Momentum perayaan Idul Fitri atau hari lebaran diindikasikan menjadi penggerak konsumsi masyarakat. Lalu bagaimana kondisi perekonomian Indonesia menjelang lebaran? Apakah akan semakin baik atau stagnan?

Kali ini, Finansialku akan membahas pertumbuhan ekonomi Indonesia menjelang lebaran. Yuk kita bahas, check it out!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Menilik Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jelang Lebaran

Tahun 2019, Indonesia diprediksi mengalami pertumbuhan di sektor ekonomi sebesar 5,2 persen. Jumlah ini diperkirakan oleh Asian Development Bank (ADB) dalam Asia Development Outlook (ADO) 2019

Angka tersebut akan meningkat tipis jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2018 yang mencapai 5,17 persen.

Atas dasar inilah, ADB menilai Indonesia harus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif.

Guna mendukung, peningkatan daya saing pengembangan sumber daya manusia (SDM), dan penguatan ketangguhan layak dilakukan.

Seperti dilansir dari Katadata.co.id, (Rabu, 22/5/2019), pemerintah sendiri menargetkan capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen.

Hal ini bisa saja tercapai karena adanya perhelatan pemilihan umum 2019 dan perayaan hari idul fitri.

Games 7 Tipe Pemberi THR Saat Lebaran, Kamu yang Mana 01 - Finansialku

[Baca Juga: Apakah Anda Sudah Mengetahui 10 Tradisi Unik Lebaran di Dunia? Simak Ulasannya]

 

Kedua faktor inilah yang menjadi mesin penggerak konsumsi masyarakat. Menyikapi hal ini, Pemerintah tengah menggenjot belanja di semester II mendatang.

 

Ekonomi Lebaran Terpengaruh Sentimen Politik

Sebelum lebaran tiba, ekonomi Indonesia dipengaruhi oleh sentiment Pemilu 2019 yang notabene sangat berpengaruh terhadap nilai tukar rupiah dan pergerakan pasar.

Sejak kemarin, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah di perdagangan pasar spot. Pelemahan rupiah bahkan menjadi yang terdalam di Asia.

Adapun hal yang sangat membebani rupiah hari ini adalah kondisi keamanan ibukota yang mencekam usai pengumuman hasil Pemilu 2019.

Kemarin, Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan pasangan capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin unggul dari pesaingnya, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Aksi massa pun terjadi sejak tanggal 21 kemarin untuk menolak hasil Pemilu, kegiatan yang masih berlangsung sampai beberapa hari berikutnya.

Pusat demonstrasi ini berada di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), tetapi ada sejumlah aksi lain di sejumlah titik.

Terjadi beberapa kali gesekan antara pengunjuk rasa dengan aparat keamanan. Bahkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan ada enam orang korban jiwa dan ratusan orang luka-luka.

Harta Kekayaan Capres Cawapres 01 - Finansialku

[Baca Juga: Games: 7 Tipe Pemberi THR Saat Lebaran, Kamu yang Mana?]

 

Sejumlah kantor swasta dan pemerintahan di ibukota pun tidak beroperasi. Pasar Tanah Abang, pusat tekstil terbesar di Asia Tenggara, juga terpaksa tutup karena menjadi salah satu titik keributan.

Stasiun Tanah Abang juga masih ditutup karena dikuasai massa, membuat arus transportasi terhambat.

Situasi ini tentu membuat investor tidak nyaman, terutama investor asing. Di pasar saham, investor asing mencatat jual bersih Rp56,36 miliar di pasar reguler yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,09% pada pukul 15:07 WIB.

Minimnya pasokan arus modal membuat rupiah kekurangan ‘darah’. Akibatnya rupiah seakan tidak punya pilihan selain melemah. Jelas, peristiwa ini mempengaruhi pertumbuhan ekonomi menjelang lebaran.

 

Pengaruh Mudik Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Lebaran semakin dekat, masyarakat pun telah menyiapkan diri untuk melakukan budaya tahunan pulang ke kampung halaman, atau sering disebut dengan istilah mudik.

Semakin dekat pada puncak arus mudik, perekonomian ikut berdenyut kencang. Para pemudik siap merogoh kocek dalam-dalam untuk perjalanan mudik dan berlebaran di kampung halaman.

Merogoh kocek dalam-dalam bukan hanya untuk pemudik, tapi mereka pun siap membelanjakan uangnya untuk berbagai kebutuhan hari raya. Misalnya, membeli baju baru dan kue Lebaran.

Yang tidak berhari raya pun siap mengeluarkan uangnya. Ambil contoh, untuk berlibur ke Bali. Maklum, libur Lebaran tahun ini lebih panjang, setelah pemerintah menambah jumlah hari cuti bersama, hampir 11 hari.

Iklan Banner Perencanaan Dana Liburan - 728x90

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

Diprediksikan perputaran uang Lebaran pun makin kencang, pasca pemerintah memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pensiunan.

Tak heran, Bank Indonesia memproyeksikan, di musim Ramadan dan Lebaran tahun ini, suplai uang tunai lebih besar dibanding periode sebelumnya.

Ekonomi Indonesia tentu bakal menadah stimulus dari perputaran uang yang tinggi selama Lebaran.

Sejumlah sektor usaha pun siap menangkap berkah hari raya. Contoh, sektor ritel, transportasi, pariwisata, dan kuliner. Harapannya, kondisi ini bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi kita.

Sebab itu tadi, Lebaran selalu berdampak terhadap peningkatan konsumsi rumah tangga dan konsumsi rumah tangga adalah sumber utama pertumbuhan.

 

Mudik Meningkatkan Perekonomian Daerah

Mudik selalu menimbulkan pro kontra setiap tahunnya, tapi yang harus diingat, ketika masyarakat berbondong-bondong pergi mudik, daerah asal pemudik pun menikmati peningkatan konsumsi tersebut, sekalipun hanya berlangsung sementara lantaran hanya bersifat konsumsi.

Sebut saja, satu pemudik menghabiskan uang Rp100.000 di kampung halaman.

Dengan perkiraan 30 juta pemudik pada Lebaran tahun ini, maka uang yang berputar di daerah total Rp3 triliun. Ya, ekonomi mudik memang selalu menjadi pendorong ekonomi di Indonesia.

Investasi Reksa Dana di Tahun Politik 01 - Finansialku

[Baca Juga: Manfaat Asuransi Kecelakaan Diri Mudik atau Lebaran, Berikut Penjelasan Selengkapnya!]

 

Belum lagi ketika orang kota membagikan sebagian rezekinya kepada sanak saudara yang ada di kampung halaman, kemudian dibelanjakan atau dijadikan modal usaha, secara tidak langsung itu akan berdampak untuk perkembangan ekonomi di daerah.

 

Kebutuhan Uang Tunai Ikut Meningkat

Mendekati lebaran dan musim mudik, kebutuhan masyarakat terhadap penggunaan uang tunai pun meningkat. Ini menyebabkan pihak perbankan harus menyediakan uang tunai lebih banyak dari biasanya.

Osbal Saragi selaku Direktur Jaringan dan Layanan Bank BRI menyampaikan bahwa Bank BRI telah menyiapkan uang tunai senilai Rp48,2 triliun.

Hal tersebut untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan akan uang tunai pada momen Ramadan dan Lebaran tahun ini.

Dari total uang tunai tersebut, 60% diantaranya dialokasikan untuk mesin ATM, CDM, dan CRM, serta sisanya sebesar 40% disebar di unit kerja BRI.

Pihaknya memastikan selama libur lebaran layanan nasabah untuk sejumlah pembayaran masih tetap berjalan normal.

Seperti dilansir dari Kontan.co.id (21/5/19), Osbal mengatakan:

“Kami juga memastikan bahwa layanan kepada nasabah inti kerjasama seperti setoran penerimaan BBM dan Non BBM Pertamina, Penebusan SPP Bulog, pembayaran PNBP POLRI, pembayaran tagihan rumah sakit, penerimaan imigrasi visa on arrival serta layanan lainnya tetap berjalan pada periode lebaran tahun ini.”

 

Selain BRI ada juga Bank Central Asia (BCA) yang menyediakan uang tunai hingga Rp5,1 triliun.

Dilansir dari Kontan.co.id (20/5/19), Jan Hendra, Sekretaris Perusahaan BCA mengatakan:

“Total kebutuhan uang tunai untuk melayani libur lebaran selama 23 hari diperkirakan mencapai Rp51 triliun, meningkat sekitar 5% dibandingkan tahun sebelumnya”

Selain menyediakan uang tunai, Hendra juga memastikan bahwa layanan perbankan digital yang dimiliki perseroan seperti mobile banking dan internet banking akan tetap beroperasi selama 24 jam. Ia mengungkapkan:

“Untuk layanan elektronik, kami sudah memiliki prosedur dalam menghadapi musim lebaran. Dalam waktu dekat kami juga akan mengumumkan informasi terkait layanan kantor cabang yang selama libur Lebaran.”

 

Lalu, bagaimana dengan kondisi keuangan Anda sendiri? Seiring dengan meningkatkan kebutuhan jelang lebaran, sebaiknya mulai saat ini rencanakan dan atur keuangan Anda sebaik mungkin, apalagi jika Anda harus mengatur keuangan pribadi serta keuangan bisnis yang dijalani.

Anda bisa mempelajari itu semua dengan membaca ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis dari Finansialku di bawah ini secara GRATIS, selamat mencoba.

Free Download Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis

Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis - Mock Up - Finansialku Jurnal

 

Itu tadi gambaran pertumbuhan ekonomi menjelang lebaran dilihat dari beberapa aspek. Semoga bermanfaat, jangan lupa share artikel ini sebanyak banyaknya. Selamat libur lebaran…..

 

Sumber referensi:

  • Hidayat Setiaji. 22 Mei 2019. Demo 22 Mei Antar Rupiah Jadi yang Terlemah di Asia. Cnbcindonesia.com – http://bit.ly/2WcDDg7
  • Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang. 21 Mei 2019. Bank BRI siapkan Rp 48,2 triliun uang tunai untuk Lebaran. Keungan.kontan.co.id – http://bit.ly/2QmGGwQ
  • Anggar Septiadi. 20 Mei 2019. Sambut Lebaran, BCA siapkan uang tunai Rp 51 triliun. Keuangan.kontan.co.id – http://bit.ly/2Wm0gi2

 

Sumber Gambar:

  • Lebaran – http://bit.ly/2EyII8g
  • Ekonomi – http://bit.ly/2VWPk6t