Risiko dari Investasi

Kata investasi tidak akan jauh dari kata risiko dan imbal hasil atau risk and return. Emang risiko sendiri apa si? Ada berapa macam jenis risiko dari sebuah investasi? Nah dalam artikel kali ini, Tim Finansialku akan membahas mengenai risiko atas sebuah investasi.

risk

 

Sebelumnya pasti ada yang bingung kayanya salah ketik kata Risiko. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia penulisan kata yang tepat adalah risiko bukan resiko. Jadi ada baiknya Tim Finansialku menggunakan penulisan risiko. Kita mulai: definisi risiko kemudian dilanjutkan risiko – risiko dari investasi.

Sebelum berinvestasi ada baiknya pelajari terlebih dahulu produknya, berikut ini ada liputan mengenai investasi bodong.

 

Definisi Risiko

Definisi risiko banyak sekali, kami mencoba mendefinisikan berdasarkan referensi dari Gitman – Principles of Managerial Finances: Risiko adalah sebuah besaran atau ukuran dari sebuah ketidakpastian yang menggambarkan variansi (bukan varias, variansi adalah perbedaan besaran satu dengan rata-rata nilai) dari imbal hasil sebuah investasi.

Setiap produk investasi pasti memiliki potensi risiko. Tetapi ada hal yang membedakan antara risiko dan berisiko. Kata risiko merujuk pada potensi risiko dari masing-masing produk investasi, sedangkan kata berisiko merujuk pada orang yang berinvestasi (baca: investor). Semakin seseorang mampu mengendalikan investasinya maka risikonya semakin berkurang.

Manajemen Risiko untuk Karyawan - Kenapa Karyawan Butuh Asuransi Jiwa Tambahan - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca juga : Bagaimana Cara Investasi ala Ibu Rumah Tangga ?]

 

Risiko dari Investasi

Risiko berikut adalah potensi risiko dari sebuah produk investasi. Ada beberapa jenis risiko yang umumnya melekat pada produk investasi: risiko likuiditas, risiko investai, risiko gagal bayar, risiko kredit, risiko pajak, risiko inflasi, risiko bunga, risiko mata uang dan risiko-risiko lainnya. Berikut ini adalah penjelasan singkatnya:

 

Risiko Likuiditas (Marketability or Liquidity)

Pernakah Anda memiliki sebuah investasi, (misal sebut saja rumah)kemudian Anda mengalami kesusahan dalam menjual kembali investasi tersebut? Kesulitan jual itulah yang dapat kita sebut rasio likuiditas. Definisi yang ilmiahnya dari Risiko likuiditas adalah risiko atas produk investasi yang tidak mudah diperdagangkan atau tidak laku untuk dijual kembali. Menurut teorinya, kemudahan menjual berbanding terbalik dengan imbal hasil dan rating (peringkat). Maksudnya apabila Anda berinvestasi pada sebuah saham, saham perusahaan yang menguntungkan biasanya lebih mudah diperjual belikan di bursa saham, dibanding  saham perusahaaan yang sedang merugi.

 

Risiko Investasi (Investment risk)

Pernakah Anda merasa sudah berinvestasi di produk yang katanya high risk high return ternyata imbal hasil atau returnnya lebih kecil dari deposito? Nah itulah risiko  investasi. Hubungannya adalah semakin besar kemungkinan investasi  kita mendapatkan hasil yang rendah atau rugi, dapat dikatakan investasi kita berisiko.

Risiko dan Pengembalian Investasi - Perencan Keuangan Independen Finansialku

[Baca juga : Baca Ini Sebelum Investasi di Website Peer to Peer Lending Indonesia]

 

Risiko Gagal Bayar/wanprestasi (default)

Nah kalau yang satu ini pasti pada tau kan, ada beberapa jenis investasi emas yang baru-baru ini mengalami risiko gagal bayar. Jadi investasi kita tidak dapat dikembalikan oleh penyedia investasi. Risiko gagal bayar adalah risiko yang disebabkan peminjam/penerbit produk investasi yang tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran sesuai dengan yang dijanjikan/disepakati pada waktunya.

 

Risiko Pajak (tax)

Risiko pajak erat kaitannya dengan hal kewajiban perpajakan karena kita berinvestasi. Struktur pajak di Indonesia relatif masih sederhana, karena jumlah wajib pajak perorangan (bukan badan usaha) yang jumlahnya relatif belum banyak. Hal ini membuat perencanaan pajak perorangan dengan menggunakan produk-produk investasi di Indonesia belum bisa dilakukan dengan maksimal.

 

Risiko Inflasi (inflation)

Pasti Anda sudah tak asing dengan kata inflasi kan. Bagi yang belum mengenal kata inflasi dapat diartikan sebagai sebuah kenaikan harga. Risiko inflasi berkaitan dengan adanya potensi penurunan riil nilai pokok investasi dan hasil investasi di masa depan.  Inflasi akan menggerogoti nilai uang kita, karena ‘bunga’ yang diberikan oleh produk investasi jangka pendek (seperti deposito) umumnya tidak cukup untuk menutupi kenaikan biaya hidup.

Ini Alasannya Mengapa Setiap Orang Punya Profil Risiko Berbeda

[Baca juga : Mana yang Paling Penting: Dana Darurat, Asuransi atau Investasi?]

 

Risiko Bunga (interest rate)

Apakah Anda berinvestasi di beberapa produk perbankan seperti ORI, deposito? Bagi teman-teman yang tahu atau sering berinvestasi di produk-produk tersebut pasti sudah tidak asing dengan risiko bunga. Risiko bunga berhubungan dengan peningkatan atau penurunan suku bunga yang memiliki dampak pada hasil investasi kita. Di Indonesia suku bunga berkaitan erat dengan suku bunga  yang ditetapkan Bank Indonesia atai BI rate dan suku bunga SBI. Misal saat sekarang suku bunga di Indonesia mengalami kenaikan, sehingga bunga tabungan, deposito dan termasuk bunga pinjaman mengalami kenaikan.

 

Risiko Mata Uang (currency)

Apakah Anda berinvestasi pada produk-produk investasi berbasis mata uang asing atau kerennya foreign exchange? Risiko mata uang adalah risiko investasi yang berkaitan dengan nilai mata uang negara lain dalam hubungannya dengan mata uang dalam negeri (Indonesia). Contohnya Anda berinvestasi pada perdagangan mata uang asing, tentu sangat rentan terkena risiko mata uang.

 

Artikel di atas menggambarkan beberapa jenis potensi risiko terhadap produk-produk investasi. Sebuah produk bisa jadi memiliki satu atau bahkan beberapa risiko sekaligus. Kenali risiko tapi jangan ditakuti. Risiko dapat Anda kendalikan, caranya tingkatkan pendidikan Anda mengenai investasi tersebut, tingkatkan pengalaman Anda dan tentunya siapkan dana untuk berjaga-jaga.

 

 

Artikel mengenai risiko dari investasi di atas di ambil dari beberapa sumber, antara lain:
Gitman – Principles of Managerial Finances
Aidil A – Rich Game.
Robert T. Kiyosaki – Cashflow Quadrant

By |2018-04-17T12:07:34+00:00July 12th, 2013|Categories: Perencana Keuangan|1 Comment

About the Author:

Finansialku
Finansialku adalah perusahaan perencana keuangan independen yang berkompeten, berpengalaman dan tersertifikasi professional. Finansialku menyediakan layanan konsultasi perencanaan keuangan (financial planning) individu dan keluarga, seminar dan pelatihan terkait perencanaan keuangan.

One Comment

  1. Marcellina 18 September 2015 at 20:30 - Reply

    Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Pasar Modal. Pasar modal merupakan suatu hal yang dapat dipelajari setiap kalangan yang memiliki modal dan ingin menanamkan modalnya dengan benar. Saya memiliki beberapa tulisan sejenis mengenai pasar modal yang dapat dilihat di http://www.pasarmodal.blog.gunadarma.ac.id

Leave A Comment