Sejak awal tahun, kurs rupiah terus anjlok. Hal yang dikhawatirkan pun terjadi, kini kurs rupiah melewati level psikologis Rp15.000 per dollar Amerika.

Mengapa bisa seperti itu? Simak pembahasannya di artikel Finansialku berikut ini.

 

Rubrik FinansialkuRubrik Finansialku and News

 

Tembus Level Psikologis Rp 15 Ribu

Kemarin, Selasa (2/10/18), tepatnya pukul 23.02 WIB nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus alami pelemahan. Dolar AS kini sudah menembus level psikologis baru yaitu Rp15.000.

Seolah kembali ke zaman 20 tahun yang lalu. Saat itu, Juli 1998 rupiah mencapai kisaran Rp15.000 per dolar AS.

Dengan kondisi tersebut, Indonesia dinyatakan krisis moneter. Artinya, posisi rupiah hari ini adalah yang terlemah sejak 9 Juli 1998.

Rupiah Terus Melemah Lewati Level Psikologis Rp15 Ribu 2 Finansialku

[Baca juga: Kenaikan Suku Bunga The Fed dan Rupiah]

 

Menurut analisis perusahaan investasi Bareksa, seperti dikutip langsung dari laman resminya, risiko depresiasi masih mungkin terjadi terhadap rupiah. Sebab faktor eksternal dan domestik belum mendukung mata uang Tanah Air.

Dari sisi internal, banyak hal yang harus di respons pemerintah untuk memperbaiki fundamental rupiah, di antaranya neraca pembayaran Indonesia (NPI), meningkatnya defisit transaksi berjalan, serta korelasi pelemahan rupiah dan NPI terhadap penurunan cadangan devisa.

Dari sisi eksternal, faktor utama risiko rupiah berasal dari kebijakan moneter AS. The Federal Reserve/The Fed kemungkinan besar masih akan menaikkan suku bunga tahun ini, yang sepertinya akan dieksekusi pada Desember.

Probabilitas kenaikan Federal Funds Rate menjadi 2,5 persen pada rapat 19 Desember mencapai 80,5 persen.

Bahkan, ada kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga sampai 50 bps, meski sangat kecil yaitu 0,5 persen.

Saat ini, suku bunga acuan The Fed ada di 2-2,25 persen. Pada akhir 2020, The Fed menargetkan suku bunga berada di median 3,4 persen. Karena itu, kemungkinan akan ada tiga kali kenaikan lagi pada 2019 dan setidaknya sekali pada 2020.

Artinya, arus modal akan terus tersedot ke AS. Sebab kenaikan suku bunga acuan akan ikut mengerek imbal hasil investasi di Negeri Abang Sam.

Selain itu, faktor perang dagang ekonomi global disinyalir berpengaruh juga terhadap pelemahan rupiah.

 

Rupiah Terpengaruh Perang Dagang Amerika-China

Tak hanya kemajuan ekonomi Amerika, tekanan lain datang dari perang dagang antara AS dan China.

Sejak Presiden AS Donald Trump mendengungkan pengenaan bea masuk impor bagi produk China, yang direspon dengan ancaman yang sama oleh Negeri Tirai Bambu, hubungan kedua negara semakin memburuk.

Trump memang telah mengenakan bea masuk masing-masing 25% pada awal Juli dan 10% pada akhir September 2018.

Tak tinggal diam, China pun melakukan hal yang sama. Pihak Beijing juga ikut mengenakan bea masuk dengan nilai yang sama terhadap produk AS.

Cegah Rupiah Terus Melemah 2 Finansialku

[Baca Juga: Cegah Rupiah Terus Melemah, Sebaiknya Lakukan Ini!]

 

Banyak negara yang secara langsung atau tidak langsung terkena dampak perang dagang ini, salah satunya Indonesia. Kenapa? Lantaran para investor cenderung mengamankan aset yang mereka miliki, terlebih mereka yang memelihara mata uang negara yang sedang berseteru, dolar AS, Yuan, serta emas.

Di pasar saham pun terlihat aliran modal asing yang keluar telah mencapai Rp50,68 triliun sejak awal tahun.

Free Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

 

Anjloknya Peso Dan Lira Ikut Andil dalam Pelemahan Rupiah

Ternyata, anjloknya peso Argentina sebesar 122% dan lira Turki sebesar 59% pada kuartal III ini ikut memperparah posisi rupiah. Anjloknya kedua mata uang tersebut jelas menambah kekhawatiran investor.

Bagaimana tidak? Pelemahan ini ditakutkan akan berdampak kepada terganggunya stabilitas pasar keuangan global.

Utang valas yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan di Argentina dan Turki dipastikan membengkak sehingga berpotensi memicu terjadinya gagal bayar (default).

 

Jika ini terjadi, dampaknya akan meluas hingga ke lembaga keuangan yang memberikan pinjaman. Alhasil neraca keuangan bisa terganggu sehingga mengancam kelangsungan operasional lembaga-lembaga tersebut hingga bisa berakhir kolaps.

Jika dibiarkan situasi ini bisa mengancam tatanan keuangan global, sehingga investor memilih untuk menghindar. Akibatnya aliran modal asing ke negara-negara emerging market seperti Indonesia pun berkurang.

 

Cegah Rupiah Semakin Melemah

Bank Indonesia (BI) telah melakukan berbagai kebijakan demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan pengendalian inflasi. Di antaranya menaikkan suku bunga, melakukan intervensi ganda, menyediakan instrumen swap valas dan swap hedging, dan masih banyak lagi.

Selain BI, Anda juga bisa berpartisipasi secara aktif untuk mengatasi permasalahan rupiah ini lho. Ketahui selengkapnya dalam artikel berikut: Cegah Rupiah Terus Melemah, Sebaiknya Lakukan Ini.

 

Apakah Anda merasa terbantu dengan adanya artikel ini? Jangan ragu untuk membagikan pada teman Anda. Agar semua orang bisa mendapatkan manfaat dan merasakan keuntungannya.

 

Sumber Referensi:

  • Muhammad Ikhsan B. 3 Oktober 2018. Lewati Level Psikologis 15.000, Akankah Rupiah Lanjutkan Pelemahan? Bareksa.com – https://goo.gl/XNqfnj
  • Alfado Agustio. 1 Oktober 2018. Rupiah Oh Rupiah, Begini Perjalanannya Sejak Awal Tahun. Cnbcindonesia.com – https://goo.gl/3nK2ZM

 

Sumber Gambar:

  • Rupiah melemah – https://goo.gl/GCywSC
  • Rupiah melemah 2 – https://goo.gl/NzmA3Q
Summary
Rupiah Terus Melemah, Lewati Level Psikologis Rp15 Ribu per Dollar Amerika
Article Name
Rupiah Terus Melemah, Lewati Level Psikologis Rp15 Ribu per Dollar Amerika
Description
Sejak awal tahun, kurs rupiah terus anjlok. Hal yang ditakutkan pun terjadi, kini kurs rupiah melewati level psikologis Rp15.000. Mengapa bisa seperti itu? Simak pembahasannya di artikel Finansialku berikut ini.
Author
Publisher Name
Finansialku.com
Publisher Logo