Bagaimana prospek perusahaan yang bergerak di industri plastik selama 40 tahun, PT Argha Karya Prima Industry (AKPI) pasca pandemi nanti?

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Analisis Fundamental

PT Argha Karya Prima Industry didirikan pada tahun 1980, dan merupakan pelopor pada industri kemasan fleksibel di Indonesia. Mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1982 dengan pabrik yang berlokasi di kawasan Citeureup, Bogor, Jawa Barat.

Sebagai Produsen plastik film, AKPI merupakan perusahaan dengan kapasitas produksi terpasang yang mencapai hampir 122.500 ton per tahun, sehingga menjadikan Argha sebagai salah satu industri kemasan fleksibel terkemuka di Asia Tenggara.

Emiten mampu bersaing pada tahun ini dengan pertumbuhan ekonomi nasional triwulan III-2020 terhadap triwulan sebelumnya meningkat sebesar 5,05 persen (q-to-q). Ekonomi Indonesia sampai dengan triwulan III-2020 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,03 persen (c-to-c).

Dari sisi produksi, kontraksi pertumbuhan terdalam terjadi pada Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan sebesar 15,61 persen. Sementara dari sisi pengeluaran hampir semua komponen terkontraksi, Komponen Ekspor Barang dan Jasa menjadi komponen dengan kontraksi terdalam sebesar 7,52 persen.

Prospek Industri Plastik PT Argha Karya Prima Industry Tbk. (AKPI) 02

[Baca Juga: Prospek Emas dan Bisnis PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA)]

 

Wabah virus corona yang melanda hampir di semua negara memberikan dampak perlambatan ekonomi, baik secara global maupun nasional. Saat ini pemerintah fokus dalam penanganan atas pandemi virus corona dan diharapkan akan dapat segera teratasi.

Selain itu, pemerintah juga memberikan relaksasi ekonomi baik berupa bantuan tunai langsung ke masyarakat maupun penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia juga tak terlepas dari empat negara mitra dagang utama yang perekonomiannya melambat di sepanjang Pandemi covid19, yaitu Singapura, China, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Di samping itu, ekspor juga menurun sejalan dengan melambatnya permintaan komoditas global.

Perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia juga dipengaruhi oleh melambatnya konsumsi rumah tangga yang pengaruhnya cukup besar.

Perlambatan ini tidak bisa diartikan bahwa daya beli masyarakat terhadap konsumsi menurun untuk produk-produk seperti pada penjualan eceran makanan, minuman, dan tembakau. Hal ini dapat lebih dilihat pada gejala pergeseran gaya hidup dan kebutuhan dasar masyarakat selama Pandemi.

Wabah pandemi yang berlarut-larut akan akan menekan daya beli masyarakat yang selama ini mengkonsumsi produk-produk makanan dan minuman, sementara penurunan permintaan produk-produk makanan dan minuman akan berdampak pada berkurangnya permintaan produk kemasan fleksibel dari industri mamin.

Memilih untuk membelanjakan pada sektor lain, menyimpan uang hingga menahan konsumsi. Namun demikian, Pemerintah tetap berupaya meningkatkan pertumbuhan dalam bidang ekonomi dengan melanjutkan pembangunan sarana infrastruktur secara nasional terutama dalam bidang transportasi walaupun ada koreksi masa pengerjaan.

Lalu stimulus yang dikeluarkan pemerintah kepada para pegawai hingga masyarakat guna menggenjot tingkat konsumsi masyarakat.

Namun, kuartal keempat ini sebenarnya diharapkan didorong oleh konsumsi rumah tangga, ternyata daya beli masyarakat masih tertekan meski pemerintah telah menggelontorkan berbagai bentuk bantuan.

Peningkatan investasi di Indonesia juga merupakan sasaran pemerintah untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional, UU Omnibus Law yang jika nantinya disahkan, akan berdampak terhadap sektor ini.

AKPI telah menjual produknya ke beberapa negara di wilayah Asia non Timur Tengah, Amerika, Afrika, Timur Tengah, Eropa, serta Australia dan Selandia Baru.

Sepanjang Januari – Maret 2020 lalu, penjualan ekspor AKPI ke wilayah-wilayah ini tercatat sebesar Rp 178,44 miliar atau setara dengan 31,18% dari total penjualan neto AKPI di tiga bulan pertama tahun ini.

Dalam realisasi tersebut, penjualan ekspor ke wilayah Asia di luar wilayah Timur Tengah mendominasi penjualan ekspor AKPI dengan penjualan ekspor senilai Rp 100 miliar atau setara dengan 56,03% dari total penjualan ekspor.

Saat ini, proses pembangunan lini produksi BOPP baru tersebut tengah berlangsung. Agenda ekspansi tersebut diperkirakan akan memakan total nilai investasi sebesar US$ 30 juta.

 

Ebook GRATIS, Panduan BERINVESTASI SAHAM Untuk PEMULA

9 Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

 

Kinerja Keuangan PT Argha Karya Prima Industry Tbk. (AKPI)

Untuk kinerja keuangan AKPI selama 9 bulan 2020, mengalami pertumbuhan yang signifikan, Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi per 30 September 2020, AKPI membukukan kenaikan laba bersih 105,41% sebesar Rp 21,63 miliar di sepanjang Januari-September 2020.

Bila dibandingkan perolehan laba bersih periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 10,53 miliar.

Revenue AKPI

AKPI Data: rivankurniawan

 

Kenaikan laba itu terjadi pada saat penjualan AKPI melemah. Tercatat, penjualan neto perusahaan turun 2,71% yoy dari semula Rp 1,71 triliun pada Januari-September 2019 menjadi Rp 1,66 triliun.

Pertumbuhan laba bersih perusahaan salah satunya didorong oleh penurunan harga bahan baku biji plastik. Harga bahan biji plastik pada Januari-September 2020 berkisar US$ 1,00 per kg, sedang harga biji plastik pada periode sama tahun sebelumnya mencapai sekitar US$ 1,15 per kg.

AKPI juga berhasil menekan pengeluaran pada pos beban beban umum dan administrasi dan beban keuangan.

Tercatat, beban umum dan administrasi turun 4,84% yoy menjadi Rp 44,66 miliar pada Januari-September 2020, sementara beban keuangan turun 15,03% yoy menjadi Rp 47,16 miliar pada periode yang sama.

AKPI bakal meningkatkan penjualan produk premium yang memiliki marjin lebih tinggi serta menggenjot penjualan di pasar ekspor.

Upaya untuk menggenjot penjualan ekspor dilakukan baik dengan cara menambah pelanggan baru di negara tujuan ekspor eksisting maupun dengan merambah ke negara-negara tujuan ekspor baru lainnya.

GPM AKPI

AKPI Data: rivankurniawan

 

AKPI mencatatkan Rp 2,722 triliun atau koreksi tipis 1,94% dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp 2,776 triliun. dengan cadangan kas yang meningkat 248% menjadi Rp 42 Triliun per Q3 2020.

Aset AKPI

AKPI Data: rivankurniawan

 

Untuk kondisi Liabilitas, Rp 1,38 Triliun, mengalami penurunan 9,73% dari tahun sebelumnya Rp 1,56 Triliun, penurunan ini berasal dari Utang Bank jangka pendek.

Pengeluaran perusahaan untuk pemakaian bahan baku memang turun 11,49% yoy semula dari Rp 1,05 triliun pada Januari-September 2019 menjadi Rp 937,07 miliar di sembilan bulan pertama tahun ini.

Alhasil, beban pokok penjualan perusahaan turun 3,84% yoy menjadi Rp 1,49 triliun pada sembilan bulan pertama tahun ini. Sebelumnya, beban pokok penjualan AKPI mencapai Rp 1,55 triliun pada periode sama tahun lalu.

Perseroan pada akhir kuartal III 2020 mencatatkan pengembalian pajak penghasilan sebesar Rp 7,6 miliar, sementara pada pos yang sama tahun lalu tercatat beban pajak sebesar Rp 3,2 miliar.

Liabilitas AKPI

AKPI Data: rivankurniawan

 

Selain beban pokok yang dapat diminimalkan, AKPI juga telah menurunkan beban operasional melalui pengelolaan biaya dan arus kas dengan ketat dan disiplin.

AKPI tetap fokus menjaga efisiensi biaya dan mengoptimalkan modal kerja untuk menjaga kas operasional. Hal itu diharapkan dapat membantu perseroan melakukan pembayaran utang (early repayment).

Sisi ekuitas tercatat senilai Rp 1,33 triliun atau tumbuh 7,6% dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp 1,24 triliun. Untuk menunjang kinerja, AKPI mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure sebesar Rp 20 miliar – Rp 25 miliar dari kas internal dan pinjaman dari perbankan.

Rencananya, capex yang dianggarkan akan digunakan untuk membiayai perbaikan dan perawatan mesin-mesin produksi.

Ekuitas AKPI

AKPI Data: rivankurniawan

 

DER berada pada 0,34x. maka ini mengindikasi bahwa AKPI memiliki kondisi keuangan yang termasuk sehat, kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp 103,24 miliar atau turun 50,92% dibandingkan akhir III 2019, yang tercatat sebesar Rp 210,33 miliar.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan optimistis mampu menjaga kelangsungan kinerja di tengah pandemi. Hingga tutup tahun nanti, perseroan menargetkan penjualan sebesar Rp 2,30 triliun atau naik tipis 2,17% dibandingkan realisasi penjualan neto di sepanjang tahun 2019 lalu.

DER AKPI

AKPI Data: rivankurniawan

 

Dari laporan keuangan konsolidasi per kuartal III-2020 AKPI (idx.co.id) Manajemen AKPI beroperasi dalam segmen manufaktur yang menyumbang Laba hingga Rp 60,5 miliar sedangkan segmen distribusi tidak tercatat pada laporan keuangan perseroan.

AKPI

 

Untuk melihat apakah saham ini tergolong mahal/murah, kita bisa melihat valuasi Price Book Value (PBV) nya yang ada di 0,2x, yang tergolong masih undervalued dalam industri ini. Untuk Price to Earning Ratio AKPI yang meningkat menjadi 5,5x yang menandakan tidak lebih baik daripada tahun lalu.

PBV PER AKPI

AKPI Data: rivankurniawan

 

Untuk Return on Equity pada 2020 ada di 3%, lebih kecil dari 2019, yang artinya di tahun ini AKPI kurang efisien dibanding tahun lalu, penurunan permintaan dan PSBB membuat AKPI tertekan dalam mengelola asset dan liabilities nya namun setidaknya perseroan berhasil mendapatkan profit ditengah kondisi pandemi saat ini.

ROE AKPI

AKPI Data: rivankurniawan

 

Analisis Teknikal PT Argha Karya Prima Industry Tbk. (AKPI)

Hingga perdagangan market Sesi II – 29 Desember 2020 tren IHSG mengalami koreksi 0,89%. AKPI diperdagangkan pada harga 560/lembar koreksi minus 6,67%. Pergerakan harga Selama 2020 mengalami bullish sejak Oktober 2020.

Bullish yang terjadi pada emiten sektor bahan dasar ini adalah sentimen positif yang datang dari prospek positif terhadap konsumsi makanan dan minuman di masyarakat menjelang akhir tahun dan peluang di 2021.

Teknikal AKPI

 

Jika melihat histori pergerakan saham AKPI secara yoy bullish 30,3% sedangkan 3 bulan terakhir sudah bullish 69,7%.

Indikator MACD berada di atas garis nol dengan sinyal buy yang cukup kuat hingga penghujung 2020, ada kemungkinan bullish namun terbatas untuk potential gain seiring dengan kabar perkembangan vaksin, kemungkinan koreksi akan ada sebelum naik menguji resistance terbarunya ke arah 600-650. AKPI saat ini berada diatas Moving Average.

Untuk indikator EMA (20), EMA (50) dan EMA (100) membentuk pola bullish. Peluang kenaikan harga saham hingga 670 seperti pada awal 2019, jika bertahan di posisi 600 maka ada peluang menuju 670. Jika berbalik arah maka bisa take profit di kisaran harga 480.

PT Unggul Indah Cahaya Tbk. (AKPI) akan menebar dividen interim bagi pemegang saham.

Perusahaan industri kimia alkylbenzene ini akan membagikan dividen interim total Rp 42,17 miliar kepada para pemegang saham. Setiap pemegang saham akan mendapatkan dividen Rp 110 per saham.

 

Outlook PT Argha Karya Prima Industry Tbk. (AKPI)

Perseroan menguasai sebagian besar pangsa pasar dalam negeri. Kinerja perseroan pada penghujung 2020 tidak terlalu baik namun prospek pasca pandemi jika berhasil di 2021 pun diperkirakan bisa lebih baik.

Jika Pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 akan tercapai bilamana pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dan pembangunan infrastruktur nasional seperti perhubungan, kelistrikan, dan telekomunikasi serta menjaga kestabilan inflasi, tingkat suku bunga dan nilai tukar yang relatif stabil

Bisnis di kuartal IV-2020 cenderung lebih berat ketimbang tiga kuartal sebelumnya. Karena mulai dari kegiatan operasional truk yang biasanya dibatasi pada momen-momen liburan seperti Natal dan Tahun Baru yang menyebabkan distribusi barang terhambat.

Saat ini AKPI memiliki kapasitas produksi terpasang sekitar 122.500 ton per tahun. Kapasitas ini diperkirakan akan naik 30% di tahun 2021 setelah lini produksi baru produk kemasan berupa plastik film jenis BOPP (Biaxially Oriented Polypropylene) selesai dibangun dan beroperasi pada tahun 2021 mendatang.

AKPI akan terus memacu penjualan produk-produk premium yang memiliki harga lebih tinggi, baik ke pasar domestik, maupun ke pasar ekspor.

Bersamaan dengan upaya di atas, kegiatan pemeliharaan aset aktiva perusahaan juga terus berjalan. Sedikit kilas balik, AKPI Rp 20 miliar – Rp 25 miliar dari kas internal dan pinjaman perbankan untuk keperluan pemeliharaan aktiva tetap eksisting perusahaan.

AKPI mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure sebesar Rp 20 miliar – Rp 25 miliar dari kas internal dan pinjaman dari perbankan. Rencananya, capex yang dianggarkan akan digunakan untuk membiayai perbaikan dan perawatan mesin-mesin produksi.

Prospek Industri Plastik PT Argha Karya Prima Industry Tbk. (AKPI) 03

[Baca Juga: Analisis Saham: Prospek Saham BRISyariah (BRIS) Setelah Merger]

 

Sebagai informasi, saat ini AKPI memiliki kapasitas produksi terpasang sekitar 122.500 ton per tahun. Kapasitas ini diperkirakan akan naik 30% di tahun 2021 setelah lini produksi baru produk kemasan berupa plastik film jenis BOPP (Biaxially Oriented Polypropylene) selesai dibangun dan beroperasi pada tahun 2021 mendatang.

Perseroan senantiasa aktif secara konsisten melakukan pemeliharaan dan perlindungan lingkungan seperti perluasan program penghijauan di dalam dan sekitar lingkungan pabrik, pemeliharaan kualitas udara sesuai standar emisi yang telah ditetapkan bagi fasilitas produksi yang ada, pemeliharaan kualitas kebisingan, pengelolaan limbah hasil produksi, pengangkutan limbah oleh pihak pengangkut limbah yang bersertifikat, konversi air bersih dengan mendaur ulang air sisa produksi dan limbah rumah tangga serta pengadaan sumur resapan.

 

Kesimpulan

Pandemi telah menekan beberapa sektor yang berkaitan dengan konsumsi masyarakat, turunnya daya beli masyarakat berakibat beberapa sektor mengalami penurunan kinerja, menurunnya permintaan hingga produksi di industri plastik serta pesaing yang semakin banyak dari dalam dan luar negeri, ini menjadi tantangan bagi AKPI kedepannya.

Perseroan harus melakukan integrasi, konsolidasi, serta menjaga kinerja keuangan. Hal tersebut menjadi pondasi yang kokoh untuk terus meningkatkan kinerja agar mampu menjadi perusahaan penyedia solusi bahan plastik untuk makanan dan minuman terbesar di Indonesia.

 

Disclaimer on: Penyebutan nama saham tidak bermaksud memberikan opsi buy/sell atau pun rekomendasi untuk saham tertentu. Artikel menunjukkan fakta dan analisa dari penulis berdasarkan laporan keuangan dan diambil dari sumber dianggap terpercaya. Data dapat berubah tergantung kondisi. Seluruh tulisan dan tanggapan adalah opini pribadi.

 

Itulah analisa saham AKPI dan prospeknya ke depan yang bisa membantu pertimbangan investasi Anda. Punya pertanyaan? Anda bisa tanyakan dalam kolom komentar.

Anda juga bisa bergabung dalam grup komunitas belajar saham Finansialku untuk info terbaru dan diskusi mengenai saham dengan praktisi dan pakarnya.

 

 

Sumber Referensi:

  • Aplikasi IPOTGO
  • Annual Report PT Argha Karya Prima Industry Tbk (AKPI) (www.idx.co.id)
  • Kontan.co.id
  • Bisnis.com

 

Sumber Gambar:

  • Aplikasi ChartNexus
  • Consolidated Financial Statements PT Argha Karya Prima Industry Tbk (AKPI), September 2020
  • https://bit.ly/2WZLQ61
  • https://bit.ly/2L5bhR1
  • https://bit.ly/37YFoCo