Apa saja yang harus diprioritaskan pasangan muda yang sudah menikah? Bagaimana cara membuat skala prioritasnya?

Kali ini Finansialku akan membahas tentang prioritas keuangan pasangan muda yang sudah menikah.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Pernikahan adalah Awal Perjalanan

Pernikahan merupakan sebuah titik awal di mana seseorang mulai harus membagi seluruh aspek kehidupannya dengan pasangan.

Pernikahan juga menjadi gerbang dimulainya segala urusan yang terkait dengan keluarga baru termasuk tentang keuangan.

Ketika menikah, seseorang harus sudah memiliki rencana finansial yang matang sehingga bisa lebih menata kehidupan berkeluarganya.

 

Penghasilan dan Rencana Keuangan Setelah Menikah

Penghasilan satu orang yang dulu berstatus single tentu tidak sama dengan penghasilan dua orang dalam satu keluarga.

Lain lagi jika istri tidak bekerja di luar dan lebih memprioritaskan untuk urusan rumah tangga.

Semua hal itu adalah pilihan masing-masing pasangan yang baru menikah. Namun, di luar bagaimana pilihannya, namun rencana keuangan harus tetap dibuat.

Apa fungsi rencana keuangan bagi pasangan muda yang baru menikah?

Saat ini, tidak banyak orang yang sadar bahwa banyak suami istri yang berpisah akibat ketidakcocokan prioritas dan gaya hidup dalam menghabiskan atau menabung uang.

Tentu hal ini sangat disayangkan karena sebenarnya bisa dibicarakan dengan komunikasi yang jujur dan terbuka. Itulah fungsi penting rencana keuangan bersama.

banner -the truth about money and relationships

6 Prioritas Keuangan Pasangan Muda yang Sudah Menikah

Salah satu cara untuk merencanakan keuangan keluarga bersama adalah dengan menyatukan skala prioritas.

Di bawah ini adalah 6 prioritas keuangan pasangan muda yang sudah menikah.

Dengan menyamakan visi misi serta prioritas seperti di bawah ini, baik suami atau istri akan bisa saling memahami bagaimana alur pengeluaran dan tabungan sesuai kebutuhan primer.

 

#1 Rumah

Rumah adalah kebutuhan yang paling primer. Sebaiknya jika belum memiliki rumah sendiri setiap pasangan harus benar-benar hemat.

Hal ini juga dipengaruhi oleh harga rumah yang kian meroket setiap tahunnya.

Tidak hanya itu, banyak karyawan yang masih bergaji pas-pasan sehingga jangan sampai gaya hidup boros dilakukan padahal belum memiliki hunian tetap.

 

#2 Kendaraan

Memiliki kendaraan sendiri sangat penting untuk menghemat pengeluaran. Tanpa kendaraan sendiri tentu seseorang tidak akan bisa pergi ke mana saja dengan leluasa.

Belum lagi jika pekerjaannya menuntut bisa kemanapun dalam jam-jam malam. Hal ini tentu akan sangat menghambat pekerjaan serta memperbesar pengeluaran.

 

#3 Kebahagiaan Orangtua

Setelah rumah dan kendaraan, para suami dan istri harus juga peduli pada kebahagiaan orangtua dari masing-masing pihak.

Karena usia orangtua juga semakin lanjut, maka mereka pasti lebih membutuhkan anak-anaknya dibanding beberapa tahun lalu.

Hal ini perlu disikapi secara bijaksana. Harus ada anggaran khusus untuk makanan dan kesehatan orangtua.

Pilih-Hidup-Berumah-Tangga-dengan-Mertua-2-Finansialku

[Baca Juga: Berapa Target Penghasilan Anda dan Pasangan ?]

 

Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah mengasuransikan kesehatan untuk orangtua. Dengan asuransi, maka kemungkinan untuk mengalami pailit ketika uang sedang dibutuhkan dalam proses pengobatan bisa berkurang.

Jika tidak mengambil asuransi, maka setiap bulannya tabung beberapa nominal uang yang sekiranya bisa dipakai ketika orangtua mengalami sakit atau kontrol.

 

#4 Pendidikan Anak

Biaya pendidikan yang semakin tinggi akan sangat membebani apabila tidak dipikirkan sejak kini.

Tidak hanya itu, saat ini anak dituntut untuk bisa bersaing pada era digital sehingga banyak dari mereka yang harus mengambil les tambahan untuk mengejar ketertinggalan pelajaran maupun meningkatkan skill.

Prioritas-Keuangan-Pasangan-Muda-2-Finansialku

[Baca Juga: Pilih Mana DP Rumah atau Pesta Pernikahan Mewah? [Polling]]

 

Biaya untuk sekolah dan les tidak murah. Oleh karena itu pendidikannya harus benar-benar diprioritaskan supaya tidak menimbulkan penyesalan karena mereka gagal bersaing dengan kompetitornya di dunia kerja kelak.

Meskipun demikian, jika orangtua bisa melatih beberapa skill di rumah maka tentu akan ada beberapa rupiah yang dihemat tanpa harus ikut les.

 

#5 Asuransi Kesehatan

Ada banyak cara untuk bisa menabung demi biaya kesehatan jika terjadi apa-apa. Misalnya saja dengan bergabung menjadi klien sebuah asuransi kesehatan.

Selain itu, ada juga BPJS Kesehatan atau Ketenagakerjaan yang bisa diambil sesuai dengan kriteria setiap orang.

Menjadi peserta di asuransi sekaligus BPJS Kesehatan atau Ketenagakerjaan juga bisa dilakukan.

3-Cara-Cek-Tagihan-BPJS Kesehatan-2-Finansialku

[Baca Juga: Cara Berkomunikasi yang Baik dengan Pasangan, Khususnya Masalah Keuangan]

 

Apalagi jika seseorang memiliki riwayat penyakit seperti kanker atau secara genetik ada keluarga yang mempunyai jenis penyakit yang tidak tercover BPJS Kesehatan.

Tentunya jika terserang penyakit tersebut harus ada beberapa pegangan sehingga pihak keluarga tidak sampai collapse secara finansial.

 

#6 Masa Pensiun

Selain aparatur negara, hampir tidak ada pekerjaan yang akan memperoleh uang pensiun.

Dengan demikian, jauh sebelum masa pensiun datang rencana anggarannya sudah harus disusun.

Jika perlu, buat deposito khusus atau investasikan sebagian uang untuk usaha yang dapat menjadi profitable ketika pensiun.

Kredit-Pensiun-Murah-2-Finansialku

[Baca Juga: Sesuaikan Asuransi Jiwa sesuai dengan Kebutuhan]

 

Saat ini banyak usaha waralaba yang bisa dipilih untuk dijalankan para karyawan.

Jadi, jika memiliki sejumlah uang, maka investasi tersebut sangat bisa dilakukan dengan lebih mudah.

Sembari tetap bekerja, ada penghasilan tambahan yang bisa tetap diakses bahkan setelah pensiun.

Meskipun biaya awalnya cukup besar, tetapi hasilnya pun tidak mengecewakan.

 

Tips Agar Tidak Boros dan Bisa Memprioritaskan Kebutuhan Primer

Ketika sudah membuat skala prioritas, adakalanya salah satu atau keduanya dari suami dan istri melakukan pemborosan untuk membeli kebutuhan sekunder atau bahkan tersier sebelum mencukupi tabungan.

Hal ini tentunya tidak dibenarkan. Namun, ada beberapa tips yang bisa ditempuh untuk menghindarinya.

 

  • Saling Terbuka

Tips yang pertama adalah selalu terbuka dengan pasangan tentang pendapatan dan pengeluaran.

Terutama jika ada keperluan tidak terduga yang akan mempengaruhi jumlah tabungan. Ketika ada sesuatu yang sebenarnya tidak urgent, pasangan bisa saling mengingatkan untuk menundanya.

 

  • Prioritaskan Menabung

Tips yang kedua adalah menabung sebelum membeli kebutuhan sehari-hari.

Setelah menerima gaji, Anda harus cepat memisahkan uang yang telah dianggarkan untuk ditabung.

Dengan demikian, uang yang hendak ditabung itu tidak akan terpakai di luar rencana.

 

  • Ajarkan Anak Berhemat

Tips yang ketiga adalah mendidik anak untuk bisa bersikap hemat. Bagaimanapun juga, anak akan lebih banyak melihat teladan dari orangtuanya.

Dengan demikian, ketika bersama anak tentu akan ada dorongan untuk bisa bersikap lebih hemat dan tidak mudah membeli sesuatu yang tidak dibutuhkan atau bukan prioritas utama.

 

Apakah informasi di atas sesuai dengan rencana dan prioritas Anda? Bagaimana cara Anda membuat prioritas agar sesuai dengan rencana keuangan? Jelaskan jawaban tersebut dengan berdiskusi bersama pasangan, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Futuready Team. 28 Juli 2017. Ini Prioritas Keuangan Pasangan Muda yang Baru Menikah. Futuready.com – https://goo.gl/9KVPwW

 

Sumber Gambar:

  • Prioritas Keuangan Pasangan Muda – https://goo.gl/8AosMz
  • Prioritas Keuangan Pasangan Muda 2 – https://goo.gl/5m9WQc

 

Free Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang