global, menekan banyak mata uang dunia, serta memicu pembalikan modal kepada aset keuangan yang dianggap aman.

Corona Belum Usai Bagaimana Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Saat Ini 01 - Finansialku

[Baca Juga: Tak Hanya Rusak Kesehatan, Corona Buat Krisis Ekonomi Global]

 

Namun, Perry memperkirakan, jika pandemic corona telah berakhir, perekonomian global akan tumbuh menjadi 3,7% yang mana lebih tinggi dibandingkan prediksi sebelumnya 3,4%.

Sejalan dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi global, ekonomi nasional pada 2021 juga ikut meningkat.

BI memprediksi pada 2021 ekonomi Indonesia tumbuh 5,2% – 5,6%, salah satunya juga didorong upaya pemerintah memperbaiki iklim investasi melalui RUU Omnibus Law Cipta Kerja dan perpajakan.

Merespon prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akhir tahun ini, tentu Anda perlu memaksimalkan pengaturan keuangan pribadi Anda. Aplikasi Finansialku membantu Anda mengatur keuangan secara efektif. Download aplikasi Finansialku di Google Play Store atau Apple App Store sekarang juga.

 

 

Sobat Finansialku, selama masa pandemi ini, ternyata tidak semua orang bisa bertahan dengan tekanan PHK. Ada saudara-saudara yang tidak seberuntung kita.

Ini saatnya, kita bersama-sama bergotong royong, membantu meringankan beban saudara-saudara kita dengan menyisihkan sedikit dari penghasilan kita untuk didonasikan, dengan menekan tombol di bawah ini.

Finansialku Bangun Empati Di Tengah Pandemi

KLIK DI SINI UNTUK DONASI

 

Terima kasih dan semoga kebaikan sobat Finansialku dibalas oleh Tuhan Yang Maha Esa. Amin!

 

Setelah membaca artikel ini, semoga Anda memiliki gambaran mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2019 dan prediksi ahli untuk tahun 2020.

Bagikan artikel ini agar lebih bermanfaat dan bagi Anda yang memiliki pertanyaan, silakan tulis di kolom komentar bawah ini.

 

Sumber Referensi:

  • Bambang Priyo Jatmiko. 7 Februrari 2020. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2020 Berpotensi Meningkat. kompas.com – https://bit.ly/2wQL7e5
  • Anisyah Al Faqir. 12 Maret 2020. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2020 Diprediksi Dibawah 5 Persen. Liputan6.com – https://bit.ly/2UWa8fG
  • Agatha Olivia Victoria. 19 Maret 2020. BI Turunkan Proyeksi, Ekonomi Indonesia Tahun Ini Terancam Tumbuh 4,2%. Katadata.co.id – https://bit.ly/3aHGsth