Saving bond retail seri SBR005 nampaknya masih sepi peminat. Pasalnya setelah sesi penawaran ditutup pada 24 januari lalu, penjualan melalui mitra bank tak jauh dari target. Malah, penjualan dari BNI tak mencapai target awal.

Mari simak artikel berikut selengkapnya.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

BNI Tak Capai Target Jual SBR005

Pt Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk mencatat hasil penjualan Savings Bond Ritel seri SBR005 dibawah target awal. Nilai yang tercatat sebelum penutupan fase penawaran atau pada 23 Januari 2019 sebesar Rp428,5 miliar dari target Rp600 miliar.

Kendati demikian, penjualan diakui tak ada kendala dalam masa penawaran. Kepala Divisi Wealth Management BNI Neny Asriani mengatakan, ada beberapa faktor yang membuat pihaknya belum mampu memenuhi target penjualan SBR005.

Salah satunya adalah spread tetap SBR005 terhadap tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia yang berkurang dari 2,55 persen menjadi 2,15 persen.

Ketahui Penyebab dan Konsekuensi Jika Polis Asuransi Lapse 03 Investasi - Finansialku

[Baca Juga: SBR005: Primadona 2019 Bagi Para Investor]

 

Penurunan spread ini dinilai cukup mempengaruhi minat investor. Pasalnya, kupon minimal SBR005 terbilang cukup tinggi yakni 8,15 persen, lebih tinggi ketimbang SBR004 sebesar 8,05 persen.

Ia juga mengaku, pihaknya belum bisa menginformasikan profil nasabah pemesan SBR005 di BNI. Hal tersebut mengingat BNI masih harus melakukan pengolahan data setelah masa penawaran instrumen tersebut ditutup pada 24 Januari lalu.

Ia melanjutkan meningkatnya jumlah penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) ritel di tahun ini, ditambah masih terbukanya kenaikan suku bunga acuan juga cukup berperan terhadap hasil penjualan SBR005 di BNI. Pada Kamis (24/1), ia mengatakan:

“Sebagian nasabah melihat ada kesempatan lain untuk berinvestasi SBN ritel pada penerbitan berikutnya dengan harapan memperoleh bunga lebih tinggi.”

 

Pada Senin (28/1/2019) ini pemerintah akan menetapkan hasil penjualan secara keseluruhan SBR005 dari berbagai mitra penjualan.

 

Serap Dana Pihak Ketiga

Bank mitra penjual tak terlalu mendorong menjajakan SBR seri baru ini, seperti halnya Bank Central Asia (BCA). Hal ini terlihat dari pihak BCA yang tak memasang target penjualan.

Direktur Utama BCA, Jahja Setiaatmadja mengatakan pihaknya memilih untuk lebih hati-hati lantaran pihaknya sedang dalam masa sulit meraih dana pihak ketiga (DPK). Dikutip dari Kontan, Jahja mengatakan:

“Kalau kami jual Rp1,2 triliun-Rp1,3 triliun, DPK yang lepas juga besar sekali.”

 

BCA mencatat penawaran SBR005 mencapai Rp1,2 triliun. Namun angka ini masih jauh dibawah penjualan SBR004 sebesar Rp3,62 triliun.

Dilain pihak, Bank Tabungan Negara (BTN) mencatat tipis diatas angka target yakni Rp97,6 miliar dari target Rp75 miliar. Namun, angka target ini telah melalui revisi, sebelumnya BTN menargetkan penawaran pada angka Rp100 miliar.

Direktur Konsumer BTN, Budi Satria menyebut, sebetulnya target penjualan SBR005 di BTN berkisar Rp100-150 miliar. Budi mengungkapkan:

“Revisi target dilakukan karena periode yang sama kami juga melaksanakan penjualan reksadana terproteksi.”

 

Sementara itu, penjualan SBR005 oleh Bareksa Portal Investasi terbilang positif. Pasalnya, penjualan mencapai 35 persen diatas target. Namun, penjualan di agen Tanamduit belum mencapai target, sama halnya BNI. Direktur Tanamduit, Muhammad Hanif mengatakan:

“Kami memasang target Rp20 miliar, hingga saat ini baru di kisaran Rp16 miliar.”

 

Seperti diketahui, bank mitra penjualan online SBR005 antara lain, BNI, BCA, BTN, BRI, Bank Mandiri, serta Bank Permata.

Selain itu ada perusahaan efek, yakni Trimegah Sekuritas. Perusahaan p2p lending Investree dan Modalku. Serta perusahaan efek khusus yakni Bareksa dan Tanamduit.

Apakah Anda tertarik untuk berinvestasi namun belum merencanakan dan mengatur keuangan Anda dengan baik? Anda dapat menggunakan bantuan Aplikasi Finansialku untuk merencanakan dan mengelola keuangan Anda.

Aplikasi Finansialku dapat dengan mudah Anda download melalui link di bawah ini atau melalui Google Play Store, selamat mencoba.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Anda juga dapat membaca ebook Perencanaan Keuangan untuk usia 30 an di bawah ini secara gratis.

Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Apa tanggapan Anda setelah membaca berita tentang SBR yang sepi peminat? Berikan pandangan Anda di kolom komentar di bawah ini.

Jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman dan kerabat Anda. Semoga bermanfaat, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Dimas Andi Shadewo, Amalia Fitri. 24 Januari 2019. Imbal Hasil Kurang Mantap, SBR Sepi Peminat. Koran Kontan

 

Sumber Gambar:

  • SBR005 – https://goo.gl/ZjfwiB