Maskapai Qantas Airways terpaksa kudu PHK 6.000 pegawai mereka karena bisnis yang lama dilumpuhkan oleh virus corona!

Informasi selengkapnya dapat diketahui di berita Finansialku di bawah ini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

6.000 Pegawai Qantas Airways di-PHK

Maskapai terbesar asal Australia, Qantas Airways tercekik biaya operasional setelah tidak terbang sejak pandemi mengobrak-abrik sektor penerbangan.

Demi bertahan di tengah ketidakpastian, pihak Qantas memutuskan untuk PHK kurang lebih 6.000 karyawannya.

6.000 karyawan yang akan di-PHK tersebut adalah 20 persen dari total 29.000 jumlah karyawan di Qantas Airways.

Bukan cuma itu, Qantas juga menon-aktifkan 100 pesawat milik mereka sampai satu tahun ke depan, dan memberhentikan enam armada Boeing Co (BA.N), dan menyisakan 747 unit.

Alan Joyce, dilansir laman APF dari cnnindonesia.com, Kamis (25/06), mengatakan kalau aksi ini merupakan kegiatan upaya penyelamatan maskapai.

Dia juga mengungkapkan kalau perusahaan telah menyusun rencana untuk tiga tahun ke depan.

“Kami mengambil tindakan untuk mempersiapkan maskapai selama beberapa tahun ketika pendapatan rendah. Tiga tahun ke depan akan menghabiskan 1 miliar dolar Australia untuk pemulihan maskapai.” Katanya, dikutip Reuters melalui finance.detik.com, Kamis (25/06).

“Tahun ini seharusnya menjadi salah satu perayaan bagi Qantas. Ini ulang tahun seabad kami. Jelas, yang terjadi tidak sesuai rencana.” Katanya.

Dia juga memahami kalau rencana pemulihan perusahaan mau tidak mau akan punya dampak besar pada ribuan pegawai yang dinaunginya.

Susul Garuda, Qantas Airlines PHK Ribuan Karyawan 02

[Baca Juga: Percuma Gaji Gede, Kalau Baru Di-PHK, Keluarga Hampir Mati!]

 

Tapi bagaimanapun, pihak maskapai juga tidak memiliki pilihan lain, mengingat jatuhnya pendapatan perusahaan akibat pandemi.

Adapun PHK ini dilakukan pada karyawan Qantas dan lini penerbangan yang ekonomis, Jetstar.

Perusahaan juga sudah membatalkan hampir semua rute internasional hingga Oktober mendatang.

Sementara rute domestik masih dibatasi, meski Australia sudah menerapkan pelonggaran pembatasan antarwilayah.

“Kami harus memposisikan di mana pendapatan perusahaan akan berkurang jauh selama beberapa tahun ke depan. Itu artinya, kami menjadi maskapai dengan skala yang lebih kecil dalam jangka pendek.” Ungkap Joyce, dikutip laman cnnindonesia.com, Kamis (25/06).

 

Sudah Merumahkan 80 Persen Pegawai

Pada Maret 2020 lalu, Qantas Airways bahkan sudah merumahkan 20.000 pekerjanya dan menghentikan total semua penerbangan internasional.

“Upaya untuk menahan penyebaran virus corona telah menyebabkan penurunan besar dalam permintaan perjalanan, yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Ini memiliki dampak buruk pada semua maskapai.” Kata Joyce kala itu, dikutip laman beritatrans.com, Kami (19/03).

Maka sejak Maret, 20.000 karyawan Qantas harus menganggur sementara karena cuti tidak dibayar.

Sementara beberapa persen lainnya dapat menggunakan hak cuti dibayar alias diberikan hak liburan lebih awal, sebagaimana dilansir dari laman kabar24.bisnis.com, Kamis (19/06).

Tapi, dalam wawancara mengenai PHK 6000 karyawannya, Joyce mengungkapkan kalau setengah dari karyawan yang dirumahkan sejak Maret, akan mulai dipanggil untuk bekerja pada akhir tahun ini, sebagaimana dikutip laman dunia.rmol.id, Kamis (25/06).

 

GRATISSS Download!!! Ebook Perencanaan Keuangan Untuk Mahasiswa

Ebook Mahasiswa

Download Ebook Sekarang

 

Bantu Mereka yang Kesulitan Di Masa Pandemi

Sobat Finansialku, masa pandemi belum terlihat akan segera berakhir, tapi makin banyak saudara-saudara kita yang terseok-seok memenuhi kebutuhan sehari-hari karena PHK dampak COVID-19. Tidak ada yang bisa membantu mereka, selain kita.

Jika kita tidak mau membantu mereka, apa jadinya dengan keluarga yang harus diberi makan? Bagaimana dengan nasib anak-anak mereka yang kelaparan?

Belum terlambat untuk membantu mereka! Segera klik tombol di bawah ini sekarang untuk memberi Donasi bersama Finansialku, terima kasih…

Finansialku Bangun Empati Di Tengah Pandemi 02

KLIK DI SINI UNTUK DONASI

 

Bagaimana pendapat Sobat Finansialku mengenai fenomena PHK yang banyak dialami oleh maskapai penerbangan di dunia ini? Mari kita berdiskusi di kolom komentar!

Jangan lupa untuk bagikan informasi ini kepada rekan, sahabat, dan keluarga melalui pilihan platform yang tersedia. Terima kasih!

 

Sumber Referensi:

  • Sarah Meiliana Gunawan. 25 Juni 2020. Ulang Tahun Ke-100 Qantas Memilukan, Terpaksa Pecat 20 Persen Karyawan. Dunia.rmol.id – https://bit.ly/2NuEL8Q
  • Admin. 19 Maret 2020. Qantas Airlines Rumahkan 22.000 Pegawai, Setop Penerbangan Internasional & Istirahatkan 150 Pesawat. Beritatrans.com – https://bit.ly/2NvcIpz
  • Denny Mrj. 19 Maret 2020. Maskapai Qantas Rumahkan 20 Ribu Karyawan. Nasionalpos.com – https://bit.ly/2Nvfo6N
  • Aprianto Cahyo Nugroho. 19 Maret 2020. Qantas Hentikan Seluruh Penerbangan Internasional. Kabar24.bisnis.com – https://bit.ly/2Yz2Z8h
  • Thea Fathanah Arbar. 25 Juni 2020. Hantu PHK Gentayangan, Qantas Pangkas 6.000 Pekerja. Cnbcindonesia.com – https://bit.ly/31bydE9
  • Aulia Damayanti. 25 Juni 2020. Qantas PHK 6.000 Karyawan. Detik.com – https://bit.ly/31g5fmo
  • Admin. 25 Juni 2020. Pangkas Biaya Operasional, Qantas PHK 6.000 Pegawai. Cnnindonesia.com – https://bit.ly/2NsarLR

 

Sumber Gambar:

  • QantasAirways 01 – https://bit.ly/2YvjbHl
  • QantasAirways 02 – https://bit.ly/3i3V6z9